Infotainment
Selvi Kitty Jual Preloved dan Sambal Janda di Bazaar, Ungkap Alasan di Balik Namanya
Jakarta – Penyanyi sekaligus aktris Selvi Kitty kembali menyapa penggemarnya lewat sebuah kegiatan bazaar preloved yang digelar bersama Riviera Management. Dalam acara yang berlangsung di sebuah hotel dengan ballroom dan kafe, Selvi tak hanya menjual koleksi busana dan sepatu kesayangannya, tetapi juga memamerkan produk kuliner miliknya yang diberi nama unik: Sambal Janda.
“Bazaar kali ini agak beda karena lokasinya di hotel, biasanya kan di tempat futsal yang ada kafenya. Acaranya sendiri berlangsung sampai Minggu,” ujar Selvi saat ditemui.
Selvi mengaku sejak lama sudah terbiasa menjual barang-barang pribadi yang masih layak pakai melalui media sosial. Barang-barang itu mulai dari baju syuting yang hanya sekali dipakai, sepatu, hingga koleksi pribadi yang sudah jarang digunakan. Di bazaar ini, ia menawarkan busananya dengan harga terjangkau, mulai dari Rp100 ribu.
Namun yang membuat stan Selvi berbeda adalah keberadaan produk sambal buatannya. “Sebenarnya bazaar preloved ini boleh jual apa saja. Kebetulan aku punya produksi sambal, jadi sekalian aku jual juga. Kalau ada yang mau beli ya silakan, kalau enggak juga nggak apa-apa,” katanya santai.
Nama Sambal Janda sendiri, menurut Selvi, bukan sekadar lelucon terkait status pribadinya. Ia menjelaskan, istilah itu ia pilih karena ada makna tersendiri.
“Aku orang Sunda, jadi suka pedas. Terus aku kepikiran bikin sambal dan kasih nama Sambal Janda. Janda itu maksudnya Jawa-Sunda, karena aku orang Sunda dari Jawa Barat. Kalau orang mau menganggapnya karena status aku, ya enggak apa-apa juga,” ungkapnya sambil tersenyum.
Selvi berharap kehadirannya di bazaar ini tidak hanya membantu mengurangi isi lemarinya, tapi juga mengenalkan produk kulinernya ke lebih banyak orang.
Infotainment
Ry Hyori Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Kegiatan Olahraga Padel dan Edukasi Keluarga
Jakarta – Kegiatan olahraga padel yang digelar pada akhir pekan ini menghadirkan konsep yang unik dengan memadukan aktivitas fisik dan edukasi. Tidak hanya sebuah turnamen, acara ini juga menjadi ajang diskusi penting tentang peran keluarga dalam menghadapi ancaman narkoba. Dalam kesempatan tersebut, Hyori hadir sebagai narasumber dalam podcast bersama BNN RI dan Pendeta Yerry Pattinasarany.
Hyori mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Ia menyebutkan, “Today we had a podcast regarding this event, dan topiknya tentang keluarga dan peran keluarga dalam menghadapi drugs dan hal-hal negatif.”
Menurutnya, pendekatan edukasi yang dikemas dengan konsep olahraga sehat ini sangat menarik. “Menarik ya, di tengah turnamen ada edukasi bukan cuma soal drugs, tapi juga keluarga. Jadi budaya olahraga sehat ini bisa terkoneksi dengan kampanye BNN tentang war on drugs,” tambahnya.
Hyori juga menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif, seperti narkoba. “Family itu seperti barrier, seperti great wall yang melindungi kita dari hal-hal negatif seperti narkoba, lingkungan yang tidak baik, dan pergaulan yang salah,” jelasnya.
Ia juga berbagi pengalamannya tentang kedekatan dan komunikasi dalam keluarganya yang dianggapnya sangat berperan dalam membentuk karakter diri. “Keluarga kami sangat komunikatif, sering ngobrol banyak hal, baik positif maupun negatif. Orang tua juga sering menasihati, jadi saya terbiasa disiplin dan tegas terhadap aturan,” tambahnya.
Pendeta Yerry Pattinasarany yang turut hadir dalam diskusi tersebut juga menyampaikan pentingnya pendekatan kreatif untuk generasi muda. “Anak muda sekarang butuh pendekatan yang kreatif. Tidak bisa lagi hanya duduk lihat slide. Dengan konsep seperti ini—olahraga, komunitas, dan diskusi—pesan jadi lebih mudah diterima,” ujarnya.
Pendeta Yerry, yang merupakan mantan pengguna narkoba selama sembilan tahun, juga berbagi pengalaman pribadi. Menurutnya, perubahan dalam hidupnya sangat dipengaruhi oleh sosok ayah yang hadir dalam kehidupannya. “Ayah saya memilih meninggalkan kariernya untuk hadir sebagai ayah. Itu yang jadi titik balik saya. Bicara soal pencegahan narkoba tanpa keluarga itu seperti meninju angin,” tegasnya.
Selain itu, Pendeta Yerry juga menyoroti peran keluarga dalam proses pemulihan, seperti yang terlihat dalam kasus Coki Pardede yang menunjukkan perubahan positif setelah mendapatkan dukungan dari keluarga. “Ketika orang tua mulai hadir, ada perubahan. Bahkan kalimat sederhana dari ibu bisa jadi kekuatan besar untuk bangkit,” ujarnya.
Hyori menanggapi dengan berbagi cara dirinya menjauhi pengaruh negatif. “Pertama harus takut akan Tuhan, kedua dekat dengan keluarga, dan jangan takut bilang tidak saat ditawarkan narkoba. Karena itu bukan solusi, justru menambah masalah,” kata Hyori.
Di akhir sesi, Hyori memberikan pesan kepada generasi muda untuk berani menjaga diri dan masa depan mereka. “Untuk Gen Z dan Gen Alpha, jangan takut menolak narkoba. Kita harus mencintai diri sendiri dan sadar bahwa itu bukan jalan keluar,” tutupnya.
Pendeta Yerry pun menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam mencegah narkoba. “Masa depan bukan hanya di tangan anak muda, tapi juga peran ayah. Narkoba adalah mimpi buruk bagi keluarga, tapi cinta dalam keluarga adalah mimpi buruk bagi narkoba,” tutupnya dengan tegas.
Kegiatan ini menjadi contoh yang kuat bagaimana kolaborasi antara olahraga, komunitas, dan edukasi dapat memperkuat kampanye pencegahan narkoba dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
Infotainment
Kota Tua Tetap Menjadi Sumber Penghidupan bagi Warga Lokal
JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk wisatawan yang memadati kawasan Kota Tua, Jakarta, terdapat banyak kisah perjuangan warga lokal yang menggantungkan nasib di sana. Salah satunya adalah Pak Tarno, yang setiap harinya mengandalkan kawasan bersejarah ini sebagai ladang mencari nafkah.
Bagi Pak Tarno dan banyak warga sekitar, Kota Tua bukan sekadar tempat wisata, melainkan tempat di mana ia berjuang demi “mencari rupiah” untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Menariknya, setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu, Pak Tarno selalu hadir di kawasan ini. Ia tidak bekerja sendirian, melainkan selalu ditemani oleh istrinya. Selain itu, kehadiran mereka juga didukung penuh oleh manajernya, Asriani, yang turut serta mendampingi dalam kegiatan sehari-hari mereka di sana.
Kisah ini menjadi haru ketika diketahui bahwa meski sempat terjatuh, Asriani yang pernah menghilang kini hadir kembali untuk membangkitkan semangat Pak Tarno. Bahkan, ia sudah menganggap Pak Tarno seperti orang tuanya sendiri. “Semoga Allah masih membuka pintu rezeki untuknya, Aamiin,” ucapnya penuh harap.
Namun, di balik kehangatan tersebut, kisah perjuangan Pak Tarno kini menyisakan duka. Saat ini kondisi kesehatannya sedang menurun dan ia sedang dalam masa perawatan. Ironisnya, di saat sang pemilik sedang sakit, mobil miliknya justru hilang.
Menurut pengakuan Pak Tarno saat diwawancarai, kabar yang beredar menyebutkan bahwa kendaraan tersebut digadaikan oleh supir dan asistennya sendiri.
Keberadaan mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan di kawasan ikonik tersebut.
Infotainment
Viral di Media Sosial, Etenia Croft Akhirnya Rilis Lagu “Sahabat Terbaik”
wartahot – Nama Etenia Croft kembali menjadi perbincangan publik setelah potongan lirik lagu terbarunya viral di media sosial. Lirik yang diunggah melalui Instagram itu sukses menarik perhatian dan dibanjiri lebih dari 36 ribu komentar dari warganet yang penasaran dengan judul lagunya.
Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab. Pada 21 April 2026, Etenia resmi merilis single terbarunya yang berjudul “Sahabat Terbaik.” Lagu ini langsung mencuri perhatian karena mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni tentang arti persahabatan.
Dengan lirik yang sederhana namun emosional, “Sahabat Terbaik” menggambarkan keinginan untuk menikmati setiap momen bersama orang terdekat. Lagu ini juga mengingatkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang, sehingga kebersamaan menjadi hal yang berharga.
Dalam proses produksinya, Etenia kembali bekerja sama dengan Marvel Marlon yang bertindak sebagai pelatih vokal sekaligus penulis lagu. Kolaborasi ini dinilai mampu menghadirkan warna khas dalam setiap karya Etenia, sekaligus menonjolkan perkembangan kualitas vokalnya.
Tak butuh waktu lama, lagu ini langsung menunjukkan pencapaian positif. Hanya dalam tiga hari sejak dirilis di Spotify, “Sahabat Terbaik” berhasil masuk ke playlist Women of Indonesia dan bersanding dengan sejumlah musisi ternama Tanah Air.
Dari sisi visual, video klip lagu ini juga digarap secara serius dengan mengambil lokasi di Eropa. Pengambilan gambar dilakukan saat momen libur Idulfitri, menghadirkan nuansa visual yang mendukung pesan lagu. Penampilan Etenia pun semakin menarik dengan balutan busana karya desainer Indonesia.
Melalui lagu ini, Etenia berharap karyanya dapat diterima oleh para pendengar, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan sahabat. Ia juga mengajak para penggemarnya untuk membagikan lagu tersebut kepada orang-orang terdekat.
Kehadiran “Sahabat Terbaik” semakin menegaskan langkah Etenia Croft sebagai penyanyi muda yang konsisten berkarya dan terus berkembang di industri musik Indonesia.
-
News4 weeks agoAnak Baru Selesai Operasi Jadi Korban Insiden di McD Arion, Keluarga Minta Pertanggungjawaban
-
Sosial4 weeks agoElizabeth Tunggadewi Hadiri Hari Air Sedunia 2026 Bersama Komunitas Sungai, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan
-
News4 weeks agoDari Lintrik ke Media Sosial: Perjalanan Ms. Alfa Membantu Orang yang Kebingungan
-
Infotainment4 weeks agoDewi Perssik Siap Laporkan Peniruan Identitas Dirinya di Sosial Media Facebook
-
Hukum3 weeks agoDana Jemaat Rp28 Miliar Hilang Bertahun-tahun, Publik Soroti Sistem Pengawasan
-
News2 weeks agoWaduh! Suami Mantan Gadis Majalah Popular Diduga Tipu Ade Ratnasari hingga Ratusan Juta
-
Hukum2 weeks agoAkademisi Kritik IAW, Sebut Tuduhan ke NHM Tidak Berdasar
-
Infotainment3 weeks agoMomen Seru Grand Launching Batik Trusme di Sarinah Bareng Aldi Taher
