Sosial
Elizabeth Tunggadewi Bagikan Pengalaman Lingkungan di Hari Air Sedunia 2026
Jakarta – Winner Indonesia’s Girl Junior 2024, Elizabeth Tunggadewi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menghadiri undangan dari Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia.
Acara yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026 di Kantor Pusat GCB ini berlangsung hangat dengan rangkaian kegiatan mulai dari halal bihalal hingga sharing session. Dalam sesi berbagi tersebut, Dewi menceritakan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan, khususnya di kawasan Sungai Ciliwung.
Dewi mengaku sangat senang dan bangga bisa menjadi influencer Ciliwung. Perannya ini membuat semakin banyak pihak tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang kondisi dan cerita di balik Sungai Ciliwung. Ia juga menyebut banyak masyarakat yang kini menantikan informasi dan edukasi seputar lingkungan yang ia bagikan.
Tak hanya berbagi cerita, Dewi juga berharap ke depannya bisa terus aktif berkontribusi dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh GCB. Baginya, menjaga lingkungan, terutama sungai, adalah tanggung jawab bersama yang perlu dimulai sejak usia muda.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga turut melakukan aksi nyata dengan ikut serta dalam kegiatan pungut sampah di bantaran Sungai Ciliwung. Aksi ini menjadi bentuk komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan secara langsung.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai stakeholder, di antaranya Indofood, perwakilan dari universitas LAN, serta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kehadiran Dewi sebagai satu-satunya influencer dalam acara tersebut menjadi sorotan tersendiri.
Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Jidon, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan.
“Keren anak muda yang mau peduli dengan lingkungan. Semoga Dewi konsisten dan bisa menyebarluaskan berita tentang lingkungan, khususnya Ciliwung,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus GCB, Tito Susanto, juga mengungkapkan rasa bangganya.
“Merasa senang ada anak muda yang peduli dengan lingkungan,” katanya.
Melalui kehadirannya di acara ini, Elizabeth Tunggadewi membuktikan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia pun berharap semangat peduli lingkungan ini bisa terus menyebar dan menginspirasi lebih banyak orang, khususnya anak muda Indonesia.
Sosial
Kepedulian Nyata untuk Pasien Cuci Darah, Yayasan Jaga Ginjal Indonesia dan Yayasan Berbagi Cahaya Imlek Bagikan Telur Rebus di RSPAD
Jakarta, 13 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh kepedulian terasa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Rabu (13/5), saat Yayasan Jaga Ginjal Indonesia bersama Yayasan Berbagi Cahaya Imlek menggelar kegiatan pembagian telur rebus bagi pasien hemodialisis atau cuci darah.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pasien gagal ginjal kronis yang harus rutin menjalani terapi dialisis demi mempertahankan kualitas hidup mereka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar didampingi Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD-KGH., M.Kes., M.M., DCN., selaku Kepala Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto yang menyambut baik kolaborasi kemanusiaan tersebut.
Menurut penyelenggara, pemberian telur rebus dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan pasien gagal ginjal kronis, khususnya mereka yang mengalami kekurangan kadar albumin.
Kandungan protein tinggi pada telur dinilai penting dalam membantu meningkatkan adekuasi terapi dialisis agar hasil pengobatan lebih optimal.
Dalam keterangannya, Irene Umar mengaku terharu melihat kedekatan tenaga medis dengan para pasien di RSPAD.
“Ketika melihat pasien bertemu dokter, wajah mereka langsung berbinar. Ini menunjukkan pelayanan di sini dilakukan dengan hati. Para pasien sampai menganggap RSPAD sebagai rumah kedua mereka,” ujar Irene.
Ia juga memuji suasana kekeluargaan yang tercipta di lingkungan rumah sakit, mulai dari dokter, perawat hingga pasien yang saling memberikan dukungan moral selama proses pengobatan berlangsung.
“Dari para perawat sampai tenaga medisnya semua melayani dengan senyum dan penuh cinta. Ini menciptakan energi positif yang luar biasa bagi pasien,” tambahnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Berbagi Cahaya Imlek sekaligus Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan melalui keterangan pers yang disampaikan Yayasan Jaga Ginjal Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pasien gagal ginjal di Indonesia.
“Ke depannya, kami akan semakin memperkuat dukungan bagi pasien gagal ginjal, terutama pasien ibu dan anak agar mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada dukungan kesehatan, Irene Umar juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi pasien gagal ginjal agar tetap produktif dan mandiri.
“Tujuannya agar mereka tidak terpuruk secara ekonomi, tetap bisa menghasilkan pendapatan sendiri, dan menjalani hidup lebih mandiri meski dalam kondisi sakit,” katanya.
Pembina Yayasan Jaga Ginjal Indonesia, Bapak Anityo, menjelaskan bahwa program pembagian telur rebus telah menjadi kegiatan rutin yayasan sejak awal berdiri dan dilakukan setiap minggu.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya membantu meningkatkan kadar albumin pasien, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan emosional antarpasien.
“Di sini para pasien bisa saling bertemu, berbagi semangat, dan saling menguatkan agar tetap kuat menjalani pengobatan,” tuturnya.
Kegiatan di RSPAD Gatot Soebroto ini juga menjadi langkah awal yang akan terus diperluas ke berbagai rumah sakit lain di Indonesia agar semakin banyak pasien gagal ginjal yang mendapatkan manfaat.
Di sisi lain, jumlah anak yang harus menjalani cuci darah di Indonesia juga terus meningkat. Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tercatat sekitar 60 anak rutin menjalani terapi hemodialisis maupun CAPD. Sementara di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sekitar 20 anak per bulan membutuhkan terapi cuci darah.
Bahkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia wilayah Jawa Timur menyebutkan sekitar 8 hingga 10 anak per hari harus menjalani hemodialisis akibat gangguan ginjal.
Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya deteksi dini penyakit ginjal dan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar risiko kerusakan ginjal berat dapat dicegah sejak awal.
Sosial
Renata podcast bersama BNN dan MVBT Entertainment di Hari Kartini: Bongkar Realita Narkoba di Dunia Hiburan
JAKARTA – Momen Hari Kartini tahun ini diperingati dengan cara yang berbeda dan sarat edukasi oleh sosok Renata.
Tepat pada peringatan hari pahlawan emansipasi wanita tersebut, Renata hadir sebagai tamu spesial dalam podcast resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengupas tuntas isu sensitif: jeratan narkoba di kalangan selebriti.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun mendalam, Renata bersanding dengan Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Bapak Putu Putera. Dan 3 nara sumber lainnya yaitu Mak Vera Manager artis yang sudah 30 tahun berada di industri Entertainment, Diva dan Rey , artist dan talent dari MVBT Entertainment.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang baru bagi masyarakat mengenai alasan di balik tingginya angka penyalahgunaan zat terlarang di industri kreatif.
Dalam sesi podcast tersebut, Pak Putu Putera menjelaskan bahwa tekanan kerja yang tinggi dan gaya hidup glamor seringkali menjadi pintu masuk narkoba.
“BNN sering melakukan sosialisasi tentang arti bahayanya narkotika, kalaupun ada yang teman atau keluarga kena dapat menghubungi kami dengan suka rela, bukan untuk di hukum pidana, tapi untuk di rehabilitasi karena mereka ini korban penyalahgunaan narkotika. Karena banyak narkotika jenis baru yang di inovasi oleh bandar – bandar narkoba, yang bentuknya beragam dan menarik, manis tapi dapat kecanduan hingga badan nenagih,. ujar Pak Putu”
Renata pun menanggapi dengan menekankan pentingnya mentalitas yang kuat dan lingkungan pergaulan yang positif sebagai benteng pertahanan utama.
Menurutnya, menjadi “Kartini Modern” berarti berani mengambil keputusan tegas untuk menolak hal-hal yang merusak masa depan, meski di tengah lingkungan yang penuh godaan.
” Beberapa korban narkoba sering saja di paksa atau di ejek jika tidak menggunakan narkoba, sehingga Renata menghimbau siapapun yang mengajak supaya tidak ikut-ikutan, karena mereka yang ingin mengajak kita mereka Adalah yang ingin mencelakakan kita dan diri orang lain. Ujar Renata di akhir sesi.
Langkah kolaboratif antara figur publik dan lembaga negara seperti ini menjadi sinyal positif bahwa perang melawan narkoba memerlukan sinergi dari berbagai lini, termasuk dari dunia hiburan itu sendiri.
Sosial
Elizabeth Tunggadewi Hadiri Hari Air Sedunia 2026 Bersama Komunitas Sungai, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan
Bogor – Peringatan Hari Air Sedunia 2026 dengan tema “Water and Gender” berlangsung di kawasan PTPN 1 Regional 2 Unit Agrowisata Gunung Mas pada 5 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Wakil Menteri KLH, instansi pemerintah, perwakilan sekolah di Bogor, perusahaan BUMN, Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru, hingga komunitas sungai.
Dalam acara tersebut, Winner Indonesia’s Girl Junior 2024, Elizabeth Tunggadewi atau yang akrab disapa Dewi, turut hadir bersama komunitas Ciliwung Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dan berpartisipasi aktif. Kehadirannya menjadi sorotan sebagai representasi generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan, khususnya pelestarian air.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Wakil Menteri KLH. Selanjutnya dilakukan penyerahan bibit pohon, penyerahan perahu karet kepada komunitas sungai, serta penyerahan perlengkapan biopori kepada 10 desa. Kegiatan juga diisi dengan arahan dari Kementerian KLH, penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, hingga sarasehan bersama komunitas.
Dewi mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaannya memberikan pengalaman dan pembelajaran baru, terutama terkait biopori sebagai salah satu solusi menjaga keseimbangan air.
“Senang sekali bisa menghadiri acara ini, apalagi jadi belajar lebih banyak tentang biopori dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Dewi.
Sebelumnya, Dewi juga telah turut meramaikan peringatan Hari Air Sedunia bersama Gerakan Ciliwung Bersih. Kini, keterlibatannya bersama Kementerian Lingkungan Hidup semakin memperkuat komitmennya dalam kampanye peduli lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga mendapat peluang untuk berbincang langsung dengan Wakil Menteri KLH, Diaz Hendropriyono. Interaksi tersebut menjadi momen berharga sekaligus bentuk apresiasi terhadap peran anak muda dalam menjaga lingkungan.
Dalam acara tersebut pihak Kementerian KLH pun menyampaikan pesan yang tidak hanya ditujukan kepada Dewi, tetapi juga kepada seluruh generasi muda Indonesia agar terus menjaga air, melestarikan sungai, serta memanfaatkan biopori sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka
-
News4 weeks agoWaduh! Suami Mantan Gadis Majalah Popular Diduga Tipu Ade Ratnasari hingga Ratusan Juta
-
Infotainment4 weeks agoTampil Percaya Diri, Mikha Anwar Raih Mahkota Puteri Anak Indonesia Banten 2026
-
Hukum4 weeks agoAkademisi Kritik IAW, Sebut Tuduhan ke NHM Tidak Berdasar
-
News2 weeks agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
News4 weeks agoDugaan Malpraktik di RSIA Bunda Suryatni, Orang Tua Pasien Protes
-
Infotainment3 weeks agoKeren! Ariana Tampil Memukau di Ajang Puteri Anak Remaja Indonesia Banten 2026
-
Ekonomi4 weeks agoNellava Bullion Tahan Harga di Tengah Tren Kenaikan Pasar
-
Entertainment3 weeks agoAksi Spontan Sebelum Manggung: Aldi Taher Ajak Penonton Bersyahadat Dilobi
