Connect with us

News

PAGE • PLAY • TEAM Ubah Taman Literasi Blok M Jadi Ruang Belajar Kolaboratif

Published

on

JAKARTA — Literasi tidak hanya dapat dilakukan melalui aktivitas membaca buku. Permainan, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan PAGE • PLAY • TEAM — The Final Chapter yang digelar XPRN.ID bersama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, dan Perpustakaan Heka Leka di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema “Turning Books into a Real Team Experience”, kegiatan tersebut mengajak peserta mengikuti rangkaian aktivitas berbasis experiential learning. Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga terlibat langsung dalam permainan, pemecahan tantangan, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama dalam kelompok.

Kegiatan itu menghadirkan EVP of Corporate Strategy & Management Zulfadli Ardiansyah, Wakil Ketua DPP Asosiasi Experiential Learning Indonesia Sofyan Hadi, serta Founder XPRN.ID Adi Waluyo.

Belajar melalui pengalaman

Sofyan Hadi mengatakan, proses pembelajaran tidak harus berlangsung di dalam kelas. Menurut dia, pengalaman ketika menghadapi tantangan dan bekerja bersama dapat menjadi bagian dari proses belajar.

“Pembelajaran bukan harus berada di dalam sebuah ruangan ataupun sebuah kelas. Mereka juga dihadapkan pada sebuah tantangan, bagaimana merasakan sebuah kegagalan, bagaimana terjadi sebuah dinamika dan juga konflik,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, pendekatan experiential learning dapat diterapkan kepada berbagai kelompok usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa.

Metode tersebut, kata Sofyan, juga tidak terbatas pada lingkungan perusahaan atau pemerintahan, tetapi dapat digunakan dalam proses pengembangan kapasitas dan karakter peserta didik.

“Untuk belajar bukan hanya melalui buku, tapi juga bisa dilakukan bagaimana cara melakukannya dalam bentuk sebuah pengalaman. Pengalaman yang dirasakan peserta kemudian direfleksikan sebagai sebuah pengalaman yang bermakna,” tuturnya.

Tiga tahapan pembelajaran

Konsep PAGE • PLAY • TEAM dikembangkan XPRN.ID melalui pendekatan Human-Centered Experiential Learning. Tiga elemen utama digunakan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pada tahap PAGE, peserta memulai proses dari buku, cerita, ide, dan insight. Selanjutnya, pada tahap PLAY, peserta menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, serta kerja sama.

Adapun tahap TEAM menjadi bagian untuk menggabungkan pengalaman masing-masing peserta menjadi pembelajaran bersama melalui proses kolaborasi dan refleksi.

Konsep tersebut juga terinspirasi dari pemikiran mengenai kerja sama tim yang dituangkan dalam buku Build an Amazing Team karya Adi Waluyo.

Manfaatkan ruang publik sebagai tempat belajar

Adi Waluyo mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

Dalam salah satu rangkaian kegiatan, peserta harus bergerak ke sejumlah titik di area taman untuk menjalankan misi. Mereka diminta menemukan lokasi, menyelesaikan tantangan, kemudian kembali untuk membahas pengalaman yang diperoleh.

“Di Taman Literasi punya beberapa area yang memang bisa digunakan seperti amphitheater, plaza bunga, ada plaza anak. Tujuannya mengenalkan area-area tersebut sekaligus memberikan insight bahwa tempat-tempat tersebut sebenarnya bisa dilakukan aktivitas-aktivitas seru,” jelas Adi.

Dalam misi “PLAY — Mission: Find the 3 Game Posts”, peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Setiap kelompok harus menemukan tiga pos permainan, menyelesaikan tantangan, dan mengumpulkan kepingan puzzle.

Proses tersebut menuntut peserta untuk berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengambil keputusan bersama.

Setelah seluruh tantangan selesai, peserta memasuki tahap “TEAM — The Puzzle”. Kepingan puzzle dari setiap kelompok kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses refleksi mengenai kontribusi setiap individu dalam mencapai tujuan bersama.

Perluas pengenalan experiential learning

Adi mengatakan, PAGE • PLAY • TEAM juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan metode experiential learning kepada masyarakat.

“Ini adalah sebuah gerakan kecil yang kami coba stimulus pelan-pelan bersama rekan-rekan yang tergabung di asosiasi, bagaimana caranya mengedukasi publik terkait experiential learning, baik activity maupun program,” katanya.

Menurut Adi, pendekatan tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Sasaran kegiatannya juga tidak terbatas pada organisasi atau perusahaan, tetapi dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Kolaborasi dengan Perpustakaan Heka Leka dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang publik untuk menghadirkan aktivitas pembelajaran yang berbeda.

Melalui kegiatan tersebut, ruang literasi tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca dan mengakses pengetahuan, tetapi juga sebagai tempat berinteraksi, bermain, menyelesaikan tantangan, serta melakukan refleksi bersama.

Penyelenggara juga menekankan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, termasuk bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Aspek keamanan dan prosedur penanganan situasi khusus turut diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan.

Melalui PAGE • PLAY • TEAM, literasi ditempatkan sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga pengalaman, interaksi, kolaborasi, dan refleksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Zecky Alatas Bahas Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Bersama Kausar Nefi dan Amhar Azeth

Published

on

JAKARTA — Zecky Alatas atau yang akrab disapa Bang Jex Alatas, Ketum Brigade08, bersama Kausar Nefi dan mantan Duta Besar Romania, Irjen Pol (Purn) Drs. KP.M. Amhar Azeth, menggelar pertemuan untuk membahas sinergi antara pengusaha dan pekerja migran Indonesia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar informasi dan pengalaman mengenai berbagai persoalan serta peluang yang berkaitan dengan pekerja migran Indonesia, baik yang bekerja secara perorangan maupun melalui perusahaan.

Pengalaman Amhar Azeth selama menjalankan tugas sebagai Duta Besar Romania turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pengetahuan dan pengalamannya terkait pekerja migran diharapkan dapat memberikan perspektif serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak.

Bang Jex Alatas, Kausar Nefi, dan Amhar Azeth juga membahas pentingnya membangun komunikasi serta sinergi antara dunia usaha dan pekerja migran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung gerakan pengusaha dan pekerja migran Indonesia melalui pertukaran informasi, pengalaman, serta peluang kerja sama.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dan membangun jejaring antara pengusaha dengan pekerja migran Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Continue Reading

News

FFHoror IX Bahas Sinkretisme, Budaya, dan Masa Depan Film Horor Indonesia

Published

on

JAKARTA — Mitos, budaya, spiritualitas hingga strategi industri perfilman menjadi pembahasan dalam Festival Film Horor (FFHoror) IX yang digelar di JTown Food & Entertainment Center, Jalan Jatinegara Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 28 September 2026.

Diskusi bertema “Sinkretisme dan Fenomena Film Horor Indonesia” menghadirkan praktisi perfilman, produser sekaligus penulis skenario Budi Sumarno serta sutradara Hasto Broto sebagai narasumber. Diskusi tersebut dipandu jurnalis senior sekaligus pengamat film Didang Prajasasmita.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan grup musik 7Dunia yang membawakan tiga lagu. Penampilan tersebut turut membangun suasana meriah dalam gelaran FFHoror IX.

Dalam pemaparannya, Budi Sumarno menjelaskan bahwa perjalanan film horor Indonesia tidak terlepas dari perkembangan cerita rakyat, ritual, serta berbagai pertunjukan tradisional yang kemudian berkembang menjadi pengalaman sinematik.

Sinkretisme Jadi Identitas Horor Indonesia

Budi menyebut kekuatan film horor Indonesia salah satunya terletak pada sinkretisme, yakni pertemuan berbagai unsur budaya, tradisi, kepercayaan lokal, dan agama yang kemudian melahirkan makna baru dalam sebuah cerita.

Menurutnya, mitos Nusantara tidak sekadar dipindahkan dari cerita masyarakat ke layar lebar. Sineas mengolahnya menjadi konflik yang mempertemukan tradisi, mitos lokal, kehidupan modern hingga unsur keagamaan.

Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman budaya, film horor juga dapat menjadi medium untuk memperkenalkan sejarah, tradisi leluhur, tempat keramat hingga praktik ritual yang masih hidup di tengah masyarakat.

Budi menilai daya tarik film horor tidak hanya terletak pada rasa takut. Penonton juga terdorong oleh rasa ingin tahu terhadap misteri yang dibangun, identitas makhluk, penyebab teror hingga penyelesaian konflik dalam cerita.

Tiga Varian Horor Modern

Budi juga membagi perkembangan film horor modern ke dalam tiga subgenre utama, yakni Apocalyptic Horror, Demonic Horror, dan Psychological Horror.

Apocalyptic Horror berangkat dari ancaman kehancuran dunia atau peradaban. Sementara Demonic Horror menempatkan iblis, setan, atau kerasukan sebagai sumber ancaman. Adapun Psychological Horror membangun ketakutan melalui trauma, paranoia, rasa bersalah, serta gangguan persepsi manusia.

Menurut Budi, ketiga pendekatan tersebut kini banyak digunakan sineas Indonesia untuk memperkaya cerita horor sehingga tidak hanya bergantung pada kemunculan sosok hantu.

Ia menegaskan, film horor Indonesia bukan sekadar sarana untuk menakut-nakuti penonton. Genre tersebut juga dapat menjadi medium untuk memperkenalkan budaya, tradisi, sejarah, kepercayaan hingga wajah masyarakat Indonesia.

Hasto Broto: Sutradara Fokus Membuat Film Terbaik

Sementara itu, sutradara Hasto Broto mengatakan setiap sutradara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan karya terbaik, terlepas dari genre yang dikerjakan, baik horor, drama, komedi maupun komedi horor.

Menurut Hasto, ketika produser meminta sebuah genre tertentu untuk dibuat menjadi film, tugas sutradara adalah mengeksekusi cerita dengan kualitas terbaik. Adapun keberhasilan secara komersial, menurut dia, tidak dapat dipastikan.

“Siapa pun sutradaranya pasti ingin membuat film yang terbaik. Genre apa pun, eksekusinya harus bagus. Soal komersial, itu tidak bisa dijamin. Film yang ramai di media sosial pun belum tentu membuat orang datang ke bioskop,” ujarnya.

Hasto menambahkan, benang merah film horor tetap berada pada kemampuannya menghadirkan rasa takut kepada penonton. Namun, rasa takut tersebut dapat dibangun melalui berbagai pendekatan, mulai dari mitos, tradisi, spiritualitas hingga konflik manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa perfilman Indonesia tidak hanya kaya dengan film horor. Berbagai film juga mengangkat isu edukasi dan kemanusiaan, termasuk film bertema disabilitas yang dinilai dapat membuka perspektif masyarakat mengenai ruang dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.

“Film adalah media yang luas. Ia bisa menakutkan, bisa menghibur, tetapi juga bisa menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan,” kata Hasto.

Menurut Hasto, pembagian peran antara sutradara dan produser juga penting dalam proses produksi film. Sutradara bertugas membangun storytelling dan visual agar menghasilkan film yang baik, sementara produser bertanggung jawab terhadap strategi bisnis dan pemasaran agar film dapat sampai kepada penonton.

Budi Sumarno kemudian menimpali dengan pernyataan yang menegaskan pembagian peran tersebut.

“Biarkan sutradara berkarya menghasilkan film yang bagus. Setelah itu produser yang mengurus bagaimana film tersebut dipasarkan dan bertemu dengan penontonnya,” tuturnya.

Ncank Mail Soroti Tanggung Jawab Sineas terhadap Budaya Lokal

Ketua Dewan Juri FFHoror, Ncank Mail, turut menyoroti tanggung jawab sineas dalam mengolah budaya lokal menjadi materi film.

Menurut Ncank Mail, setiap film lahir melalui proses kreatif sehingga sebuah karya tidak dapat serta-merta disebut buruk. Perbedaan penilaian lebih banyak dipengaruhi pendekatan pembuat film dan persepsi penonton.

Ia mengatakan hingga kini tidak ada “buku petunjuk” yang dapat menjamin sebuah film pasti sukses. Karena itu, sineas dituntut memiliki kepekaan dalam membaca situasi, memahami perkembangan pasar, sekaligus menjaga kualitas cerita dan penggarapan.

Ncank Mail kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Budi Sumarno dan Hasto Broto. Salah satunya mengenai perspektif yang seharusnya menjadi pijakan dalam pembuatan film, apakah berasal dari penulis skenario, sutradara, produser, atau penonton sebagai penerima akhir sebuah karya.

Ia juga menyoroti banyaknya film horor Indonesia yang mengangkat mitos, tradisi lokal dan cerita rakyat sebagai sumber cerita.

Menurut Ncank Mail, pembuat film memiliki tanggung jawab untuk memahami konteks budaya sebelum mengadaptasinya menjadi sebuah tontonan. Hal itu berkaitan dengan sejauh mana film dapat membantu melestarikan mitologi Nusantara sekaligus potensi perubahan atau distorsi makna ketika mitologi tersebut diadaptasi ke layar lebar.

Selain itu, kebangkitan film horor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi bagian dari pembahasan. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara meningkatnya minat terhadap isu kepercayaan dan spiritualitas dengan perkembangan pasar industri film.

Diskusi FFHoror IX akhirnya menjadi ruang dialog bagi praktisi perfilman, sutradara, jurnalis, komunitas dan penonton untuk melihat film horor Indonesia tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya, identitas, serta perkembangan industri perfilman nasional.

Continue Reading

News

Mengabdi lewat Politik, Tetap Bersinar di Dunia Seni: Kiprah Fira Shahana Siap Luncurkan Album Baru

Published

on

penulis: Jaenal

PANGKALPINANG — Nama Fira Shahana kini semakin diperhitungkan di panggung publik Bangka Belitung. Tidak hanya aktif di dunia entertainment, perempuan bertalenta yang memegang sertifikasi instruktur Zumba internasional (ZIN) ini resmi terjun ke politik praktis. Fira baru saja dilantik pada 23 Agustus 2026 sebagai Ketua
antar lembaga kppg prov.babel.yang telah dilantik langsung oleh gubernur Babel BPK Hidayat Arsani yg juga sebagai ketua DPD 1 partai Golkar PROV Babel

​Putri pertama dari dua bersaudara pasangan (Purn. CPM) Firdaus AR dan Zawati, S.Pd. ini memiliki garis keturunan Jawa, Cina, dan Palembang. Langkahnya masuk ke politik didasari niat positif untuk meluaskan silaturahmi, bersosialisasi, serta menyebarkan pesan kedamaian dan persaudaraan—tanpa sedikit pun meninggalkan kecintaannya pada seni yang telah dipupuk sejak usia lima tahun.

​Perjalanan Karir Seni dan Prestasi Deretan Nasional
​Dunia panggung bukan hal baru bagi Fira. Mengawali karir menyanyi sejak duduk di bangku SMP, Fira telah mengantongi deretan prestasi bergengsi
diantaranya:
​Juara Bintang Radio Televisi Sumatera Selatan
​Juara 1 Tari Daerah mewakili Babel untuk 8 provinsi se-Kodam II/Sriwijaya (2018)
​Miss Talenta Indonesia 2019 di Jakarta

​Juara Berbakat IMB (2023)
​Di luar panggung kompetisi, Fira dikenal luas di Bangka Belitung sebagai penyanyi TVRI Sumsel, host/presenter TV (termasuk Host Bola Dunia TVRI Babel 2026), moderator, pemain film, hingga MC hits untuk berbagai acara pemerintahan dan event organizer,seperti Queen EO, Arga EO, Magnum Max, dan Kawamuda EO. aktif sebagai instruktur zumba ( ZIN) pada event besar, salah satunya bersama brand sport Honda Babel.


​Di tengah kesibukannya menempuh studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bangka Belitung, Fira kini tengah bersiap mengepakkan sayapnya di industri musik nasional. Fira dijadwalkan terbang ke Jakarta untuk pembuatan video klip lagu perdana berjudul “Makan Hati” di bawah naungan PT Talenus Enterprise dengan produser Firman Blank, yang juga bertindak sebagai pengacara manajemen

​”Terima kasih banyak untuk Bapak Produser sekaligus pengacara manajemen kami, serta seluruh EO seperti Queen EO, Arga EO, Magnum Max, dan Kawamuda EO yang selalu setia bekerja sama dan mendukung perjalanan Fira,” ungkap Fira.
​Tidak berhenti di satu lagu, Fira berencana melanjutkan rekaman untuk lima lagu bergenre dangdut koplo. Proses olah vokal ini turut didampingi oleh Mas Rendra dari awal hingga akhir.
​Rangkaian proyek musik ini diproyeksikan selesai secara menyeluruh pada 2027.
Mengandalkan kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, serta dukungan penuh dari orang tua dan keluarga, Fira berharap karya-karyanya dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Continue Reading

TERKINI

News51 minutes ago

Zecky Alatas Bahas Sinergi Pengusaha dan Pekerja Migran Bersama Kausar Nefi dan Amhar Azeth

JAKARTA — Zecky Alatas atau yang akrab disapa Bang Jex Alatas, Ketum Brigade08, bersama Kausar Nefi dan mantan Duta Besar...

Entertainment2 hours ago

Nara Dapat Dukungan Dinas Pariwisata DKI Jakarta untuk Melanjutkan Kiprah ke Tingkat Nasional

JAKARTA — Prameswari Nararya Iswandaru Putri atau yang akrab disapa Nara melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Entertainment3 hours ago

Dari AFF 2026 hingga Malaysia, Shafeea Aleeya Bangun Jejak di Dunia Modeling

JAKARTA — Model belia Shafeea Aleeya turut ambil bagian dalam gelaran ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026 yang berlangsung selama tiga...

News3 hours ago

PAGE • PLAY • TEAM Ubah Taman Literasi Blok M Jadi Ruang Belajar Kolaboratif

JAKARTA — Literasi tidak hanya dapat dilakukan melalui aktivitas membaca buku. Permainan, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama juga dapat...

Entertainment1 day ago

Dave Raymond Curi Perhatian di ASEAN Fashion Festival 2026

JAKARTA — Model cilik Dave Raymond sukses mencuri perhatian saat tampil di panggung ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026 di Semanggi,...

News2 days ago

FFHoror IX Bahas Sinkretisme, Budaya, dan Masa Depan Film Horor Indonesia

JAKARTA — Mitos, budaya, spiritualitas hingga strategi industri perfilman menjadi pembahasan dalam Festival Film Horor (FFHoror) IX yang digelar di...

News2 days ago

Mengabdi lewat Politik, Tetap Bersinar di Dunia Seni: Kiprah Fira Shahana Siap Luncurkan Album Baru

​ penulis: Jaenal ​PANGKALPINANG — Nama Fira Shahana kini semakin diperhitungkan di panggung publik Bangka Belitung. Tidak hanya aktif di...

Hukum2 days ago

Selebgram Jule Ditangkap Polisi Terkait Temuan Vape Etomidate

JAKARTA — Selebgram Julia Prastini alias Jule ditangkap polisi terkait temuan vape yang mengandung etomidate. Penangkapan dilakukan oleh Polresta Bandara...

Infotainment3 days ago

Devara Naidawati Curi Perhatian di ASEAN Fashion Festival 2026

JAKARTA — Dunia fashion kembali diramaikan talenta muda lewat ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026. Digelar di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta...

Infotainment3 days ago

Aulia Ardya Ramadhani Audiensi ke BNN RI, Bawa Pesan Generasi Muda dan Budaya Indonesia

JAKARTA — Aulia Ardya Ramadhani, remaja berusia 16 tahun yang menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, melakukan kunjungan...

Trending