Infotainment

Reyharp dan Balawan Tampil di Asia Pacific Harmonica Festival 2026, Angkat Nama Indonesia di Panggung Harmonica Dunia

Published

on

PENULIS : KATASIBOY

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia musik Indonesia. Musisi harmonika Muhammad Reyhan Naufal atau yang lebih dikenal sebagai Reyharp dipastikan tampil di Asia Pacific Harmonica Festival (APHF) 2026 yang akan berlangsung pada 24–27 Juli 2026 di Jiangyin, Tiongkok. Tak hanya didapuk sebagai salah satu penampil utama, Reyharp juga dipercaya menjadi anggota dewan juri dalam ajang harmonika paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik tersebut.

Asia Pacific Harmonica Festival merupakan festival harmonika internasional yang digelar setiap dua tahun sekali dan telah menjadi salah satu agenda paling prestisius bagi komunitas harmonika dunia sejak pertama kali diselenggarakan pada 1996. Ribuan pemain harmonika, komposer, pendidik musik, juri internasional, hingga pecinta musik dari puluhan negara berkumpul dalam satu panggung melalui kompetisi, konser, workshop, masterclass, hingga berbagai forum edukasi musik.

Pada edisi tahun ini, Indonesia akan tampil dengan formasi spesial yang mempertemukan dua musisi lintas generasi, yakni Reyharp dan gitaris virtuoso Balawan. Penampilan mereka akan diperkuat oleh dua nama besar di dunia jazz Indonesia, Indro Hardjodikoro pada bass dan Dhariann Emilio Yanuanto di posisi drum. Kolaborasi tersebut diyakini akan menghadirkan eksplorasi musikal yang memadukan harmonika diatonik, gitar modern, improvisasi jazz, fusion, hingga sentuhan warna musik Nusantara.

Sebelum keberangkatannya ke Tiongkok, tim Katasiboy berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Reyharp di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam perbincangan tersebut, ia mengaku bersyukur dapat kembali dipercaya tampil di panggung internasional yang selama ini menjadi impian banyak pemain harmonika dunia.

“APHF adalah salah satu panggung harmonika paling bergengsi di dunia. Bisa kembali tampil di sana merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia. Tahun ini terasa lebih istimewa karena kami hadir dengan format band yang menurut saya mampu menunjukkan bahwa harmonika diatonik dapat berdialog secara setara dengan instrumen-instrumen jazz lainnya,” ujar Reyharp.

Tak hanya tampil sebagai performer, Reyharp juga mendapat amanah sebagai anggota dewan juri yang akan menilai penampilan para peserta dari berbagai negara. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap perkembangan musisi Indonesia di mata komunitas harmonika internasional.

“Saya merasa sangat bersyukur. Menjadi juri berarti mendapatkan kepercayaan dari komunitas harmonika internasional untuk menilai musisi-musisi terbaik dari berbagai negara. Bagi saya, ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa musisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan harmonika dunia. Saya berharap dapat menjalankan tugas tersebut secara profesional dan objektif,” tuturnya.

Selama lebih dari satu dekade, Reyharp dikenal sebagai salah satu pemain harmonika diatonik terbaik asal Indonesia yang aktif tampil di berbagai festival internasional. Ia membangun reputasinya melalui eksplorasi harmonika diatonik dalam musik jazz kontemporer, sebuah pendekatan yang masih tergolong langka di tingkat dunia.

Selain aktif sebagai performer, Reyharp juga dikenal sebagai pengajar, klinisi, serta juri dalam berbagai kompetisi harmonika internasional. Ia pernah meraih gelar juara Asia Pacific Harmonica Festival dan tampil di berbagai festival musik di Asia, Eropa, hingga Australia.

Dalam penampilannya di APHF 2026, Reyharp memilih menggandeng Balawan. Menurutnya, gitaris asal Bali tersebut memiliki karakter musikal yang sangat kuat dan mampu menghadirkan dialog improvisasi yang alami di atas panggung.

“Balawan adalah salah satu gitaris terbaik yang dimiliki Indonesia. Saya selalu mengagumi keberaniannya mengeksplorasi musik tanpa kehilangan identitasnya. Saya merasa karakter permainan gitar beliau sangat cocok dipadukan dengan pendekatan improvisasi harmonika yang saya kembangkan selama ini. Kami sama-sama menyukai ruang improvisasi sehingga setiap pertunjukan selalu menghadirkan kejutan musikal,” katanya.

Balawan pun menyambut kolaborasi tersebut dengan penuh antusias. Musisi yang dikenal luas berkat teknik permainan gitar two-hand tapping itu menilai Reyharp memiliki karakter musikal yang berbeda dari kebanyakan pemain harmonika.

“Saya melihat Reyharp sebagai musisi yang memiliki suara musikal yang unik. Harmonikanya tidak hanya menjadi instrumen pelengkap, tetapi benar-benar menjadi suara utama yang mampu membawa melodi maupun improvisasi dengan sangat matang. Itu membuat saya tertarik untuk membangun percakapan musikal bersamanya di atas panggung,” ujar Balawan.

Keduanya sepakat menghadirkan konsep pertunjukan yang merepresentasikan identitas Indonesia tanpa meninggalkan bahasa musik universal.

“Kami ingin menampilkan musik yang merepresentasikan perjalanan kami sebagai musisi Indonesia sekaligus terbuka terhadap bahasa musik dunia. Penonton akan mendengar perpaduan jazz modern, fusion, improvisasi, groove, dan beberapa sentuhan warna musik Nusantara yang muncul secara alami dalam permainan kami,” jelas Reyharp.

Kekuatan penampilan Indonesia juga didukung oleh bassist senior Indro Hardjodikoro dan drummer Dhariann Emilio Yanuanto. Menurut Balawan, kehadiran kedua musisi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ruang improvisasi yang bebas namun tetap terarah.

“Sangat menyenangkan. Indro memiliki pengalaman luar biasa dan selalu mampu menciptakan fondasi musikal yang kuat. Sementara Dhariann membawa energi baru yang sangat dinamis. Dengan formasi ini kami memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi musik secara spontan tanpa kehilangan arah,” ungkap Balawan.

Senada dengan itu, Reyharp menilai chemistry yang terbangun di dalam band menjadi salah satu kekuatan utama menjelang penampilan mereka di Jiangyin.

“Dalam jazz, komunikasi adalah segalanya. Saya merasa chemistry kami berkembang sangat baik karena masing-masing saling mendengarkan. Improvisasi yang muncul bukan sekadar menunjukkan kemampuan individu, tetapi membangun sebuah cerita bersama,” katanya.

Bagi Reyharp, tampil di festival internasional bukan tentang membuktikan siapa yang terbaik, melainkan memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang.

“Saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu kepada siapa pun. Yang ingin saya lakukan adalah terus memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki kemungkinan musikal yang sangat luas. Instrumen ini mampu berbicara dalam bahasa jazz, fusion, maupun musik kontemporer jika dieksplorasi secara serius. Saya berharap semakin banyak musisi muda yang melihat harmonika sebagai instrumen dengan potensi artistik yang besar,” ucapnya.

Balawan menambahkan bahwa tantangan terbesar tampil di panggung internasional justru datang dari ekspektasi penonton yang berasal dari berbagai negara.

“Penontonnya datang dari berbagai negara dan memiliki latar belakang musik yang berbeda. Mereka bukan hanya ingin mendengar permainan yang baik, tetapi juga mencari identitas dari setiap penampil. Karena itu kami berusaha menghadirkan sesuatu yang benar-benar merepresentasikan siapa kami sebagai musisi Indonesia,” katanya.

Usai APHF 2026, Reyharp berharap kolaborasi tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak kesempatan bagi musisi Indonesia untuk tampil di panggung dunia.

“Kami berharap penampilan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi internasional. Yang paling penting, semoga semakin banyak musisi Indonesia yang mendapat ruang untuk tampil di panggung-panggung dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Balawan meyakini musik akan selalu menjadi bahasa yang mampu menyatukan berbagai bangsa.

“Musik selalu menjadi bahasa universal. Jika melalui penampilan ini kami bisa memperkenalkan kualitas musisi Indonesia kepada dunia, itu sudah menjadi pencapaian yang sangat berarti.”

Menutup perbincangan, Reyharp menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas harmonika internasional yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan kariernya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selalu diberikan. Kami akan memberikan penampilan terbaik kami di APHF 2026 dan berharap dapat bertemu dengan para pecinta musik dari seluruh dunia di Jiangyin.”

Balawan pun menambahkan pesan singkat, “Sampai bertemu di panggung. Mari kita rayakan musik bersama.”

Partisipasi Reyharp sebagai performer sekaligus anggota dewan juri, ditambah kolaborasi bersama Balawan, Indro Hardjodikoro, dan Dhariann Emilio Yanuanto, menjadi bukti bahwa kualitas musisi Indonesia semakin mendapat tempat di panggung musik internasional. Penampilan mereka di Asia Pacific Harmonica Festival 2026 diharapkan bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam komunitas harmonika dan jazz dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version