News
“Kalau Semua Sudah Sesuai Aturan, Kenapa Data Jarak Domisili Tak Ditampilkan?” Ketua IWO Bali Angkat Suara Soal SPMB SMA
DENPASAR – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA di Bali kembali menjadi perhatian publik. Kali ini sorotan datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, yang juga tengah mendampingi anaknya mengikuti proses pendaftaran masuk SMA.
Bukan soal sulitnya bersaing melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), melainkan soal satu hal yang menurutnya belum terjawab hingga kini, yakni mengapa data jarak domisili setiap peserta tidak ditampilkan kepada masyarakat.
Menurut Tri, masyarakat sebenarnya dapat menerima apabila pemerintah menjadikan nilai TKA dan nilai rapor sebagai dasar utama seleksi. Namun sebagai orang tua, ia merasa publik juga berhak mengetahui bagaimana proses seleksi itu berjalan secara terbuka.
“Kalau memang sistemnya sudah sesuai aturan, kenapa informasi jarak domisili peserta tidak ditampilkan? Padahal itu juga menjadi bagian dari mekanisme seleksi,” ujarnya.
Tri menegaskan dirinya tidak sedang menuduh adanya pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru. Ia justru berharap keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.
Menurutnya, ketika data jarak tidak bisa dilihat publik, muncul ruang bagi berbagai spekulasi yang sebenarnya dapat dihindari apabila sistem lebih terbuka.
Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB SMA/SMK Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2026/2027 dijelaskan bahwa apabila jumlah pendaftar jalur domisili melebihi kuota, maka peserta akan dirangking berdasarkan gabungan nilai Tes Kemampuan Akademik (50 persen) dan nilai rapor (50 persen). Jika terdapat nilai akhir yang sama, barulah jarak domisili menjadi penentu berikutnya, disusul usia apabila jaraknya juga sama.
Artinya, jarak memang masih menjadi bagian dari proses seleksi, meski bukan faktor utama.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti ketentuan yang tercantum dalam juknis.
Ia meminta masyarakat mencermati aturan yang telah diterbitkan dan menyebut penggunaan TKA dilakukan agar sekolah memperoleh calon peserta didik dengan kualitas akademik terbaik.
“Penilaian semua berbasis nilai TKA agar terjaring kualitas calon peserta didik,” kata Wesnawa.
Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai mekanisme SPMB telah dilakukan sejak Mei 2026.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang disampaikan Tri mengenai keterbukaan informasi di dalam sistem SPMB.
Di era pelayanan publik yang semakin digital, transparansi tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya aturan, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memahami bagaimana aturan tersebut diterapkan.
Karena itu, muncul pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan para orang tua: jika proses seleksi memang sudah berjalan sesuai juknis, apakah tidak lebih baik apabila data pendukung seperti jarak domisili peserta juga ditampilkan kepada publik?
Bagi sebagian masyarakat, jawaban atas pertanyaan sederhana itu bisa menjadi kunci untuk membangun kepercayaan terhadap proses penerimaan siswa baru setiap tahunnya. (Lto)
News
FKG Corporation Hadir di Indo Waste & Recycling Expo 2026, Dorong Inovasi Material Ramah Lingkungan dari Jepang untuk Indonesia
Jakarta — FKG Corporation, perusahaan asal Kumamoto, Jepang, turut berpartisipasi dalam Indo Waste & Recycling Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Keikutsertaan FKG Corporation menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi dari Jepang di bidang lingkungan melalui pengolahan limbah kepada pasar Indonesia, khususnya dalam bidang material teknik sipil yang mendukung ekonomi sirkular, pengurangan emisi karbon, serta pembangunan berkelanjutan melalui.
Dalam pameran tersebut, FKG Corporation menempati Booth C3-20/C3-21 di Hall C3 bersama sejumlah perusahaan inovatif dari Jepang yang berasal dari Pulau Kyushu. Pameran ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemangku kepentingan, mitra teknologi, serta calon mitra bisnis untuk membuka peluang kerja sama di sektor lingkungan dan teknologi berkelanjutan.
Mengubah Limbah Menjadi Material Bernilai
Salah satu inovasi yang diperkenalkan FKG Corporation adalah material teknik sipil berkualitas tinggi yang diproduksi dengan memanfaatkan material hasil daur ulang, yakni limbah abu batu bara dan limbah abu pembakaran biomassa.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengoptimalkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan.
Teknologi FKG juga diarahkan untuk mendukung ketahanan terhadap bencana, pengurangan emisi CO₂, dan sirkulasi sumber daya. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan material hasil daur ulang tidak hanya menjadi solusi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.
Membuka Peluang Kolaborasi Jepang–Indonesia
Partisipasi FKG Corporation di Indo Waste & Recycling Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan produk dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia. FKG sendiri telah bekerja sama dengan institusi riset di Indonesia yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB terkait uji coba pembuatan jalan di Kampus ITB Jatinangor menggunakan produk batuan kerikil yang dinamakan Okageishi dengan memanfaatkan bahan baku limbah abu batu bara.
Kerjasama antara FKG Corporation dan ITB ini difasilitasi oleh Indonesia Japan Business Network (IJBNet) di bawah koordinator Dr. Salim Mustofa, Sekjen IJBNet, yang juga merupakan peneliti senior di BRIN, dan merupakan salah satu dari beberapa kerjasama riset atau bisnis antara Indonesia dan Jepang yang didorong oleh IJBNet di Indonesia.
Indonesia memiliki kebutuhan yang besar terhadap pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Di sisi lain, Jepang memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan perusahaan maupun institusi di Indonesia.
Karena itu, kehadiran FKG Corporation di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang transfer teknologi, pengembangan bisnis, kerja sama investasi, serta kolaborasi di bidang material ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam Indo Waste & Recycling Expo 2026, FKG Corporation menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong terciptanya solusi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan limbah, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan mendukung pembangunan jangka panjang.
FKG Corporation — teknologi Jepang untuk solusi berkelanjutan, menuju ekonomi sirkular dan masa depan Indonesia yang lebih tangguh.
Rahmat Hidayat
( Jurnalis )
News
Praktisi hukum minta pemberitaan temuan 996 senjata di sekolah tidak digiring ke spekulasi
JAKARTA — Praktisi hukum dan pemerhati pers Turnya, S.H., M.H., meminta media dan publik tidak menggiring pemberitaan terkait temuan 996 pucuk senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, ke arah spekulasi yang tidak berdasar, termasuk mengaitkannya dengan isu narkotika maupun dugaan kerusuhan Agustus.
Menurut Turnya, pemberitaan perkara hukum harus mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, serta asas praduga tak bersalah. Ia menilai informasi mengenai jenis barang temuan telah dijelaskan secara resmi oleh kepolisian sehingga tidak seharusnya dibangun konstruksi pemberitaan di luar fakta yang telah dikonfirmasi.
“Media memang mempunyai hak dan kewajiban untuk memberitakan. Tetapi fakta harus disampaikan secara utuh. Jangan sampai pemberitaan membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan aparat,” ujar Turnya, Rabu (12/8).
Penyidikan harus berbasis fakta
Turnya, yang juga dosen hukum Universitas Pamulang, menyoroti pemberitaan yang mengaitkan mantan Ketua Yayasan dengan temuan senjata tersebut. Menurutnya, penting untuk memverifikasi status seseorang, kewenangan, serta akses terhadap lokasi sebelum dikaitkan dengan suatu peristiwa hukum.
Ia mengatakan, apabila benar yang bersangkutan sudah tidak memiliki akses ke lingkungan sekolah selama kurang lebih tiga bulan sebelum penemuan, maka fakta tersebut harus diverifikasi dan disampaikan secara proporsional kepada publik.
“Jangan sampai seseorang langsung diasosiasikan dengan suatu barang atau peristiwa hanya karena jabatan atau kedudukannya di yayasan,” katanya.
Turnya juga mengingatkan agar temuan senjata tidak serta-merta dikaitkan dengan dugaan narkotika atau rencana kerusuhan tanpa adanya bukti yang menunjukkan hubungan hukum.
“Jangan sampai judul atau konstruksi pemberitaan membentuk persepsi seolah-olah seseorang terlibat narkoba, kepemilikan senjata api, bahkan dikaitkan dengan akan adanya kerusuhan, sementara hubungan antara orang tersebut dengan seluruh peristiwa itu belum dibuktikan secara hukum,” tegasnya.
Berdampak pada dunia pendidikan
Lulusan pendidikan Lemhanas tahun 2004 itu menilai polemik penemuan airsoft gun dan senapan angin tidak hanya menyangkut nama baik pengurus yayasan, tetapi juga berdampak terhadap peserta didik, orang tua, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses pendidikan.
“Sekolah merupakan ruang pendidikan. Anak-anak jangan sampai menjadi korban dari konflik orang dewasa maupun pemberitaan yang terlalu jauh dari fakta yang sudah terverifikasi,” ujarnya.
Ia menyarankan agar pihak sekolah dan yayasan memberikan klarifikasi resmi secara tertulis melalui satu pintu, yang memuat kronologi kejadian, status kepengurusan, akses masing-masing pihak saat peristiwa terjadi, serta fakta-fakta yang telah dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum.
Hak jawab dan mekanisme Dewan Pers
Turnya mengatakan pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan memiliki hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kalau terdapat berita yang keliru, jangan langsung membangun perang opini. Dokumentasikan seluruh pemberitaan, petakan bagian mana yang dianggap tidak benar, kemudian sampaikan hak jawab secara resmi kepada masing-masing perusahaan pers,” ujar mantan wartawan nasional yang kini berprofesi sebagai dosen dan advokat tersebut.
Menurutnya, apabila sengketa berkaitan dengan produk jurnalistik, mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Polisi: 995 pucuk adalah senapan angin
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan dari 996 pucuk yang ditemukan, sebanyak 995 merupakan senapan angin dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.
“Yang paling utama, kami meluruskan kepada masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa temuan barang berupa senjata itu adalah senjata angin,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat pekan lalu.
Turnya menilai penjelasan resmi kepolisian harus menjadi rujukan utama dalam pemberitaan agar publik tidak memperoleh gambaran yang keliru.
“Apa yang harus dicari adalah kebenaran. Siapa yang memiliki dan menguasai barang tersebut, bagaimana barang itu berada di lokasi, apakah legal atau ilegal, dan apakah benar terdapat hubungan dengan tindak pidana tertentu. Setelah itu biarkan hukum yang menentukan,” ujarnya.
Ia juga meminta kepolisian terus memberikan informasi yang terukur mengenai perkembangan penyelidikan tanpa membuka materi yang bersifat rahasia.
“Proses hukum harus berbicara melalui alat bukti, bukan melalui asumsi dan penghakiman di media sosial,” pungkas Turnya.
News
Galaxy Z Fold8 Ultra Bikin Kerja Lebih Ringkas, Galaxy AI Jadi Andalan Produktivitas Harian
Jakarta – Di tengah ritme kerja yang semakin cepat, banyak orang harus membuka dokumen, membalas pesan, membuat catatan, hingga menyusun presentasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Aktivitas seperti ini sering kali membuat kita terus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, yang tanpa disadari menghabiskan waktu dan mengganggu fokus.
Karena itu, perangkat yang mampu menyederhanakan alur kerja menjadi semakin penting. Bukan hanya soal performa, tetapi juga bagaimana teknologi bisa membantu pekerjaan selesai lebih cepat dan terasa lebih praktis.
Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan dukungan Galaxy AI yang dirancang untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Kombinasi layar utama yang luas dan kemampuan multitasking membuat berbagai aktivitas kerja bisa dilakukan lebih nyaman dalam satu perangkat.
Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Galaxy Z Fold8 Ultra menghadirkan pengalaman Galaxy AI yang membantu pengguna mengelola informasi, membuat konten kerja, hingga berkomunikasi dengan lebih seamless.
Persiapan meeting jadi lebih cepat
Salah satu fitur yang paling berguna adalah kemampuan merangkum dokumen. Proposal, laporan, atau materi presentasi yang panjang bisa diringkas menjadi poin-poin utama dalam waktu singkat.
Hal ini sangat membantu ketika waktu persiapan terbatas. Pengguna dapat memahami inti informasi dengan lebih cepat tanpa harus membaca keseluruhan dokumen, sehingga lebih siap mengikuti meeting atau diskusi penting.
Layar besar Galaxy Z Fold8 Ultra juga membuat proses ini terasa lebih nyaman karena pengguna bisa membaca dokumen sambil membuka aplikasi lain secara bersamaan.
Notulen rapat tanpa ribet
Setelah meeting selesai, Galaxy AI dapat membantu mengubah hasil diskusi menjadi catatan yang lebih rapi dan terstruktur.
Fitur ini memudahkan pengguna menyusun poin-poin pembahasan, keputusan rapat, hingga tindak lanjut yang perlu dikerjakan. Dengan dukungan Multi Window, pengguna tetap bisa membuka dokumen referensi sambil menyusun notulen tanpa harus bolak-balik berpindah aplikasi.
Action items bisa langsung disusun
Catatan hasil rapat sering kali masih perlu diolah menjadi daftar tugas. Galaxy AI dapat membantu menyusun action items lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat waktu.
Proses yang biasanya memakan waktu kini bisa dilakukan lebih efisien. Bahkan notulen yang panjang dapat dirapikan menjadi ringkasan yang lebih mudah dibagikan kepada anggota tim.
Komunikasi lintas bahasa lebih praktis
Bagi pengguna yang sering bekerja dengan rekan atau klien internasional, fitur terjemahan menjadi nilai tambah yang menarik.
Percakapan dapat diterjemahkan secara lebih praktis sehingga komunikasi terasa lebih lancar tanpa harus terus membuka aplikasi penerjemah. Ini membantu pengguna tetap fokus pada diskusi, terutama ketika bekerja dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Pada akhirnya, Galaxy Z Fold8 Ultra bukan hanya menawarkan layar lipat yang besar, tetapi juga pengalaman kerja yang lebih efisien. Dengan dukungan Galaxy AI, berbagai aktivitas seperti merangkum dokumen, membuat notulen, menyusun tindak lanjut, hingga menerjemahkan percakapan dapat dilakukan lebih mudah dalam satu perangkat. Bagi mereka yang mengandalkan smartphone sebagai partner produktivitas, kombinasi ini membuat pekerjaan terasa lebih ringkas dan fokus tetap terjaga sepanjang hari.
-
News5 days agoDuta Elok Persada dan upaya membangun ekosistem bisnis di industri kecantikan dan kesehatan
-
News4 weeks agoIwakum Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
-
Entertainment3 weeks agoAldo Sianturi Bahas Perubahan Ekosistem Musik, Algoritma, A&R, hingga Tantangan Musisi di Era Digital
-
Hukum3 weeks agoMachi Achmad Kecewa Tuntutan Jaksa dan Vonis 6 Bulan terhadap Terdakwa Kasus Penganiayaan Darwin-Angel
-
Olahraga4 weeks agoNobar Piala Dunia di Gedung KNPI Jadi Momentum PPI Pererat Silaturahmi Pemuda
-
Hukum2 weeks agoSidang Tipikor: Sejumlah Kepala Dinas Mengaku Dimintai Uang untuk THR dan Ulang Tahun Bupati Pekalongan Nonaktif
-
News2 weeks agoKP2MI Perkuat Kepatuhan P3MI untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi
-
Infotainment2 weeks agoBritney Davanya Manese Bersinar di BTN Indonesia Fashion Week 2026, Siap Melangkah ke Panggung ASEAN
