Connect with us

Olahraga

Punya Mimpi Jadi Petinju? Eastside Boxing Camp Bisa Jadi Tempat Mengasah Bakat

Published

on

JAKARTA — Bagi sebagian orang, tinju bukan sekadar olahraga. Di balik setiap pukulan dan latihan, ada proses membangun disiplin, mental, serta keberanian untuk terus berkembang.

Hal itu pula yang menjadi bagian dari perjalanan Chris Adi Putra atau yang akrab disapa Coach Kobus. Pria berusia 32 tahun tersebut telah mengenal dunia boxing sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ketertarikannya terhadap tinju bermula dari kebiasaannya menyaksikan pertandingan bersama sang ayah. Namun, Coach Kobus mengaku baru sekitar tiga tahun terakhir benar-benar menekuni dunia boxing secara serius, baik sebagai atlet, asisten pelatih maupun pelatih.

Perjalanannya membangun tempat latihan tinju juga tidak langsung dimulai sebagai sebuah bisnis. Coach Kobus lebih dulu membentuk komunitas setelah memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di salah satu camp boxing di Jakarta Timur.

“Awalnya justru dari komunitas. Saya melihat banyak teman-teman yang masih ingin menekuni tinju. Mereka juga mendukung saya untuk membuat komunitas. Dari situ saya tekuni, saya bekerja dengan tulus, istri dan teman-teman juga ikut membantu,” ujar Coach Kobus saat ditemui di camp boxing, Selasa (29/9/2026).

Komunitas tersebut kemudian berkembang. Dari yang awalnya hanya diikuti sejumlah orang, jumlah anggota terus bertambah hingga akhirnya mendorong Coach Kobus membangun Eastside Boxing Camp (ESBC).

Bina Atlet Muda

Sejak masih berbentuk komunitas hingga berkembang menjadi camp, sekitar 100 orang disebut pernah bergabung dan berlatih bersama ESBC.

Para anggotanya berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat hingga Bekasi.

Coach Kobus mengatakan, Eastside Boxing Camp terbuka bagi masyarakat yang ingin menjadikan boxing sebagai hobi maupun mereka yang memiliki target menjadi atlet.

Khusus anak muda, terutama usia sekitar 10 hingga 25 tahun, tersedia pembinaan bagi mereka yang ingin menekuni dunia tinju secara lebih serius.

“Rata-rata anak muda yang datang ingin merasakan jadi petinju. Ada juga yang sekadar hobi atau ingin belajar bertarung untuk menjaga diri. Tapi banyak yang memang datang karena ingin menjadi petarung,” tuturnya.

Menurut Coach Kobus, menjadi petinju tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik. Kemauan untuk belajar dan berkembang juga menjadi hal penting.

“Yang pertama sehat secara jasmani dan rohani. Kemudian punya keinginan untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Karena di boxing ini saya melihat banyak orang yang ingin berkembang, baik secara skill maupun mental,” ujarnya.

Raih Prestasi di Asena Combat Championships 2025

Pembinaan yang dilakukan Eastside Boxing Camp juga mulai menunjukkan hasil. Dua atlet dari Eastside Boxing berhasil meraih dua piala sebagai Petinju Terbaik dalam ajang Asena Combat Championships 2025.

Tak hanya atletnya yang mencatatkan prestasi, Eastside Boxing Camp juga berhasil membawa pulang satu piala sebagai Camp Terbaik pada ajang yang sama.

Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membuat Coach Kobus semakin termotivasi untuk mengembangkan pembinaan atlet di Eastside Boxing Camp.

Baginya, penghargaan tersebut bukan hanya soal piala, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras para atlet mulai membuahkan hasil.

Bukan Sekadar Latihan Fisik

Coach Kobus juga melihat boxing sebagai olahraga yang dapat membantu anak muda membangun karakter. Latihan yang dijalani secara rutin dinilai dapat membentuk kedisiplinan, motivasi dan rasa percaya diri.

“Melalui boxing, mereka bisa punya arah hidup, motivasi tambahan, dan merasa punya sesuatu yang ingin dicapai,” katanya.

Meski demikian, ia tetap memperhatikan kondisi kesehatan calon anggota. Bagi mereka yang memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu atau cedera, Coach Kobus menyarankan agar kondisi tersebut diperhatikan sebelum mengikuti latihan dengan intensitas tinggi.

Untuk latihan reguler, Eastside Boxing Camp menawarkan keanggotaan sekitar Rp550 ribu per bulan untuk 20 hari latihan. Sementara bagi calon atlet, tersedia program sekitar Rp350 ribu per bulan dengan komitmen pembinaan selama enam bulan.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan sebagai petinju sekaligus memiliki tanggung jawab mengikuti latihan dan pertandingan sesuai program yang telah disepakati.

Eastside Boxing Camp berlokasi di Komplek Taman Pulau Indah Blok R1 Nomor 2, Kecamatan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui program latihan lebih lanjut, informasi dapat diperoleh melalui kontak yang tersedia di camp. Eastside Boxing juga aktif melalui media sosial Instagram dan TikTok dengan nama Eastside Boxing JKT.

https://www.instagram.com/eastsideboxingjkt?stkn=MTMxYnl1cjlrODFqeQ==

Bagi Coach Kobus, Eastside Boxing Camp bukan sekadar tempat berlatih tinju. Ia ingin camp tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, membangun disiplin, mengembangkan mental, sekaligus membuka peluang meraih prestasi melalui olahraga.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026

Published

on

JAKARTA — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026), menjelang rangkaian pertandingan ASEAN Cup 2026. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan area stadion aman dan siap digunakan untuk pertandingan Bangladesh melawan Malaysia serta Indonesia menghadapi Singapura.

Sterilisasi dilakukan Unit Jibom, KBR, dan Wanteror dengan menyisir sejumlah titik, mulai dari lingkar lapangan, bangku pemain cadangan, tribun VVIP dan penonton, ruang VVIP, medical area, area ballboy, Match Commissioner Office, ruang logistik, ruang ganti pemain, hingga toilet. Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan bom maupun benda berbahaya lainnya.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, sterilisasi merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan seluruh pihak yang berada di dalam stadion.

“Kami memastikan setiap area yang digunakan dalam pertandingan telah diperiksa secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan agar kegiatan olahraga dapat berlangsung aman, tertib, dan masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman,” ujarnya.

Sterilisasi dimulai sekitar pukul 10.10 WIB dan selesai pukul 11.45 WIB. Setelah pemeriksaan selesai, berita acara sterilisasi diserahkan kepada pihak panitia keamanan sebagai bagian dari koordinasi pengamanan pertandingan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau penonton mengikuti pemeriksaan dan arahan petugas, menjaga ketertiban, serta tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan.

“Kami mengimbau seluruh penonton mengikuti ketentuan pengamanan dan arahan petugas. Apabila menemukan benda atau aktivitas yang mencurigakan, jangan menyentuh atau mengambil tindakan sendiri, segera laporkan kepada petugas terdekat. Mari bersama-sama menjaga pertandingan tetap aman, tertib, dan nyaman,” jelasnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian juga dapat menghubungi Call Center Polri 110.

Continue Reading

News

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi JIS Jelang Persija Vs Brisbane Roar

Published

on

JAKARTA — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026), menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Brisbane Roar. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif sebelum sejumlah area stadion digunakan untuk laga tersebut.

Personel Unit Jibom dan KBR terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia keamanan sebelum menyisir lokasi. Sejumlah area yang menjadi sasaran pemeriksaan antara lain ruang ganti pemain, ruang pelatih, ruang konferensi pers, area lingkar lapangan, kursi pemain, tribun, ruang VIP, hingga toilet.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menyampaikan bahwa penyisiran dilakukan guna memastikan seluruh area benar-benar kondusif sebelum kegiatan dimulai.

“Pemeriksaan kami lakukan secara teliti pada area-area strategis. Ini merupakan langkah preventif untuk memastikan lokasi steril sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman dan lancar,” kata Henik.

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan benda mencurigakan maupun yang mengarah pada bahan peledak. Setelah penyisiran selesai, personel menyerahkan berita acara sterilisasi kepada panitia keamanan dan tetap bersiaga di lokasi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan, kesadaran dan kerja sama para penonton turut menjadi kunci utama kelancaran acara.

“Kami mengajak seluruh penonton mengikuti arahan petugas dan tidak membawa barang-barang yang dilarang ke dalam stadion. Mari bersama-sama menjaga ketertiban agar pertandingan dapat berlangsung lancar dan nyaman untuk dinikmati,” kata Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat di kawasan stadion untuk segera melapor kepada petugas atau menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila menemukan hal maupun aktivitas yang mencurigakan.

Continue Reading

Olahraga

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Kalahkan Argentina Lewat Gol Ferran Torres

Published

on

JAKARTA – Timnas Spanyol berhasil menorehkan sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak tambahan waktu (extra time). Pertandingan final berlangsung di MetLife Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi penentu kemenangan La Roja sekaligus mengantarkan Spanyol meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Spanyol berhasil menjadi juara dunia pada edisi 2010.

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola, sedangkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk membongkar pertahanan lawan.

Kedua tim sempat menciptakan sejumlah peluang, namun tidak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin sengit. Spanyol sempat mencetak gol, tetapi wasit menganulirnya setelah menilai terjadi pelanggaran dalam proses serangan. Keputusan tersebut sempat memicu protes dari para pemain La Roja.

Meski demikian, tidak ada gol tambahan hingga 90 menit waktu normal berakhir. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106. Ferran Torres berhasil memanfaatkan peluang dengan penyelesaian klinis yang tak mampu dibendung kiper Argentina. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan final yang berlangsung ketat.

Argentina berusaha keras mencari gol penyeimbang di sisa pertandingan. Namun, pertahanan disiplin Spanyol mampu meredam setiap upaya La Albiceleste hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol tampil dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola lebih dari 65 persen serta menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan Argentina. Sementara itu, Argentina terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan membangun serangan secara konsisten.

Gelar juara Piala Dunia 2026 menjadi mahkota kedua bagi Spanyol sekaligus menegaskan kebangkitan generasi baru La Roja sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Di sisi lain, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

(Red)

Continue Reading

TERKINI

Olahraga4 hours ago

Punya Mimpi Jadi Petinju? Eastside Boxing Camp Bisa Jadi Tempat Mengasah Bakat

JAKARTA — Bagi sebagian orang, tinju bukan sekadar olahraga. Di balik setiap pukulan dan latihan, ada proses membangun disiplin, mental,...

News7 hours ago

Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan

BANDUNG — Perjalanan pengabdian seorang prajurit tidak selalu berhenti pada pangkat dan jabatan. Hal itu tergambar dari perjalanan Mayjen TNI...

News2 days ago

GEPPMI Hadir Jadi Wadah Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA — Kepedulian terhadap penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendorong lahirnya Gerakan Pengusaha & Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI)....

Hukum2 days ago

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Dugaan Pungli Pengurusan PBG

JAKARTA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terkait...

Infotainment2 days ago

Selamat! Jessica Jane Hamil Anak Pertama dengan Erwin Phang, Usia Kehamilan Sudah 17 Minggu

JAKARTA — Kabar bahagia datang dari pasangan Jessica Jane dan Erwin Phang. YouTuber sekaligus konten kreator tersebut mengumumkan tengah menantikan...

News3 days ago

Office Grand Prix Electronic 2026 Hadirkan Balapan Kursi Kantor Berbasis Digital, Siapkan Kursi ITOKI Senilai Belasan Juta

JAKARTA — Ajang balap kursi kantor kembali hadir melalui Office Grand Prix Electronic 2026 by FIRM (OGP-E 2026 by FIRM)....

Olahraga4 days ago

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026

JAKARTA — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026),...

Ekonomi4 days ago

Wamenaker Dorong Teknisi Ponsel Tingkatkan Kompetensi di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi

Jakarta – Perkembangan teknologi telepon seluler yang semakin pesat turut mengubah kebutuhan terhadap profesi teknisi ponsel. Keterampilan teknis yang dimiliki...

Ekonomi4 days ago

Kisah Inspiratif Ali Founder BIP: Dedikasikan Dua Penghargaan Asia untuk Almarhum Kedua Orang Tua

PENULIS : KATASIBOY JAKARTA — Yayasan sosial asal Pamekasan, Madura, Bani Insan Peduli (BIP), sukses mengukir prestasi gemilang di kancah...

Entertainment5 days ago

Agata Selia Keylani, dari Hobi Fashion hingga Menekuni Modeling dan Seni Peran

JAKARTA — Agata Selia Keylani, atau Agata, mulai menekuni dunia modeling sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, di...

Trending