News
Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda, Mobilitas Warga Kini Lebih Mudah
JAKARTA UTARA — Peresmian Jembatan Garuda di kawasan Anak Kali Sentiong, Jalan Pesanggrahan RW 01, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jumat (8/5/2026), disambut antusias warga dua wilayah yang selama ini mendambakan akses penghubung yang layak.
Jembatan yang diresmikan Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. itu menjadi penghubung strategis antara RT 005/RW 001 Kelurahan Sunter Agung dengan RT 006/RW 012 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan.
Ketua RW 12 Pesanggrahan, Kelurahan Pademangan Timur, Overus, M.R., mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan jembatan yang disebut telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan juga TNI Angkatan Darat. Hari ini Jembatan Garuda penghubung Sunter Agung dan Pademangan Timur resmi dibuka oleh Bapak Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Overus.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi penting bagi aktivitas warga sehari-hari, sekaligus memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
“Jembatan Garuda ini sudah puluhan tahun kami nantikan. Kini warga Sunter Agung dan Pademangan Timur bisa lebih mudah beraktivitas. Kami seluruh warga dua wilayah mengucapkan banyak terima kasih karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program peningkatan konektivitas wilayah sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Di wilayah Kodam Jaya ada 10 program jembatan. Alhamdulillah hari ini kita meresmikan salah satunya. Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Deddy Suryadi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama, Kodam Jaya meresmikan tiga Jembatan Garuda secara serentak, yakni Jembatan Pesanggrahan di Jakarta Utara, Jembatan Usaha Tani Bebelan di Kabupaten Bekasi, dan Jembatan Gotong Royong Penanggungan di Kota Tangerang.
“Saat ini masih ada tujuh titik lainnya dalam proses pengerjaan, meliputi enam jembatan gantung dan satu jembatan beton,” ujarnya.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P., serta jajaran Forkopimko Jakarta Utara.
Hadir pula Walikota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, S.IP., M.A., Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yongky Dilatha, S.I.K., M.Si., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., dan perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Selain peresmian jembatan, kegiatan juga diisi dengan peninjauan program gentengisasi, penyerahan bantuan sembako, pemotongan tumpeng, hingga pemberian piagam kepada masyarakat.
Keberadaan Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Sunter Agung dan Pademangan Timur.
News
Dr. Frengky Buka-bukaan soal Operasi Hidung Ria Ricis
JAKARTA – Dokter spesialis kecantikan Dr. Frengky angkat bicara soal operasi hidung atau rinoplasti yang dilakukan Ria Ricis. Menurutnya, prosedur ini bisa bersifat fungsional, estetika, atau keduanya.
“Fungsional itu misalnya untuk memperbaiki pernapasan, seperti septum deviasi. Estetika untuk memperindah bentuk hidung. Bisa juga digabungkan,” ujar Dr. Frengky.
Ia menekankan pentingnya prosedur dilakukan oleh dokter berkompeten, dengan fasilitas steril dan prosedur jelas. Pasien juga harus mengetahui risiko, efek samping, biaya, jadwal kontrol, hingga perawatan pascaoperasi.
Soal ekspektasi, Dr. Frengky menekankan realistis itu kunci. “Jangan berharap hasil instan langsung sempurna. Biasanya minggu pertama hingga kedua masih ada bengkak dan memar. Hasil akhir baru terlihat 2–3 bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pascaoperasi pasien harus mengikuti aturan, termasuk pantangan aktivitas tertentu. Jika semua dijalankan, operasi bisa dianggap berhasil tanpa komplikasi.
Terkait opini publik, Dr. Frengky menegaskan, netizen boleh berpendapat, tapi keberhasilan operasi hanya bisa dinilai pasien dan dokter. “Operasi plastik adalah hak pribadi setiap orang. Fitnah atau hoaks bisa muncul kalau klaim dilakukan tanpa bukti resmi,” tandasnya.
News
Dr. Rudy Wenarta Tanggapi Isu Dokter Tolak Pasien BPJS: “Kewajiban dan Tantangan di Lapangan Harus Dipahami”
JAKARTA – Baru-baru ini muncul isu terkait seorang dokter yang dikabarkan menolak menangani pasien BPJS karena tarif layanan dianggap minim. Dr. Rudy Wenarta memberikan klarifikasi dan pandangannya mengenai persoalan ini, menekankan pentingnya memahami aturan hukum, sistem BPJS, serta kondisi di lapangan yang dihadapi tenaga medis.
Aturan Hukum dan Kewajiban Dokter
Menurut Dr. Rudy, setiap dokter yang bekerja di rumah sakit yang menjalin kerja sama dengan BPJS wajib melayani pasien, terutama dalam kasus darurat. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS Kesehatan.
“BPJS bertujuan agar seluruh masyarakat Indonesia mendapat pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau. Dokter yang bekerja di rumah sakit wajib melayani pasien, terutama kasus emergensi. Tidak ada alasan untuk menolak pasien darurat,” tegas Dr. Rudy.
Ia menambahkan, bagi dokter yang bekerja secara mandiri dan tidak berafiliasi dengan BPJS, mereka memiliki kewenangan menentukan tarif dan jenis pasien yang dilayani. Namun, untuk dokter di rumah sakit dengan BPJS, menolak pasien non-darurat tetap memiliki prosedur etik dan sanksi jika melanggar aturan.
Sistem Pembayaran BPJS dan Tantangan di Lapangan
Dr. Rudy menjelaskan bahwa sistem pembayaran BPJS berbeda dengan asuransi kesehatan pribadi. BPJS menggunakan sistem per kapita, di mana setiap pasien dibayar per bulan, bukan per tindakan. Artinya, jumlah pembayaran tidak meningkat meskipun pasien melakukan banyak kunjungan.
“Kalau satu pasien kontrol berkali-kali dalam sebulan, bayarannya tetap sama. Dari sisi profesi dokter, hal ini wajar jika menimbulkan tantangan karena mereka dituntut memberikan pelayanan maksimal, meskipun tarifnya rendah,” jelas Dr. Rudy.
Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem, agar dokter merasa dihargai dan pelayanan kepada pasien tetap optimal. Menurutnya, pemerintah sebaiknya melibatkan dokter dalam revisi kebijakan tarif BPJS agar lebih transparan dan adil.
Pesan untuk Dokter dan Masyarakat
Dr. Rudy mengingatkan, dokter tetap memiliki tanggung jawab profesional. “Kalau kasusnya darurat, wajib ditangani. Kalau bukan darurat, dokter bisa membatasi pelayanan, tetapi ada prosedur etik yang harus diikuti,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat memahami konteks di lapangan. “Dokter pun manusia. Mereka punya kewajiban, kompetensi, dan kebutuhan untuk dihargai. Jadi penting bagi masyarakat tidak salah menilai dokter yang membatasi pelayanan non-darurat,” tambah Dr. Rudy.
Evaluasi Sistem untuk Masa Depan
Dalam pandangannya, sistem BPJS yang menggunakan per kapita sudah tepat secara konsep, namun implementasinya perlu dievaluasi dari sisi tarif dan penghargaan kepada tenaga medis. Dr. Rudy menilai keterlibatan dokter dalam penetapan tarif akan membuat sistem lebih adil dan menjaga kualitas layanan.
“Supaya dokter merasa dihargai dan pasien tetap mendapat layanan optimal, pemerintah harus membuka ruang evaluasi dan masukan dari tenaga medis. Ini bukan soal menolak pasien, tetapi soal menyeimbangkan kewajiban dengan penghargaan profesi,” ujarnya.
Kesimpulan
Isu dokter menolak pasien BPJS sejatinya terkait persepsi tentang tarif rendah dan jumlah pasien yang tinggi. Menurut Dr. Rudy, hal ini bisa dimengerti dari sisi profesi, tetapi harus tetap berada dalam koridor hukum dan etika. Evaluasi sistem BPJS, keterlibatan dokter dalam revisi kebijakan, dan pemahaman publik menjadi kunci untuk menjaga kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
News
Bayu Kurnianto Luncurkan Lagu “Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh” sebagai Refleksi Pengabdian dan Cinta Tanah Air
Wartahot.news – Sekretaris Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Bayu Kurnianto, yang dikenal luas sebagai sosok militer dengan dedikasi tinggi, kini mengejutkan publik dengan karya seni yang tak biasa. Melalui sebuah lagu berjudul “Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh,” Bayu menunjukkan sisi lain dirinya sebagai seorang kreator yang mendalam dalam menyampaikan pesan tentang cinta, pengabdian, dan loyalitas kepada bangsa dan negara.
Lagu yang disebut sebagai karya sederhana ini sebenarnya menyimpan pesan yang kuat tentang semangat kebangsaan yang tak lekang oleh waktu. Meskipun lahir dari ketulusan hati, karya ini bukan hanya sekadar seni, melainkan juga sebuah ungkapan tentang pentingnya pengabdian kepada tanah air melalui berbagai bentuk, baik fisik maupun budaya. Bayu Kurnianto menegaskan bahwa lagu ini adalah wujud cintanya kepada Indonesia, dan cara uniknya dalam berkontribusi bagi negeri ini.
“Setiap individu memiliki cara berbeda dalam berkontribusi kepada bangsa, asalkan niat dan komitmennya tulus. Lagu ini menjadi refleksi tentang bagaimana pengabdian tidak hanya diwujudkan lewat tindakan fisik, tetapi juga melalui seni yang bisa menyentuh jiwa,” ujar Bayu dalam sebuah wawancara.
Lagu “Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh” mengangkat semangat “loyalitas waras tanpa batas”, sebuah konsep yang menekankan keseimbangan antara dedikasi tanpa batas dan kesadaran diri yang harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. Dalam lagu ini, Bayu ingin menegaskan bahwa pengabdian haruslah bermakna dan tidak kehilangan arah, selalu berlandaskan prinsip yang adil dan bijaksana.
Peluncuran lagu ini terasa semakin istimewa, mengingat momentum yang bertepatan dengan perjalanan panjang pengabdian Bayu Kurnianto yang hampir mencapai tiga dekade. Sejak 13 Mei 1996, Bayu telah mengabdi dalam berbagai tugas dan tanggung jawab yang menuntut pengorbanan tinggi. Tahun 2026 ini, Bayu memperingati hampir 30 tahun perjalanan pengabdiannya untuk bangsa dan negara.
Selama hampir tiga dekade, pengalaman yang telah dilalui Bayu tidak hanya membentuk karakter kepemimpinannya, tetapi juga memperkaya perspektifnya tentang pengabdian yang sesungguhnya. Lagu ini adalah refleksi dari perjalanan hidupnya yang penuh makna, sebuah karya yang berbicara tentang pentingnya menjaga semangat juang dan tak mudah menyerah, bahkan di tengah kondisi yang sulit.
“Pesan utama dalam lagu ini adalah agar kita semua tidak pernah kehilangan semangat dan selalu memiliki energi positif untuk terus berkontribusi, terutama bagi lingkungan dan negara kita,” ujar Bayu lebih lanjut.
Selain itu, Bayu juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan pengabdiannya selama ini. Ia menyadari bahwa setiap langkah yang diambil bukanlah hasil dari usaha pribadi semata, tetapi merupakan kolaborasi, dukungan, dan kepercayaan dari banyak pihak.
Lagu “Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh” mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas literasi dan kebangsaan. Banyak yang menilai bahwa karya ini mampu memberikan inspirasi baru dalam membangun semangat nasionalisme dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh hati.
Dengan semangat menuju 30 tahun pengabdian, Bayu Kurnianto tidak hanya dikenal sebagai seorang prajurit, tetapi juga sebagai seorang kreator yang mampu menyuarakan nilai-nilai kebangsaan melalui seni. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada negeri bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan hingga “tenggelam,” namun tetap berlabuh pada satu tujuan: Indonesia.
-
Hukum3 weeks agoAkademisi Kritik IAW, Sebut Tuduhan ke NHM Tidak Berdasar
-
News3 weeks agoWaduh! Suami Mantan Gadis Majalah Popular Diduga Tipu Ade Ratnasari hingga Ratusan Juta
-
Hukum4 weeks agoDana Jemaat Rp28 Miliar Hilang Bertahun-tahun, Publik Soroti Sistem Pengawasan
-
Infotainment4 weeks agoMomen Seru Grand Launching Batik Trusme di Sarinah Bareng Aldi Taher
-
Infotainment2 weeks agoTampil Percaya Diri, Mikha Anwar Raih Mahkota Puteri Anak Indonesia Banten 2026
-
News7 days agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
News3 weeks agoDugaan Malpraktik di RSIA Bunda Suryatni, Orang Tua Pasien Protes
-
Infotainment4 weeks agoEtenia Croft Siapkan Karya Spesial, Angkat Makna Waktu dan Kebersamaan
