Infotainment
Momen Seru Grand Launching Batik Trusme di Sarinah Bareng Aldi Taher
Jakarta, 11 April 2026 — Suasana Sarinah, Jakarta, jadi makin ramai dan penuh energi saat Batik Trusme menggelar grand launching koleksi terbarunya, Sabtu (11/04). Acara ini makin meriah dengan kehadiran Aldi Taher dan TikTokers Puldeng yang ikut memeriahkan suasana.
Owner Batik Trusme, Sally Giovanny, bersama Ibnu Riyanto, juga hadir langsung dan berbagi cerita soal visi mereka dalam mengangkat batik sebagai kebanggaan lokal.
Menurut Ibnu, batik bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kepercayaan diri.
“Batik itu local pride. Kita ingin orang yang pakai bisa lebih percaya diri, bahkan bisa mengubah hidupnya,” ujarnya santai.
Ia juga menegaskan kalau Batik Trusme ingin menghadirkan produk yang keren tapi tetap ramah di kantong. Koleksi yang diluncurkan kali ini bahkan banyak yang dibanderol di bawah Rp500 ribu, bahkan ada promo sekitar Rp300 ribuan.
Aldi Taher yang datang dengan gaya khasnya juga ikut berbagi pengalaman. Ia mengaku sudah lama pakai Batik Trusme.
“Udah dari tahun 2012-an lah. Begitu pakai, langsung berasa elegan, kayak naik level gitu,” kata Aldi sambil bercanda.
Menurutnya, batik dari Trusme ini cocok dipakai di berbagai kesempatan, dari acara santai sampai yang lebih formal. Bahkan, ia sempat berseloroh kalau penampilannya jadi makin ganteng saat pakai batik tersebut.
Acara juga dipenuhi momen seru dan candaan khas Aldi Taher bareng Puldeng, bikin suasana jadi cair dan penuh tawa.
Di sisi lain, Batik Trusme juga terus menunjukkan keseriusannya untuk go international. Sebelumnya mereka sudah tampil di New York Fashion Week, dan ke depan ingin terus membawa batik Indonesia ke panggung dunia.
Dengan konsep “everyday is moment”, Batik Trusme ingin mengajak semua orang tampil keren setiap hari tanpa harus mahal, sekaligus tetap bangga pakai produk lokal.
Infotainment
Etenia Croft Siapkan Karya Spesial, Angkat Makna Waktu dan Kebersamaan
Jakarta – Penyanyi remaja berbakat Etenia Croft bersiap kembali menyapa para pendengarnya melalui sebuah karya terbaru yang sarat makna. Lagu ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan menjadi pengingat akan berharganya setiap detik waktu sebelum semuanya berubah menjadi kenangan.
Dalam proyek terbarunya, Etenia kembali berkolaborasi dengan produser Marvel Marlon , sosok yang turut berada di balik perjalanan musikalnya. Keduanya menjanjikan sebuah karya dengan nuansa yang lebih personal, mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari ritme kehidupan yang cepat dan kembali menikmati setiap momen dengan sepenuh hati.
Aransemen musik menjadi salah satu kekuatan utama dalam single ini. Garapan yang mendalam dan indah berpadu harmonis dengan karakter vokal jernih Etenia, menciptakan pengalaman mendengar yang emosional. Marvel Marlon dinilai berhasil meramu komposisi yang tidak hanya memanjakan telinga, tetapi juga memberi ruang bagi emosi Etenia untuk tersampaikan secara utuh.
Pesan lagu ini juga diperkuat melalui visual yang digarap di benua Eropa. Pengambilan gambar di berbagai lokasi menghadirkan nuansa yang mendukung cerita tentang waktu dan kebersamaan, menjadikannya terasa lebih nyata dan menyentuh.
“Lagu ini memiliki makna yang sangat indah bagi aku. Seringkali kita hanya fokus untuk cepat-cepat ‘berlari’ mengejar tujuan, sampai lupa menikmati kejadian-kejadian kecil yang terjadi saat ini dalam hidup kita. Saat liburan di Eropa kemarin, aku merasa setiap langkahnya adalah pengingat bahwa waktu yang kita habiskan bersama orang-orang terdekat kita adalah cerita yang akan abadi selamanya,” ungkap Etenia Croft.
Meski judul lagu masih dirahasiakan, antusiasme publik sudah terlihat sejak Etenia membagikan potongan chorus di media sosial. Unggahan tersebut langsung dibanjiri lebih dari 16.500 komentar dari penggemar yang berlomba-lomba menebak judul lagu.
Single terbaru ini dijadwalkan segera dirilis di berbagai platform musik digital dalam waktu dekat. Karya ini diharapkan menjadi kado manis bagi para pendengar yang ingin kembali merayakan indahnya kebersamaan serta menyadari betapa berharganya waktu.
Infotainment
Dewi Perssik Siap Laporkan Peniruan Identitas Dirinya di Sosial Media Facebook
Jakarta
Beberapa artis dan tokoh publik di Indonesia tercatat pernah melaporkan akun Facebook (FB) ke pihak kepolisian maupun melaporkannya langsung ke pihak Facebook, biasanya terkait pencemaran nama baik, penipuan, atau peniruan identitas (hoaks).
Ini seperti yang dialami Artis Dewi Perssik siap akan melaporkan akun Facebook palsu bernama “Dewi Persik” peniruan identitas yang sama dengan dirinya. Senin (06/04/2026).
Pihak Depe selanjutnya akan melaporkan akun media sosial tersebut dan sedang berunding dengan kuasa hukumnya termasuk yang beroperasi di platform Facebook, atas dugaan pencemaran nama baik artis baik hati asal Jember ini.
Dewi Perssik menghimbau “Sebaiknya jadilah diri sendiri jauh lebih baik, daripada menjadi orang lain. Untuk yang menyamar menjadi saya sebaiknya segera hapus postingan yang tidak jelas. Karena fans Depe Lovers jauh lebih tau dan cerdas mana akun asli dan yang palsu. Bila masih diteruskan dan berlanjut saya siap seret ke jalur hukum, siapa dibalik akun palsu Dewi Persik”, tegasnya.
Untuk yang mengikuti akun facebook palsu “Dewi Persik” saya harap jangan percaya dengan postingannya, karena Akun asli Dewi Perssik yang asli akan melakukan live (siaran langsung) baik medsos Facebook, Instagram dan Tik tok.
Marilah bermedia sosial yang baik tanpa merugikan orang lain,tutup mami Depe sapaan akrabnya.
Infotainment
Machi Achmad Ungkap Kronologi dan Vonis Kasus KDRT Ratu Meta di PN Jakarta Timur
Jakarta – Ratu Meta akhirnya angkat bicara terkait putusan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpanya. Didampingi kuasa hukumnya, Machi Achmad, ia menyampaikan perkembangan perkara tersebut dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).
Machi Achmad menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan yang diajukan pada 21 Maret 2025 di Polres Jakarta Timur terhadap Yogi Rinaldi Fauji. Dalam laporan itu, Ratu Meta menjadi korban dugaan KDRT yang mengakibatkan luka memar hingga luka tusuk.
“Perkara ini kami laporkan menggunakan Pasal 44 Undang-Undang Penghapusan KDRT. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, saudara Yogi telah divonis 7 bulan penjara,” ujar Machi Achmad.
Ia mengapresiasi langkah jaksa yang tetap menggunakan pasal dengan ancaman maksimal lima tahun penjara, meskipun hakim pada akhirnya menjatuhkan hukuman yang lebih ringan.
“Jaksa tetap pada dakwaan pasal utama dengan ancaman lima tahun. Namun hakim memiliki pertimbangan sendiri hingga akhirnya menjatuhkan vonis 7 bulan,” katanya.
Meski demikian, pihak Ratu Meta menyatakan menghormati putusan tersebut, walaupun menilai hukuman yang dijatuhkan belum sesuai harapan.
Ratu Meta mengungkapkan, peristiwa KDRT yang dialaminya menjadi titik balik dalam kehidupan rumah tangganya hingga memutuskan untuk berpisah. Ia menilai tindakan kekerasan sudah melampaui batas.
“Kalau hanya masalah rumah tangga biasa mungkin masih bisa dibicarakan, tapi kalau sudah sampai kekerasan itu sudah di luar nalar. Itu yang membuat saya akhirnya memilih untuk berpisah,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh bukti, mulai dari rekam medis hingga dokumentasi foto dan video, telah diserahkan selama proses hukum berlangsung.
Terkait putusan tersebut, Ratu Meta mengaku berupaya menerima dengan ikhlas, meskipun masih menyisakan kekecewaan.
“Kalau menurut saya pribadi, tentu kurang. Tapi saya mencoba ikhlas dan fokus ke masa depan anak-anak,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti tanggung jawab mantan suaminya yang dinilai belum memberikan nafkah kepada anak. Pihak kuasa hukum membuka kemungkinan adanya langkah hukum lanjutan apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
“Kami akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, termasuk terkait dugaan penelantaran anak jika tidak ada tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan,” ujar Machi Achmad.
Di sisi lain, proses perceraian yang tengah berjalan di tingkat kasasi di Mahkamah Agung belum menemui putusan akhir. Pihak Ratu Meta berharap putusan dapat segera dikeluarkan demi kepastian hukum.
Menutup pernyataannya, Ratu Meta menyatakan berusaha tetap kuat dan mandiri di tengah situasi yang dihadapi. Ia kini fokus bekerja serta menghidupi anak-anaknya.
“Saya berserah kepada Tuhan dan tetap berusaha. Yang penting anak-anak saya ke depan bisa hidup dengan baik,” tuturnya.
-
News1 week agoJalan Salib Perdana GPIB Penabur Jakarta Timur, Angkat Pesan Perdamaian Dunia
-
News6 days agoAnak Baru Selesai Operasi Jadi Korban Insiden di McD Arion, Keluarga Minta Pertanggungjawaban
-
Infotainment2 weeks agoKeren! Aleeya Tampil Memukau di Runway Nusantara
-
Hukum4 weeks ago15 Proyek Bermasalah, GRAK NTT Desak KPK-BPK Usut APBD Flores Timur
-
News4 weeks agoGalaxy S26 Series Tiba di Tangan Konsumen, Samsung Gelar Galaxy Unboxing Day!
-
News4 weeks agoSamsung Galaxy S26 Bikin Konten Takbiran Makin Epic! Foto & Video Malam Hari Kini Super Jernih
-
Ekonomi4 weeks agoLebaran Makin Seru, Galaxy S26 Series Hadirkan Fitur Kreatif Berbasis AI
-
Sosial4 weeks agoRumah Belajar Ciliwung Ceria Resmi Dibuka, Elizabeth Tunggadewi Ajak Anak Bantaran Sungai Tingkatkan Literasi
