Sosial
Rumah Belajar Ciliwung Ceria Resmi Dibuka, Elizabeth Tunggadewi Ajak Anak Bantaran Sungai Tingkatkan Literasi
Jakarta – Sebuah inisiatif pendidikan berbasis komunitas hadir di kawasan bantaran Sungai Ciliwung untuk mendukung peningkatan literasi anak-anak. Program Rumah Belajar Ciliwung Ceria resmi melakukan soft opening pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Kampung Lebak Pajero, wilayah permukiman di sekitar aliran sungai tersebut.
Kegiatan ini digagas oleh Elizabeth Tunggadewi, pemenang ajang Indonesia’s Girl Junior 2024, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.
Program pendidikan ini juga dijalankan melalui kolaborasi dengan komunitas Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), yang dikenal aktif mengampanyekan kebersihan serta kelestarian lingkungan di sepanjang Sungai Ciliwung.
Acara soft opening berlangsung sederhana namun penuh makna. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemasangan banner sebagai tanda berdirinya Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Panitia juga menyerahkan buku dan alat tulis secara simbolis kepada 10 anak sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan literasi di kawasan tersebut.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan berbagai permainan edukatif berbahasa Inggris yang dipandu langsung oleh Elizabeth. Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak belajar bahasa Inggris secara menyenangkan dan interaktif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas dimulainya program pendidikan ini.
Elizabeth menjelaskan bahwa Rumah Belajar Ciliwung Ceria dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak di kawasan bantaran sungai.
Menurutnya, banyak anak di wilayah tersebut yang memiliki semangat belajar tinggi, namun masih terbatas dalam akses terhadap fasilitas pendidikan tambahan di luar sekolah.
“Rumah Belajar Ciliwung Ceria hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, terutama dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” ujar Elizabeth.
Program belajar di rumah belajar ini dijadwalkan mulai berjalan secara rutin pada April 2026. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar akan memanfaatkan sebuah saung sederhana yang dijadikan tempat berkumpul dan belajar bersama.
Selain belajar bahasa Inggris, anak-anak juga akan mendapatkan berbagai kegiatan edukatif lainnya, antara lain belajar membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi, edukasi kebiasaan menjaga kebersihan diri, serta kegiatan kreatif seperti permainan edukatif dan aktivitas seni.
Pendekatan pembelajaran dirancang lebih santai agar anak-anak merasa nyaman dan tidak terbebani saat belajar.
Ke depan, program Rumah Belajar Ciliwung Ceria diharapkan dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di kawasan bantaran Sungai Ciliwung.
Elizabeth bersama komunitas GCB berharap konsep rumah belajar ini dapat diperluas ke berbagai titik lain di sepanjang sungai yang masih minim fasilitas pendidikan informal bagi anak-anak.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan anak-anak yang tinggal di sekitar Sungai Ciliwung dapat memperoleh akses pendidikan tambahan yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.
Sosial
RW 07 Jatinegara Kaum Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan
Jakarta, 14 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut bulan suci , RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa serta buka puasa bersama pada Sabtu (14/3). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus RW, (LMK), tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Ketua RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum, Syariah Hidayat , dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Marhaban Ya Ramadhan adalah ungkapan kebahagiaan kita menyambut bulan penuh berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan tali silaturahmi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam kemajuan lingkungan kita,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dan keluarga dhuafa menerima santunan berupa paket sembako serta bantuan uang tunai. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah relasi RW dan para donatur yang peduli terhadap warga di lingkungan RW 07.
Para penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada mereka, terutama di momen bulan Ramadhan.
Acara juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama, di antaranya pemimpin tahlil H Romli , pembacaan doa oleh Ustad Syahruli , serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustad H Muryanto. Hadir pula tokoh masyarakat Hasannudin serta Ketua LMK Jatinegara Kaum Khairul Bahri.
Selain santunan, kegiatan juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang diikuti lebih dari 50 peserta. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, para peserta menikmati hidangan berbuka puasa sambil mempererat silaturahmi.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan lingkungan serta keberkahan bagi seluruh warga dan umat Muslim.
Melalui kegiatan ini, warga berharap santunan dan buka puasa bersama dapat menjadi tradisi tahunan yang terus memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong di lingkungan RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum.
Sosial
Shira Dominique Mulyono, Siswa Bina Bangsa School, Maknai Tema “Legacy of Star” di Perayaan 25 Tahun Sekolah
Wartahot.news — Perayaan 25 tahun Bina Bangsa School yang mengusung tema “Legacy of Star 2026” berlangsung meriah dan menjadi panggung bagi para 450 siswa wakil dari Bina Bangsa School di 5 kota, jakarta (pantai indah kapuk, kebon jeruk), Bandung. Balik papan, Semarang dan malang untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka.
Concert Music ini perpaduan alat musik Barat dan Cina. Musik Western dg alat musik: violin, viola, cello, terompet, fluid.
Musik Chinese:
Yang cin, Guzheng, Erhu, Gitar Cina.
Salah satu siswa yang menjadi solois mewakili BBS PIK Jakarta dan juga turut ambil bagian dalam acara tersebut adalah Shira Dominique Mulyono. Ia mengaku sangat bangga dan bahagia bisa terlibat dalam pertunjukan di momen spesial perjalanan Bina Bangsa School.
“Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bisa menjadi bagian dari pertunjukan yang luar biasa ini, dan saya berharap bisa kembali menjadi bagian darinya tahun depan,” ujar Shira.
Shira juga menilai Bina Bangsa School memberikan banyak kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan dan acara yang mendukung impian mereka.
“Bina Bangsa School sangat senang memberikan para siswa berbagai kegiatan, acara, dan kesempatan bagi siswa dengan beragam impian yang ingin mereka kejar. Hal ini membuat setiap siswa memiliki cara untuk menunjukkan bakat mereka secara maksimal sekaligus mendapatkan pengalaman untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Ia menambahkan, suasana kebersamaan di sekolah membuat dirinya jarang merasa sendiri karena selalu ada teman-teman yang mendukung.
“Di Bina Bangsa School, saya hampir tidak pernah merasa sendirian karena teman-teman saya selalu ada untuk saya. Saya juga sangat suka bersosialisasi dengan orang lain, terutama dengan siswa dari kampus BBS yang berbeda,” ujarnya.
Dalam persiapan pertunjukan, para siswa juga menjalani latihan intensif melalui kegiatan music camp dan concert week yang berlangsung hampir sepanjang hari.
“Memang sangat melelahkan, tetapi saya sangat menyukainya karena biasanya di saat itulah saya bisa mendapatkan lebih banyak teman dan mempererat hubungan dengan banyak orang,” katanya.
Selain mengembangkan bakat, Shira menyebut Bina Bangsa School juga menanamkan nilai-nilai penting seperti sikap saling menghargai dan menolak perundungan.
“Kami diajarkan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kami ingin diperlakukan. Artinya bersikap baik satu sama lain dan tidak ada perundungan. Kami diajarkan untuk menjadi orang yang berani membela dan membantu, bukan hanya menjadi penonton,” jelasnya.
Ia pun berharap Bina Bangsa School dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di masa depan.
“Saya berharap Bina Bangsa School dapat terus berkembang menjadi sekolah yang melahirkan para pemimpin serta memiliki siswa-siswa yang bersinar seperti bintang,” pungkasnya.
Sementara itu, Founder sekaligus Presiden Direktur Bina Bangsa School, Surya Putra Subandi, menjelaskan bahwa ide mendirikan sekolah ini berawal dari peristiwa kerusuhan tahun 1998. Saat itu banyak keluarga Indonesia yang kembali dari luar negeri dan kesulitan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka di Indonesia.
Karena itu, ia berinisiatif menghadirkan sistem pendidikan internasional di Indonesia dengan membuka sekolah menggunakan kurikulum Singapura.
“Waktu itu muridnya hanya 27 orang dalam satu kelas. Tapi kami konsisten bahwa meskipun murid sedikit, gurunya tetap dari Singapura,” ujarnya.
Surya menegaskan bahwa tujuan mendirikan sekolah bukan semata-mata untuk bisnis, melainkan untuk masa depan generasi bangsa.
“Membuka sekolah bukan soal dagang. Kita membuka sekolah demi masa depan bangsa kita. Negara maju bukan dibangkitkan oleh uang, tetapi oleh pendidikan,” katanya.
Kini, Bina Bangsa School telah berkembang pesat dengan ribuan siswa dan kampus yang tersebar di tujuh kota di Indonesia.
Sementara itu, Director of Academic Bina Bangsa School, Yuliana, mengatakan pihaknya memiliki visi membina setiap murid agar menjadi pemimpin di masa depan.
“Kami melihat potensi setiap anak sejak dini, membangun empati serta menumbuhkan keinginan untuk berkontribusi bagi negara. Itulah yang kami tanamkan kepada para siswa,” ujarnya.
Perayaan Legacy of Star 2026 menjadi simbol perjalanan panjang Bina Bangsa School selama 25 tahun dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap bersinar di masa depan.
Sosial
Nayyara Azarine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025, Ajak Lebih Peduli Dukungan Psikososial Anak
Jakarta – Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025, Nayyara Azarine yang akrab disapa Arin, menunjukkan komitmennya dalam mendorong pentingnya dukungan psikososial anak sebagai bagian dari proses pemulihan anak yang menghadapi tantangan kesehatan serius.
Di usia 18 tahun, Arin memanfaatkan platformnya bukan hanya sebagai simbol representasi generasi muda, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan dampak sosial yang nyata. Ia percaya, pemulihan anak tidak cukup hanya lewat intervensi medis, tetapi juga membutuhkan kehadiran emosional yang konsisten, lingkungan yang suportif, dan pengalaman positif yang menumbuhkan harapan.
Lewat berbagai kegiatan kebersamaan, Arin memperlihatkan bahwa perhatian sederhana seperti menemani anak bermain, berbincang hangat bersama keluarga, hingga memberi ruang untuk berekspresi secara kreatif, bisa membantu memperkuat kondisi psikologis anak selama masa pemulihan.
“Anak-anak yang sedang berjuang tetap berhak merasakan masa kecil yang utuh. Dukungan emosional bukan pelengkap, tetapi bagian dari proses pemulihan itu sendiri,” ujar Arin.
Perjalanan Arin hingga meraih gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025 juga melalui proses pembentukan karakter yang panjang. Ia mengaku pernah menjadi pribadi yang pendiam dan cenderung introvert. Namun, empati yang ia miliki justru tumbuh menjadi kekuatan yang mendorongnya aktif di kegiatan sosial dan advokasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah dan melanjutkan studi di Fakultas Hukum , Arin berharap advokasi dukungan psikososial anak semakin dikenal sebagai isu penting yang perlu perhatian lintas sektor, mulai dari keluarga, komunitas, hingga para pembuat kebijakan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil peran dalam isu sosial, meski dimulai dari langkah kecil. Menurutnya, perubahan besar sering lahir dari kehadiran yang tulus dan konsisten.
Melalui advokasi berbasis empati ini, Arin menegaskan bahwa kebahagiaan anak bukan hal sekunder. Kebahagiaan adalah fondasi yang membantu mereka tetap memiliki semangat, rasa percaya diri, dan harapan untuk masa depan.
-
Hukum6 days agoTim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT
-
News2 weeks agoIrma Maryati Tunjuk LBH Brigade 08 Kawal Sengketa Hak Asuh Anak dengan Mantan Suami WN Spanyol
-
Infotainment4 weeks ago
Berkenalan dengan Renata Dvika Kusumah model muda berbakat
-
Entertainment3 weeks agoBritney Davanya Cerita Ambisi Jadi Model Dunia
-
News3 weeks agoPemilik PT Indoraya Multi Internasional Menghilang Saat Kantor Disambangi Polisi
-
News4 weeks agoPemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
-
Olahraga4 weeks agoJasaraharja Putera Dukung Keselamatan Jogja Expo Center Fun Run 2026 Lewat Perlindungan Asuransi
-
News4 weeks agoMachi Ahmad: Laporan Balik Dihentikan, Kasus Penganiayaan Darwin dan Angel Naik Penyidikan
