Hukum
Pedagang Taman Puring Dukung Program Pemprov DKI, Sekaligus Bantah Isu Menolak Dukungan Pemerintah
Jakarta – Pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menegaskan dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penataan kawasan Taman Puring. Mereka berharap revitalisasi pasar segera direalisasikan agar para pedagang dapat kembali beraktivitas secara layak.
Pedagang senior Pasar Taman Puring, Nawara Harjo, mengatakan informasi yang sempat viral mengenai ajakan urun dana atau patungan untuk membangun pasar telah disalahartikan. Menurut dia, pernyataannya hanya mengacu pada pengalaman masa lalu ketika pembangunan pasar dilakukan secara swadaya.
“Saya hanya bercerita soal pengalaman zaman dulu, sekitar tahun 2000 sampai 2002, saat pembangunan dilakukan secara swadaya. Tapi kalau sekarang pemerintah mau membangun, kami ikut dan sangat mendukung,” kata Nawara Harjo.
Senada dengan itu, perwakilan pedagang Pasar Taman Puring, Januarito Sitorus, menegaskan bahwa mayoritas pedagang mendukung langkah pemerintah dalam menata kawasan Taman Puring. Menurut dia, yang diharapkan para pedagang adalah revitalisasi pasar di lokasi yang sama agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.
“Pedagang tidak menolak program pemerintah. Kami mendukung revitalisasi Pasar Taman Puring dan berharap prosesnya bisa segera direalisasikan,” ujar Januarito Sitorus.
Nawara menambahkan, pedagang tidak pernah menolak rencana pembangunan dari pemerintah. Justru, kata dia, mayoritas pedagang menginginkan Pasar Taman Puring segera dibangun kembali sesuai dengan komitmen yang pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta.
“Kalau pemerintah membangun, kami setuju. Yang kami harapkan adalah janji revitalisasi itu bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia juga membantah adanya konflik serius di antara pedagang sebagaimana narasi pro dan kontra yang sempat berkembang. Menurut dia, kondisi di lapangan tetap kondusif dan pedagang memiliki tujuan yang sama, yakni mempertahankan keberadaan Pasar Taman Puring.
“Sebenarnya tidak ada masalah. Pedagang ingin Pasar Taman Puring tetap ada dan dibangun kembali,” katanya.
Terkait rencana penataan kawasan, Nawara dan Januarito menyebut para pedagang tidak menolak program pembangunan Taman Difabel. Namun, mereka berharap revitalisasi pasar juga menjadi bagian dari penataan tersebut sehingga kedua program dapat berjalan berdampingan.
“Kami tidak menolak Taman Difabel. Yang penting Pasar Taman Puring juga dibangun kembali. Itu bisa menjadi solusi yang baik untuk semua pihak,” kata Januarito.
Menurut mereka, revitalisasi di lokasi yang sama menjadi pilihan utama karena Pasar Taman Puring memiliki nilai sejarah dan identitas tersendiri sebagai kawasan perdagangan.
“Kalau direlokasi, itu bukan Taman Puring lagi. Kami ingin pasar ini tetap dipertahankan dan direvitalisasi,” ujar Nawara.
Para pedagang berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat terus membangun komunikasi yang baik agar proses penataan kawasan berjalan lancar. Dengan revitalisasi tersebut, aktivitas ekonomi pedagang diharapkan kembali pulih dan daya tarik kawasan Taman Puring sebagai destinasi belanja dapat meningkat.
“Intinya kami mendukung program pemerintah. Kami hanya berharap Pasar Taman Puring tetap dipertahankan dan segera dibangun kembali,” pungkas Nawara Harjo dan Januarito Sitorus.