Infotainment
Farhat Abbas Tanggapi Polemik Kasus Olivia daniaty, Tegaskan Tak Ada Putusan Wajib Ganti Rugi
Jakarta – Pengacara dan publik figur angkat bicara terkait polemik hukum yang kembali menyeret nama Olivia daniaty (OI) serta dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk inisial ND. Dalam keterangannya, Farhat menegaskan bahwa tidak ada putusan pengadilan yang memerintahkan pihak selain OI untuk mengganti kerugian.
Menurut Farhat, dalam perkara tersebut tidak ada keputusan hakim yang menyatakan bahwa pihak “Niat dan Niati” atau ND wajib mengganti kerugian yang timbul. Ia menyebut, jika memang ada amar putusan yang secara tegas menyatakan kewajiban tersebut, maka seharusnya dapat ditunjukkan secara jelas.
“Mana keputusan yang menerangkan bahwa rumahnya harus disita? Mana surat perintah bahwa mereka harus mengembalikan seluruh kerugian? Kalau memang ada, silakan ditunjukkan,” ujarnya.
Farhat juga mempertanyakan narasi yang berkembang di publik mengenai penyitaan aset dan tanggung renteng. Ia menegaskan bahwa dalam putusan yang diketahuinya, pihak tergugat adalah pemerintah, dan tidak tercantum nama pihak lain sebagai pihak yang wajib bertanggung jawab secara hukum.
Ia menilai polemik ini menjadi simpang siur karena adanya opini yang berkembang di media, tanpa disertai dasar putusan yang jelas. “Kalau hukum seperti itu, tolong pengacaranya yang menjelaskan. Jangan sampai membentuk opini yang memburukkan karakter orang yang tidak dinyatakan bersalah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Farhat juga menyinggung soal latar belakang perkara yang berkaitan dengan dugaan praktik suap untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang diduga berusaha menjadi pegawai negeri dengan cara tidak benar.
“Kalau memang ada yang membayar untuk jadi pegawai negeri, itu kan juga perbuatan yang tidak jujur dan tidak adil. Harusnya ini jadi pelajaran,” katanya.
Terkait kemungkinan eksekusi atau penyitaan aset, Farhat menjelaskan bahwa hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dan secara tegas memerintahkan pembayaran ganti rugi serta telah melalui proses teguran atau aanmaning.
Ia juga menegaskan bahwa OI telah menjalani hukuman pidana sebelumnya. Menurutnya, jika memang ada kewajiban pidana yang telah dijalani, maka harus dilihat kembali apakah masih ada kewajiban perdata yang secara sah dibebankan.
“Kalau memang harus mengganti, uangnya dari mana? Itu juga harus realistis. Jangan sampai membangun asumsi tanpa dasar hukum yang jelas,” imbuhnya.
Farhat menutup pernyataannya dengan harapan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak tergiur jalan pintas, terutama dalam proses seleksi menjadi pegawai negeri. Ia juga meminta agar proses hukum yang sedang berjalan tetap dihormati hingga ada keputusan yang final dan mengikat.
Infotainment
Machi Achmad Ungkap Kronologi dan Vonis Kasus KDRT Ratu Meta di PN Jakarta Timur
Jakarta – Ratu Meta akhirnya angkat bicara terkait putusan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpanya. Didampingi kuasa hukumnya, Machi Achmad, ia menyampaikan perkembangan perkara tersebut dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).
Machi Achmad menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan yang diajukan pada 21 Maret 2025 di Polres Jakarta Timur terhadap Yogi Rinaldi Fauji. Dalam laporan itu, Ratu Meta menjadi korban dugaan KDRT yang mengakibatkan luka memar hingga luka tusuk.
“Perkara ini kami laporkan menggunakan Pasal 44 Undang-Undang Penghapusan KDRT. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, saudara Yogi telah divonis 7 bulan penjara,” ujar Machi Achmad.
Ia mengapresiasi langkah jaksa yang tetap menggunakan pasal dengan ancaman maksimal lima tahun penjara, meskipun hakim pada akhirnya menjatuhkan hukuman yang lebih ringan.
“Jaksa tetap pada dakwaan pasal utama dengan ancaman lima tahun. Namun hakim memiliki pertimbangan sendiri hingga akhirnya menjatuhkan vonis 7 bulan,” katanya.
Meski demikian, pihak Ratu Meta menyatakan menghormati putusan tersebut, walaupun menilai hukuman yang dijatuhkan belum sesuai harapan.
Ratu Meta mengungkapkan, peristiwa KDRT yang dialaminya menjadi titik balik dalam kehidupan rumah tangganya hingga memutuskan untuk berpisah. Ia menilai tindakan kekerasan sudah melampaui batas.
“Kalau hanya masalah rumah tangga biasa mungkin masih bisa dibicarakan, tapi kalau sudah sampai kekerasan itu sudah di luar nalar. Itu yang membuat saya akhirnya memilih untuk berpisah,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh bukti, mulai dari rekam medis hingga dokumentasi foto dan video, telah diserahkan selama proses hukum berlangsung.
Terkait putusan tersebut, Ratu Meta mengaku berupaya menerima dengan ikhlas, meskipun masih menyisakan kekecewaan.
“Kalau menurut saya pribadi, tentu kurang. Tapi saya mencoba ikhlas dan fokus ke masa depan anak-anak,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti tanggung jawab mantan suaminya yang dinilai belum memberikan nafkah kepada anak. Pihak kuasa hukum membuka kemungkinan adanya langkah hukum lanjutan apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
“Kami akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, termasuk terkait dugaan penelantaran anak jika tidak ada tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan,” ujar Machi Achmad.
Di sisi lain, proses perceraian yang tengah berjalan di tingkat kasasi di Mahkamah Agung belum menemui putusan akhir. Pihak Ratu Meta berharap putusan dapat segera dikeluarkan demi kepastian hukum.
Menutup pernyataannya, Ratu Meta menyatakan berusaha tetap kuat dan mandiri di tengah situasi yang dihadapi. Ia kini fokus bekerja serta menghidupi anak-anaknya.
“Saya berserah kepada Tuhan dan tetap berusaha. Yang penting anak-anak saya ke depan bisa hidup dengan baik,” tuturnya.
Infotainment
Ry Hyori Rilis “SUGAR” — Lagu Pop Manis tentang Hati yang Dingin dan Cinta yang Hangat
Jakarta — Penyanyi muda Ry Hyori Dermawan kembali menyapa penikmat musik dengan merilis single terbarunya berjudul “SUGAR”, sebuah lagu pop yang menghadirkan nuansa uplifting, heartwarming, dan sentuhan magical, namun tetap menyimpan sisi emosional yang jujur dan relatable.
“SUGAR” mengangkat cerita tentang dinamika perasaan dalam sebuah hubungan—tentang seseorang yang terlihat dingin dan defensif, berhadapan dengan sosok lain yang hangat, sabar, dan penuh kasih. Lagu ini menjadi refleksi kontras emosi: antara manis dan asam, hangat dan dingin, serta keyakinan dan keraguan.
Ditulis oleh Ry Hyori bersama Nutyas Surya Gumilang dan Desi Harissanti, serta diproduseri oleh Nutyas Surya Gumilang, “SUGAR” menghadirkan lirik yang kuat dan penuh makna. Salah satu bagian yang mencuri perhatian adalah kalimat, “Tongue like lemon, heart like snow”, yang menggambarkan karakter yang tampak tajam di luar namun sebenarnya rapuh di dalam.
Bagian chorus yang catchy menjadi pusat emosi lagu ini, dengan lirik yang penuh rasa penasaran dan kerentanan:
“Sugar, why do you like me?
Sugar, what do you see in me?”
Melalui pendekatan lirik yang playful namun tetap emosional, “SUGAR” menggambarkan ketakutan akan merusak sesuatu yang indah—tentang seseorang yang belum sepenuhnya siap membuka diri, tetapi diam-diam berharap tidak kehilangan cinta yang tulus.
Secara musikal, lagu ini menghadirkan warna pop modern yang ringan dan menyenangkan, membuatnya mudah dinikmati oleh berbagai kalangan, khususnya remaja yang tengah mengalami fase pencarian jati diri dalam hubungan. “SUGAR” menjadi representasi perasaan banyak orang: bingung, defensif, namun tetap ingin dicintai.
Sebelumnya, Ry Hyori juga telah merilis sejumlah karya seperti “Bintang”, “Bestie”, “Indonesia Yang Kucinta”, serta “Mata”, yang semakin memperkuat eksistensinya sebagai musisi muda dengan karakter kuat dan pesan yang dekat dengan generasi saat ini.
Single “SUGAR” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.
CREDITS
Artist: Ry Hyori, Nada Swara Gembira
Title: SUGAR
Genre: Pop
Moods: Uplifting, Heartwarming, Magical
Producer: Nutyas Surya Gumilang
Songwriter: Ry Hyori, Nutyas Surya Gumilang, Desi Harissanti
CONTACTS
Temukan Ry Hyori di:
Instagram | TikTok | YouTube
Infotainment
Profil Devara Naidawati Elvaretta, Gadis Berbakat yang Memukau di Nusantara Runway
Jakarta – Devara Naidawati Elvaretta, atau yang akrab disapa Devara, jadi salah satu remaja yang mencuri perhatian di dunia modeling. Di usianya yang baru 13 tahun, siswi SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading ini sudah menunjukkan bakat dan kepercayaan diri, terutama saat tampil di ajang Nusantara Runway yang digelar di Lippo Mall Nusantara pada Sabtu (28/03).
Di event yang mengangkat keindahan budaya Indonesia ini, Devara tampil sebagai model dalam sesi talkshow bersama designer Ibu Sinta dengan karya Batik Nirmala. Selain itu, ia juga ikut fashion show karya Ibu Arsita yang menampilkan pesona batik Nusantara.
“Aku merasa bangga dan bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam event yang membawa budaya, apalagi bisa memperkenalkan batik sebagai warisan Indonesia,” ujar Devara.
Di atas runway, Devara tampil mengenakan busana batik dari Batik Nirmala dan koleksi karya Ibu Arsita. Penampilannya terlihat anggun dan penuh percaya diri, sekaligus menunjukkan keindahan budaya Indonesia.
Soal awal ketertarikannya di dunia modeling dan pageant, Devara mengaku semuanya datang dari dirinya sendiri. Ia memang sudah lama suka tampil di depan umum dan tertarik dengan dunia public speaking.
“Aku suka dunia public speaking, tampil di depan orang, dan pengen berkembang jadi versi terbaik diri aku,” katanya.
Perjalanan Devara juga nggak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga. Ia merasa beruntung karena selalu mendapat semangat dan kepercayaan di setiap langkahnya.
“Aku bersyukur banget punya orang tua dan keluarga yang selalu ada, selalu ngasih semangat dan percaya sama aku,” tambahnya.
Sejumlah prestasi juga sudah berhasil ia raih, mulai dari Puteri Anak Indonesia Jakarta Budaya & Favorite hingga 5th Runner Up & Favorite Puteri Batik Cilik Indonesia. Pencapaian ini jadi bukti keseriusannya di dunia modeling sejak usia muda.
Dalam berkarya, Devara menjadikan Gigi Hadid sebagai role model. Ia mengagumi sosok Gigi yang tidak hanya sukses, tapi juga punya sikap yang baik dan tetap jadi diri sendiri.
Ke depan, Devara berharap bisa terus berkembang di dunia modeling, semakin percaya diri, dan tentunya bisa membanggakan orang tua serta keluarganya.
Dengan semangat dan dukungan yang kuat, langkah Devara di dunia runway terlihat semakin menjanjikan dan patut untuk ditunggu.
-
Hukum3 weeks agoTim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT
-
News3 weeks agoMIO Indonesia Jakarta Timur Santuni 146 Anak Yatim di Duren Sawit pada Ramadan 1447 H
-
Budaya3 weeks agoDidukung Pemkot Jakut, Najwa Muyas Sarah Siap Berlaga di Puteri Kebaya DKI Jakarta 2026
-
Sosial4 weeks agoShira Dominique Mulyono, Siswa Bina Bangsa School, Maknai Tema “Legacy of Star” di Perayaan 25 Tahun Sekolah
-
Infotainment7 days agoKeren! Aleeya Tampil Memukau di Runway Nusantara
-
News3 weeks agoLetjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil KSAD Kelahiran Ternate yang Dikenal sebagai Jenderal Kopassus Penulis Buku Perdamaian Poso
-
News4 weeks agoKabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Dikabarkan Meninggal Dunia
-
Hukum3 weeks ago15 Proyek Bermasalah, GRAK NTT Desak KPK-BPK Usut APBD Flores Timur
