Connect with us

Infotainment

Produser Diana Limbong Angkat Kisah Remaja Lewat Film “Yang Disebut Nakal”

Published

on

JAKARTA – DLK Pictures dan Inhype Pictures tengah mempersiapkan film drama komedi berjudul Yang Disebut Nakal yang mengangkat kehidupan remaja serta hubungan antara anak dan orang tua.

Film yang diproduseri Diana Limbong ini ingin menghadirkan sudut pandang berbeda mengenai label “nakal” yang kerap diberikan kepada anak-anak dan remaja. Ceritanya berangkat dari keresahan terhadap kebiasaan orang tua menilai perilaku anak tanpa terlebih dahulu memahami alasan dan perasaan mereka.

Diana mengatakan, gagasan film tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kehidupan remaja masa kini. Menurutnya, anak-anak tidak selalu bermaksud melakukan hal yang dianggap buruk, tetapi terkadang hanya membutuhkan kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan.

“Sebetulnya anak-anak remaja zaman sekarang ingin mengatakan bahwa mereka bukan nakal, tetapi meminta kesempatan untuk didengar oleh orang tua,” ujar Diana.

Ia mencontohkan, kebiasaan bermain gadget atau pulang malam kerap membuat remaja mendapat cap nakal. Padahal, menurut Diana, orang tua perlu memahami alasan di balik tindakan anak sebelum memberikan penilaian.

Melalui film ini, Diana berharap para orang tua dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Ia ingin pesan tentang pentingnya mendengarkan dan memahami sudut pandang remaja dapat tersampaikan tanpa menghilangkan unsur hiburan.

“Kadang-kadang kita sebagai orang tua memiliki ego yang tinggi karena merasa sebagai orang tua, sehingga tidak mau mendengarkan anak. Padahal, anak juga perlu diberi kesempatan untuk mengungkapkan alasan mereka,” tuturnya.

Diana menjelaskan, cerita Yang Disebut Nakal terinspirasi dari kehidupan remaja sehari-hari. Proses pengembangan cerita dilakukan bersama Deni melalui riset terhadap anak-anak muda yang merasa tidak nyaman dengan label nakal yang diberikan kepada mereka.

Dibintangi Sejumlah Aktor

Untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penonton yang lebih luas, Diana memilih mengemas Yang Disebut Nakal sebagai film drama komedi dengan jajaran pemain dari berbagai generasi.

Sejumlah nama yang terlibat di antaranya Boris Bokir, Donny Damara, Aming, El Putra, Julio, Fatih Unru, Sita Nursanti, serta Yuka Marqita. Pemilihan pemain dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian karakter mereka dengan tokoh dalam cerita.

Film ini direncanakan menjalani proses syuting secara penuh di Purwakarta, Jawa Barat.

Diana menyebut film tersebut ingin menghadirkan warna berbeda di tengah beragam genre perfilman. Ia berharap kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari tersebut dapat menarik minat penonton sekaligus meninggalkan pesan yang relevan bagi keluarga.

Debut Film Putri Diana Limbong

Film Yang Disebut Nakal juga menjadi pengalaman pertama bagi putri Diana Limbong di dunia perfilman.

Sang putri mengaku sebelumnya tidak memiliki keinginan untuk terjun ke industri hiburan. Namun, ia akhirnya tertarik mencoba pengalaman baru melalui film yang diproduseri ibunya tersebut.

Ia menegaskan keputusannya untuk terlibat bukan karena paksaan dari sang ibu, melainkan keinginan pribadi untuk membuka babak baru dalam kehidupannya.

Dalam film ini, ia memerankan karakter Erna, kakak sepupu Asep yang digambarkan vokal, realistis, dan tegas. Meski terlihat galak, karakter Erna memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya.

Untuk mempersiapkan perannya, ia mengaku telah mengikuti coaching akting. Meski belum pernah mengikuti casting film maupun teater sebelumnya, ia merasa terbantu oleh dukungan para pemain yang telah lebih dahulu berpengalaman di dunia akting.

Ia juga menyebut Dian Sastrowardoyo sebagai sosok yang dikaguminya, baik karena penampilan maupun kemampuan aktingnya.

Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas

Meski mulai menjajal dunia perfilman, putri Diana menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap dapat membagi waktu antara kegiatan syuting dan perkuliahan.

Diana mendukung langkah putrinya untuk mencoba pengalaman baru, selama tetap mampu menjaga diri dan menjalankan tanggung jawab pendidikannya.

Menurut Diana, keterlibatan sang putri dalam film ini juga menjadi kesempatan untuk membangun pemahaman antara ibu dan anak. Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu putrinya mengenal dunia hiburan secara lebih dekat sekaligus belajar menghadapi tantangan di dalamnya.

Sementara itu, terkait anggapan bahwa dirinya mendapat kesempatan berkarier karena bantuan sang ibu, putri Diana mengaku memahami bahwa tidak semua orang akan menyukainya. Namun, ia berharap dapat membuktikan kemampuannya melalui usaha dan proses yang dijalani.

Melalui Yang Disebut Nakal, Diana Limbong ingin mengajak penonton melihat kehidupan remaja dari sudut pandang yang lebih luas. Baginya, memahami anak tidak cukup hanya dengan memberikan penilaian, tetapi juga dengan menyediakan ruang dialog agar orang tua dan anak dapat saling mendengarkan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Infotainment

Lion Varend Rilis Single “Mulai Ingin Memilih”, Ceritakan Perjalanan Anak Menuju Kedewasaan

Published

on

Wartahot, Jakarta – Penyanyi Lion Varend merilis single terbaru berjudul “Mulai Ingin Memilih”. Lagu ini mengangkat kisah tentang anak yang mulai beranjak remaja, belajar menentukan pilihan hidup, dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri tanpa kehilangan kedekatan dengan orang tua.

Lewat lagu tersebut, Lion menggambarkan fase ketika seorang anak mulai memiliki keinginan dan pandangan sendiri. Pada tahap ini, perbedaan pendapat dengan orang tua bisa saja terjadi. Namun, hal itu bukan berarti rasa sayang dan kebutuhan akan dukungan keluarga ikut berkurang.

Lion mengaku, tema yang diangkat dalam lagu “Mulai Ingin Memilih” cukup dekat dengan pengalaman pribadinya saat ini. Seiring bertambahnya usia, ia mulai memahami keinginannya sendiri, sekaligus menyadari pentingnya arahan dari orang tua.

“Buat aku, lagu ini cukup relate sama apa yang aku rasain sekarang. Karena makin besar, aku mulai punya keinginan dan pilihan sendiri. Tapi aku juga sadar kalau aku masih butuh arahan dan dukungan orang tua,” ujar Lion Varend.

Salah satu bagian lirik yang menjadi inti cerita lagu ini berbunyi, “Kini tanganku mulai ingin memilih, mana yang kugenggam, mana kulepas sendiri.”

Penggalan tersebut menggambarkan keinginan seorang anak untuk mulai mengambil keputusan sendiri. Namun, proses menuju kedewasaan bukan berarti harus berjalan tanpa bimbingan. Ada nilai-nilai dan pengalaman dari orang tua yang tetap menjadi bekal dalam menentukan langkah.

Pesan itu semakin terasa melalui bagian outro lagu yang berbunyi, “Walau nanti kupilih arahku sendiri, tangan kalian tetap kugenggam di hati.”

Melalui lirik tersebut, Lion ingin menyampaikan bahwa kemandirian dan kasih sayang kepada orang tua dapat berjalan beriringan. Seorang anak bisa memiliki pilihan sendiri tanpa harus melupakan peran keluarga dalam perjalanan hidupnya.

“Aku pengen menyampaikan kalau semakin dewasa, kita pasti mulai punya pilihan sendiri. Tapi bukan berarti harus menjauh dari orang tua. Kita tetap bisa belajar mandiri sambil menghargai dan menyayangi mereka,” tuturnya.

Lion Varend Terlibat dalam Proses Kreatif Lagu

Tak hanya menjadi penyanyi, Lion Varend juga terlibat dalam berbagai tahapan produksi “Mulai Ingin Memilih”. Ia ikut menulis lirik, menggarap produksi musik, menyusun aransemen, hingga memainkan gitar.

Dalam penggarapan lagu ini, Lion bekerja sama dengan Olivia Illona dan Zack The Jackman. Proses kreatif mereka diisi dengan diskusi serta eksplorasi sejumlah bagian musik untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

“Prosesnya seru banget karena aku juga ikut terlibat dalam penulisan lagu, produksi musik, aransemen, dan mengisi gitar. Aku dibantu Kak Olive dan Kak Zack selama prosesnya. Banyak diskusi dan mencoba beberapa bagian sampai akhirnya jadi lagu yang sekarang,” ungkap Lion.

Secara kredit, lagu ini dibawakan oleh Lion Varend, dengan penulisan lagu oleh Lion Varend dan Olivia Illona. Produksi musik dan aransemen dikerjakan Lion Varend bersama Zack The Jackman. Sementara itu, Olivia Illona turut mengisi vokal latar dan Lion memainkan gitar.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Lion dalam mengembangkan kemampuannya di dunia musik, tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai musisi yang ikut membentuk karakter karyanya.

Mengajak Anak dan Orang Tua Saling Memahami

Lewat “Mulai Ingin Memilih”, Lion berharap lagunya dapat mewakili perasaan anak-anak yang sedang belajar memahami diri sendiri dan mulai menentukan arah hidupnya.

Lagu ini juga membawa pesan bagi orang tua bahwa memberikan ruang kepada anak untuk memilih merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Di sisi lain, anak tetap perlu belajar bertanggung jawab atas keputusannya serta menghargai pengalaman dan nasihat orang tua.

Pada akhirnya, setiap anak akan memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Pilihan yang diambil mungkin tidak selalu sama dengan harapan orang tua, tetapi perbedaan tersebut tidak harus menghilangkan ikatan kasih sayang di antara mereka.

Melalui single ini, Lion Varend mengingatkan bahwa bertambah dewasa bukan berarti melupakan orang-orang yang selama ini memberikan bimbingan. Sebab, meski kelak seorang anak melangkah dengan pilihannya sendiri, kasih sayang, doa, dan nilai-nilai dari orang tua akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Continue Reading

Infotainment

8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional

Published

on

TANGERANG SELATAN – Delapan finalis Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 siap bersaing di ajang nasional yang akan digelar di Jakarta pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari latihan catwalk, public speaking, hingga pendalaman advokasi sosial.

Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama awak media di Tangerang Selatan, Minggu (18/10/2026). Para finalis mengungkapkan persiapan dan harapan mereka menjelang karantina hingga malam grand final.

Regional Director Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten, Deiby Shinta Anggia atau Miss Deiby, mengatakan pembinaan terhadap para finalis telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan.

Materi pembinaan meliputi catwalk, modeling, public speaking, etika, grooming, hingga table manner. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga pengembangan karakter dan kepercayaan diri.

“Target kami bukan hanya panggung Banten, lalu berhenti di situ. Kami ingin putri-putri yang terpilih terus meningkatkan kualitas diri, bukan hanya dari segi penampilan, tetapi juga dari sisi karakter, etika, cara berbicara, dan public speaking,” ujar Deiby.

Dalam ajang nasional tersebut, perwakilan Banten akan mengikuti empat kategori, yakni Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia, Puteri Batik Cilik Indonesia, dan Puteri Batik Remaja Indonesia.

Deiby berharap para finalis dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Banten.

“Kita harus berani bermimpi setinggi-tingginya. Target tentu ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami berharap bisa membawa pulang empat mahkota,” katanya.

Finalis Matangkan Persiapan

Salah satu finalis, Mikhayla Dittara Assyifa Anwar, pemegang gelar Puteri Anak Indonesia Banten 2026, mengaku terus mematangkan persiapannya. Gadis yang akrab disapa Mika itu berfokus pada latihan public speaking dan catwalk, sekaligus menjalankan advokasi yang menjadi bagian dari perjalanannya di dunia pageant.

“Untuk persiapan dari aku sendiri, aku sudah mempersiapkan public speaking dan catwalk dengan matang, serta menjalankan advokasi yang aku jalankan,” ujar Mika.

Sementara itu, Karissa Tesalonika Harianja, Puteri Remaja Indonesia Banten 2026, ingin memanfaatkan ajang tersebut untuk mengembangkan diri sekaligus memperluas dampak positif melalui advokasi.

Menurut Karissa, kemampuan di atas panggung perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Selain self-improvement, saya melihat platform Puteri Remaja Indonesia sebagai wadah yang sangat baik untuk mengembangkan advokasi. Untuk menjadi berdampak, semuanya bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengembangkan diri dan berbagi cerita dengan orang lain,” ungkapnya.

Finalis lainnya, Shaelynn Chang, Puteri Remaja Indonesia Banten Pariwisata 2026, juga terus meningkatkan kemampuan public speaking, catwalk, dan cara membawa diri.

Berbekal pengalaman di bidang modeling, Shaelynn berharap dapat tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik untuk Banten. Ia juga menantikan kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai provinsi untuk berbagi pengalaman dan memperluas pertemanan.

Adapun Hiranindya Heryunanisita Ichwan, pemegang gelar Puteri Anak Indonesia Banten Budaya & Favorite 2026, mempersiapkan diri melalui latihan catwalk, public speaking, dan pendalaman advokasi.

Finalis yang akrab disapa Hira itu berharap seluruh persiapan yang telah dijalani dapat mendukung penampilannya di tingkat nasional.

“Untuk persiapannya, kami telah mempersiapkan catwalk, public speaking, advokasi, dan lain-lain. Harapan saya, semoga persiapan yang telah kami latih selama ini bisa berjalan lancar di panggung nasional nanti,” kata Hira.

Bawa Advokasi Pendidikan dan Lingkungan

Aline Estianty Hadi, Puteri Anak Indonesia Banten Lingkungan 2026, berfokus pada penguatan kemampuan public speaking, catwalk, serta pendalaman advokasi lingkungan.

Menurut Alin, penguasaan materi advokasi penting agar pesan yang dibawanya dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Untuk persiapannya, kami sudah mempersiapkan public speaking, catwalk, serta memperdalam advokasi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Nadine Callysta Tambunan, Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2026, mengaku telah mempersiapkan kemampuan public speaking dan catwalk untuk menghadapi kompetisi nasional.

“Kami akan mewakili Banten dan sudah mempersiapkan public speaking serta catwalk secara matang,” tuturnya.

Bagi Nadine, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai daerah.

Mirelin, Puteri Batik Remaja Indonesia Pendidikan 2026, menyebut persiapannya telah mencapai sekitar 90 persen. Ia masih berupaya menyempurnakan sejumlah hal sebelum mengikuti karantina dan grand final.

Adapun Radenroro Alisha, Puteri Remaja Indonesia Banten Budaya 2026, terus mematangkan persiapan sekaligus memperluas pengetahuan mengenai budaya dan keberagaman Indonesia.

Keduanya berharap dapat memberikan penampilan terbaik serta memperoleh pengalaman baru melalui interaksi dengan finalis dari berbagai provinsi.

Siapkan Program Edukasi dan Charity

Tak hanya mengejar prestasi, para finalis Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten juga menyiapkan program sosial berupa edukasi dan charity bagi anak-anak dari keluarga pemulung di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.

Miss Deiby mengatakan program tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan kesempatan dalam memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

“Kami ingin menjadikan platform ini sebagai sarana bagi putri-putri Banten untuk menginspirasi dan memotivasi anak-anak pemulung di luar sana yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan yang sama, khususnya di bidang pendidikan,” jelas Deiby.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi bentuk kontribusi nyata para finalis bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seorang putri tidak hanya diukur dari mahkota yang diraih, tetapi juga dari kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Selain menjalankan program sosial, para finalis telah melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten serta Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan potensi daerah yang akan diperkenalkan di tingkat nasional.

Dukungan keluarga, terutama orang tua, juga menjadi salah satu penyemangat bagi para finalis selama menjalani pembinaan.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, delapan perwakilan Banten tersebut berharap dapat memberikan hasil terbaik di ajang nasional. Mereka membawa misi tidak hanya untuk meraih gelar, tetapi juga mengembangkan potensi diri, memperkenalkan budaya daerah, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Continue Reading

Infotainment

PT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun

Published

on

JAKARTA – Komisaris Utama PT Palma Global Indonesia, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan keterangan resmi terkait kerja sama di sektor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang melibatkan Kadin Qatar dengan nilai mencapai Rp15 triliun.

Tubagus Bahrudin dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (12/10/2026) menyebut bahwa perihal kerja sama bisnis antara PT Palma Global Indonesia dan pihak Kadin Qatar di sektor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Tubagus Bahrudin menegaskan bahwa kerja sama tersebut, berkaitan dengan pengembangan bisnis dan perdagangan CPO dengan nilai mencapai Rp15 triliun.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan pasar, memperluas jaringan perdagangan internasional, serta meningkatkan potensi investasi di sektor industri kelapa sawit Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tubagus Bahrudin menerangkan bahwa Ketua Kadin Qatar, H.E. Sheikh Khalifa bin Jassim bin Mohammed Al Thani, pada hari yang sama telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) serta dokumen kontrak kerja sama dengan PT Palma Global Indonesia dan pihak Kadin Qatar.

Kerja sama tersebut telah dituangkan dalam dokumen yang sah dan dapat direalisasikan sesuai kesepakatan, kemitraan ini berpotensi menjadi salah satu langkah pengembangan hubungan bisnis Indonesia dan Qatar di sektor komoditas minyak sawit.

(Red)

Continue Reading

TERKINI

Infotainment6 hours ago

Produser Diana Limbong Angkat Kisah Remaja Lewat Film “Yang Disebut Nakal”

JAKARTA – DLK Pictures dan Inhype Pictures tengah mempersiapkan film drama komedi berjudul Yang Disebut Nakal yang mengangkat kehidupan remaja...

Infotainment11 hours ago

Lion Varend Rilis Single “Mulai Ingin Memilih”, Ceritakan Perjalanan Anak Menuju Kedewasaan

Wartahot, Jakarta – Penyanyi Lion Varend merilis single terbaru berjudul “Mulai Ingin Memilih”. Lagu ini mengangkat kisah tentang anak yang...

News1 day ago

Demo di Jakarta Berjalan Damai, Polda Metro Jaya Apresiasi Masyarakat

JAKARTA — Rangkaian aksi penyampaian aspirasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Silang Monas, dan sejumlah titik lainnya di Jakarta, Selasa...

Infotainment2 days ago

8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional

TANGERANG SELATAN – Delapan finalis Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 siap bersaing di ajang nasional yang akan digelar...

News3 days ago

Demo Ricuh di Perancis, Menara Jam Berusia 143 Tahun Ambruk Dibakar Massa

PARIS – Kerusuhan yang melanda sejumlah kota di Perancis pada Sabtu (17/10/2026) menyebabkan menara jam bersejarah di Balai Kota Limoges...

Ekonomi4 days ago

Menjawab Kelangkaan Ahli Data Center, Maxon Engineering Bangun Pusat Pelatihan Teknis Pertama di indonesia

PENULIS : KATASIBOY CIKARANG — Pesatnya pertumbuhan industri pusat data (data center) di Indonesia rupanya belum diimbangi dengan pemerataan keterampilan tenaga...

News5 days ago

Waduh! KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules, Telusuri Dugaan Aliran Dana Summarecon

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp800 juta dari Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB)...

Entertainment7 days ago

Perluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN

JAKARTA – Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Brawijaya Mataram Nusantara, Rd Sandy M.I. Tumiwa, S.H., resmi menjadi...

News1 week ago

Brigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri

JAKARTA – Brigjen Pol Dr. Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si. resmi menjabat Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri...

News1 week ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. bersilaturahmi dengan ulama Habib Umar bin Hafidz...

Trending