Ekonomi
Mantan Pebisnis Skincare Ini Sukses Bangun Brand Parfum, Kini Kameel Guzellic Mulai Dilirik Pasar China
Jakarta – Berawal dari hobi traveling dan kegemarannya mencoba berbagai parfum premium di luar negeri, pebisnis Citra Sastrakusuma kini sukses membangun brand parfum lokal Kameel Guzellic.
Setelah lebih dulu berkecimpung di industri skincare, Citra memutuskan memperluas bisnisnya dengan menghadirkan parfum berkelas berjenis Extrait de Parfum yang dijual dengan harga lebih terjangkau.
Menurut Citra, inspirasinya lahir ketika melihat banyak parfum premium dengan kualitas tinggi yang dibanderol hingga jutaan rupiah.
Dari pengalaman tersebut, ia ingin menghadirkan parfum dengan kualitas serupa namun bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.
Tak hanya itu, Kameel Guzellic juga dirancang untuk membuka peluang usaha melalui jaringan reseller di berbagai daerah.
“Saya ingin membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menghadirkan Extrait de Parfum berkualitas dengan harga di bawah Rp200 ribu,” ujarnya.
Saat ini, Kameel Guzellic memiliki lima varian parfum setelah meluncurkan dua aroma terbaru, Zain dan Q-Luxury, dalam acara peluncuran di Margo City.
Salah satu varian yang paling diminati adalah Revlin, yang disebut kerap dibeli pelanggan hingga tiga sampai lima botol dalam satu transaksi.
Citra juga mengklaim parfum buatannya memiliki ketahanan aroma hingga 12 jam, bahkan bisa bertahan berhari-hari saat disemprotkan pada pakaian.
Tak hanya mencatat pertumbuhan di pasar domestik, Kameel Guzellic mulai menarik perhatian pasar internasional.
Citra mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan mitra dari China yang berminat memasarkan produk tersebut.
Selain itu, jaringan reseller Kameel Guzellic telah berkembang hingga Medan, Bali, bahkan Singapura.
Dalam waktu dekat, brand ini juga bersiap meluncurkan dua produk terbaru yang dijadwalkan hadir pada akhir Juli atau awal Agustus di Trans Studio Mall Bandung.
Produk Kameel Guzellic sendiri sudah dapat diperoleh melalui TikTok Shop @kameel.id yang terhubung dengan Tokopedia.
Ekonomi
Wamenaker Dorong Teknisi Ponsel Tingkatkan Kompetensi di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi
Jakarta – Perkembangan teknologi telepon seluler yang semakin pesat turut mengubah kebutuhan terhadap profesi teknisi ponsel. Keterampilan teknis yang dimiliki teknisi kini dituntut semakin spesifik, presisi, dan terukur.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai peningkatan kompetensi menjadi hal penting agar para teknisi mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
“Standar kompetensi teknisi ponsel perlu terus dikembangkan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari pergeseran kebutuhan keterampilan, yang sebelumnya lebih berfokus pada perbaikan dasar dan pengetahuan umum menjadi kemampuan teknis yang lebih spesifik, presisi, dan terukur,” ujar Afriansyah dalam sambutannya.
Menurut dia, profesi teknisi ponsel saat ini tidak lagi sebatas melakukan reparasi. Kemampuan seperti micro-soldering, ketelitian, dan kecakapan tangan perlu didukung kemampuan memecahkan masalah (problem solving) serta kedisiplinan.
Pentingnya Sertifikasi
Afriansyah juga menyoroti pentingnya sertifikasi bagi teknisi ponsel. Selama ini, kemampuan teknisi banyak diperoleh melalui pengalaman kerja dan dibuktikan secara langsung di lapangan.
Ke depan, penguasaan keterampilan tersebut diharapkan dapat diukur melalui sertifikasi sehingga kompetensi yang dimiliki teknisi mendapat pengakuan yang lebih jelas.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memiliki peran melalui kebijakan dan pelatihan, sedangkan industri berperan sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus pihak yang memahami standar kerja yang dibutuhkan,” kata Afriansyah.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi teknisi merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, teknologi dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.
Menurut Afriansyah, kompetisi seperti CGC Indonesia 2026 dapat menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi kekurangan para teknisi.
“Siklus tersebut dapat dimulai melalui kompetisi untuk mengetahui posisi dan mengevaluasi kekurangan, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi untuk menghasilkan keterampilan yang lebih presisi dan tersertifikasi,” tuturnya.
Dorong Ekosistem Teknisi Ponsel
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan TESPOIN dalam CGC Indonesia 2026.
Teuku Riefky menilai perkembangan ekosistem profesi teknisi telepon seluler perlu diiringi dengan peningkatan kualitas serta pengakuan terhadap kompetensi para teknisi.
“Dengan adanya teknisi telepon seluler bersertifikasi menjadi suatu peluang yang baik, dan saya berharap ekosistem teknisi telepon seluler dapat terus berkembang,” ucapnya.
CGC Indonesia 2026 turut dihadiri Kepala BNSP Syamsi Hari. Ajang tersebut menjadi wadah pertemuan bagi teknisi, pelaku industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan kompetensi profesi teknisi ponsel.
Ekonomi
Kisah Inspiratif Ali Founder BIP: Dedikasikan Dua Penghargaan Asia untuk Almarhum Kedua Orang Tua
PENULIS : KATASIBOY
JAKARTA — Yayasan sosial asal Pamekasan, Madura, Bani Insan Peduli (BIP), sukses mengukir prestasi gemilang di kancah internasional pada Jumat, 25 September 2026.
Tidak tanggung-tanggung, yayasan ini sukses membawa pulang dua kategori penghargaan sekaligus dalam ajang apresiasi bergengsi tingkat Asia.Penghargaan pertama dianugerahkan khusus kepada Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) atas kontribusi nyata mereka di bidang sosial.
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan langsung kepada sang pendiri, Ali, sebagai sosok inspirator yang dinilai mampu memberikan dampak positif dan menggerakkan kepedulian masyarakat luas.
“Malam ini saya hadir mewakili para penerima manfaat dari gerakan BIP; yaitu anak-anak yatim, kaum dhuafa, serta fakir miskin. Ajang penghargaan ini kami maknai sebagai penambah motivasi untuk terus bergerak,” ujar Ali saat ditemui oleh awak media seusai menerima penghargaan.
Kurasi Ketat Berbasis Digital dan Media Sosial
Ali mengungkapkan bahwa dirinya sempat terkejut atas pencapaian ini. Berdasarkan keterangan tim kurator dan chairman penyelenggara, yayasan BIP terpilih setelah melalui proses penilaian yang sangat ketat melalui pemantauan pergerakan sistem digital serta dampak nyata yang mereka bagikan di media sosial.
Meski gerakan sosial secara masif melalui wadah BIP baru berjalan kurang lebih dua tahun, Ali mengaku bahwa dirinya secara pribadi sebenarnya telah konsisten melakukan aksi sosial “diam-diam” selama 22 tahun terakhir.
“BIP ini lahir dan saya persembahkan khusus sebagai amal jariyah untuk almarhumah Mama dan almarhum Abi yang baru berpulang tepat dua tahun lalu. Saya bergerak atas dasar amanah agama, seperti yang tertuang dalam Surat Al-Munafiqun ayat 10. Ketika manusia meninggal, yang mereka minta adalah waktu sedetik saja untuk kembali hidup agar bisa bersedekah,” jelas Ali secara emosional.
Didukung 600 Relawan dan Ekspansi ke Berbagai Kota
Hingga saat ini, kekuatan gerakan sosial BIP ditopang oleh sekitar 200 relawan di Pamekasan dan total mencapai 600 relawan yang tersebar di wilayah Madura termasuk Sumenep.
Tidak hanya berfokus di Pulau Garam, yayasan ini juga telah sukses mengekspansi gerakan kebaikan mereka ke luar daerah melalui pembangunan berbagai fasilitas umat yang dinamai dari nama kedua orang tuanya.
Beberapa di antaranya meliputi Gedung Ainul Umar di Jakarta Selatan, Masjid Ainul di Malang, Asrama Ainul di Pacet (Mojokerto), serta rencana pembangunan gedung berikutnya di Cirebon, Jawa Barat.
Sistem Unik: 100% Keuntungan Bisnis untuk Anak Yatim
Salah satu poin utama yang membuat BIP dilirik oleh kurator Asia adalah kemandirian finansial yayasan melalui “kaki bisnis” yang kuat.
Yayasan ini menyokong dana operasional mereka secara mandiri melalui unit usaha, salah satunya adalah Toko Emas Sentral 88 yang merupakan salah satu toko emas terlengkap di Madura.
“Unit bisnis seperti Toko Emas Sentral 88 itu adalah kaki usahanya BIP. Saya tegaskan, 100 persen profit bersih dari usaha tersebut dialihkan untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Ini cara kami mengejar tiga perkara yang tidak terputus setelah meninggal: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan doa anak yang sholeh,” pungkas Ali seraya menggaungkan jargon utama BIP, yakni Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Ekonomi
Cuanki Instan Lokal Asal Garut ini Makin Dilirik, Siap Go Internasional dari Cita Rasa Sunda
Jakarta – Produk kuliner lokal kembali mencuri perhatian. Ciomy, brand cuanki instan asal Garut, tampil dalam sebuah event komunitas di Jakarta dan berhasil menarik perhatian para pengunjung dengan cita rasa khas Sundanya.
Creative Director Ciomy, Ardiansah, mengatakan keikutsertaan dalam acara tersebut menjadi pengalaman pertama bagi timnya untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ini pertama kali kami ikut event seperti ini. Respons pengunjung sangat positif, banyak yang langsung mencoba produk kami di booth,” ujar Ardiansah.
Ia menjelaskan bahwa Ciomy merupakan brand lokal yang lahir dari Bandung, kota yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner cuanki di Indonesia. Usaha tersebut mulai dirintis pada 2018 dan berkembang dari penjualan sederhana yang awalnya menyasar para penumpang kereta api.
“Awalnya banyak orang memesan cuanki saat bepergian menggunakan kereta. Dari situ kami melihat peluang, lalu mulai mengembangkan produk secara lebih serius,” katanya.
Saat ini Ciomy menghadirkan beberapa varian rasa, seperti keju, kari ayam, dan original. Varian keju dan kari ayam menjadi produk yang paling diminati konsumen.
Keunikan Ciomy terletak pada penggunaan so’un sebagai bahan utama, dipadukan dengan pelengkap seperti basreng yang ditambahkan di tahap akhir penyajian agar tetap renyah.
Selain dipasarkan secara online, produk Ciomy juga telah tersedia di sejumlah jaringan ritel modern, termasuk Indomaret, Alfamart, dan FamilyMart, dengan kisaran harga sekitar Rp25.000 per kemasan.
Distribusi Ciomy kini telah menjangkau berbagai wilayah di Pulau Jawa melalui kerja sama dengan sejumlah mitra distribusi. Tak hanya itu, produk tersebut juga mulai merambah pasar luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura, meski masih dalam tahap pengembangan.
Ardiansah mengatakan, pihaknya memiliki misi untuk membawa kuliner khas Sunda ke pasar internasional.
“Di minimarket kita banyak produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa produk lokal juga bisa mendunia. Semoga cita rasa cuanki khas Sunda ini bisa diterima oleh masyarakat internasional,” ujarnya.
Dengan mengandalkan kekuatan rasa autentik dan identitas kuliner daerah, Ciomy optimistis dapat terus memperluas pasar sekaligus mengangkat kuliner tradisional Indonesia ke tingkat global.
-
News3 weeks agoWonderful Thailand! Duta Elok Persada dan Para DEPpreneur Siap Ukir Prestasi di DEP Extravaganza 10
-
Sosial2 days agoNofel Saleh Hilabi Dorong Solusi Taman Puring, Kadin Siap Jembatani Pedagang dengan Pemprov DKI
-
News3 weeks agoKepala BNN RI Suyudi Ario Seto Raih Kabar Award Nominasi Tokoh Anti Narkoba 2026
-
News2 weeks agoZecky Alatas Bahas Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Bersama Kausar Nefi dan Amhar Azeth
-
News4 weeks agoMabes Polri Bongkar Dugaan Jaringan PMI Ilegal di Banten, Sponsor dan Pengurus P3MI Ditangkap
-
Hukum3 weeks agoKPK Amankan Fahd A Rafiq dalam OTT di BPN Kabupaten Bogor
-
News4 weeks agoErupsi Anak Krakatau, Tiga Bandara Ditutup Sementara dan Ratusan Penerbangan Terdampak
-
Entertainment1 week agoProfil Winna Maharani, Model Remaja Palembang yang Unjuk Bakat di ASEAN Fashion Festival 2026
