Entertainment

Dari Media Sosial, “Maafkan Aku” Aldi Taher Menuju Malaysia dan China

Published

on

JAKARTA, 20 Agustus 2026 — Lagu “Maafkan Aku” karya Aldi Taher mendapat peluang baru untuk menembus pasar musik Asia. Karya tersebut dibeli oleh Sony Music Malaysia dan akan dinyanyikan oleh penyanyi muda asal Malaysia, Atta Rumnan.

Menariknya, perjalanan lagu ini bermula dari sebuah perkenalan yang terjadi melalui media sosial. Atta pertama kali mengenal Aldi setelah melihat sosoknya di media sosial. Komunikasi keduanya kemudian berlanjut melalui pesan langsung atau direct message (DM) hingga membicarakan musik dan karya “Maafkan Aku”.

Bagi Atta, ketertarikannya terhadap lagu tersebut bukan semata-mata karena nama besar Aldi Taher. Ia mengaku tertarik dengan karakter Aldi yang dinilainya unik, sekaligus merasa pesan dalam lagu “Maafkan Aku” dekat dengan dirinya.

“Saya pertama kali melihat Aldi melalui media sosial. Saya melihat sosok Aldi sebagai orang yang charming, cheerful, unik dan lucu. Saya juga melihat kedekatannya dengan ibunya,” ujar Atta.

Komunikasi keduanya semakin intens ketika Atta berada di Indonesia. Setelah bertemu dan berbincang, termasuk mengenai musik, Atta kemudian mendengarkan lagu “Maafkan Aku”.

“Saya melihat karakter dan warna Aldi yang berbeda. Ketika pertama mendengar ‘Maafkan Aku’, lagu itu terasa menyentuh dan sesuai dengan jiwa saya,” katanya.

Bagi Aldi Taher, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan karya musisi Indonesia dengan pendengar di Malaysia.

“Saya melihat ini sebagai silaturahmi sekaligus kesempatan untuk mempertemukan karya Indonesia dengan Malaysia. Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa membawa nama Indonesia ke Malaysia dan mempererat hubungan kedua negara,” kata Aldi.

Perjalanan “Maafkan Aku” bahkan tidak berhenti di Malaysia. Lagu tersebut tengah dipersiapkan dalam versi bahasa Mandarin untuk membuka peluang masuk ke pasar China.

“Lagu ‘Maafkan Aku’ juga sedang dipersiapkan dalam bahasa Mandarin. Rencananya lagu ini akan hadir di Indonesia, Malaysia, dan China,” ujar Aldi.

Aldi mengungkapkan, proses lahirnya lagu “Maafkan Aku” juga berlangsung cukup singkat. Ia mengaku menciptakan lagu tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.

“Lagu ‘Maafkan Aku’ dibuat sekitar 10 menit. Saya memainkan gitar, membuat versi kasarnya, kemudian mengirimkannya melalui voicemail. Setelah didengarkan, lagu tersebut akhirnya dipilih,” tuturnya.

Lebih dari sekadar karya musik, Aldi menyebut “Maafkan Aku” membawa pesan tentang keberanian untuk meminta maaf. Menurutnya, pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang lain, tetapi juga menjadi refleksi hubungan manusia dengan Tuhan.

“Lagu ini merupakan bentuk dakwah dan ajakan untuk meminta maaf. Bukan hanya ketika kita merasa bersalah, tetapi juga keberanian untuk meminta maaf kepada Tuhan, orang tua, pasangan, keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita,” jelas Aldi.

Sementara itu, video klip “Maafkan Aku” juga telah diproduksi dengan mengambil lokasi di Bandung. Pemilihan Bandung tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia.

“Video klip sudah dibuat di Bandung. Selain menjadi bagian dari produksi karya, kami juga berharap proses ini bisa ikut memperkenalkan destinasi wisata Bandung,” kata Aldi.

Dari sebuah perkenalan melalui media sosial, percakapan mengenai musik kemudian berkembang menjadi kolaborasi lintas negara. Kini, “Maafkan Aku” dipersiapkan untuk hadir di Indonesia, Malaysia, hingga China.

Bagi Aldi Taher, perjalanan lagu tersebut bukan sekadar tentang memperluas pasar musik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya kepada pendengar yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version