News

Hut 27 Tahun LMND, Usung Politik Redistribusi untuk Persempit Kesenjangan dan Sejahterakan Rakyat

Published

on

JAKARTA – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) memperingati hari lahir ke-27 dengan meluncurkan manifesto program juang bertajuk “Politik Redistribusi untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Momentum tersebut dihadiri Ketua Umum LMND Yoga Aldo Novensi, Sekretaris Jenderal LMND Riski Oktara Putra, serta Wakil Menteri Perindustrian RI H. Faisol Riza, S.S., M.A.

Ketua Umum LMND Yoga Aldo Novensi mengatakan, peringatan 27 tahun organisasi bukan sekadar perayaan ulang tahun. Momentum tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan LMND sekaligus memperkuat arah perjuangan organisasi di masa mendatang.

“27 tahun ini bukan hanya sekadar soal angka. Dengan umur atau angka 27 ini, LMND tetap konsisten berjuang di garis rakyat. Itu yang kita harapkan dalam momentum ini, kembali merefleksi gerakan-gerakan LMND ke depan,” ujar Yoga.

Dalam perayaan tersebut, LMND juga memperkenalkan manifesto yang menjadi arah perjuangan organisasi. Gagasan utama yang diusung adalah politik redistribusi untuk menjawab persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Sekretaris Jenderal LMND Riski Oktara Putra mengatakan, manifesto tersebut lahir dari upaya LMND untuk melihat persoalan bangsa hingga ke akar masalahnya.

Menurutnya, ketimpangan sosial dan jurang kemiskinan antara kelompok kaya dan miskin masih menjadi persoalan yang harus segera diatasi.

“LMND melihat bahwa ketimpangan sosial, jurang kemiskinan antara yang kaya dan yang miskin ini bukannya makin menyempit, tetapi makin lebar,” kata Riski.

Melalui gagasan politik redistribusi, LMND mendorong agar kekayaan dan sumber daya dapat didistribusikan secara lebih adil. Menurut Riski, hal tersebut mencakup kekayaan finansial, sumber daya alam, tanah, hingga ilmu pengetahuan.

“Bagaimana kekayaan itu didistribusikan ulang, entah itu kekayaan finansial, kekayaan sumber daya alam, kekayaan tanah yang hari ini dikuasai oleh segelintir orang, tapi juga kekayaan ilmu pengetahuan,” jelas Riski.

LMND kemudian menawarkan tiga gagasan utama yang menjadi bagian dari manifesto tersebut. Ketiganya adalah pajak kekayaan, land reform, serta pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

Riski mengatakan, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber daya dan pendidikan berkualitas.

“Harapan LMND yaitu gagasannya yang pertama adalah pajak kekayaan, yang kedua adalah land reform, dan yang ketiga adalah pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis,” ujarnya.

Menurut Riski, politik redistribusi menjadi gagasan besar LMND untuk mempersempit kesenjangan dan mendorong terciptanya kesejahteraan rakyat.

“Gagasan besarnya adalah politik redistribusi,” kata Riski.

Dihadiri Wakil Menteri Perindustrian

Wakil Menteri Perindustrian RI H. Faisol Riza turut hadir dalam perayaan 27 tahun LMND tersebut.

Yoga mengatakan, Faisol mengapresiasi perjalanan LMND yang selama 27 tahun tetap membawa isu-isu kerakyatan. Ia juga berharap LMND tetap berada di garis perjuangan rakyat dan terus melawan berbagai bentuk ketidakadilan.

“Mas Wamen mengapresiasi dan berharap LMND tetap teguh di garis massa, tetap melawan segala bentuk ketidakadilan,” kata Yoga.

Selain Wakil Menteri Perindustrian, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi kepemudaan.

Di antaranya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayor Iwan Sembiring, Ketua Umum LMND pertama Muhammad Sofyan, Ketua Umum LMND ketiga Iwan Dwi Laksono, serta sejumlah pimpinan organisasi Cipayung Plus.

Perwakilan LMND dari berbagai daerah juga hadir dalam kegiatan tersebut, seperti Banten, Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, hingga Manado.

Memasuki usia ke-27 tahun, LMND menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai isu kerakyatan. Di tengah dinamika organisasi dan perubahan zaman, LMND menyatakan akan tetap memperjuangkan agenda keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

“Yang paling penting adalah kita membuktikan bahwa LMND tetap konsisten di garis rakyat dengan isu-isu kerakyatan,” pungkas Riski.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version