Infotainment

Mengenal Michael Eten, Sosok yang Aktif Dorong Masyarakat Berpikir Kritis Lewat Media Sosial

Published

on

WARTAHOT, Jakarta – Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi informasi dan hiburan. Bagi Michael Chandra atau yang akrab disapa Eten, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berbagi perspektif dan meningkatkan literasi masyarakat.

Pria kelahiran 12 Mei 1989 ini memiliki beragam minat, mulai dari bernyanyi, bermain basket, boxing, melakukan riset, hingga mempelajari sejarah. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses Eten dalam mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.

Selain menjalani berbagai hobinya, Eten saat ini juga fokus mengembangkan kemampuan boxing, mempelajari ilmu psikologi, serta meningkatkan kemampuan komunikasi.

“Cita-cita saya adalah bisa berguna bagi banyak orang,” ujar Eten.

Dalam perjalanan hidupnya, Eten mengaku terinspirasi oleh Denny Sumargo dan Ariel Noah. Menurutnya, kedua sosok tersebut memberikan pelajaran mengenai cara membangun karakter dan personal branding di tengah perkembangan media sosial.

“Dari mereka saya belajar cara menjadi pria dewasa di dalam dunia sosial media, termasuk bagaimana menampilkan dan membentuk branding diri di media sosial,” ungkapnya.

Eten juga memiliki pengalaman di dunia olahraga. Pada 2025, ia berhasil memenangkan pertandingan tinju amatir dalam ajang Boxing Phoenix Combat Sport.

Namun, pengalaman yang paling berkesan bagi Eten bukan hanya kemenangan di atas ring. Kesempatan tampil dalam sejumlah podcast untuk mengedukasi masyarakat mengenai literasi, khususnya seputar dunia giveaway, juga menjadi salah satu pengalaman yang paling berarti baginya.

Di media sosial, Eten aktif menggunakan sejumlah platform, seperti Instagram, Threads, TikTok, Facebook, dan YouTube. Saat ini, Instagram dan Threads menjadi platform yang paling aktif digunakannya.

Melalui konten-kontennya, Eten kerap memberikan reaksi terhadap berbagai video dengan menghadirkan sudut pandang berbeda. Ia juga mencoba menganalisis suatu konten melalui perspektif psikologi dan kemampuan bernalar.

Menurut Eten, kemampuan berpikir kritis penting dimiliki masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Tidak semua informasi yang beredar dapat diterima begitu saja tanpa melalui proses berpikir dan penalaran.

Karena itu, Eten memiliki impian untuk ikut memberantas konten-konten yang dianggapnya dapat membodohi dan merugikan masyarakat. Ia juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan literasi di tengah perkembangan dunia digital.

“Rajinlah membaca untuk meningkatkan literasi agar tidak mudah dibodohi orang, terutama dalam bersosial media. Jangan percaya mentah-mentah apa yang kalian lihat di media sosial. Gunakan logika, tingkatkan pikiran kritis, dan tetap skeptis terhadap hal-hal yang janggal atau berlebihan di media sosial,” pesannya kepada generasi muda.

Dengan berbagai minat dan pengalaman yang dimilikinya, Eten berharap dapat terus mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui konten-konten yang edukatif dan membangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version