Connect with us

News

Praktisi hukum minta pemberitaan temuan 996 senjata di sekolah tidak digiring ke spekulasi

Published

on

JAKARTA — Praktisi hukum dan pemerhati pers Turnya, S.H., M.H., meminta media dan publik tidak menggiring pemberitaan terkait temuan 996 pucuk senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, ke arah spekulasi yang tidak berdasar, termasuk mengaitkannya dengan isu narkotika maupun dugaan kerusuhan Agustus.

Menurut Turnya, pemberitaan perkara hukum harus mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, serta asas praduga tak bersalah. Ia menilai informasi mengenai jenis barang temuan telah dijelaskan secara resmi oleh kepolisian sehingga tidak seharusnya dibangun konstruksi pemberitaan di luar fakta yang telah dikonfirmasi.

“Media memang mempunyai hak dan kewajiban untuk memberitakan. Tetapi fakta harus disampaikan secara utuh. Jangan sampai pemberitaan membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan aparat,” ujar Turnya, Rabu (12/8).

Penyidikan harus berbasis fakta

Turnya, yang juga dosen hukum Universitas Pamulang, menyoroti pemberitaan yang mengaitkan mantan Ketua Yayasan dengan temuan senjata tersebut. Menurutnya, penting untuk memverifikasi status seseorang, kewenangan, serta akses terhadap lokasi sebelum dikaitkan dengan suatu peristiwa hukum.

Ia mengatakan, apabila benar yang bersangkutan sudah tidak memiliki akses ke lingkungan sekolah selama kurang lebih tiga bulan sebelum penemuan, maka fakta tersebut harus diverifikasi dan disampaikan secara proporsional kepada publik.

“Jangan sampai seseorang langsung diasosiasikan dengan suatu barang atau peristiwa hanya karena jabatan atau kedudukannya di yayasan,” katanya.

Turnya juga mengingatkan agar temuan senjata tidak serta-merta dikaitkan dengan dugaan narkotika atau rencana kerusuhan tanpa adanya bukti yang menunjukkan hubungan hukum.

“Jangan sampai judul atau konstruksi pemberitaan membentuk persepsi seolah-olah seseorang terlibat narkoba, kepemilikan senjata api, bahkan dikaitkan dengan akan adanya kerusuhan, sementara hubungan antara orang tersebut dengan seluruh peristiwa itu belum dibuktikan secara hukum,” tegasnya.

Berdampak pada dunia pendidikan

Lulusan pendidikan Lemhanas tahun 2004 itu menilai polemik penemuan airsoft gun dan senapan angin tidak hanya menyangkut nama baik pengurus yayasan, tetapi juga berdampak terhadap peserta didik, orang tua, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses pendidikan.

“Sekolah merupakan ruang pendidikan. Anak-anak jangan sampai menjadi korban dari konflik orang dewasa maupun pemberitaan yang terlalu jauh dari fakta yang sudah terverifikasi,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pihak sekolah dan yayasan memberikan klarifikasi resmi secara tertulis melalui satu pintu, yang memuat kronologi kejadian, status kepengurusan, akses masing-masing pihak saat peristiwa terjadi, serta fakta-fakta yang telah dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum.

Hak jawab dan mekanisme Dewan Pers

Turnya mengatakan pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan memiliki hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kalau terdapat berita yang keliru, jangan langsung membangun perang opini. Dokumentasikan seluruh pemberitaan, petakan bagian mana yang dianggap tidak benar, kemudian sampaikan hak jawab secara resmi kepada masing-masing perusahaan pers,” ujar mantan wartawan nasional yang kini berprofesi sebagai dosen dan advokat tersebut.

Menurutnya, apabila sengketa berkaitan dengan produk jurnalistik, mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi: 995 pucuk adalah senapan angin

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan dari 996 pucuk yang ditemukan, sebanyak 995 merupakan senapan angin dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

“Yang paling utama, kami meluruskan kepada masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa temuan barang berupa senjata itu adalah senjata angin,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat pekan lalu.

Turnya menilai penjelasan resmi kepolisian harus menjadi rujukan utama dalam pemberitaan agar publik tidak memperoleh gambaran yang keliru.

“Apa yang harus dicari adalah kebenaran. Siapa yang memiliki dan menguasai barang tersebut, bagaimana barang itu berada di lokasi, apakah legal atau ilegal, dan apakah benar terdapat hubungan dengan tindak pidana tertentu. Setelah itu biarkan hukum yang menentukan,” ujarnya.

Ia juga meminta kepolisian terus memberikan informasi yang terukur mengenai perkembangan penyelidikan tanpa membuka materi yang bersifat rahasia.

“Proses hukum harus berbicara melalui alat bukti, bukan melalui asumsi dan penghakiman di media sosial,” pungkas Turnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan

Published

on

BANDUNG — Perjalanan pengabdian seorang prajurit tidak selalu berhenti pada pangkat dan jabatan. Hal itu tergambar dari perjalanan Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, yang selama puluhan tahun menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI hingga kemudian dipercaya mengemban tugas di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Tatang mengawali karier militernya setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer (Akmil) pada 1981. Ia kemudian menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), termasuk sebagai Komandan Peleton Grup-3 Kopassus.

Dalam perjalanan kariernya di Kopassus, Tatang dipercaya mengemban sejumlah posisi, mulai dari perwira intelijen dan operasi, komandan kompi, hingga sejumlah jabatan komando dan pembinaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kepemimpinannya sebagai perwira TNI.

Selain tugas kedinasan, Tatang juga tercatat mengikuti sejumlah operasi, antara lain Operasi Timor-Timur pada 1984 dan 1987, Operasi Irian Jaya pada 1991, serta Operasi Timor-Timur pada 1999. Ia juga mengikuti berbagai kegiatan dan penugasan ke sejumlah negara, termasuk Thailand, Kanada, Arab Saudi, Filipina, India, Malaysia, dan Vietnam.

Dari Medan Operasi ke Pendidikan Strategis

Seiring perjalanan kariernya, Tatang tidak hanya berkutat pada tugas operasional. Ia kemudian menjalankan berbagai tugas di lingkungan pendidikan dan strategi militer.

Ia pernah dipercaya sebagai Kabagpam Sesko TNI, Pabandya-3/Pam Sdirum Kodiklat, Dosen Sesko TNI, Dosen Utama Sesko TNI, Paban-1/Nas Ditianbang Sesko hingga Kadep Strategi Sesko TNI.

Pada 2009, Tatang juga tercatat mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIII Lemhannas.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, pendidikan, serta pemahaman strategis yang tidak hanya bersumber dari pengalaman di lapangan.

Beralih ke Misi Pencarian dan Pertolongan

Babak lain dalam perjalanan Tatang terjadi ketika ia dipercaya bertugas di Basarnas. Pada 2013, ia menjabat Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, sebelum kemudian dipercaya sebagai Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas pada 2014.

Di lingkungan Basarnas, pengalaman yang sebelumnya banyak dibentuk melalui dunia militer diterapkan dalam tugas pencarian dan pertolongan. Tanggung jawab tersebut menuntut koordinasi berbagai unsur untuk menangani operasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.

Pada September 2014, Tatang tercatat memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI.

Salah satu kegiatan yang tercatat dalam masa tugasnya adalah Latihan SAR Malindo ke-38 Tahun 2014, yang merupakan kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam bidang pencarian dan pertolongan.

Pengabdian Tak Berhenti di Masa Purnatugas

Perjalanan Tatang Zaenudin memperlihatkan bagaimana pengalaman seorang prajurit dapat diterapkan dalam berbagai ruang pengabdian. Dari Kopassus, penugasan operasi, pendidikan strategis hingga Basarnas, setiap fase menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai perwira TNI.

Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan dan kemampuan mengambil keputusan menjadi bagian yang terbentuk sepanjang perjalanan tersebut.

Setelah memasuki masa purnatugas, pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun tetap menjadi bagian dari perjalanan kehidupannya.

Bagi Media Polisi Nasional (MPN), perjalanan Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin menjadi gambaran mengenai pengabdian seorang prajurit yang tidak hanya menjalankan tugas di lingkungan militer, tetapi juga pernah berkontribusi dalam misi pencarian dan pertolongan.

Dari perjalanan tersebut, pengabdian dapat dimaknai bukan hanya melalui pangkat maupun jabatan yang pernah diemban, tetapi juga melalui pengalaman, kepemimpinan dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

Continue Reading

News

GEPPMI Hadir Jadi Wadah Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia

Published

on

JAKARTA — Kepedulian terhadap penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendorong lahirnya Gerakan Pengusaha & Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI). Organisasi ini didirikan oleh Zecky Alatas, atau yang akrab disapa Jex Alatas, sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara pengusaha dan pekerja migran Indonesia.

GEPPMI hadir dengan perhatian pada berbagai persoalan yang berkaitan dengan penempatan PMI, baik di dalam negeri maupun ketika pekerja berada di luar negeri. Organisasi tersebut ingin menjadi ruang komunikasi sekaligus memberikan solusi bagi pengusaha dan PMI dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam proses penempatan maupun selama bekerja di luar negeri.

Jex Alatas mengatakan, GEPPMI tidak dibentuk untuk menjadi rival bagi asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Menurutnya, GEPPMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“GEPPMI ini bukan menjadi rival asosiasi P3MI. Kami organisasi kemasyarakatan dan akan memberikan solusi serta advokasi apabila ada para pengusaha P3MI yang membutuhkan bantuan hukum, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Jex Alatas.

Selain memberikan pendampingan, GEPPMI juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta untuk membantu mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang penempatan PMI di luar negeri. Salah satunya melalui referensi agen-agen di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja migran dari Indonesia.

Menurut Jex, GEPPMI juga akan berupaya mendampingi para anggotanya ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan regulasi penempatan maupun permasalahan internal yang dihadapi pengusaha P3MI.

“Kami akan membantu anggota kami apabila ada permasalahan internal tentang regulasi penempatan serta permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha. Kami tidak akan tinggal diam,” katanya.

Jex menambahkan, GEPPMI lahir melalui inisiasi sejumlah pakar dan ahli di bidang penempatan PMI. Organisasi tersebut juga disebut melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk para purnawirawan jenderal dari empat matra.

Melalui kehadirannya, GEPPMI berharap dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha, pekerja migran, pemerintah, serta mitra di luar negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat ikut mendorong terciptanya ekosistem penempatan PMI yang lebih tertata sekaligus memberikan perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia.

Continue Reading

News

Office Grand Prix Electronic 2026 Hadirkan Balapan Kursi Kantor Berbasis Digital, Siapkan Kursi ITOKI Senilai Belasan Juta

Published

on

JAKARTA — Ajang balap kursi kantor kembali hadir melalui Office Grand Prix Electronic 2026 by FIRM (OGP-E 2026 by FIRM). Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kompetisi tahun ini mengusung konsep arena balap kursi kantor digital dengan sistem live leaderboard secara real-time.

Digelar di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, pada 26 September 2026, OGP-E 2026 mengusung tagline “Get Ready to Play!”. Ajang ini mempertemukan industri furnitur dan desain dengan dunia gaming sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan game lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap inovasi dan karya profesional Indonesia.

OGP-E 2026 merupakan pengembangan dari ajang balap kursi kantor fisik yang telah digelar FIRM sejak 2024. Tahun ini, konsep tersebut ditransformasi menjadi Best Lap Challenge, sebuah kompetisi individual single-player time attack hasil kolaborasi FIRM dengan Need for Seat by DeadLeg Studio.

Setiap peserta ditantang mencatatkan waktu tercepat di lintasan yang tersedia. Catatan waktu peserta akan diperbarui secara langsung melalui leaderboard real-time. Tiga peserta dengan catatan waktu terbaik nantinya menempati posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Asst Marketing Manager FIRM, Reno Budiman, mengatakan OGP-E menjadi ruang pertemuan antara industri furnitur dan gaming yang selama ini relatif jarang berkolaborasi.

“Melalui OGP-E, kami mempertemukan dua dunia yang selama ini jarang berkolaborasi, yaitu furniture dan gaming. Padahal, keduanya sama-sama lahir dari kreativitas dan inovasi,” ujar Reno.

Menurut dia, konsep Best Lap Challenge juga menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa kolaborasi industri kreatif lokal dapat melahirkan pengalaman baru bagi masyarakat.

Sementara itu, President Director Malka Indonesia, Zaky Makarim, mengatakan OGP telah menjadi bagian dari perjalanan FIRM sejak pertama kali digelar pada 2024.

“Tahun ini, kami mengembangkannya dari balap kursi kantor secara fisik menjadi pengalaman digital berbasis best time dan leaderboard,” kata Zaky.

Ia menambahkan, perubahan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan showroom sebagai ruang interaktif yang mempertemukan produk, teknologi, kreativitas, dan komunitas.

OGP-E 2026 menargetkan lebih dari 100 peserta kompetisi dan lebih dari 300 pengunjung showroom. Ajang ini juga dirancang untuk mempertemukan komunitas desain, furnitur, gaming, serta office lifestyle dalam satu pengalaman interaktif.

Menariknya, kompetisi tersebut terbuka tanpa biaya pendaftaran. Peserta berkesempatan membawa pulang kursi ITOKI dari Jepang by FIRM dengan nilai belasan juta rupiah. Pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu terbaik yang berhasil dibukukan dalam Best Lap Challenge.

OGP-E 2026 menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Indonesia Design Week yang berlangsung di Indonesia Design District (IDD), PIK 2. Kawasan tersebut menargetkan sekitar 80.000 pengunjung selama 10 hari penyelenggaraan, dengan rata-rata 7.000 hingga 10.000 pengunjung setiap harinya.

Melalui gelaran ini, FIRM tidak hanya menghadirkan kompetisi yang menggabungkan furnitur dan teknologi, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman baru di ruang showroom melalui permainan, kreativitas, dan kolaborasi industri kreatif lokal.

Continue Reading

TERKINI

Olahraga4 hours ago

Punya Mimpi Jadi Petinju? Eastside Boxing Camp Bisa Jadi Tempat Mengasah Bakat

JAKARTA — Bagi sebagian orang, tinju bukan sekadar olahraga. Di balik setiap pukulan dan latihan, ada proses membangun disiplin, mental,...

News7 hours ago

Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan

BANDUNG — Perjalanan pengabdian seorang prajurit tidak selalu berhenti pada pangkat dan jabatan. Hal itu tergambar dari perjalanan Mayjen TNI...

News2 days ago

GEPPMI Hadir Jadi Wadah Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA — Kepedulian terhadap penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendorong lahirnya Gerakan Pengusaha & Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI)....

Hukum2 days ago

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Dugaan Pungli Pengurusan PBG

JAKARTA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terkait...

Infotainment2 days ago

Selamat! Jessica Jane Hamil Anak Pertama dengan Erwin Phang, Usia Kehamilan Sudah 17 Minggu

JAKARTA — Kabar bahagia datang dari pasangan Jessica Jane dan Erwin Phang. YouTuber sekaligus konten kreator tersebut mengumumkan tengah menantikan...

News3 days ago

Office Grand Prix Electronic 2026 Hadirkan Balapan Kursi Kantor Berbasis Digital, Siapkan Kursi ITOKI Senilai Belasan Juta

JAKARTA — Ajang balap kursi kantor kembali hadir melalui Office Grand Prix Electronic 2026 by FIRM (OGP-E 2026 by FIRM)....

Olahraga4 days ago

Brimob Polda Metro Jaya Sterilisasi GBK Jelang Laga ASEAN Cup 2026

JAKARTA — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026),...

Ekonomi4 days ago

Wamenaker Dorong Teknisi Ponsel Tingkatkan Kompetensi di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi

Jakarta – Perkembangan teknologi telepon seluler yang semakin pesat turut mengubah kebutuhan terhadap profesi teknisi ponsel. Keterampilan teknis yang dimiliki...

Ekonomi4 days ago

Kisah Inspiratif Ali Founder BIP: Dedikasikan Dua Penghargaan Asia untuk Almarhum Kedua Orang Tua

PENULIS : KATASIBOY JAKARTA — Yayasan sosial asal Pamekasan, Madura, Bani Insan Peduli (BIP), sukses mengukir prestasi gemilang di kancah...

Entertainment5 days ago

Agata Selia Keylani, dari Hobi Fashion hingga Menekuni Modeling dan Seni Peran

JAKARTA — Agata Selia Keylani, atau Agata, mulai menekuni dunia modeling sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, di...

Trending