News

Anak Baru Selesai Operasi Jadi Korban Insiden di McD Arion, Keluarga Minta Pertanggungjawaban

Published

on

Jakarta – Seorang anak perempuan berusia 3 tahun diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti kegiatan belajar dan bermain di area yang diselenggarakan di McDonald’s Arion. Peristiwa tersebut terjadi pada 2 April 2026 dan kini menuai protes dari pihak orang tua korban.

Orang tua korban mengungkapkan bahwa anaknya mengalami pukulan di bagian kepala dan dada yang diduga dilakukan oleh anak laki-laki lain saat kegiatan berlangsung. Padahal, menurutnya, saat kejadian terdapat guru serta orang tua dari anak yang diduga pelaku di lokasi.

“Anak saya dipukul di bagian kepala dan dada. Padahal posisi kepala anak saya baru saja selesai operasi pada Februari 2026,” ujar orang tua korban.

Akibat kejadian tersebut, korban saat ini harus menjalani perawatan intensif di RS Evasari karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Pihak keluarga menilai penyelenggara kegiatan, yakni McD Arion, harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa kegiatan belajar untuk anak usia toddler (1–7 tahun) tersebut merupakan layanan berbayar yang diselenggarakan di lokasi tersebut.

“Karena ini kegiatan belajar yang saya bayar dan diselenggarakan di McD Arion, maka pihak manajemen seharusnya bertanggung jawab, baik secara pengawasan maupun biaya pengobatan,” tegasnya.

Tak hanya itu, situasi disebut semakin memanas saat pihak keluarga mencoba meminta pertanggungjawaban kepada orang tua anak yang diduga sebagai pelaku. Alih-alih mendapat penyelesaian, orang tua korban mengaku justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga mengarah pada kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen McD Arion disebut belum memberikan tanggapan maupun pertanggungjawaban secara materiil terkait biaya pengobatan korban.

Orang tua korban berharap ada itikad baik dari pihak penyelenggara untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam kegiatan serupa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version