Connect with us

News

Galaxy Z Fold8 Ultra Bikin Kerja Lebih Ringkas, Galaxy AI Jadi Andalan Produktivitas Harian

Published

on

Jakarta – Di tengah ritme kerja yang semakin cepat, banyak orang harus membuka dokumen, membalas pesan, membuat catatan, hingga menyusun presentasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Aktivitas seperti ini sering kali membuat kita terus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, yang tanpa disadari menghabiskan waktu dan mengganggu fokus.

Karena itu, perangkat yang mampu menyederhanakan alur kerja menjadi semakin penting. Bukan hanya soal performa, tetapi juga bagaimana teknologi bisa membantu pekerjaan selesai lebih cepat dan terasa lebih praktis.

Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan dukungan Galaxy AI yang dirancang untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Kombinasi layar utama yang luas dan kemampuan multitasking membuat berbagai aktivitas kerja bisa dilakukan lebih nyaman dalam satu perangkat.

Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Galaxy Z Fold8 Ultra menghadirkan pengalaman Galaxy AI yang membantu pengguna mengelola informasi, membuat konten kerja, hingga berkomunikasi dengan lebih seamless.

Persiapan meeting jadi lebih cepat

Salah satu fitur yang paling berguna adalah kemampuan merangkum dokumen. Proposal, laporan, atau materi presentasi yang panjang bisa diringkas menjadi poin-poin utama dalam waktu singkat.

Hal ini sangat membantu ketika waktu persiapan terbatas. Pengguna dapat memahami inti informasi dengan lebih cepat tanpa harus membaca keseluruhan dokumen, sehingga lebih siap mengikuti meeting atau diskusi penting.

Layar besar Galaxy Z Fold8 Ultra juga membuat proses ini terasa lebih nyaman karena pengguna bisa membaca dokumen sambil membuka aplikasi lain secara bersamaan.

Notulen rapat tanpa ribet

Setelah meeting selesai, Galaxy AI dapat membantu mengubah hasil diskusi menjadi catatan yang lebih rapi dan terstruktur.

Fitur ini memudahkan pengguna menyusun poin-poin pembahasan, keputusan rapat, hingga tindak lanjut yang perlu dikerjakan. Dengan dukungan Multi Window, pengguna tetap bisa membuka dokumen referensi sambil menyusun notulen tanpa harus bolak-balik berpindah aplikasi.

Action items bisa langsung disusun

Catatan hasil rapat sering kali masih perlu diolah menjadi daftar tugas. Galaxy AI dapat membantu menyusun action items lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat waktu.

Proses yang biasanya memakan waktu kini bisa dilakukan lebih efisien. Bahkan notulen yang panjang dapat dirapikan menjadi ringkasan yang lebih mudah dibagikan kepada anggota tim.

Komunikasi lintas bahasa lebih praktis

Bagi pengguna yang sering bekerja dengan rekan atau klien internasional, fitur terjemahan menjadi nilai tambah yang menarik.

Percakapan dapat diterjemahkan secara lebih praktis sehingga komunikasi terasa lebih lancar tanpa harus terus membuka aplikasi penerjemah. Ini membantu pengguna tetap fokus pada diskusi, terutama ketika bekerja dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

Pada akhirnya, Galaxy Z Fold8 Ultra bukan hanya menawarkan layar lipat yang besar, tetapi juga pengalaman kerja yang lebih efisien. Dengan dukungan Galaxy AI, berbagai aktivitas seperti merangkum dokumen, membuat notulen, menyusun tindak lanjut, hingga menerjemahkan percakapan dapat dilakukan lebih mudah dalam satu perangkat. Bagi mereka yang mengandalkan smartphone sebagai partner produktivitas, kombinasi ini membuat pekerjaan terasa lebih ringkas dan fokus tetap terjaga sepanjang hari.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan

Published

on

BANDUNG — Perjalanan pengabdian seorang prajurit tidak selalu berhenti pada pangkat dan jabatan. Hal itu tergambar dari perjalanan Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, yang selama puluhan tahun menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI hingga kemudian dipercaya mengemban tugas di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Tatang mengawali karier militernya setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer (Akmil) pada 1981. Ia kemudian menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), termasuk sebagai Komandan Peleton Grup-3 Kopassus.

Dalam perjalanan kariernya di Kopassus, Tatang dipercaya mengemban sejumlah posisi, mulai dari perwira intelijen dan operasi, komandan kompi, hingga sejumlah jabatan komando dan pembinaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinannya sebagai perwira TNI.

Selain tugas kedinasan, Tatang juga tercatat mengikuti sejumlah operasi, antara lain Operasi Timor-Timur pada 1984 dan 1987, Operasi Irian Jaya pada 1991, serta Operasi Timor-Timur pada 1999. Ia juga mengikuti berbagai kegiatan dan penugasan ke sejumlah negara, termasuk Thailand, Kanada, Arab Saudi, Filipina, India, Malaysia, dan Vietnam.

Dari Medan Operasi ke Pendidikan Strategis

Seiring perjalanan kariernya, Tatang tidak hanya berkutat pada tugas operasional. Ia kemudian menjalankan berbagai tugas di lingkungan pendidikan dan strategi militer.

Ia pernah dipercaya sebagai Kabagpam Sesko TNI, Pabandya-3/Pam Sdirum Kodiklat, Dosen Sesko TNI, Dosen Utama Sesko TNI, Paban-1/Nas Ditianbang Sesko hingga Kadep Strategi Sesko TNI.

Pada 2009, Tatang juga tercatat mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIII Lemhannas.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, pendidikan, serta pemahaman strategis yang tidak hanya bersumber dari pengalaman di lapangan.

Beralih ke Misi Pencarian dan Pertolongan

Babak lain dalam perjalanan Tatang terjadi ketika ia dipercaya bertugas di Basarnas. Pada 2013, ia menjabat Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, sebelum kemudian dipercaya sebagai Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas pada 2014.

Di lingkungan Basarnas, pengalaman yang sebelumnya banyak dibentuk melalui dunia militer diterapkan dalam tugas pencarian dan pertolongan. Tanggung jawab tersebut menuntut koordinasi berbagai unsur untuk menangani operasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.

Pada September 2014, Tatang tercatat memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI.

Salah satu kegiatan yang tercatat dalam masa tugasnya adalah Latihan SAR Malindo ke-38 Tahun 2014, yang merupakan kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam bidang pencarian dan pertolongan.

Pengabdian Tak Berhenti di Masa Purnatugas

Perjalanan Tatang Zaenudin memperlihatkan bagaimana pengalaman seorang prajurit dapat diterapkan dalam berbagai ruang pengabdian. Dari Kopassus, penugasan operasi, pendidikan strategis hingga Basarnas, setiap fase menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai perwira TNI.

Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan dan kemampuan mengambil keputusan menjadi bagian yang terbentuk sepanjang perjalanan tersebut.

Setelah memasuki masa purnatugas, pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun tetap menjadi bagian dari perjalanan kehidupannya.

Bagi Media Polisi Nasional (MPN), perjalanan Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin menjadi gambaran mengenai pengabdian seorang prajurit yang tidak hanya menjalankan tugas di lingkungan militer, tetapi juga pernah berkontribusi dalam misi pencarian dan pertolongan.

Dari perjalanan tersebut, pengabdian dapat dimaknai bukan hanya melalui pangkat maupun jabatan yang pernah diemban, tetapi juga melalui pengalaman, kepemimpinan dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

Continue Reading

News

GEPPMI Hadir Jadi Wadah Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia

Published

on

JAKARTA — Kepedulian terhadap penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendorong lahirnya Gerakan Pengusaha & Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI). Organisasi ini didirikan oleh Zecky Alatas, atau yang akrab disapa Jex Alatas, sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara pengusaha dan pekerja migran Indonesia.

GEPPMI hadir dengan perhatian pada berbagai persoalan yang berkaitan dengan penempatan PMI, baik di dalam negeri maupun ketika pekerja berada di luar negeri. Organisasi tersebut ingin menjadi ruang komunikasi sekaligus memberikan solusi bagi pengusaha dan PMI dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam proses penempatan maupun selama bekerja di luar negeri.

Jex Alatas mengatakan, GEPPMI tidak dibentuk untuk menjadi rival bagi asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Menurutnya, GEPPMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“GEPPMI ini bukan menjadi rival asosiasi P3MI. Kami organisasi kemasyarakatan dan akan memberikan solusi serta advokasi apabila ada para pengusaha P3MI yang membutuhkan bantuan hukum, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Jex Alatas.

Selain memberikan pendampingan, GEPPMI juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta untuk membantu mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang penempatan PMI di luar negeri. Salah satunya melalui referensi agen-agen di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja migran dari Indonesia.

Menurut Jex, GEPPMI juga akan berupaya mendampingi para anggotanya ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan regulasi penempatan maupun permasalahan internal yang dihadapi pengusaha P3MI.

“Kami akan membantu anggota kami apabila ada permasalahan internal tentang regulasi penempatan serta permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha. Kami tidak akan tinggal diam,” katanya.

Jex menambahkan, GEPPMI lahir melalui inisiasi sejumlah pakar dan ahli di bidang penempatan PMI. Organisasi tersebut juga disebut melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk para purnawirawan jenderal dari empat matra.

Melalui kehadirannya, GEPPMI berharap dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha, pekerja migran, pemerintah, serta mitra di luar negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat ikut mendorong terciptanya ekosistem penempatan PMI yang lebih tertata sekaligus memberikan perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia.

Continue Reading

News

Office Grand Prix Electronic 2026 Hadirkan Balapan Kursi Kantor Berbasis Digital, Siapkan Kursi ITOKI Senilai Belasan Juta

Published

on

JAKARTA — Ajang balap kursi kantor kembali hadir melalui Office Grand Prix Electronic 2026 by FIRM (OGP-E 2026 by FIRM). Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kompetisi tahun ini mengusung konsep arena balap kursi kantor digital dengan sistem live leaderboard secara real-time.

Digelar di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, pada 26 September 2026, OGP-E 2026 mengusung tagline “Get Ready to Play!”. Ajang ini mempertemukan industri furnitur dan desain dengan dunia gaming sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan game lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap inovasi dan karya profesional Indonesia.

OGP-E 2026 merupakan pengembangan dari ajang balap kursi kantor fisik yang telah digelar FIRM sejak 2024. Tahun ini, konsep tersebut ditransformasi menjadi Best Lap Challenge, sebuah kompetisi individual single-player time attack hasil kolaborasi FIRM dengan Need for Seat by DeadLeg Studio.

Setiap peserta ditantang mencatatkan waktu tercepat di lintasan yang tersedia. Catatan waktu peserta akan diperbarui secara langsung melalui leaderboard real-time. Tiga peserta dengan catatan waktu terbaik nantinya menempati posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Asst Marketing Manager FIRM, Reno Budiman, mengatakan OGP-E menjadi ruang pertemuan antara industri furnitur dan gaming yang selama ini relatif jarang berkolaborasi.

“Melalui OGP-E, kami mempertemukan dua dunia yang selama ini jarang berkolaborasi, yaitu furniture dan gaming. Padahal, keduanya sama-sama lahir dari kreativitas dan inovasi,” ujar Reno.

Menurut dia, konsep Best Lap Challenge juga menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa kolaborasi industri kreatif lokal dapat melahirkan pengalaman baru bagi masyarakat.

Sementara itu, President Director Malka Indonesia, Zaky Makarim, mengatakan OGP telah menjadi bagian dari perjalanan FIRM sejak pertama kali digelar pada 2024.

“Tahun ini, kami mengembangkannya dari balap kursi kantor secara fisik menjadi pengalaman digital berbasis best time dan leaderboard,” kata Zaky.

Ia menambahkan, perubahan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan showroom sebagai ruang interaktif yang mempertemukan produk, teknologi, kreativitas, dan komunitas.

OGP-E 2026 menargetkan lebih dari 100 peserta kompetisi dan lebih dari 300 pengunjung showroom. Ajang ini juga dirancang untuk mempertemukan komunitas desain, furnitur, gaming, serta office lifestyle dalam satu pengalaman interaktif.

Menariknya, kompetisi tersebut terbuka tanpa biaya pendaftaran. Peserta berkesempatan membawa pulang kursi ITOKI dari Jepang by FIRM dengan nilai belasan juta rupiah. Pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu terbaik yang berhasil dibukukan dalam Best Lap Challenge.

OGP-E 2026 menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Indonesia Design Week yang berlangsung di Indonesia Design District (IDD), PIK 2. Kawasan tersebut menargetkan sekitar 80.000 pengunjung selama 10 hari penyelenggaraan, dengan rata-rata 7.000 hingga 10.000 pengunjung setiap harinya.

Melalui gelaran ini, FIRM tidak hanya menghadirkan kompetisi yang menggabungkan furnitur dan teknologi, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman baru di ruang showroom melalui permainan, kreativitas, dan kolaborasi industri kreatif lokal.

Continue Reading

TERKINI

Olahraga4 hours ago

Punya Mimpi Jadi Petinju? Eastside Boxing Camp Bisa Jadi Tempat Mengasah Bakat

JAKARTA — Bagi sebagian orang, tinju bukan sekadar olahraga. Di balik setiap pukulan dan latihan, ada proses membangun disiplin, mental,...

News8 hours ago

Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan

BANDUNG — Perjalanan pengabdian seorang prajurit tidak selalu berhenti pada pangkat dan jabatan. Hal itu tergambar dari perjalanan Mayjen TNI...

News2 days ago

GEPPMI Hadir Jadi Wadah Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA — Kepedulian terhadap penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendorong lahirnya Gerakan Pengusaha & Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI)....

Hukum2 days ago

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Dugaan Pungli Pengurusan PBG

JAKARTA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terkait...

Infotainment2 days ago

Selamat! Jessica Jane Hamil Anak Pertama dengan Erwin Phang, Usia Kehamilan Sudah 17 Minggu

JAKARTA — Kabar bahagia datang dari pasangan Jessica Jane dan Erwin Phang. YouTuber sekaligus konten kreator tersebut mengumumkan tengah menantikan...

News3 days ago

Office Grand Prix Electronic 2026 Hadirkan Balapan Kursi Kantor Berbasis Digital, Siapkan Kursi ITOKI Senilai Belasan Juta

JAKARTA — Ajang balap kursi kantor kembali hadir melalui Office Grand Prix Electronic 2026 by FIRM (OGP-E 2026 by FIRM)....

Olahraga4 days ago

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026

JAKARTA — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026),...

Ekonomi4 days ago

Wamenaker Dorong Teknisi Ponsel Tingkatkan Kompetensi di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi

Jakarta – Perkembangan teknologi telepon seluler yang semakin pesat turut mengubah kebutuhan terhadap profesi teknisi ponsel. Keterampilan teknis yang dimiliki...

Ekonomi4 days ago

Kisah Inspiratif Ali Founder BIP: Dedikasikan Dua Penghargaan Asia untuk Almarhum Kedua Orang Tua

PENULIS : KATASIBOY JAKARTA — Yayasan sosial asal Pamekasan, Madura, Bani Insan Peduli (BIP), sukses mengukir prestasi gemilang di kancah...

Entertainment5 days ago

Agata Selia Keylani, dari Hobi Fashion hingga Menekuni Modeling dan Seni Peran

JAKARTA — Agata Selia Keylani, atau Agata, mulai menekuni dunia modeling sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, di...

Trending