Infotainment
Billy Syahputra Soroti Video Wajah Anak Tanpa Sensor Usai Insiden di Pantai Dreamland
BALI — Presenter sekaligus komedian Billy Syahputra menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan wajah anaknya tanpa sensor setelah terjadi perselisihan dengan penjaga toilet di kawasan Warung Dreamland, Pantai Dreamland, Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah rekaman insiden yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) beredar di media sosial.
Keberatan Billy disampaikan melalui Instagram Story pribadinya pada Jumat (2/10/2026). Ia meminta agar wajah anaknya tidak ditampilkan secara terbuka dalam penyebaran video tersebut.
Billy juga meminta agar rekaman CCTV terkait kejadian ditampilkan secara utuh. Menurutnya, rekaman lengkap diperlukan agar kronologi peristiwa dapat diketahui secara menyeluruh dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Insiden bermula ketika Billy hendak membawa anaknya membersihkan pasir setelah bermain di pantai. Perselisihan kemudian terjadi saat Billy menggunakan fasilitas toilet dan bilas yang menurut pihak pengelola dikenakan tarif Rp10.000 per orang dengan ketentuan pembayaran dilakukan di awal.
Billy mengaku mendapat perlakuan kasar berupa dorongan ketika sedang menggendong anaknya yang kedinginan. Ia menegaskan keberatannya bukan semata-mata mengenai tarif penggunaan fasilitas, melainkan sikap petugas saat menegurnya.
Namun, keterangan tersebut dibantah oleh pemilik Warung Dreamland, Nyoman Wardana. Berdasarkan keterangan staf dan pemeriksaan CCTV yang disampaikan pihak pengelola, tidak terjadi aksi dorong-mendorong seperti yang diceritakan Billy.
Pihak pengelola juga menjelaskan bahwa pembayaran di muka merupakan aturan yang diberlakukan bagi pengunjung yang hendak menggunakan fasilitas toilet maupun bilas.
Selain itu, manajemen menyebut Billy sempat ditegur karena memandikan anaknya di wastafel, bukan di tempat yang telah disediakan.
Perselisihan antara Billy dan penjaga toilet kemudian mereda setelah biaya penggunaan fasilitas dibayarkan oleh pengasuh anak yang mendampinginya. Keduanya juga terlihat bersalaman dalam rekaman yang beredar.
Meski persoalan di lokasi berakhir, Billy kemudian mempermasalahkan penyebaran video yang memperlihatkan wajah anaknya tanpa sensor.
Peristiwa tersebut turut mengingatkan pentingnya menjaga privasi anak ketika sebuah kejadian direkam dan disebarluaskan melalui media sosial.
Di tengah adanya perbedaan keterangan antara Billy dan pihak pengelola, permintaan agar rekaman CCTV ditampilkan secara utuh menjadi bagian dari upaya untuk melihat kejadian secara lebih transparan.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai insiden tersebut masih berdasarkan keterangan dari masing-masing pihak serta rekaman yang beredar di media sosial.