Infotainment
Akeela Tsabita Queenarousy Tampil di ASEAN Fashion Festival 2026, Bawa Semangat Batik dan Pariwisata Banten
JAKARTA — Akeela Tsabita Queenarousy, remaja berusia 15 tahun, turut ambil bagian dalam ajang ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026 yang digelar pada 18 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Akeela tampil mengenakan busana karya desainer Chatrine Liu.
Bagi Akeela, keikutsertaannya dalam AFF 2026 menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan diri sekaligus memperluas wawasan di dunia fashion. Ia mengaku antusias dapat bertemu dengan banyak orang, mendapatkan pengalaman baru, hingga belajar keluar dari zona nyaman.
“Mengikuti event AFF menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya merasa excited sekaligus bangga karena bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang, belajar dari pengalaman baru, dan keluar dari zona nyaman,” ujar Akeela.
Menurut Akeela, ajang fashion tidak hanya menjadi ruang untuk tampil di atas panggung. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar membangun relasi, membawa diri dengan baik, serta mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk langkahnya di masa depan.
“Bagi saya, event ini bukan hanya tentang tampil atau berkompetisi, tetapi juga tentang bagaimana saya bisa membawa diri dengan baik, membangun relasi, dan mendapatkan pengalaman yang akan terus saya ingat,” tuturnya.
Di luar aktivitas modeling, Akeela juga memiliki sederet prestasi di bidang akademik, olahraga, budaya, dan kegiatan sosial. Ia menyandang gelar Puteri Remaja Banten Pariwisata 2025 dan meraih Runner Up II Puteri Batik Remaja Indonesia 2025. Pada ajang tersebut, Akeela juga mendapat kesempatan mewakili Banten di tingkat nasional.
Prestasinya juga mencakup medali perak Olimpiade KISN untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Juara 1 Basket Tartition 2024, serta Juara 2 Gissense 2024. Ia juga telah menyelesaikan Tasmi’ Juz 30 dan aktif sebagai Ketua Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Di bidang fashion, Akeela aktif sebagai model dan terlibat dalam sejumlah kegiatan, termasuk ITFW serta Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ia juga menaruh perhatian pada budaya dan pariwisata, khususnya melalui kampanye “Dari Banten untuk Nusantara, Batik Mempesona”.
Aktivitas Akeela juga tidak terbatas pada dunia fashion. Ia turut terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan volunteering. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nilai budaya dan pariwisata Banten dalam berbagai kesempatan.
Melalui keikutsertaannya di AFF 2026, Akeela berharap dapat terus belajar dan mengembangkan potensinya di dunia modeling, fashion, budaya, serta pariwisata. Ia juga ingin menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk menambah pengalaman dan memberikan kontribusi positif bagi generasi muda.
Infotainment
Machi Achmad Ungkap Putusan Cerai Raisa Bawazier, Zidan Wajib Bayar Nafkah Rp120 Juta
JAKARTA – Perkara perceraian Raisa Bawazier dengan Muhammad Zidan memasuki babak baru. Pengadilan Agama Jakarta Pusat telah mengeluarkan putusan atas permohonan cerai talak yang diajukan Muhammad Zidan pada Jumat (6/11/2026).
Machi menjelaskan, majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat telah mengabulkan permohonan pemohon sekaligus menetapkan sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi sebelum ikrar talak diucapkan.
Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Raisa Bawazier, Machi Achmad, SH, MH, saat memberikan keterangan kepada awak media dalam wawancara pada Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan putusan yang diterima melalui sistem e-Court, Muhammad Zidan diberikan izin untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Raisa Bawazier di hadapan sidang Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Selain itu, majelis hakim menetapkan kewajiban nafkah idah sebesar Rp20 juta per bulan selama tiga bulan, dengan total Rp60 juta. Zidan juga diwajibkan memberikan nafkah mut’ah sebesar Rp60 juta.
“Dengan total nafkah idah dan mut’ah sebesar Rp120 juta yang harus dibayarkan sebelum pengucapan ikrar talak,” jelas Machi Achmad.
Machi mengatakan, setelah putusan dibacakan, kedua pihak memiliki waktu 14 hari untuk menentukan apakah akan mengajukan upaya hukum banding. Apabila tidak ada banding, putusan tersebut akan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Selanjutnya, pengadilan akan memanggil kedua pihak untuk menjalani sidang pengucapan ikrar talak.
Ia juga menjelaskan bahwa apabila pemohon tidak melaksanakan ikrar talak dalam waktu enam bulan sejak penetapan izin ikrar talak berkekuatan hukum tetap, izin tersebut dapat gugur sebagaimana ketentuan Pasal 131 ayat (4) Kompilasi Hukum Islam.
Machi menegaskan, pihaknya akan menunggu langkah hukum selanjutnya dari Muhammad Zidan. Ia juga mengingatkan bahwa selama ikrar talak belum diucapkan, masih terdapat hak-hak Raisa sebagai istri yang harus dipenuhi.
Menurut Machi, dalam beberapa bulan terakhir kliennya mengaku belum menerima nafkah bulanan dari suaminya. Karena itu, ia berharap kewajiban tersebut tetap menjadi perhatian hingga proses perceraian benar-benar selesai.
Dalam kesempatan yang sama, Machi turut menegaskan bahwa tuduhan nusyuz terhadap Raisa tidak terbukti dalam proses persidangan.
Sementara itu, Raisa Bawazier mengaku lega dengan putusan yang telah dikeluarkan majelis hakim. Ia berharap proses hukum selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah, lega dan senang. Semoga segera selesai,” ujar Raisa dalam wawancara yang sama, Minggu (8/11/2026).
Meski demikian, Raisa mengaku belum ingin terburu-buru membuka lembaran baru. Ia memilih memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk memulihkan keadaan dan menjalani proses yang ada.
“Semua kan ada waktunya, ada prosesnya. Enggak mungkin sekarang tiba-tiba langsung open. Aku membutuhkan waktu dulu, sendiri dulu,” ungkapnya.
Raisa juga mengungkapkan bahwa dukungan keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat menjadi kekuatan baginya dalam menghadapi persoalan rumah tangga tersebut.
Ia menyebut sang ibu, ayah, keluarga, serta teman-temannya selalu memberikan dukungan selama menghadapi proses perceraian.
Terkait persoalan rumah tangganya, Raisa memilih untuk tidak mengumbar cerita lebih jauh kepada publik. Menurutnya, meskipun proses perceraian sedang berjalan, ia tetap ingin menjaga hal-hal pribadi yang pernah terjadi selama pernikahan.
Kini, pihak Raisa masih menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan adanya upaya hukum banding dari pihak Muhammad Zidan.
Infotainment
Lewat Novel ‘The Ribs’, Eufrasia Viera Kupas Makna Perempuan Juga Bisa Jadi Tulang Rusuk
PENULIS : KATASIBOY
JAKARTA — Judul sebuah buku sering kali menyimpan filosofi mendalam. Dalam buku “The Ribs: Chasing Time With You”, penulis sekaligus model Eufrasia Viera mengangkat istilah tulang rusuk dengan sudut pandang yang lebih luas dan setara.
Buku yang didedikasikan sepenuhnya untuk sang suami ini memuat refleksi bahwa konsep “tulang rusuk” bukan sekadar kewajiban pihak laki-laki untuk melindungi perempuan, melainkan bentuk saling menjaga di kala salah satu pasangan berada dalam posisi yang rapuh.
“Sebenarnya, tulang rusuk itu bukan hanya cowok yang jadi tulang rusuk buat cewek, tapi cewek juga bisa jadi tulang rusuk buat cowok,” jelas Eufrasia Viera di sela-sela peluncuran buku di Prosochi Mediterranean kemang jakarta. (Minggu/25/10/2026)
Eufrasia juga bercerita bahwa kebiasaannya menulis sudah dimulai sejak masa kecil. Berkat karakternya yang tidak terlalu ekstrovert, buku dan pensil menjadi teman baiknya untuk menumpahkan segala isi kepala, baik kenangan bahagia maupun masa-masa penuh tantangan.
Melalui 39 chapter yang ada di dalam buku ini, ia berharap pembaca bisa menemukan makna cinta yang jujur, apa adanya, dan berakar dari rasa saling menghargai.
Budaya
Hadiri Gala Premiere Film Mawang, Aldi Taher Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’ Jika Tembus 500 Ribu Penonton
PENULIS: KATASIBOY
JAKARTA — Penggemar sinema horor Tanah Air kembali disuguhkan tontonan berkelas yang mengangkat kearifan lokal. Kali ini, film berjudul “Mawang: Jangan Sebut Namanya” resmi menggelar pemutaran perdana (gala premiere) dengan menghadirkan atmosfer mencekam sekaligus penuh antusiasme dari para penikmat film.
Berbeda dari film horor kebanyakan, Mawang mengeksplorasi mitos serta cerita rakyat yang mengakar kuat di masyarakat Bangka Belitung. Cerita mistis tersebut dikemas secara apik melalui visual sinematik yang siap memacu adrenalin penonton di bioskop.
Malam peluncurannya pun berlangsung riuh. Sederet selebriti, tamu undangan VIP, hingga insan pers tampak memadati area karpet merah untuk menyaksikan aksi Aldi Taher dan jajaran pemeran lainnya.
Di sela-sela kemeriahan acara tersebut, Aldi Taher bahkan melontarkan nazar khasnya di hadapan publik. Ia berjanji bakal segera menggarap sekuel film legendarisnya, “Bisikan Jenazah 2”, jika film Mawang sukses menembus angka 500 ribu penonton di bioskop. (Minggu,25,10,2026).
Melihat tingginya respons, dukungan para tamu, serta sorotan publik sejak malam gala premiere, film Mawangdigadang-gadang bakal menjadi salah satu karya horor lokal yang paling menyedot perhatian penonton di bioskop bulan ini.
-
Ekonomi1 week agoGEPPMI Fasilitasi 800 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja di Hotel Bintang Lima Turki
-
Entertainment4 weeks agoPerluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
-
News4 weeks agoKetua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan
-
Infotainment4 weeks agoPT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
-
News4 weeks agoBrigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri
-
Ekonomi4 weeks ago
Kameel Guzellic lagi-lagi keluarkan varian baru. Kinnara-kinnari, Parfume mewah dibawah 200 Ribu
-
Infotainment3 weeks ago8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional
-
Ekonomi3 weeks agoMenjawab Kelangkaan Ahli Data Center, Maxon Engineering Bangun Pusat Pelatihan Teknis Pertama di indonesia
