News
Kiai Marsudi Syuhud Dinilai Punya Kapasitas Perkuat Kontribusi untuk Umat dan Bangsa
JAKARTA — Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud dinilai memiliki pengalaman luas dalam bidang keulamaan, organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, hingga diplomasi perdamaian internasional.
Kiprah tersebut membuat Kiai Marsudi dipandang sebagai sosok yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kader Nahdlatul Ulama (NU) Amrullah mengatakan, perjalanan Kiai Marsudi tidak hanya berlangsung di tingkat nasional. Mantan Sekretaris Jenderal PBNU itu juga aktif dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama di tingkat internasional.
“Kiai Marsudi dikenal aktif dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama internasional, termasuk menjadi pembicara di India, Filipina, Italia, Amerika Serikat, Vatikan, dan Singapura, serta sejumlah forum internasional lainnya,” kata Amrullah, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurut dia, pengalaman tersebut turut memperkuat peran Kiai Marsudi dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat toleransi, serta mendorong perdamaian di tengah dinamika global.
Atas berbagai kiprahnya, Kiai Marsudi juga disebut telah menerima sejumlah penghargaan. Di antaranya Global Peace Interfaith Leader Award 2014, Moslem Choice Award 2020, dan Main Cooperation Driving Figure Award 2022.
“Dengan pengalaman di bidang keulamaan, organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, dan diplomasi perdamaian internasional, Kiai Marsudi Syuhud memiliki kapasitas untuk terus memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa,” ujar Amrullah.
Ia menilai, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama, kebangsaan, kemajuan ekonomi, serta keterbukaan terhadap dunia internasional.
Bagi Amrullah, kemajuan tidak seharusnya dimaknai sebagai meninggalkan nilai dan jati diri. Sebaliknya, nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan perlu dihadirkan sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan zaman.
“Dari NU untuk umat. Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.