News
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil KSAD Kelahiran Ternate yang Dikenal sebagai Jenderal Kopassus Penulis Buku Perdamaian Poso
Jakarta — Dunia militer Indonesia memiliki salah satu putra terbaik dari Indonesia Timur yang kini berada di jajaran pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat. Ia adalah Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) ke-41 sejak 15 Agustus 2025.
Perwira tinggi kelahiran Ternate, 14 Maret 1969 tersebut dikenal sebagai sosok prajurit dengan pengalaman operasi yang panjang sekaligus memiliki kedalaman intelektual. Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer pada tahun 1991 dari kecabangan Infanteri, dan kemudian bergabung dengan pasukan elite baret merah, Kopassus.
Sebagai prajurit komando, Saleh Mustafa terlibat dalam sejumlah operasi penting yang pernah digelar TNI, di antaranya Operasi Seroja serta Operasi Tinombala di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Pengalaman di berbagai operasi tersebut turut membentuk karakter kepemimpinannya di lingkungan militer.
Namun perjalanan kariernya tidak hanya berkutat pada medan operasi. Saleh Mustafa juga dikenal memiliki perhatian terhadap pendekatan kemanusiaan dan budaya dalam menyelesaikan konflik. Hal itu dituangkannya melalui buku berjudul Menuai Damai di Tanah Poso yang diterbitkan pada tahun 2016. Dalam buku tersebut, ia mengangkat bagaimana kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat dapat menjadi salah satu kunci terciptanya perdamaian sekaligus membuka potensi wisata daerah.
Pengalaman teritorialnya juga terbilang luas. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem 132/Tadulako, kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam Jaya. Kariernya berlanjut saat ia ditunjuk sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih di Papua, wilayah dengan dinamika keamanan yang kompleks.
Perjalanan karier Saleh Mustafa juga mencatatkan catatan tersendiri di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Ia menjadi perwira kedua setelah Letjen TNI (Purn) Kemal Idris yang dipromosikan menjadi Panglima Kostrad langsung dari jabatan Kepala Staf Kostrad, meski jabatan tersebut hanya diembannya selama sekitar empat bulan.
Sebelum dipercaya menjadi orang nomor dua di TNI Angkatan Darat, jenderal bintang tiga ini juga sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI. Penunjukannya sebagai Wakasad untuk mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menunjukkan kepercayaan pimpinan terhadap kapasitasnya sebagai organisator militer.
Hingga kini, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa terus menjalankan tugasnya sebagai Wakasad dengan fokus pada penguatan organisasi dan kesiapan operasional TNI Angkatan Darat.
Perjalanan hidupnya dari seorang pelajar SMA Negeri 1 Ternate hingga mencapai posisi strategis di Markas Besar Angkatan Darat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Sosoknya menunjukkan bahwa profesionalisme prajurit yang dibarengi pemahaman terhadap budaya lokal dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.