Entertainment

Agata Selia Keylani, dari Hobi Fashion hingga Menekuni Modeling dan Seni Peran

Published

on

JAKARTA — Agata Selia Keylani, atau Agata, mulai menekuni dunia modeling sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, di usia 16 tahun, ia tidak hanya aktif sebagai model, tetapi juga mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan.

Pelajar SMA yang lahir pada 4 Januari 2010 ini memiliki sejumlah aktivitas, mulai dari menyanyi, mengikuti les dance, hingga latihan modeling. Ia menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang adaptif, rendah hati, dan senang berkolaborasi.

Ketertarikan Agata terhadap modeling berawal dari kegemarannya pada fashion. Ia senang memadupadankan pakaian dan memperhatikan bagaimana busana dapat ditampilkan agar terlihat menarik.

“Dari situ saya juga ingin berjalan di catwalk dengan membuat hidup dengan baju yang saya kenakan,” kata Agata.

Sejak mengenal modeling, Agata mulai mengikuti sejumlah perlombaan. Pengalaman pertamanya tampil di atas catwalk menjadi salah satu langkah yang membuatnya semakin percaya diri. Meskipun saat itu bukan merupakan event besar, ia mengaku antusias mendapat kesempatan untuk tampil.

Dalam mempersiapkan diri sebelum tampil, Agata berlatih di depan kaca untuk mengatur mimik wajah. Ia juga berlatih menentukan angle ketika berfoto serta menjaga postur tubuh saat berjalan dan melakukan pose.

Dukungan keluarga, terutama kedua orang tua, turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Agata. Ia juga menjadikan Luna Maya sebagai salah satu figur yang menginspirasinya dalam dunia fashion dan modeling.

Tidak hanya modeling, Agata memiliki pengalaman di berbagai bidang seni. Ia pernah meraih Juara 3 dari Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk kategori tari Betawi dan Juara 1 fashion dalam pentas seni SMP. Saat duduk di bangku SMA, ia juga meraih Juara 2 menyanyi dalam pentas seni sekolah.

Agata juga pernah meraih Juara 2 lomba dance kontemporer. Pengalaman lainnya antara lain menjadi tokoh antagonis dalam pentas drama musikal karya Chun Fungky Papua bersama sejumlah artis Ibu Kota, tampil dalam kegiatan lembaga kebudayaan Betawi, serta menjadi bagian dari tim penari pada perayaan HUT DKI Jakarta pada 2024, 2025, dan 2026.

Ia juga pernah terlibat sebagai penari dalam acara HUT Bhayangkara pada 2024 dan 2025 serta menjadi figuran dalam salah satu FTV.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Agata adalah ketika tampil dalam acara HUT Bhayangkara. Saat itu, ia mendapat kesempatan untuk tampil di dekat tribun Presiden Prabowo.

Bagi Agata, berbagai pengalaman tersebut tidak hanya menambah jam terbang, tetapi juga mengajarkannya tentang disiplin dan manajemen waktu. Ia juga belajar membangun ketahanan mental, merawat diri, beradaptasi, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Rasa gugup sebelum tampil pun menjadi bagian yang harus ia kelola. Agata biasanya melakukan teknik pernapasan dalam, peregangan, dan memusatkan pandangan pada satu titik di ujung panggung atau spotting.

Ke depan, Agata ingin memperluas pengalamannya di dunia fashion dengan tampil dalam peragaan busana bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week (JFW) dan Indonesia Fashion Week (IFW). Ia juga memiliki cita-cita menjadi penyanyi dan artis seni peran.

Di tengah perjalanan tersebut, Agata mengingatkan teman-teman seusianya untuk tidak terlalu terpaku pada standar fisik yang tidak realistis.

“Fokus membangun kesehatan mental, jangan terobsesi dengan standar fisik yang tidak realistis. Utamakan pendidikan dan tumbuhkan percaya diri bahwa kalian bisa, asalkan berani untuk mencobanya,” ujar Agata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version