News
Putra Siregar Temui Keluarga Satpam Waduk Jatiluhur, Salurkan Donasi dan Harap Pelaku Segera Ditangkap
Jakarta – Pengusaha sekaligus pemilik PStore, Putra Siregar, mendatangi keluarga satpam Waduk Jatiluhur yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban pembunuhan. Dalam kunjungannya, Putra menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga almarhum dan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi.
Putra mengaku tidak hanya mengunjungi rumah duka, tetapi juga mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, duka yang dirasakan keluarga korban masih sangat mendalam, terutama oleh anak almarhum.
“Saya datang ke keluarga almarhum dan juga ke tempat kejadian. Yang paling terasa adalah kehilangan yang dialami keluarganya, terutama anak korban,” kata Putra Siregar.
Ia mengungkapkan bahwa perhatian masyarakat terhadap keluarga korban sangat besar. Berbagai kalangan disebut telah datang memberikan dukungan, termasuk bantuan dana yang jumlahnya sudah mencapai miliaran rupiah.
“Alhamdulillah banyak sekali yang datang membantu. Total bantuan yang terkumpul sudah miliaran. Mudah-mudahan bisa dikelola dengan baik untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan, Putra juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya kepolisian dalam mengusut kasus tersebut. Ia mengatakan aparat telah bekerja intensif di lokasi kejadian selama beberapa hari.
“Polisi sudah bekerja dengan sangat baik. Mereka berada di lokasi selama beberapa hari. Semoga pelakunya segera ditemukan,” tuturnya.
Dari cerita keluarga dan warga sekitar, Putra mengenal sosok almarhum sebagai pribadi yang disiplin dan dikenal baik oleh lingkungan tempat tinggalnya. Almarhum disebut selama ini menjadi tulang punggung keluarga dan memiliki kedekatan dengan anak-anaknya.
Putra berharap bantuan yang terus mengalir dapat meringankan beban keluarga korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan saling membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
“Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong. Kalau ada yang terkena musibah, sudah seharusnya kita saling membantu. Jangan saling membandingkan, karena setiap kehilangan tetaplah kehilangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan yang cukup, baik secara moral maupun materi, agar dapat melanjutkan kehidupan setelah kepergian almarhum.