Connect with us

Olahraga

Bisakah Biliar Menjadi Magnet Baru Pariwisata Bali?

Published

on

next shoot Bali

DENPASAR – Bali selama ini dikenal sebagai surga wisata pantai, budaya, dan kuliner. Namun di tengah upaya pemerintah mendorong diversifikasi pariwisata, muncul satu potensi yang mulai berkembang tetapi belum banyak mendapat perhatian, yakni sport tourism berbasis olahraga biliar.

Dalam beberapa tahun terakhir, rumah-rumah biliar di Bali terus bermunculan. Tidak hanya menyasar pemain profesional, banyak di antaranya kini mengusung konsep ramah keluarga, terbuka bagi pemula, hingga aktif menggelar turnamen komunitas. Perubahan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa olahraga biliar mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus memiliki potensi menarik wisatawan.

Salah satu contohnya adalah NextShot Billiard di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar. Rumah biliar yang berdiri sejak 15 Mei 2024 itu dibangun dengan konsep feel like home agar siapa saja, termasuk mereka yang belum pernah bermain, merasa nyaman mencoba olahraga tersebut.

“Kami ingin semua orang bisa bermain di sini. Yang baru belajar tidak perlu malu karena ada staf yang siap mengajari. Kami ingin tempat ini menjadi ruang yang nyaman untuk semua kalangan,” kata Adi Wijaya, pemilik NextShot.

Selain menyediakan area bebas asap rokok dan ruang khusus keluarga, NextShot juga rutin menggelar turnamen bagi pemain pemula. Hingga kini, sedikitnya tujuh hingga delapan turnamen telah diselenggarakan untuk mendorong masyarakat mengenal olahraga biliar tanpa harus bersaing dengan atlet profesional.

Menurut Sandy, konsep tersebut sengaja dipilih untuk mengubah stigma lama terhadap rumah biliar.

“Kami ingin orang tahu bahwa biliar bukan lagi identik dengan dunia malam. Di sini keluarga juga bisa datang, anak-anak bisa ikut karena ada ruangan non-smoking, dan semuanya dibuat senyaman mungkin,” ujarnya.

Koordinator Aliansi Jurnalis Pariwisata Bali (AJIP Bali), Giostanovlatto, melihat perkembangan rumah-rumah biliar di Bali sebagai fenomena yang patut mendapat perhatian lebih serius.

“Hype biliar sekarang jauh lebih baik. Anak-anak muda semakin tertarik bermain dan perkembangan tempat biliar di Bali juga semakin pesat,” katanya.

Menurutnya, potensi tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai tren gaya hidup masyarakat. Pemerintah daerah dapat menjadikannya bagian dari strategi pengembangan sport tourism melalui penyelenggaraan kompetisi yang lebih besar.

“Harus lebih banyak event biliar. Pemerintah perlu memberi perhatian karena olahraga ini memiliki banyak penggemar. Kalau Bali mampu menghadirkan turnamen berskala internasional, biliar bisa menjadi pintu masuk untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bali,” ujarnya.

Selama ini Bali telah sukses menggelar berbagai ajang olahraga internasional, mulai dari surfing, lari maraton, triathlon, hingga berbagai kompetisi sepeda. Kehadiran turnamen biliar berskala nasional maupun internasional dinilai dapat melengkapi pilihan sport tourism yang dimiliki Pulau Dewata.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, ajang seperti itu juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai industri pariwisata.

Di tengah semakin ketatnya persaingan destinasi wisata, Bali dituntut terus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan. Jika dikelola secara serius melalui penyelenggaraan event yang berkelanjutan, olahraga biliar bukan tidak mungkin berkembang menjadi salah satu magnet baru yang memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.(6to)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Ahza Rayhan Chan Raih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra di International Ksatria Nusantara Series 2026

Published

on

Bandung – Atlet taekwondo Ahza Rayhan Chan berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra pada ajang International Ksatria Nusantara Series 2026 (Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026) yang berlangsung di GOR Bandung Arena, 3–5 Juli 2026.

Kejuaraan bergengsi tersebut diikuti sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi, menjadikannya salah satu kompetisi taekwondo terbesar di Indonesia. Ajang ini mempertandingkan kategori Pra-Kadet, Kadet, Junior, hingga Senior pada nomor Kyorugi, Tag Team, dan Poomsae, baik kategori Pemula maupun Prestasi.

Dalam perjalanannya menuju podium, Ahza Rayhan Chan menunjukkan penampilan impresif. Ia sukses menaklukkan atlet asal Jawa Barat pada babak awal, kemudian mengatasi perlawanan atlet Jawa Timur untuk memastikan langkah ke babak semifinal.

Di semifinal, Ahza harus menghadapi atlet tangguh yang mewakili Tim Taekwondo Indonesia. Meski tampil penuh semangat dan memberikan perlawanan sengit, langkahnya terhenti di babak empat besar sehingga berhak membawa pulang medali perunggu atau Juara 3 pada kategori Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra.

International Ksatria Nusantara Series 2026 bukan sekadar kejuaraan nasional. Khusus kategori Senior Prestasi, turnamen ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), sekaligus memperebutkan wild card untuk tampil pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026.

Prestasi yang diraih Ahza Rayhan Chan menjadi bukti kerja keras dan dedikasinya dalam berlatih. Keberhasilan meraih podium di tengah persaingan ketat ribuan atlet dari berbagai provinsi diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan taekwondo, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Continue Reading

Olahraga

BNN Gelar Padel Tournament Piala Bersinar 2026 sebagai Bagian dari Kampanye Anti-Narkotika

Published

on

Wartahot.news – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Padel Tournament Piala Bersinar 2026 pada 1 hingga 3 Mei 2026 di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Turnamen padel berskala nasional ini merupakan bagian dari program unggulan BNN, ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika), yang mengedepankan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memeriahkan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.

Mengusung tema “Change The Noise, Healthier Purpose”, turnamen ini memilih padel sebagai medium kampanye, mengingat olahraga ini tengah populer di kalangan generasi muda dan dinilai relevan dengan tren gaya hidup masa kini. Melalui kegiatan ini, BNN berharap dapat menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi melalui olahraga, membangun komunitas yang sehat, serta memperkuat kesadaran bahwa gaya hidup sehat adalah salah satu benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Dalam rangkaian acara, BNN juga menyajikan berbagai agenda pendukung, antara lain exhibition stand yang menghadirkan informasi interaktif mengenai bahaya narkotika serta upaya pencegahannya. Selain itu, akan ada podcast ANANDA BERSINAR yang menyajikan edukasi dengan pendekatan yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian generasi muda.

Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor, turnamen ini diikuti oleh 312 peserta, termasuk exhibition match yang melibatkan pimpinan lembaga, Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI), serta sejumlah figur publik. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan narkotika adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menegaskan bahwa Piala Bersinar bukan hanya sekadar kompetisi olahraga. Nama “Piala Bersinar” sendiri merupakan akronim dari slogan Bersih Narkotika (BERSINAR) yang mencerminkan komitmen BNN untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Ini adalah sebuah pesan tegas, sebuah kampanye nasional dan sebuah komitmen institusional bahwa olahraga adalah sarana preventif yang efektif dalam membangun ketahanan masyarakat dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika,” ungkap Sestama BNN RI.

BNN juga memandang turnamen ini sebagai instrumen strategis dalam mempercepat kampanye anti-narkotika dengan pendekatan yang lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Program ini sejalan dengan visi besar War On Drugs For Humanity yang menjadi landasan gerakan anti-narkotika di Indonesia.

Melalui gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026, BNN berharap pesan pencegahan narkotika dapat tersampaikan lebih efektif kepada generasi muda dengan pendekatan yang positif, inklusif, dan relevan dengan tren saat ini. BNN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pencegahan narkotika, menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.


Continue Reading

Infotainment

Ry Hyori Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Kegiatan Olahraga Padel dan Edukasi Keluarga

Published

on

Jakarta – Kegiatan olahraga padel yang digelar pada akhir pekan ini menghadirkan konsep yang unik dengan memadukan aktivitas fisik dan edukasi. Tidak hanya sebuah turnamen, acara ini juga menjadi ajang diskusi penting tentang peran keluarga dalam menghadapi ancaman narkoba. Dalam kesempatan tersebut, Hyori hadir sebagai narasumber dalam podcast bersama BNN RI dan Pendeta Yerry Pattinasarany.

Hyori mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Ia menyebutkan, “Today we had a podcast regarding this event, dan topiknya tentang keluarga dan peran keluarga dalam menghadapi drugs dan hal-hal negatif.”

Menurutnya, pendekatan edukasi yang dikemas dengan konsep olahraga sehat ini sangat menarik. “Menarik ya, di tengah turnamen ada edukasi bukan cuma soal drugs, tapi juga keluarga. Jadi budaya olahraga sehat ini bisa terkoneksi dengan kampanye BNN tentang war on drugs,” tambahnya.

Hyori juga menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif, seperti narkoba. “Family itu seperti barrier, seperti great wall yang melindungi kita dari hal-hal negatif seperti narkoba, lingkungan yang tidak baik, dan pergaulan yang salah,” jelasnya.

Ia juga berbagi pengalamannya tentang kedekatan dan komunikasi dalam keluarganya yang dianggapnya sangat berperan dalam membentuk karakter diri. “Keluarga kami sangat komunikatif, sering ngobrol banyak hal, baik positif maupun negatif. Orang tua juga sering menasihati, jadi saya terbiasa disiplin dan tegas terhadap aturan,” tambahnya.

Pendeta Yerry Pattinasarany yang turut hadir dalam diskusi tersebut juga menyampaikan pentingnya pendekatan kreatif untuk generasi muda. “Anak muda sekarang butuh pendekatan yang kreatif. Tidak bisa lagi hanya duduk lihat slide. Dengan konsep seperti ini—olahraga, komunitas, dan diskusi—pesan jadi lebih mudah diterima,” ujarnya.

Pendeta Yerry, yang merupakan mantan pengguna narkoba selama sembilan tahun, juga berbagi pengalaman pribadi. Menurutnya, perubahan dalam hidupnya sangat dipengaruhi oleh sosok ayah yang hadir dalam kehidupannya. “Ayah saya memilih meninggalkan kariernya untuk hadir sebagai ayah. Itu yang jadi titik balik saya. Bicara soal pencegahan narkoba tanpa keluarga itu seperti meninju angin,” tegasnya.

Selain itu, Pendeta Yerry juga menyoroti peran keluarga dalam proses pemulihan, seperti yang terlihat dalam kasus Coki Pardede yang menunjukkan perubahan positif setelah mendapatkan dukungan dari keluarga. “Ketika orang tua mulai hadir, ada perubahan. Bahkan kalimat sederhana dari ibu bisa jadi kekuatan besar untuk bangkit,” ujarnya.

Hyori menanggapi dengan berbagi cara dirinya menjauhi pengaruh negatif. “Pertama harus takut akan Tuhan, kedua dekat dengan keluarga, dan jangan takut bilang tidak saat ditawarkan narkoba. Karena itu bukan solusi, justru menambah masalah,” kata Hyori.

Di akhir sesi, Hyori memberikan pesan kepada generasi muda untuk berani menjaga diri dan masa depan mereka. “Untuk Gen Z dan Gen Alpha, jangan takut menolak narkoba. Kita harus mencintai diri sendiri dan sadar bahwa itu bukan jalan keluar,” tutupnya.

Pendeta Yerry pun menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam mencegah narkoba. “Masa depan bukan hanya di tangan anak muda, tapi juga peran ayah. Narkoba adalah mimpi buruk bagi keluarga, tapi cinta dalam keluarga adalah mimpi buruk bagi narkoba,” tutupnya dengan tegas.

Kegiatan ini menjadi contoh yang kuat bagaimana kolaborasi antara olahraga, komunitas, dan edukasi dapat memperkuat kampanye pencegahan narkoba dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.

Continue Reading

TERKINI

next shoot Bali next shoot Bali
Olahraga1 hour ago

Bisakah Biliar Menjadi Magnet Baru Pariwisata Bali?

DENPASAR – Bali selama ini dikenal sebagai surga wisata pantai, budaya, dan kuliner. Namun di tengah upaya pemerintah mendorong diversifikasi...

News11 hours ago

Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol

Semarang, 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai...

News11 hours ago

Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol Lewat Santunan Anak Yatim

Semarang – Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang,...

News4 days ago

Rektor Unud Ajak Kampus Dunia Berkolaborasi, Tawarkan Pendidikan Berbasis Tri Hita Karana

DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) ingin memperkuat posisinya sebagai jembatan kolaborasi pendidikan internasional dengan menawarkan konsep pendidikan yang berakar pada...

Ekonomi4 days ago

Kameel Guzellic Parfume menghadirkan dua varian baru

Setelah mendapat sambutan positif atas peluncuran dua varian pada 22 Juni lalu, Kameel kembali bersiap menghadirkan produk terbaru pada awal...

Infotainment5 days ago

Indonesia Trend Fashion Week 2026 Sukses Digelar, Derry Dahlan Berharap Lahir Desainer dan Model Berdaya Saing Global

Jakarta – Indonesia Trend Fashion Week (ITFW) 2026 kembali digelar sebagai ajang bagi para desainer muda dan model untuk menunjukkan...

News5 days ago

Menanggapi Narasi Lawan: PT TDI Ajukan Gugatan Hukum Terhadap Pihak The Umalas Signature dan Pihak Terkait

Denpasar – PT Tirta Digital Indonesia (TDI) kembali menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Denpasar. Gugatan tersebut...

News5 days ago

Kuasa Hukum Novi Anggriani Sebut Kliennya Jadi Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana, Kerugian Diklaim Capai Puluhan Juta Rupiah

Jakarta – Penasehat Hukum Novi Anggriani, Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti, mengungkapkan bahwa kliennya mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang...

Olahraga6 days ago

Ahza Rayhan Chan Raih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra di International Ksatria Nusantara Series 2026

Bandung – Atlet taekwondo Ahza Rayhan Chan berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra...

News7 days ago

Polda Sumsel Gelar Badminton Kapolda Cup 2026 yang Diikuti Ribuan Peserta

​ ​PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus membuktikan komitmennya untuk hadir lebih dekat dan membaur di tengah masyarakat....

Trending