Sosial
Renata podcast bersama BNN dan MVBT Entertainment di Hari Kartini: Bongkar Realita Narkoba di Dunia Hiburan
JAKARTA – Momen Hari Kartini tahun ini diperingati dengan cara yang berbeda dan sarat edukasi oleh sosok Renata.
Tepat pada peringatan hari pahlawan emansipasi wanita tersebut, Renata hadir sebagai tamu spesial dalam podcast resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengupas tuntas isu sensitif: jeratan narkoba di kalangan selebriti.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun mendalam, Renata bersanding dengan Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Bapak Putu Putera. Dan 3 nara sumber lainnya yaitu Mak Vera Manager artis yang sudah 30 tahun berada di industri Entertainment, Diva dan Rey , artist dan talent dari MVBT Entertainment.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang baru bagi masyarakat mengenai alasan di balik tingginya angka penyalahgunaan zat terlarang di industri kreatif.
Dalam sesi podcast tersebut, Pak Putu Putera menjelaskan bahwa tekanan kerja yang tinggi dan gaya hidup glamor seringkali menjadi pintu masuk narkoba.
“BNN sering melakukan sosialisasi tentang arti bahayanya narkotika, kalaupun ada yang teman atau keluarga kena dapat menghubungi kami dengan suka rela, bukan untuk di hukum pidana, tapi untuk di rehabilitasi karena mereka ini korban penyalahgunaan narkotika. Karena banyak narkotika jenis baru yang di inovasi oleh bandar – bandar narkoba, yang bentuknya beragam dan menarik, manis tapi dapat kecanduan hingga badan nenagih,. ujar Pak Putu”
Renata pun menanggapi dengan menekankan pentingnya mentalitas yang kuat dan lingkungan pergaulan yang positif sebagai benteng pertahanan utama.
Menurutnya, menjadi “Kartini Modern” berarti berani mengambil keputusan tegas untuk menolak hal-hal yang merusak masa depan, meski di tengah lingkungan yang penuh godaan.
” Beberapa korban narkoba sering saja di paksa atau di ejek jika tidak menggunakan narkoba, sehingga Renata menghimbau siapapun yang mengajak supaya tidak ikut-ikutan, karena mereka yang ingin mengajak kita mereka Adalah yang ingin mencelakakan kita dan diri orang lain. Ujar Renata di akhir sesi.
Langkah kolaboratif antara figur publik dan lembaga negara seperti ini menjadi sinyal positif bahwa perang melawan narkoba memerlukan sinergi dari berbagai lini, termasuk dari dunia hiburan itu sendiri.