News

Italia Jajaki Kerja Sama Pengembangan Industri Kulit Garut, Fokus pada Transfer Teknologi

Published

on

JAKARTA — Italian Trade Agency (ITA) menjajaki kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mendukung pengembangan industri kulit di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan teknologi, peningkatan kualitas produksi, dan pengembangan kapasitas industri.

Komisaris Italian Trade Agency, Paolo Pinto, mengatakan inisiatif tersebut berawal dari kunjungannya ke Garut dua tahun lalu. Dari kunjungan itu, ia melihat potensi besar yang dimiliki Garut sebagai salah satu sentra industri kulit di Indonesia.

“Latar belakang kegiatan ini adalah misi yang saya lakukan di Garut dua tahun lalu. Saat itu saya memahami bahwa Garut merupakan kawasan yang memiliki potensi luar biasa, sehingga tahun ini kami memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Paolo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Paolo, program kolaborasi tersebut terdiri atas dua tahapan. Pertama, proses penjajakan (scouting) di Garut yang melibatkan asosiasi industri, produsen mesin, dan pelaku usaha dari Italia. Kedua, presentasi di Jakarta untuk mempertemukan para mitra dan membahas peluang kerja sama lebih lanjut.

Ia menjelaskan bahwa proses penjajakan dilakukan agar perusahaan dan asosiasi Italia dapat memahami kebutuhan industri kulit di Garut.

“Kami melakukan penjajakan di Garut agar asosiasi dan perusahaan Italia memahami kebutuhan industri di sana. Di Jakarta, kami menjelaskan apa yang dapat kami kontribusikan untuk mendukung pengembangan Garut,” katanya.

Paolo mengakui bahwa membangun kolaborasi industri memerlukan waktu dan komitmen dari berbagai pihak. Namun, ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi fondasi bagi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Italia.

“Harapan saya adalah membangun ekosistem yang melibatkan perusahaan Indonesia dan Italia, asosiasi, serta pemerintah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri di Garut,” ujarnya.

Ia menilai kualitas bahan baku kulit di Garut sudah baik. Meski demikian, industri kulit di daerah tersebut masih menghadapi tantangan dalam aspek teknologi, mesin, dan pengetahuan industri.

“Garut memiliki kualitas kulit yang baik, tetapi masih membutuhkan dukungan teknologi, mesin, dan pengetahuan. Dengan instrumen yang tepat, kualitas produk akhirnya dapat ditingkatkan,” tutur Paolo.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif tersebut telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara asosiasi Italia dengan koperasi dan perusahaan lokal di Garut.

Menurut Paolo, fokus utama kerja sama bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga transfer teknologi dalam proses pengolahan kulit.

“Fokusnya adalah teknologi pengolahan kulit agar kualitas produk akhir dari Garut dapat meningkat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

Kolaborasi Indonesia-Italia tersebut diharapkan dapat memperkuat industri kulit Garut melalui peningkatan teknologi, kualitas produksi, dan kemitraan strategis antara pelaku industri kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version