Sosial
Elizabeth Tunggadewi Hadiri Hari Air Sedunia 2026 Bersama Komunitas Sungai, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan
Bogor – Peringatan Hari Air Sedunia 2026 dengan tema “Water and Gender” berlangsung di kawasan PTPN 1 Regional 2 Unit Agrowisata Gunung Mas pada 5 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Wakil Menteri KLH, instansi pemerintah, perwakilan sekolah di Bogor, perusahaan BUMN, Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru, hingga komunitas sungai.
Dalam acara tersebut, Winner Indonesia’s Girl Junior 2024, Elizabeth Tunggadewi atau yang akrab disapa Dewi, turut hadir bersama komunitas Ciliwung Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dan berpartisipasi aktif. Kehadirannya menjadi sorotan sebagai representasi generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan, khususnya pelestarian air.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Wakil Menteri KLH. Selanjutnya dilakukan penyerahan bibit pohon, penyerahan perahu karet kepada komunitas sungai, serta penyerahan perlengkapan biopori kepada 10 desa. Kegiatan juga diisi dengan arahan dari Kementerian KLH, penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, hingga sarasehan bersama komunitas.
Dewi mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaannya memberikan pengalaman dan pembelajaran baru, terutama terkait biopori sebagai salah satu solusi menjaga keseimbangan air.
“Senang sekali bisa menghadiri acara ini, apalagi jadi belajar lebih banyak tentang biopori dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Dewi.
Sebelumnya, Dewi juga telah turut meramaikan peringatan Hari Air Sedunia bersama Gerakan Ciliwung Bersih. Kini, keterlibatannya bersama Kementerian Lingkungan Hidup semakin memperkuat komitmennya dalam kampanye peduli lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga mendapat peluang untuk berbincang langsung dengan Wakil Menteri KLH, Diaz Hendropriyono. Interaksi tersebut menjadi momen berharga sekaligus bentuk apresiasi terhadap peran anak muda dalam menjaga lingkungan.
Dalam acara tersebut pihak Kementerian KLH pun menyampaikan pesan yang tidak hanya ditujukan kepada Dewi, tetapi juga kepada seluruh generasi muda Indonesia agar terus menjaga air, melestarikan sungai, serta memanfaatkan biopori sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka
News
Jalan Salib Perdana GPIB Penabur Jakarta Timur, Angkat Pesan Perdamaian Dunia
Jakarta – Jemaat GPIB Penabur Jakarta Timur menggelar kegiatan Jalan Salib dalam rangka perayaan Paskah pada Minggu, 5 April 2026, sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Otista Raya, Jakarta Timur ini dipimpin oleh Ketua Panitia Paskah, Ibu Nonvy Rampengan.
Ini menjadi momen istimewa, karena Jalan Salib tersebut merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh GPIB Penabur Jakarta Timur sejak gereja itu berdiri. Antusiasme jemaat terlihat tinggi, dengan keterlibatan berbagai kalangan mulai dari anak muda hingga orang dewasa yang turut ambil bagian dalam prosesi.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh jemaat gereja, tetapi juga mendapat dukungan luas dari masyarakat sekitar. Warga dari berbagai latar belakang, termasuk umat Muslim, turut membantu dalam pengamanan dan kelancaran acara. Mengingat prosesi menggunakan jalan protokol, pengamanan juga melibatkan pihak kepolisian dari Polres Jakarta Timur serta personel Brimob.
Dalam pelaksanaannya, Jalan Salib dikemas dalam bentuk drama teatrikal yang menggambarkan perjalanan sengsara Tuhan Yesus Kristus, mulai dari memikul salib, penyaliban, wafat, hingga kebangkitan-Nya. Prosesi ini menjadi refleksi iman sekaligus pengingat akan makna pengorbanan Yesus dalam menebus dosa umat manusia.
Salah satu peserta, Odi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Paskah yang dimulai sejak Jumat Agung hingga Minggu Paskah. “Ini menggambarkan proses dari kesengsaraan, wafat, hingga kebangkitan Tuhan Yesus. Maknanya adalah penebusan dosa umat manusia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, kegiatan ini juga mengangkat isu perdamaian dunia. Panitia dan peserta menyampaikan harapan agar konflik global dapat segera berakhir dan dunia dapat hidup dalam damai.
“Kami ingin melalui kegiatan ini menyampaikan pesan perdamaian, agar tidak ada lagi perang dan konflik di dunia. Ini menjadi doa bersama bagi kita semua,” ungkap salah satu panitia.
Semangat toleransi juga terasa kuat dalam kegiatan ini. Warga di lingkungan RW 06 Bidara Cina menunjukkan kebersamaan lintas agama dengan saling membantu dan mendukung jalannya acara.
Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana ini, GPIB Penabur Jakarta Timur berharap kegiatan Jalan Salib dapat terus menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat persaudaraan dan membawa pesan damai bagi masyarakat luas.
Sosial
Elizabeth Tunggadewi Bagikan Pengalaman Lingkungan di Hari Air Sedunia 2026
Jakarta – Winner Indonesia’s Girl Junior 2024, Elizabeth Tunggadewi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menghadiri undangan dari Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia.
Acara yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026 di Kantor Pusat GCB ini berlangsung hangat dengan rangkaian kegiatan mulai dari halal bihalal hingga sharing session. Dalam sesi berbagi tersebut, Dewi menceritakan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan, khususnya di kawasan Sungai Ciliwung.
Dewi mengaku sangat senang dan bangga bisa menjadi influencer Ciliwung. Perannya ini membuat semakin banyak pihak tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang kondisi dan cerita di balik Sungai Ciliwung. Ia juga menyebut banyak masyarakat yang kini menantikan informasi dan edukasi seputar lingkungan yang ia bagikan.
Tak hanya berbagi cerita, Dewi juga berharap ke depannya bisa terus aktif berkontribusi dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh GCB. Baginya, menjaga lingkungan, terutama sungai, adalah tanggung jawab bersama yang perlu dimulai sejak usia muda.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga turut melakukan aksi nyata dengan ikut serta dalam kegiatan pungut sampah di bantaran Sungai Ciliwung. Aksi ini menjadi bentuk komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan secara langsung.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai stakeholder, di antaranya Indofood, perwakilan dari universitas LAN, serta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kehadiran Dewi sebagai satu-satunya influencer dalam acara tersebut menjadi sorotan tersendiri.
Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Jidon, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan.
“Keren anak muda yang mau peduli dengan lingkungan. Semoga Dewi konsisten dan bisa menyebarluaskan berita tentang lingkungan, khususnya Ciliwung,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus GCB, Tito Susanto, juga mengungkapkan rasa bangganya.
“Merasa senang ada anak muda yang peduli dengan lingkungan,” katanya.
Melalui kehadirannya di acara ini, Elizabeth Tunggadewi membuktikan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia pun berharap semangat peduli lingkungan ini bisa terus menyebar dan menginspirasi lebih banyak orang, khususnya anak muda Indonesia.
Sosial
Rumah Belajar Ciliwung Ceria Resmi Dibuka, Elizabeth Tunggadewi Ajak Anak Bantaran Sungai Tingkatkan Literasi
Jakarta – Sebuah inisiatif pendidikan berbasis komunitas hadir di kawasan bantaran Sungai Ciliwung untuk mendukung peningkatan literasi anak-anak. Program Rumah Belajar Ciliwung Ceria resmi melakukan soft opening pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Kampung Lebak Pajero, wilayah permukiman di sekitar aliran sungai tersebut.
Kegiatan ini digagas oleh Elizabeth Tunggadewi, pemenang ajang Indonesia’s Girl Junior 2024, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.
Program pendidikan ini juga dijalankan melalui kolaborasi dengan komunitas Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikenal aktif mengampanyekan kebersihan serta kelestarian lingkungan di sepanjang Sungai Ciliwung.
Acara soft opening berlangsung sederhana namun penuh makna. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemasangan banner sebagai tanda berdirinya Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Panitia juga menyerahkan buku dan alat tulis secara simbolis kepada 10 anak sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan literasi di kawasan tersebut.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan berbagai permainan edukatif berbahasa Inggris yang dipandu langsung oleh Elizabeth. Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak belajar bahasa Inggris secara menyenangkan dan interaktif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas dimulainya program pendidikan ini.
Elizabeth menjelaskan bahwa Rumah Belajar Ciliwung Ceria dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak di kawasan bantaran sungai.
Menurutnya, banyak anak di wilayah tersebut yang memiliki semangat belajar tinggi, namun masih terbatas dalam akses terhadap fasilitas pendidikan tambahan di luar sekolah.
“Rumah Belajar Ciliwung Ceria hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, terutama dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” ujar Elizabeth.
Program belajar di rumah belajar ini dijadwalkan mulai berjalan secara rutin pada April 2026. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar akan memanfaatkan sebuah saung sederhana yang dijadikan tempat berkumpul dan belajar bersama.
Selain belajar bahasa Inggris, anak-anak juga akan mendapatkan berbagai kegiatan edukatif lainnya, antara lain belajar membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi, edukasi kebiasaan menjaga kebersihan diri, serta kegiatan kreatif seperti permainan edukatif dan aktivitas seni.
Pendekatan pembelajaran dirancang lebih santai agar anak-anak merasa nyaman dan tidak terbebani saat belajar.
Ke depan, program Rumah Belajar Ciliwung Ceria diharapkan dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di kawasan bantaran Sungai Ciliwung.
Elizabeth bersama komunitas GCB berharap konsep rumah belajar ini dapat diperluas ke berbagai titik lain di sepanjang sungai yang masih minim fasilitas pendidikan informal bagi anak-anak.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan anak-anak yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung dapat memperoleh akses pendidikan tambahan yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.
-
Hukum4 weeks agoTim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT
-
News2 days agoJalan Salib Perdana GPIB Penabur Jakarta Timur, Angkat Pesan Perdamaian Dunia
-
Budaya4 weeks agoDidukung Pemkot Jakut, Najwa Muyas Sarah Siap Berlaga di Puteri Kebaya DKI Jakarta 2026
-
News4 weeks agoMIO Indonesia Jakarta Timur Santuni 146 Anak Yatim di Duren Sawit pada Ramadan 1447 H
-
Infotainment1 week agoKeren! Aleeya Tampil Memukau di Runway Nusantara
-
News4 weeks agoLetjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil KSAD Kelahiran Ternate yang Dikenal sebagai Jenderal Kopassus Penulis Buku Perdamaian Poso
-
Sosial4 weeks agoShira Dominique Mulyono, Siswa Bina Bangsa School, Maknai Tema “Legacy of Star” di Perayaan 25 Tahun Sekolah
-
Hukum3 weeks ago15 Proyek Bermasalah, GRAK NTT Desak KPK-BPK Usut APBD Flores Timur
