Entertainment
Britney Davanya Cerita Ambisi Jadi Model Dunia
Jakarta – Suasana gala premier film “Timun Mas in Wonderland” makin meriah dengan kehadiran Britney Davanya Manese. Di sela-sela acara, Britney santai berbagi cerita soal aktivitasnya, cita-cita, sampai keinginannya untuk lebih serius terjun ke dunia hiburan.
Saat ditanya soal film yang akan ditonton, Britney mengaku penasaran dengan konsep ceritanya. Menurutnya, film ini punya nuansa fantasi yang menarik.
“Kayaknya filmnya tuh kayak Timun Mas in Wonderland, jadi kayak ada peri mungkin ya. Karena ada cuplikannya, si Ariana jadi peri gitu. Terus kayaknya itu menarik juga karena ada kata Wonderland-nya,” ujarnya antusias.
Meski aktif menghadiri berbagai acara, Britney tetap menomorsatukan pendidikan. Hari-harinya diisi dengan sekolah, les, dan juga undangan runway show.
“Kalau Senin sampai Jumat aku belajar. Untuk runway show biasanya di hari Sabtu sama Minggu,” jelasnya santai.
Ketertarikannya ke dunia entertainment pun semakin besar. Selain modeling, Britney ingin mengasah kemampuan bernyanyi dan menari. Saat ini ia sedang fokus mengembangkan skill dancing, terutama hip-hop.
“Aku juga mau ikut dan terjun ke entertain, bisa nyanyi juga, bisa melakukan aksi menari. Aku lagi mau kembangin skill dancing aku juga,” katanya.
Walau tertarik ke dunia hiburan, cita-cita utamanya tetap ingin menjadi model internasional sekaligus content creator. Ia merasa dunia modeling memberinya banyak peluang untuk bertemu orang baru dan menjelajahi berbagai tempat.
“Aku cita-citanya mau jadi model internasional. Sama satu lagi jadi content creator. Karena aku bisa jalan-jalan, terus ketemu teman yang lain,” ungkap Britney.
Ia juga mengidolakan ajang fashion dunia seperti Victoria’s Secret dan berharap suatu hari bisa tampil di panggung internasional. Dibanding photoshoot, Britney mengaku lebih tertarik menjadi model runway.
Perjalanan modeling-nya sudah dimulai sejak usia sekitar delapan tahun. Awalnya diarahkan oleh sang mama, namun lama-kelamaan ia merasa nyaman dan semakin menyukai dunia tersebut.
“Kayaknya aku diarahin mamaku dulu, terus aku ngerasa suka banget, terus sampai sekarang,” tuturnya.
Dukungan orang tua pun jadi penyemangat terbesar. Meski ayahnya disebut pernah punya pengalaman di dunia modeling majalah, Britney mengatakan kedua orang tuanya tetap memberi kebebasan sekaligus arahan.
“Dukung banget malah. Selalu ajarin aku gimana pose, gimana berkomunikasi,” katanya.
Soal tinggi badan, Britney menyebut faktor genetik dari sang ayah cukup berpengaruh. Ia juga menjaga pola makan sederhana, seperti rutin minum susu setiap pagi.
Selain modeling dan dancing, Britney juga hobi menggambar. Ia mengaku bisa jadi pribadi yang introvert di situasi tertentu, tapi juga nyaman kumpul bersama teman-teman yang sefrekuensi.
Ke depan, Britney ingin terus mengembangkan kemampuannya lewat sekolah modeling yang diikutinya setiap Sabtu, lengkap dengan pelatihan public speaking dan photoshoot.
“Rencananya aku pengen jadi orang baik, bisa menolong sesama, juga bisa belajar buat berkembang skill-skill aku agar bisa digunakan untuk hal-hal yang positif,” pungkasnya penuh semangat.
Entertainment
Keren! Penyanyi Mandarin Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
Jakarta, 15 Maret 2026 — Penyanyi Mandarin Icha Yang sukses menghibur ribuan pengunjung dalam acara Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di kawasan , Minggu (15/3/2026) malam.
Tampil di panggung terbuka di jantung ibu kota, Icha membawakan tujuh lagu yang membuat suasana perayaan Imlek semakin meriah. Dikenal sebagai penyanyi Mandopop yang populer di Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an, kehadiran Icha menjadi magnet bagi penonton lintas generasi.
Tak hanya para penggemar lama, masyarakat yang tengah menikmati suasana malam di pusat kota turut berhenti dan larut dalam alunan musik yang dibawakan. Antusiasme penonton terlihat sejak lagu pertama hingga penampilan terakhir.
Dalam penampilannya, Icha tidak hanya membawakan lagu berbahasa Mandarin. Ia juga menyelipkan sejumlah lagu yang lebih familiar bagi penonton umum agar seluruh pengunjung dapat ikut bernyanyi dan merasakan kebahagiaan perayaan Imlek.
“Tujuannya supaya teman-teman yang tidak merayakan Imlek juga bisa ikut merasakan suasana bahagia. Jadi setengah lagu yang dibawakan bukan lagu Mandarin, supaya mereka juga bisa ikut bernyanyi bersama,” ujar Icha di sela acara.
Menurut Icha, tampil di ruang terbuka memberikan pengalaman berbeda dibandingkan konser di dalam ruangan. Ia mengaku merindukan suasana bertemu langsung dengan penonton dari berbagai kalangan.
“Kalau di indoor biasanya komunitas tertentu saja. Tapi di outdoor semua datang, bapak, ibu, anak muda—bercampur jadi satu. Lihat penonton yang antusias rasanya kangen sekali,” katanya.
Icha juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali tampil di acara terbuka setelah cukup lama jarang mengisi panggung serupa. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam perayaan tersebut dapat terus terjaga.
“Harapannya di tahun ini semoga kita semua panjang umur, sehat, dan rezekinya dilancarkan. Yang penting penonton happy, saya juga happy,” tuturnya.
Acara Harmoni Imlek Nusantara menjadi ruang perayaan lintas budaya yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain hiburan musik, acara ini juga menghadirkan pertunjukan seni serta kuliner khas Imlek yang dapat dinikmati warga di pusat kota Jakarta, memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Entertainment
Alumni UI Nobar “Rumah Tanpa Cahaya” di Plaza Senayan, Dukung Ira Wibowo dan Film Indonesia
Jakarta — Suasana hangat terasa saat para alumni Universitas Indonesia menggelar nonton bareng (nobar) film Rumah Tanpa Cahaya di Plaza Senayan, Kamis, 12 Februari 2026. Selain jadi ajang kumpul dan silaturahmi, acara ini juga jadi bentuk dukungan nyata untuk film Indonesia, apalagi salah satu pemainnya adalah Ira Wibowo, alumni FISIP UI.
Sekitar 30 alumni FISIP hadir, ditambah puluhan rekan dari Tarakanita yang terus berdatangan. Kebersamaan ini terasa makin spesial karena bisa menyaksikan langsung penampilan Ira dengan karakter yang berbeda dari biasanya.
Achmad Akbar, perwakilan alumni yang hadir, membagikan kesannya setelah menonton film tersebut.
“Rumah Tanpa Cahaya ini bagus sekali, apalagi tayangnya menjelang bulan Ramadhan ya. Dan kami cukup surprise bahwa dalam film ini, Ira teman kami di kampus FISIP UI mainnya dengan profile yang baru ya. Profile yang baru, yang beda. Sebenarnya agak mengharukan, cuman kan kita kalau meneteskan air mata malu juga gitu. Jadi ini sangat recommended untuk ditonton, untuk keluarga, hikmahnya cukup baik untuk bagaimana menjalani kehidupan dari yang sulit. Apalagi setelah ditinggal lama oleh ibu yang rupanya menjadi perekat dan fondasi ekonomi keluarga tersebut. Dan setelah ibunya tidak ada, ternyata catatan itu tetap menghidupi keluarga yang ditinggalkan.”
Ira Wibowo sendiri tampak terharu melihat dukungan sahabat-sahabat lamanya yang datang khusus untuk nobar.
“Aku sangat-sangat berterima kasih sahabat aku, Akbar ini emang selalu mendukung film Indonesia. Juga teman-teman FISIP 86 lainnya, mereka semuanya hadir untuk dukung film Indonesia, khususnya dalam film Rumah Tanpa Cahaya. Buat aku juga emang seperti Akbar bilang gitu ya, tampil dengan suasana yang sangat beda karena ini memang baru pertama kali kayaknya aku main dengan memerankan tokoh ibu yang benar-benar sangat tenang, sangat damai. Wajahnya itu tidak pernah tidak tersenyum walaupun tipis tapi selalu dalam keadaan apapun itu tetap tersenyum karena dia hatinya selalu bersyukur.”
Salah satu adegan yang paling membekas bagi para alumni adalah momen ketika sosok ibu dalam film meninggal dalam keadaan sujud.
“Yang paling mengesankan ya pada saat meninggal dalam keadaan sujud itu.”
Menurut Akbar, film ini juga menyimpan pesan moral yang kuat, terutama untuk anak muda.
“Ada pesan penting yang saya tangkap di dalam film tadi itu, buat anak muda yang semangat tetap menjadi seorang pekerja di tengah situasi orang mencari mentalitas menerabas, mencari kekuasaan politik dengan cara-cara yang mudah, jalan pintas. Ini memenangkan pesan bahwa anak muda itu berani dan terus berusaha entrepreneur.”
Pesan lain yang tak kalah penting juga disampaikan lewat alur cerita film.
“Mencari uang itu mesti halal. Kemudian juga porsi rejeki itu sudah ada masing-masing. Jadi dalam hidup juga gak boleh serakah. Menjalani dengan penuh syukur, insya Allah akan diberi kemudahan.”
Film yang di awal menampilkan konflik dua anak dengan karakter bertolak belakang ini, menurutnya, ditutup dengan akhir yang hangat.
“Untungnya film ini berakhir dengan happy ending. Awalnya saya pikir akhirnya ribut atau bapaknya meninggal, ternyata tidak. Ibunya tetap somehow hadir lewat catatan itu. Ataupun sebetulnya di hati anak-anaknya dan di hati suaminya, ibunya tetap selalu ada.”
Soal kekompakan alumni, Akbar mengaku tak ada kesulitan mengumpulkan teman-teman lama untuk hadir.
“Saya rasa sih gak ada kesulitan, mereka cukup kompak. Dari dulu sampai sekarang gak pernah putus silaturahim. Walaupun punya kesibukan masing-masing, sekarang justru lebih mudah kumpul karena anak-anak sudah besar dan banyak yang sudah mulai pensiun.”
Nobar ini akhirnya bukan cuma soal menonton film bersama, tapi juga jadi momen nostalgia, dukungan untuk karya anak bangsa, dan bukti bahwa kebersamaan alumni UI tetap terjaga sampai sekarang.
Entertainment
Mengenal Renata Dvika Kusumah, Gadis Cantik Model Catwalk di Annual Show Mr. A
Wartahot — Renata Dvika Kusumah (12), siswi kelas 6 SD Fransiskus 3 Jakarta, mencuri perhatian saat tampil anggun membawakan busana rancangan desainer Mr. A di Open Door Alam Sutera.
Renata tampil sebagai talent model dalam peragaan busana Annual Show Mr. A bertajuk Metamorfosa: The Journey of Resilience. Penampilannya di atas catwalk sukses memikat para tamu yang hadir.
Mengawali langkah sebagai model, Renata kini telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Ia berhasil meraih gelar Indonesia Girl Junior Berbakat 2025 dan aktif meniti karier di dunia entertainment sebagai model, penyanyi, serta pemain film.
Dalam waktu dekat, Renata dijadwalkan menjalani proses syuting film Timun Mas in Wonderland The Movie yang akan diproduksi pada tahun 2026. Sebelumnya, ia juga telah membintangi iklan Nasi Kendil Catering yang diproduksi pada Oktober 2025.
Prestasi lainnya, Renata berhasil masuk sebagai Nominate Quarter Finalist Louis Vuitton 2025, serta meraih Juara 3 Indomodel Batch 1 2025.
Ia juga telah merilis single lagu berjudul “Bagaikan Bintang”, yang sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, TikTok, dan lainnya.
Renata mengungkapkan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Saya sangat bangga bisa membawakan busana dari anak bangsa Indonesia Mr. A yang hasil karyanya sudah di terima di dunia international seperti Paris, Bangkok, Korea,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan.
“Terima kasih atas kepercayaan atas kesempatan yang diberikan,” ucap Renata.
Dengan talenta yang dimiliki di bidang modeling, tarik suara, dan akting, Renata Dvika Kusumah menjadi salah satu pendatang muda yang patut diperhitungkan di industri entertainment Indonesia.
-
Entertainment2 weeks agoAlumni UI Nobar “Rumah Tanpa Cahaya” di Plaza Senayan, Dukung Ira Wibowo dan Film Indonesia
-
News4 weeks agoWarga Tanjung Duren Minta Pemprov DKI Turun Tangan Soal Aset Daerah yang Jadi Parkir Liar
-
News4 weeks agoNgopi Sambil Berbagi, Roemah Koffie Hadirkan Massimo Freddo untuk Petani Kopi Sumatra
-
Entertainment2 weeks agoMengenal Renata Dvika Kusumah, Gadis Cantik Model Catwalk di Annual Show Mr. A
-
Infotainment4 weeks agoSidang Praperadilan Kakanwil BPN Bali Kembali Bergulir, Sorotan Tertuju pada Pasal Kedaluwarsa dan Kepastian Hukum
-
News4 weeks agoJelang Ramadan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026 Libatkan 675 Personel Gabungan
-
News4 weeks agoHak Struktural Belum Dibayar, SR Dilayangkan Somasi
-
News3 weeks agoDJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Perusahaan Baja di Tangerang, Potensi Kerugian Negara Rp583 Miliar
