Ekonomi

Harga Emas Berpotensi Cetak Rekor di Awal Mei 2026, Nellava Bullion Imbau Masyarakat Amankan Aset

Published

on

Wartahot.news — Harga emas menunjukkan tren penguatan pada awal Mei 2026. Kondisi ini semakin menegaskan peran emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data pergerakan pasar, harga emas batangan di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp2,8 juta per gram. Sementara itu, harga emas global telah mencapai sekitar US$4.600 per troy ons.

Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pelemahan dolar Amerika Serikat, tekanan inflasi global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan.

Dalam situasi tersebut, emas kembali menjadi pilihan utama bagi investor sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Pelaku industri menilai, tren kenaikan ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi atau meningkatkan kepemilikan emas.

Niki R Hashbiah Brand Manager Nellava Bullion, mengatakan masih banyak masyarakat yang menunda pembelian dengan harapan harga akan turun.

“Padahal, jika dilihat dalam jangka panjang, emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Yang perlu diperhatikan adalah memilih platform pembelian yang aman dan transparan,” ujar Niki.

Selain faktor harga, aspek keamanan transaksi dan kemudahan likuiditas juga menjadi perhatian penting bagi investor. Tidak sedikit kasus di mana investor mengalami kendala saat menjual kembali emas karena sistem buyback yang tidak jelas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Nellava Bullion menghadirkan layanan investasi emas dengan mengedepankan transparansi dan keamanan.

Perusahaan memberikan sejumlah jaminan kepada konsumen, seperti buyback 100 persen, produk berstandar internasional (bersertifikat ISO), serta transparansi harga yang mengikuti pergerakan pasar global.

Dengan pendekatan tersebut, Nellava Bullion dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan investasi tidak hanya menguntungkan, tetapi juga aman dan terpercaya.

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif, emas diproyeksikan tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam strategi diversifikasi aset.

Niki menambahkan, investasi emas saat ini tidak hanya soal membeli produk, tetapi juga memilih ekosistem yang memberikan rasa aman bagi investor.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi, emas kini semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun investor berpengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version