Infotainment
Bocah 7 Tahun Asal Indonesia Taklukkan Panggung Dunia, Ariana Ivy Borong Dua Penghargaan di Festival Bakat Internasional Asia Pasifik 2026
Wartahot.news — Prestasi membanggakan kembali datang dari generasi muda Indonesia. Penyanyi dan aktris cilik berbakat, Ariana Ivy, berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang International Talent Festival Asia Pacific 2026 yang digelar di Genting Highlands pada 1–2 Juni 2026.
Dalam kompetisi yang mempertemukan ribuan talenta muda dari 40 negara tersebut, Ariana tampil memukau dan berhasil meraih Gold 1st Grand Winner untuk kategori usia 7–8 tahun. Tak hanya itu, ia juga membawa pulang penghargaan Gold 3rd Prize Winner pada kategori Young Artist usia 7–12 tahun.
Pencapaian ini menjadi prestasi luar biasa mengingat Ariana baru berusia tujuh tahun. Di usianya yang masih sangat muda, ia mampu menunjukkan kemampuan vokal dan performa panggung yang membuatnya unggul di antara peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik maupun negara lainnya.
Tampil Membawakan Lagu Inggris, Mandarin, dan Memperkenalkan Indonesia
Pada babak penilaian, Ariana menunjukkan kemampuan bernyanyinya melalui lagu-lagu berbahasa Inggris dan Mandarin. Penampilannya mendapat apresiasi dari dewan juri internasional karena dinilai mampu membawakan lagu dengan teknik vokal yang baik, penghayatan yang kuat, serta kepercayaan diri yang tinggi.
Tak hanya fokus pada kompetisi, Ariana juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Di hadapan para juri dan peserta dari berbagai negara, ia membawakan lagu berbahasa Indonesia sebagai bentuk kecintaannya terhadap Tanah Air.
Langkah tersebut menjadi bentuk diplomasi budaya yang sederhana namun bermakna, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni dan talenta yang layak dikenal di panggung internasional.
Perjalanan Panjang Sejak Usia Tiga Setengah Tahun
Di balik kesuksesan yang diraih saat ini, Ariana telah menjalani proses yang tidak singkat. Sang ibu mengungkapkan bahwa bakat menyanyi Ariana sudah terlihat sejak usia tiga setengah tahun.
Menariknya, keinginan untuk belajar vokal justru datang dari Ariana sendiri. Sejak kecil ia menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap musik dan meminta orang tuanya untuk mencarikan pelatih vokal agar dapat mengembangkan kemampuannya.
Awalnya aktivitas tersebut hanya dilakukan sebagai hobi. Namun seiring waktu, kemampuan Ariana terus berkembang hingga akhirnya mulai mengikuti berbagai kompetisi dan tampil di sejumlah acara seni.
“Dia memang sangat suka menyanyi sejak kecil. Bahkan yang meminta untuk belajar vokal adalah Ariana sendiri. Dari situlah bakatnya terus berkembang sampai sekarang,” ungkap sang ibu.
Terinspirasi Ariana Grande dan Agnez Mo
Meski masih berusia tujuh tahun, Ariana sudah memiliki sosok penyanyi yang menjadi inspirasinya dalam bermusik. Ia mengaku mengagumi Ariana Grande dan Agnez Mo.
Menurut Ariana, kedua penyanyi tersebut memiliki kualitas vokal yang luar biasa dan menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan bernyanyi.
“Aku suka Ariana Grande dan Agnez Mo karena suaranya bagus,” ujar Ariana.
Persiapan Matang Sebelum Tampil di Panggung Internasional
Sebelum berangkat ke Malaysia, Ariana menjalani berbagai persiapan intensif. Selain latihan vokal secara rutin, ia juga melakukan pemanasan suara, latihan ekspresi panggung, hingga penguatan mental agar mampu tampil percaya diri di hadapan juri internasional.
Persaingan dalam festival tersebut terbilang sangat ketat karena diikuti oleh peserta-peserta terbaik dari berbagai negara. Namun Ariana berhasil membuktikan kemampuannya dan tampil maksimal selama kompetisi berlangsung.
Keberhasilannya meraih dua penghargaan sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi latihan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Kemenekraf Beri Apresiasi
Prestasi Ariana Ivy juga mendapat perhatian dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenekraf, Dadam Mahdar, memberikan apresiasi atas keberhasilan penyanyi cilik tersebut di ajang internasional.
Menurutnya, pencapaian Ariana menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global apabila mendapatkan dukungan dari keluarga, pendidikan yang tepat, serta ekosistem kreatif yang sehat.
“Prestasi Ariana sangat membanggakan. Di usia yang masih sangat muda, ia mampu menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional. Ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di panggung dunia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan industri kreatif untuk menciptakan ruang yang mendukung lahirnya lebih banyak talenta muda berprestasi seperti Ariana.
Dari Dunia Film ke Panggung Musik Internasional
Selain dikenal sebagai penyanyi, Ariana juga mulai menarik perhatian publik lewat perannya sebagai Peri Sirala dalam film Timun Mas in Wonderland. Kemampuannya yang mencakup bernyanyi, menari, dan berakting membuat banyak pihak melihat potensi besar yang dimilikinya untuk berkembang di industri hiburan Indonesia.
Dengan bekal pengalaman yang terus bertambah dan dukungan dari keluarga serta para penggemarnya, Ariana diharapkan dapat terus berkarya dan menjadi salah satu talenta muda Indonesia yang mampu bersinar di tingkat dunia.
Keberhasilan Ariana Ivy di International Talent Festival Asia Pacific 2026 menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih sejak usia dini. Melalui kerja keras, latihan yang konsisten, serta keberanian untuk tampil di panggung internasional, Ariana telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
Infotainment
Aulia Ardya Ramadhani Audiensi ke BNN RI, Bawa Pesan Generasi Muda dan Budaya Indonesia
JAKARTA — Aulia Ardya Ramadhani, remaja berusia 16 tahun yang menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, melakukan kunjungan audiensi ke Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Selasa, 15 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Aulia berkesempatan bertemu dengan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., Irjen Pol. Drs. Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat, S.H., M.Si., serta jajaran Direktur BNN RI.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah Aulia untuk memperluas wawasan dan membangun kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak dan remaja, termasuk pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Sebagai Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, Aulia juga membawa semangat untuk terus memperkenalkan nilai-nilai positif kepada generasi seusianya. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Aulia sendiri sebelumnya telah memiliki sejumlah pengalaman di bidang seni dan budaya. Salah satunya adalah meraih juara pertama lomba tartrad di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2023.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mendorong Aulia untuk terus aktif mengembangkan kemampuan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Setelah meraih gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, Aulia juga dijadwalkan mewakili DKI Jakarta dalam ajang Puteri Batik Remaja Indonesia 2026.
Melalui ajang tersebut, Aulia ingin membawa batik sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan warisan budaya bangsa.
Menurut Aulia, prestasi tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga keberanian untuk memulai dan konsisten menjalani setiap proses.
“Berprestasi itu bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang keberanian untuk mulai dan konsisten. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan membawa identitas serta budaya kita ke mana pun kita melangkah,” kata Aulia.
Ia juga mengajak teman-teman seusianya untuk mengenali potensi diri dan terus mengembangkan kemampuan melalui proses belajar.
“Kenali potensi diri, teruslah belajar, dan jadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan. Ketika kita berani melangkah dengan niat yang tulus dan kerja keras, pintu kesempatan akan terbuka lebar. Percaya pada prosesmu sendiri,” ujarnya.
Kunjungan audiensi ke BNN RI tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi Aulia dalam memahami pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang positif serta menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Dengan bekal pengalaman di bidang seni dan budaya, prestasi, serta wawasan yang diperoleh dari audiensi tersebut, Aulia kini bersiap menjalankan tanggung jawabnya mewakili DKI Jakarta dalam ajang Puteri Batik Remaja Indonesia 2026.
Infotainment
Yenny Wahid Tampil di JazzPuan, Bernyanyi Bersama Putrinya dan Aldi Taher
PENULIS : KATASIBOY
JAKARTA, 12 September 2026 — Sosok Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mencuri perhatian saat menghadiri gelaran JazzPuan di Jakarta, Jumat (11/9/2026) malam.
Putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu tidak hanya hadir sebagai penonton. Yenny turut naik ke atas panggung dan menunjukkan kecintaannya terhadap musik jazz.
Momen tersebut bermula ketika pembawa acara menanyakan langsung mengenai ketertarikannya terhadap musik jazz.
“Katanya Ibu Yenny penggemar musik jazz?” tanya pembawa acara.
Yenny kemudian menjawab singkat sambil tersenyum.
“Iya,” jawabnya.
Jawaban tersebut langsung mendapat sambutan dari penonton yang hadir.
Tampil Bersama Putrinya
Yenny kemudian naik ke atas panggung bersama putrinya, Maica. Keduanya berbagi ruang di atas panggung dan menunjukkan kemampuan vokal mereka di hadapan penonton.
Penampilan tersebut berlangsung dalam suasana santai. Yenny terlihat menikmati momen bermusik tanpa suasana formal yang selama ini melekat pada dirinya sebagai tokoh publik.
Bagi Yenny, musik, khususnya jazz, bukan sekadar hiburan. Ia memandang jazz sebagai ruang yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk berekspresi dan berimprovisasi.
Dalam pandangannya, kebebasan tersebut tetap dapat berjalan bersama harmoni.
“Jazz itu menghadirkan harmoni dan persatuan,” ujar Yenny dalam kesempatan sebelumnya.
Menurut dia, karakter jazz yang memberikan ruang improvisasi dapat menjadi gambaran mengenai kehidupan masyarakat yang memiliki perbedaan, tetapi tetap dapat berjalan dalam satu kesatuan.
Berkolaborasi dengan Aldi Taher
Suasana panggung semakin meriah ketika Aldi Taher ikut bergabung.
Kehadiran Aldi membuat penampilan Yenny menjadi semakin cair. Keduanya berinteraksi secara spontan di atas panggung dan menghibur penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut.
Yenny tampak menikmati suasana tanpa membawa kesan formal. Ia tertawa dan merespons berbagai aksi spontan Aldi Taher.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam gelaran JazzPuan.
Bagi Yenny, pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan karakter musik jazz yang terbuka terhadap improvisasi dan kolaborasi.
Yenny Wahid dan Kecintaannya pada Musik
Ketertarikan Yenny Wahid terhadap musik sebenarnya bukan hal baru. Namanya juga tercatat memiliki sejumlah karya audio yang tersedia di platform digital, termasuk karya “Bismillah Anakku” dan “Yin To My Yang”.
Penampilannya di JazzPuan kembali memperlihatkan sisi lain Yenny yang selama ini lebih dikenal sebagai tokoh publik dan aktivis.
Di panggung tersebut, musik menjadi ruang bagi Yenny untuk berekspresi bersama putrinya dan berkolaborasi dengan Aldi Taher.
Penampilan tersebut juga memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang perjumpaan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Jazz, dengan karakter improvisasinya, memberi ruang bagi setiap musisi untuk berekspresi sekaligus tetap menjaga harmoni dalam sebuah pertunjukan.
Infotainment
Machi Achmad Dampingi Agensi Laporkan Aisar Khaled, Nilai Kerugian Disebut Capai Miliaran Rupiah
Jakarta – Kuasa hukum yang terdiri dari Machi Achmad dan Michael Sugijanto resmi melaporkan influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, ke polisi. Laporan tersebut dibuat setelah upaya komunikasi hingga somasi disebut tidak mendapat respons.
Machi mengatakan, pelaporan ke polisi menjadi langkah terakhir yang ditempuh pihak agensi untuk mencari keadilan.
“Kami sudah melakukan upaya komunikasi secara baik-baik, mengajak berdiskusi, tetapi tidak ada tanggapan. Jadi pelaporan ini adalah langkah terakhir kami untuk mencari keadilan,” ujar Machi, Senin,14/09.
Menurut Machi, pihaknya telah melayangkan somasi sebanyak tiga kali kepada Aisar. Namun, hingga saat ini tidak ada tanggapan dari pihak Aisar.
Persoalan tersebut bermula dari adanya kesepakatan kerja antara Aisar dan pihak agensi. Dalam kesepakatan itu, Aisar disebut memiliki sejumlah kewajiban, termasuk melakukan kegiatan live.
Namun, kewajiban tersebut disebut belum diselesaikan. Pihak agensi juga mengaku telah berupaya menghubungi Aisar melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk melalui sejumlah pihak yang memiliki hubungan dengannya.
“Awalnya kami memang melihat ini sebagai persoalan perdata karena dokumen-dokumennya mengarah ke sana. Tetapi setelah kami memberikan waktu satu, dua, sampai tiga kali untuk mendapatkan respons dan melihat posisi terlapor yang berada di luar negeri, kami mempertimbangkan aspek pidananya,” kata Machi.
Kuasa hukum kemudian menduga terdapat persoalan lain terkait penggunaan sejumlah dana. Atas dasar itu, laporan yang dibuat disebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan penggelapan, tetapi juga pasal lain yang dinilai relevan dengan bukti yang dimiliki.
Dalam laporan tersebut, Aisar disebut dilaporkan dengan Pasal 492, Pasal 486, dan Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Machi menegaskan pihaknya menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Menurutnya, aparat penegak hukum yang nantinya akan mendalami ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.
“Untuk saat ini kami sudah berhenti berekspektasi. Kami sudah melakukan berbagai upaya, termasuk komunikasi dan somasi. Setelah ini kami serahkan kepada pihak yang berwenang,” tuturnya.
Pihak kuasa hukum menyebut telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kepolisian. Bukti tersebut antara lain dokumen kerja sama, komunikasi dengan pihak terkait, serta dokumen pendukung lainnya.
Terkait nilai kerugian, kuasa hukum menyebut nilainya mencapai miliaran rupiah. Namun, angka pasti serta konstruksi kerugian tersebut masih akan didalami dalam proses hukum.
Machi juga membuka ruang bagi Aisar untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.
“Kalau ada versi Aisar, ada hal yang mungkin terlupa atau ada yang ingin diklarifikasi, kami serahkan kepada yang bersangkutan untuk menjelaskannya,” kata Machi.
Dengan dibuatnya laporan tersebut, pihak agensi memilih jalur hukum setelah berbagai upaya penyelesaian melalui komunikasi dan somasi disebut tidak membuahkan hasil.
-
News1 week agoWonderful Thailand! Duta Elok Persada dan Para DEPpreneur Siap Ukir Prestasi di DEP Extravaganza 10
-
Hukum4 weeks agoAhli Hukum Nilai Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka TPPU Wujud Asas Keseimbangan
-
News4 weeks agoWaduh! Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
-
Sosial4 weeks agoMasjid Al-Akbar Cibubur Gelar Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias Ikut Pemeriksaan
-
News4 weeks agoPrabowo Febriyanto Ditangkap TEKAB 308 Polda Lampung, Polisi Dalami 14 Laporan
-
Hukum4 weeks agoUsai Mangkir, Pemilik Ruko di Batam Diperiksa BNN
-
Hukum4 weeks agoRSO Diduga Ruben Onsu, Kasus Investasi Bodong Ini Bikin Geger
-
Entertainment4 weeks agoEdukasi Bahaya Narkoba di RBCC Dikemas dengan Konsep Edutainment
