News
Warga Tanjung Duren Resah, Makin Sering Banjir Diduga Imbas Parkir Liar
Jakarta – Warga Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, mengaku makin khawatir karena Masjid Miftahul Jannah yang menjadi pusat ibadah warga kini semakin sering kebanjiran. Mereka menduga kondisi ini diperparah oleh aktivitas parkir liar yang menutup lahan resapan air di belakang masjid. Warga dan jamaah pun berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat segera turun tangan.
Ahmad Taufik, pengurus Masjid Miftahul Jannah, bercerita bahwa masjid yang sudah berdiri sekitar 40 tahun itu memang pernah mengalami banjir sejak dulu. Namun, situasinya sekarang terasa berbeda.
“Kalau dulu banjir itu terjadi setelah hujan sampai satu minggu berturut-turut. Sekarang hujan satu sampai dua jam saja air sudah meluap. Dan airnya bukan dari atas, tapi keluar dari bawah tanah,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan ini mulai terasa setelah lahan di belakang masjid yang sebelumnya menjadi area resapan diurug untuk perluasan parkir. Akibatnya, air kehilangan jalur serapan dan akhirnya mengalir ke titik terendah, yakni area masjid.
Genangan air bahkan bisa bertahan hingga satu minggu. Kondisi ini sempat membuat pelaksanaan Salat Jumat terganggu karena masjid tidak bisa digunakan seperti biasa.
Sebagai langkah mencari solusi, Ahmad Taufik mengaku sudah bersurat kepada Wali Kota Jakarta Barat dan menghadiri audiensi untuk menyampaikan kondisi tersebut. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut konkret di lapangan.
Di sisi lain, Hadi Ardiansyah selaku perwakilan pengurus RW 05 Tanjung Duren Selatan berharap lahan tersebut bisa dikembalikan sesuai fungsi awalnya sebagai fasos-fasum atau jalur hijau.
“Harapan kami, tanah itu bisa dikembalikan fungsinya seperti taman interaksi atau ruang terbuka hijau, sesuai fungsi awalnya. Di wilayah kami sangat minim ruang bermain dan ruang olahraga,” katanya.
Warga dan jamaah pun mendesak agar parkir liar yang diduga mengganggu resapan air segera ditertibkan, sehingga Masjid Miftahul Jannah bisa kembali berfungsi optimal sebagai tempat ibadah bagi sekitar 500 jamaah Salat Jumat setiap pekannya.