Infotainment
Raissa Adelia Haryanto Badar Raih Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026, Siap Berkembang dan Menginspirasi Generasi Muda
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih remaja berbakat Raissa Adelia Haryanto Badar atau yang akrab disapa Adel. Lewat kerja keras dan dedikasinya, Adel sukses meraih gelar Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026, sebuah pencapaian yang menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya di dunia modeling dan pageant.
Bagi Adel, ajang yang diselenggarakan oleh DD Organization tersebut bukan sekadar kompetisi kecantikan dan penampilan. Indonesia’s Girl 2026 menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, sekaligus bertemu dengan banyak perempuan muda inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah kesempatan untuk belajar, berkembang, dan bertemu banyak perempuan hebat yang menginspirasi,” ujar Adel.
Selama mengikuti masa karantina, Adel menjalani berbagai rangkaian pembekalan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan para finalis. Mulai dari pelatihan public speaking, catwalk, beauty class, photoshoot, wawancara, hingga penampilan bakat. Tak hanya itu, berbagai kegiatan kebersamaan juga menjadi pengalaman berharga yang mempererat hubungan antarpeserta.
Sebelum tampil di malam grand final, Adel mempersiapkan diri secara maksimal. Ia menjaga kondisi fisik dan mental, rutin berlatih catwalk dan public speaking, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan wardrobe dan materi wawancara agar dapat tampil percaya diri di hadapan dewan juri.
Menurutnya, pengalaman paling berkesan selama mengikuti Indonesia’s Girl 2026 adalah keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Ia merasa ajang tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, dan profesional.
“Ajang ini membuat saya menjadi lebih percaya diri, lebih disiplin, dan lebih memahami pentingnya attitude, komunikasi, serta profesionalisme,” katanya.
Menyandang gelar Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026 juga menjadi tanggung jawab baru bagi Adel. Ia ingin terus menjaga konsistensi, mengembangkan kemampuan, serta menjadi teladan bagi generasi muda melalui sikap positif dan semangat untuk terus belajar.
Ke depan, Adel berkomitmen untuk tetap memprioritaskan pendidikan di tengah kesibukannya meniti karier di dunia modeling dan pageant. Baginya, pendidikan merupakan bekal penting untuk membuka lebih banyak peluang sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin mengutamakan pendidikan sambil terus mengembangkan diri di dunia modeling dan pageant. Semoga gelar ini bisa menjadi jalan untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Adel turut membagikan pesan kepada anak-anak dan remaja Indonesia agar tidak takut mengejar impian. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, percaya pada proses, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
“Jangan takut bermimpi dan mencoba. Terus belajar, percaya pada proses, dan jadikan pendidikan sebagai bekal untuk meraih prestasi,” pesannya.
Adel juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat dalam setiap langkah yang dijalaninya. Ia juga mengapresiasi para mentor, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan hingga mengantarkannya meraih gelar Runner Up 2 Indonesia’s Girl 2026.
Dengan semangat untuk terus berkembang, Raissa Adelia Haryanto Badar berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi awal perjalanan panjang dalam berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi positif bagi generasi muda Indonesia.
Infotainment
Indonesia Trend Fashion Week 2026 Sukses Digelar, Derry Dahlan Berharap Lahir Desainer dan Model Berdaya Saing Global
Jakarta – Indonesia Trend Fashion Week (ITFW) 2026 kembali digelar sebagai ajang bagi para desainer muda dan model untuk menunjukkan kreativitas serta kemampuan mereka di industri fashion. Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, acara ini berlangsung di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan puluhan desainer dan ratusan model dari berbagai daerah.
ITFW 2026 diselenggarakan oleh DD Organization yang dipimpin Founder Derry Dahlan. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 34 desainer dan sekitar 130 model yang tampil membawakan berbagai koleksi busana karya desainer muda Indonesia.
Founder DD Organization, Derry Dahlan, mengatakan penyelenggaraan ITFW tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, memasuki usia keenam, Indonesia Trend Fashion Week terus berupaya melakukan berbagai inovasi agar menjadi wadah yang mampu melahirkan talenta-talenta baru di industri fashion Tanah Air.
“Di tahun keenam ini, Indonesia Trend Fashion Week semakin berkembang dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kami berharap ITFW terus berinovasi dan menjadi tempat tumbuh kembang bagi para desainer, model, serta pelaku industri fashion lainnya,” ujar Derry Dahlan.
Selama penyelenggaraan, para peserta menampilkan beragam koleksi busana dengan karakter dan ciri khas masing-masing. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para desainer muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik sekaligus membuka peluang berkolaborasi dengan berbagai pelaku industri fashion.
Tak hanya menjadi panggung peragaan busana, ITFW juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di industri mode nasional maupun internasional.
Derry menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan Indonesia Trend Fashion Week bukan sekadar menghadirkan peragaan busana, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung lahirnya generasi baru di dunia fashion Indonesia.
“Kami berharap dari ITFW akan lahir desainer-desainer hebat Indonesia serta model-model baru yang mampu bersaing, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional,” tutupnya.
Infotainment
Mengenal Rickyrazs, Bapak Bapak Hobi Touring Rela Keluar Budget Besar Untuk Motor Aerox
Jakarta – Bagi Ricky A Pratama, touring bukan sekadar menempuh ribuan kilometer. Perjalanan dari Bali menuju Jakarta menjadi cara pria yang akrab disapa Rickyrazs itu menantang dirinya sendiri sekaligus membuktikan bahwa perjalanan jauh tak selalu membutuhkan motor touring maupun rombongan.
Pria berusia 37 tahun yang telah enam tahun menetap di Bali ini memilih menunggangi Yamaha Aerox Turbo untuk menaklukkan rute Denpasar-Jakarta seorang diri. Selama lima hari, ia melintasi berbagai daerah mulai dari Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Bromo, Blitar, Tulungagung, Wonosari, Yogyakarta, Jalur Daendels, Purwokerto, Banjar, Tasikmalaya, Bandung hingga akhirnya tiba di Jakarta.
Bagi ayah lima anak tersebut, perjalanan ini merupakan pencapaian yang memiliki makna tersendiri. Selama ini ia selalu menganggap touring jarak jauh identik dengan perjalanan bersama komunitas dan menggunakan motor yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan touring.
“Saya ingin membuktikan kalau saya bisa riding sendiri sampai Jakarta. Motor yang dipakai juga bukan motor touring, melainkan Aerox Turbo yang DNA-nya lebih ke arah sport,” ujar Ricky.
Bukan kali pertama Ricky melakukan perjalanan lintas pulau. Saat masih muda, ia pernah touring Jakarta-Bali menggunakan Ninja 250 bersama rombongan. Namun kali ini tantangannya terasa berbeda karena dilakukan di tengah kesibukannya sebagai kepala keluarga.
“Kalau dulu masih muda dan ramai-ramai. Sekarang usia sudah bertambah, sudah punya keluarga dan lima anak, jadi touring seperti ini justru menjadi tantangan baru buat saya,” katanya.
Di balik hobinya menjelajah, Ricky juga dikenal gemar memodifikasi motor. Baginya, dunia otomotif sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Tak heran jika Aerox Turbo miliknya langsung mendapat sentuhan modifikasi sejak pertama kali keluar dari dealer. Ia bahkan mengaku nilai modifikasi motornya kini sudah melampaui harga unit baru.
“Soal budget sebenarnya tidak ada patokan. Saya modifikasi sesuai keinginan saja. Kalau dihitung-hitung, biaya modifikasinya sudah lebih dari harga motornya sendiri, sekitar Rp50 juta sampai Rp60 juta,” ungkapnya.
Menariknya, perjalanan ribuan kilometer itu bukan akhir dari cerita. Aerox Turbo yang baru saja dipakai touring justru tampil impresif saat mengikuti ajang We Are Aerox Society. Ricky berhasil membawa pulang gelar Juara 1 Badass Dyno Test, kompetisi yang menguji performa mesin motor melalui dyno test.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa motor yang telah dipakai menjelajah lintas pulau tetap mampu mempertahankan performa terbaiknya di arena kompetisi.
Meski telah menuntaskan touring Bali-Jakarta, semangat Ricky untuk menjelajahi Indonesia belum berhenti. Sumba dan Sumatera menjadi dua destinasi yang sudah masuk dalam daftar perjalanan impiannya. Bagi Ricky, setiap perjalanan selalu menghadirkan cerita baru, pengalaman baru, sekaligus pembuktian bahwa keberanian untuk memulai sering kali menjadi langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan.
Infotainment
Reyharp dan Balawan Tampil di Asia Pacific Harmonica Festival 2026, Angkat Nama Indonesia di Panggung Harmonica Dunia
PENULIS : KATASIBOY
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia musik Indonesia. Musisi harmonika Muhammad Reyhan Naufal atau yang lebih dikenal sebagai Reyharp dipastikan tampil di Asia Pacific Harmonica Festival (APHF) 2026 yang akan berlangsung pada 24–27 Juli 2026 di Jiangyin, Tiongkok. Tak hanya didapuk sebagai salah satu penampil utama, Reyharp juga dipercaya menjadi anggota dewan juri dalam ajang harmonika paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik tersebut.
Asia Pacific Harmonica Festival merupakan festival harmonika internasional yang digelar setiap dua tahun sekali dan telah menjadi salah satu agenda paling prestisius bagi komunitas harmonika dunia sejak pertama kali diselenggarakan pada 1996. Ribuan pemain harmonika, komposer, pendidik musik, juri internasional, hingga pecinta musik dari puluhan negara berkumpul dalam satu panggung melalui kompetisi, konser, workshop, masterclass, hingga berbagai forum edukasi musik.
Pada edisi tahun ini, Indonesia akan tampil dengan formasi spesial yang mempertemukan dua musisi lintas generasi, yakni Reyharp dan gitaris virtuoso Balawan. Penampilan mereka akan diperkuat oleh dua nama besar di dunia jazz Indonesia, Indro Hardjodikoro pada bass dan Dhariann Emilio Yanuanto di posisi drum. Kolaborasi tersebut diyakini akan menghadirkan eksplorasi musikal yang memadukan harmonika diatonik, gitar modern, improvisasi jazz, fusion, hingga sentuhan warna musik Nusantara.
Sebelum keberangkatannya ke Tiongkok, tim Katasiboy berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Reyharp di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam perbincangan tersebut, ia mengaku bersyukur dapat kembali dipercaya tampil di panggung internasional yang selama ini menjadi impian banyak pemain harmonika dunia.
“APHF adalah salah satu panggung harmonika paling bergengsi di dunia. Bisa kembali tampil di sana merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia. Tahun ini terasa lebih istimewa karena kami hadir dengan format band yang menurut saya mampu menunjukkan bahwa harmonika diatonik dapat berdialog secara setara dengan instrumen-instrumen jazz lainnya,” ujar Reyharp.
Tak hanya tampil sebagai performer, Reyharp juga mendapat amanah sebagai anggota dewan juri yang akan menilai penampilan para peserta dari berbagai negara. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap perkembangan musisi Indonesia di mata komunitas harmonika internasional.
“Saya merasa sangat bersyukur. Menjadi juri berarti mendapatkan kepercayaan dari komunitas harmonika internasional untuk menilai musisi-musisi terbaik dari berbagai negara. Bagi saya, ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa musisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan harmonika dunia. Saya berharap dapat menjalankan tugas tersebut secara profesional dan objektif,” tuturnya.
Selama lebih dari satu dekade, Reyharp dikenal sebagai salah satu pemain harmonika diatonik terbaik asal Indonesia yang aktif tampil di berbagai festival internasional. Ia membangun reputasinya melalui eksplorasi harmonika diatonik dalam musik jazz kontemporer, sebuah pendekatan yang masih tergolong langka di tingkat dunia.
Selain aktif sebagai performer, Reyharp juga dikenal sebagai pengajar, klinisi, serta juri dalam berbagai kompetisi harmonika internasional. Ia pernah meraih gelar juara Asia Pacific Harmonica Festival dan tampil di berbagai festival musik di Asia, Eropa, hingga Australia.
Dalam penampilannya di APHF 2026, Reyharp memilih menggandeng Balawan. Menurutnya, gitaris asal Bali tersebut memiliki karakter musikal yang sangat kuat dan mampu menghadirkan dialog improvisasi yang alami di atas panggung.
“Balawan adalah salah satu gitaris terbaik yang dimiliki Indonesia. Saya selalu mengagumi keberaniannya mengeksplorasi musik tanpa kehilangan identitasnya. Saya merasa karakter permainan gitar beliau sangat cocok dipadukan dengan pendekatan improvisasi harmonika yang saya kembangkan selama ini. Kami sama-sama menyukai ruang improvisasi sehingga setiap pertunjukan selalu menghadirkan kejutan musikal,” katanya.
Balawan pun menyambut kolaborasi tersebut dengan penuh antusias. Musisi yang dikenal luas berkat teknik permainan gitar two-hand tapping itu menilai Reyharp memiliki karakter musikal yang berbeda dari kebanyakan pemain harmonika.
“Saya melihat Reyharp sebagai musisi yang memiliki suara musikal yang unik. Harmonikanya tidak hanya menjadi instrumen pelengkap, tetapi benar-benar menjadi suara utama yang mampu membawa melodi maupun improvisasi dengan sangat matang. Itu membuat saya tertarik untuk membangun percakapan musikal bersamanya di atas panggung,” ujar Balawan.
Keduanya sepakat menghadirkan konsep pertunjukan yang merepresentasikan identitas Indonesia tanpa meninggalkan bahasa musik universal.
“Kami ingin menampilkan musik yang merepresentasikan perjalanan kami sebagai musisi Indonesia sekaligus terbuka terhadap bahasa musik dunia. Penonton akan mendengar perpaduan jazz modern, fusion, improvisasi, groove, dan beberapa sentuhan warna musik Nusantara yang muncul secara alami dalam permainan kami,” jelas Reyharp.
Kekuatan penampilan Indonesia juga didukung oleh bassist senior Indro Hardjodikoro dan drummer Dhariann Emilio Yanuanto. Menurut Balawan, kehadiran kedua musisi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ruang improvisasi yang bebas namun tetap terarah.
“Sangat menyenangkan. Indro memiliki pengalaman luar biasa dan selalu mampu menciptakan fondasi musikal yang kuat. Sementara Dhariann membawa energi baru yang sangat dinamis. Dengan formasi ini kami memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi musik secara spontan tanpa kehilangan arah,” ungkap Balawan.
Senada dengan itu, Reyharp menilai chemistry yang terbangun di dalam band menjadi salah satu kekuatan utama menjelang penampilan mereka di Jiangyin.
“Dalam jazz, komunikasi adalah segalanya. Saya merasa chemistry kami berkembang sangat baik karena masing-masing saling mendengarkan. Improvisasi yang muncul bukan sekadar menunjukkan kemampuan individu, tetapi membangun sebuah cerita bersama,” katanya.
Bagi Reyharp, tampil di festival internasional bukan tentang membuktikan siapa yang terbaik, melainkan memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang.
“Saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu kepada siapa pun. Yang ingin saya lakukan adalah terus memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki kemungkinan musikal yang sangat luas. Instrumen ini mampu berbicara dalam bahasa jazz, fusion, maupun musik kontemporer jika dieksplorasi secara serius. Saya berharap semakin banyak musisi muda yang melihat harmonika sebagai instrumen dengan potensi artistik yang besar,” ucapnya.
Balawan menambahkan bahwa tantangan terbesar tampil di panggung internasional justru datang dari ekspektasi penonton yang berasal dari berbagai negara.
“Penontonnya datang dari berbagai negara dan memiliki latar belakang musik yang berbeda. Mereka bukan hanya ingin mendengar permainan yang baik, tetapi juga mencari identitas dari setiap penampil. Karena itu kami berusaha menghadirkan sesuatu yang benar-benar merepresentasikan siapa kami sebagai musisi Indonesia,” katanya.
Usai APHF 2026, Reyharp berharap kolaborasi tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak kesempatan bagi musisi Indonesia untuk tampil di panggung dunia.
“Kami berharap penampilan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi internasional. Yang paling penting, semoga semakin banyak musisi Indonesia yang mendapat ruang untuk tampil di panggung-panggung dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Balawan meyakini musik akan selalu menjadi bahasa yang mampu menyatukan berbagai bangsa.
“Musik selalu menjadi bahasa universal. Jika melalui penampilan ini kami bisa memperkenalkan kualitas musisi Indonesia kepada dunia, itu sudah menjadi pencapaian yang sangat berarti.”
Menutup perbincangan, Reyharp menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas harmonika internasional yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan kariernya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selalu diberikan. Kami akan memberikan penampilan terbaik kami di APHF 2026 dan berharap dapat bertemu dengan para pecinta musik dari seluruh dunia di Jiangyin.”
Balawan pun menambahkan pesan singkat, “Sampai bertemu di panggung. Mari kita rayakan musik bersama.”
Partisipasi Reyharp sebagai performer sekaligus anggota dewan juri, ditambah kolaborasi bersama Balawan, Indro Hardjodikoro, dan Dhariann Emilio Yanuanto, menjadi bukti bahwa kualitas musisi Indonesia semakin mendapat tempat di panggung musik internasional. Penampilan mereka di Asia Pacific Harmonica Festival 2026 diharapkan bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam komunitas harmonika dan jazz dunia.
-
Entertainment3 weeks agoCerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band
-
Infotainment3 weeks agoDaus Mini Geram Namanya Dicatut di TikTok, Pilih Tempuh Jalur Hukum Bersama Brigade 08
-
News3 weeks agoNama Bung Karno Tercoreng, Alumni UBK Desak Pecat Mahasiswa Terduga Terima Suap
-
News4 weeks agoTuris Asia Ramai Sewa Motor di Bali, Pelaku Usaha Ungkap Alasan yang Jarang Dibahas
-
Entertainment4 weeks agoHiranindya Heryunanisita Ichwan Harumkan Nama Banten Lewat Dua Gelar Bergengsi
-
News2 weeks agoHari Bhayangkara ke-80, LBH Brigade 08: Polri Harus Semakin Dipercaya dan Tegakkan Keadilan Tanpa Diskriminasi
-
Infotainment3 weeks agoPAKSI (Panggung Kreasi) 2026: Saat Ratusan Pelajar Bali Memilih Panggung Teater daripada Layar Ponsel
-
Infotainment2 weeks agoReyharp dan Balawan Tampil di Asia Pacific Harmonica Festival 2026, Angkat Nama Indonesia di Panggung Harmonica Dunia
