News
Pelajar SMA Jadi Sorotan di Konferensi AI & Masa Depan: Bukan Penonton, Tapi Pemikir Masa Depan
Jakarta – Generasi muda Indonesia kini tak lagi hanya menjadi pengguna teknologi. Di tengah derasnya perkembangan artificial intelligence (AI), para pelajar SMA mulai menunjukkan peran aktif dalam mendiskusikan masa depan teknologi dan dampaknya bagi pendidikan, pekerjaan, hingga tatanan sosial masyarakat.
Hal ini terlihat jelas di konferensi The Cornerstone, yang baru saja digelar dengan tema “AI & The Future We Are Building”. Para pelajar tak sekadar hadir sebagai penonton, tapi berani melempar gagasan tajam, membahas isu serius seperti Kolonialisme Digital hingga ancaman Ilusi Kompetensi di era AI, langsung di hadapan mantan menteri, pembuat kebijakan, dan petinggi industri.
“Indonesia tidak kekurangan anak-anak yang cerdas. Yang kita kekurangan adalah ruang untuk membentuk mereka dengan benar. Makanya EduALL sendiri berusaha untuk memastikan di The Cornerstone, anak-anak bisa adu ide dengan para profesional,” ujar CEO EduALL, Devi Kasih, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Konferensi ini digagas oleh EduALL, konsultan pendidikan yang selama ini dikenal mendampingi siswa persiapan kuliah ke luar negeri. Namun visi mereka lebih luas: mencetak generasi muda sebagai game changer yang kritis, berani berpendapat, dan siap menghadapi tantangan sosial maupun teknologi masa depan.
Keistimewaan The Cornerstone terletak pada suasana tanpa hierarki kaku. Siswa bergantian tampil sebagai student speaker, mendampingi para ahli, membedah isu krusial dengan kepala tegak, dan membuktikan bahwa suara mereka layak didengar dalam perumusan kebijakan.
Tak hanya berhenti pada diskusi, konferensi ini ditutup dengan aksi sosial nyata. Melalui kerja sama dengan Indonesia Mengajar, seluruh dana dari penjualan tiket dan donasi disalurkan untuk mendukung pemerataan pendidikan di pelosok Nusantara. “Pendidikan berdampak harus inklusif. Semangat perubahan ini tidak boleh berhenti hanya di ruangan konferensi,” jelas Project Manager The Cornerstone, Theresya Afila.
Dengan langkah ini, The Cornerstone menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda Indonesia bisa diberi panggung untuk berpikir kritis, berbicara, dan memberi dampak nyata bagi masa depan bangsa—bukan sekadar penonton teknologi, tapi pembentuk arah masa depan.
News
Chef Expo 2026 Ramai, Generasi Muda Jadi Bintang di Dunia Kuliner
Jakarta – Chef Expo 2026 sukses digelar di Nusantara International Convention Exhibition Pantai Indah Kapuk (NICE PIK) selama empat hari, menarik ribuan pengunjung. Acara ini tidak hanya menampilkan berbagai kompetisi kuliner, tetapi juga menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Menurut Slamet Jarwanto, Vice President Indonesian Chef Association bidang event, marketing, dan media relation, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 35 ribu orang. “Secara keseluruhan, ekspektasi kami terpenuhi. Pameran di gedung baru ini ramai, dan pengunjung terlihat antusias sampai menit-menit terakhir,” ujar Jarwanto, Sabtu (9/5/2026).
Ini merupakan penyelenggaraan ke-8 Chef Expo, sekaligus kali pertama digelar di NICE PIK. “Biasanya kami mengadakan pameran di tempat lain, tapi pengunjung tidak kalah ramai,” tambah Jarwanto.
Salah satu sorotan adalah partisipasi generasi muda dalam kompetisi, termasuk Black Box Competition. Susanto, Presiden Indonesian Safe Association, menyebut bahwa kehadiran anak muda memberi harapan untuk kelanjutan industri kuliner Indonesia.
“Tahun ini juara kompetisi didominasi anak muda. Kami bangga karena sudah menemukan penerus bagi generasi chef profesional,” kata Susanto.
Chef Expo 2026 menghadirkan sembilan kategori lomba, antara lain main course, main course red meat, fruit carving, cake decoration, dan modern cuisine. Penilaian fokus pada Indonesian Modern Cuisine, yakni cita rasa Indonesia yang dibawakan dengan presentasi modern agar lebih mudah diterima di panggung internasional.
Acara ini juga diramaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Indonesian Safe Association dan Fresh Rating, lembaga sertifikasi halal berbasis Singapura, serta mendapat dukungan Kementerian Kesehatan.
Diana Dewi dari KADIN DKI Jakarta menambahkan, “Kuliner Indonesia bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari sejarah dan budaya. Penting bagi kita untuk terus mengembangkan dan memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia internasional.”
Ke depan, panitia berharap penyelenggaraan tahun 2027 bisa lebih besar dan bermanfaat. Slamet Jarwanto menegaskan, “Tahun depan kami akan meningkatkan kualitas acara, jumlah peserta, serta variasi lomba. Kami juga ingin lebih banyak generasi muda yang terlibat untuk meneruskan tongkat estafet dunia kuliner Indonesia.”
Chef Expo 2026 membuktikan bahwa dunia kuliner Indonesia bukan hanya hiburan, tetapi juga sektor kreatif yang mampu menarik generasi muda dan memperluas pengaruh kuliner nusantara ke kancah internasional.
News
Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda, Mobilitas Warga Kini Lebih Mudah
JAKARTA UTARA — Peresmian Jembatan Garuda di kawasan Anak Kali Sentiong, Jalan Pesanggrahan RW 01, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jumat (8/5/2026), disambut antusias warga dua wilayah yang selama ini mendambakan akses penghubung yang layak.
Jembatan yang diresmikan Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. itu menjadi penghubung strategis antara RT 005/RW 001 Kelurahan Sunter Agung dengan RT 006/RW 012 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan.
Ketua RW 12 Pesanggrahan, Kelurahan Pademangan Timur, Overus, M.R., mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan jembatan yang disebut telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan juga TNI Angkatan Darat. Hari ini Jembatan Garuda penghubung Sunter Agung dan Pademangan Timur resmi dibuka oleh Bapak Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Overus.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi penting bagi aktivitas warga sehari-hari, sekaligus memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
“Jembatan Garuda ini sudah puluhan tahun kami nantikan. Kini warga Sunter Agung dan Pademangan Timur bisa lebih mudah beraktivitas. Kami seluruh warga dua wilayah mengucapkan banyak terima kasih karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program peningkatan konektivitas wilayah sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Di wilayah Kodam Jaya ada 10 program jembatan. Alhamdulillah hari ini kita meresmikan salah satunya. Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Deddy Suryadi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama, Kodam Jaya meresmikan tiga Jembatan Garuda secara serentak, yakni Jembatan Pesanggrahan di Jakarta Utara, Jembatan Usaha Tani Bebelan di Kabupaten Bekasi, dan Jembatan Gotong Royong Penanggungan di Kota Tangerang.
“Saat ini masih ada tujuh titik lainnya dalam proses pengerjaan, meliputi enam jembatan gantung dan satu jembatan beton,” ujarnya.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P., serta jajaran Forkopimko Jakarta Utara.
Hadir pula Walikota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, S.IP., M.A., Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yongky Dilatha, S.I.K., M.Si., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., dan perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Selain peresmian jembatan, kegiatan juga diisi dengan peninjauan program gentengisasi, penyerahan bantuan sembako, pemotongan tumpeng, hingga pemberian piagam kepada masyarakat.
Keberadaan Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Sunter Agung dan Pademangan Timur.
News
Dr. Frengky Buka-bukaan soal Operasi Hidung Ria Ricis
JAKARTA – Dokter spesialis kecantikan Dr. Frengky angkat bicara soal operasi hidung atau rinoplasti yang dilakukan Ria Ricis. Menurutnya, prosedur ini bisa bersifat fungsional, estetika, atau keduanya.
“Fungsional itu misalnya untuk memperbaiki pernapasan, seperti septum deviasi. Estetika untuk memperindah bentuk hidung. Bisa juga digabungkan,” ujar Dr. Frengky.
Ia menekankan pentingnya prosedur dilakukan oleh dokter berkompeten, dengan fasilitas steril dan prosedur jelas. Pasien juga harus mengetahui risiko, efek samping, biaya, jadwal kontrol, hingga perawatan pascaoperasi.
Soal ekspektasi, Dr. Frengky menekankan realistis itu kunci. “Jangan berharap hasil instan langsung sempurna. Biasanya minggu pertama hingga kedua masih ada bengkak dan memar. Hasil akhir baru terlihat 2–3 bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pascaoperasi pasien harus mengikuti aturan, termasuk pantangan aktivitas tertentu. Jika semua dijalankan, operasi bisa dianggap berhasil tanpa komplikasi.
Terkait opini publik, Dr. Frengky menegaskan, netizen boleh berpendapat, tapi keberhasilan operasi hanya bisa dinilai pasien dan dokter. “Operasi plastik adalah hak pribadi setiap orang. Fitnah atau hoaks bisa muncul kalau klaim dilakukan tanpa bukti resmi,” tandasnya.
-
News3 weeks agoWaduh! Suami Mantan Gadis Majalah Popular Diduga Tipu Ade Ratnasari hingga Ratusan Juta
-
Hukum3 weeks agoAkademisi Kritik IAW, Sebut Tuduhan ke NHM Tidak Berdasar
-
News1 week agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
Hukum4 weeks agoDana Jemaat Rp28 Miliar Hilang Bertahun-tahun, Publik Soroti Sistem Pengawasan
-
Infotainment4 weeks agoMomen Seru Grand Launching Batik Trusme di Sarinah Bareng Aldi Taher
-
Infotainment3 weeks agoTampil Percaya Diri, Mikha Anwar Raih Mahkota Puteri Anak Indonesia Banten 2026
-
News3 weeks agoDugaan Malpraktik di RSIA Bunda Suryatni, Orang Tua Pasien Protes
-
News3 weeks agoPersonel Kodim 1710/Mimika Berpartisipasi Aktif dalam Seleksi Paskibraka 2026
