News
Le Cordon Bleu Ultah ke-130: Bikin Pesta Gede di Jakarta, Kumpulin Chef Hebat Indonesia!
JAKARTA – Siapa, sih, yang nggak kenal Le Cordon Bleu? Sekolah masak paling hits di dunia ini lagi merayakan ulang tahunnya yang ke-130 tahun, lho! Acara keren bertajuk “A Legacy of Excellence” ini digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada Kamis, 10 Oktober 2025.
Perayaan ini bukan cuma buat nostalgia aja, tapi jadi momen buat Le Cordon Bleu menegaskan komitmennya: gabungin teknik masak klasik Prancis yang elegan sama kekayaan rasa dan bahan dari Nusantara.
“Selama 130 tahun, Le Cordon Bleu itu udah jadi rumah buat kreativitas, dedikasi, dan semangat inovasi. Kami senang banget bisa merayakan milestone penting ini bareng para alumni, partner, dan semua pecinta kuliner di Indonesia,” kata Anton Hamdali, Sales & Marketing Manager Le Cordon Bleu Indonesia Hub, dengan bangga.
Acara ini dihadiri banyak muka-muka terkenal, mulai dari alumni Le Cordon Bleu lintas angkatan, chef top Indonesia, sampai pelaku industri F&B.
Ada Cooking Demo Chef Internasional Sampai 13 Kolaborasi Alumni
Rangkaian acaranya dibuat seru dan informatif:
- The Memories of Le Cordon Bleu Collaboration: Sebanyak 13 bisnis kuliner milik alumni terpilih ikutan kolaborasi nasional. Mereka bakal nyajiin menu-menu spesial dalam rangka ultah ini. Seru kan, liat kreasi mereka?
- Cooking Demonstration: Aksi masak langsung bareng chef tamu internasional dari Le Cordon Bleu. Pasti banyak ilmu baru yang bisa dicuri!
- Pameran Arsip Kuliner: Buat yang penasaran sama sejarah, filosofi, dan pencapaian Le Cordon Bleu selama 130 tahun, ada pameran arsip yang keren banget.
- Networking Session: Kesempatan emas buat para alumni dan mitra industri buat kumpul dan berbagi ide.
“Kita yakin banget masa depan kuliner dunia itu bakal makin ramai dan warna-warni berkat inovasi yang lahir dari semangat lintas budaya. Indonesia sendiri punya potensi besar buat jadi pusat gastronomi Asia,” tambah Michelle Anjelica, Marketing Le Cordon Bleu Indonesia Hub.
Lewat perayaan ini, Le Cordon Bleu berharap bisa terus menginspirasi generasi baru chef dan pengusaha kuliner Indonesia buat berani berkreasi, memadukan teknik Prancis yang anggun dengan bahan-bahan lokal yang super kaya rasa.
Kenalan Sama Alumni Le Cordon Bleu yang Hits
Le Cordon Bleu, yang berawal dari majalah kuliner di Paris tahun 1895, kini sudah jadi jaringan global dengan lebih dari 35 sekolah di 20 negara dan menampung 20.000 mahasiswa per tahun!
Alumni Le Cordon Bleu di Indonesia juga nggak main-main, banyak yang sukses jadi restaurateur dan chef ternama, misalnya: - Will Goldfarb: Chef Owner Room4Dessert Bali, yang dinobatkan sebagai World’s Best Pastry Chef 2021.
- Renatta Moeloek: Juri MasterChef Indonesia yang karismatik.
- Ray Janson: Restauranteur yang juga aktif sebagai Kepala Bidang Media dan Komunikasi Dewan Kuliner Indonesia.
- Ardika Dwitama: Pastry Chef August Restaurant, peraih Best Pastry Chef dari Tatler Dining Indonesia.
Kebayang kan sekeren apa acara perayaan Le Cordon Bleu di Jakarta ini?
News
Pemuda GKJ Jakarta Garap Adaptasi Musikal “Ketika Jangkrik Menangis” Secara Mandiri, Angkat Pesan Harapan dan Pengampunan
Jakarta, 2 Mei 2026 – Kompa Production sukses mementaskan drama musikal “Ketika Jangkrik Menangis” pada Sabtu (2/5) di Jakarta. Pertunjukan ini merupakan adaptasi yang diolah secara mandiri oleh generasi muda gereja melalui pengembangan naskah, musik, dan koreografi, sekaligus menjadi wujud ekspresi yang mengangkat tema penyesalan, pengampunan, dan harapan.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 penonton yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta jemaat dari berbagai gereja di Jakarta dan sekitarnya. Antusiasme penonton terlihat dari respons emosional yang terbangun sepanjang pertunjukan, terutama pada adegan-adegan yang menampilkan konflik batin para tokohnya.
Yang membedakan pertunjukan ini, seluruh elemen artistik—mulai dari lirik dan musik, koreografi, hingga penggarapan adegan—merupakan karya orisinal yang dikembangkan secara mandiri oleh para pemuda yang terlibat. Bagi sebagian besar tim, produksi ini juga menjadi pengalaman pertama dalam menggarap drama musikal berskala penuh.
Sebuah Kisah Harapan Dalam Keheningan
“Ketika Jangkrik Menangis” mengisahkan perjalanan emosional dua karakter utama, Annie dan Reese, yang saling terhubung dalam perjuangan menghadapi tantangan kehidupannya masing-masing. Annie, gadis kecil yang berjuang dengan penyakit jantung, dan Reese, dokter yang berusaha bangkit dari penyesalan masa lalunya, mereka saling menemukan harapan dalam kegelapan.
Kisah ini menggambarkan proses kebangkitan dan pengampunan, mengajak penonton untuk menyadari bahwa di balik setiap kesedihan, selalu ada harapan baru. Dengan alunan musik yang menyentuh, pertunjukan ini menekankan kekuatan cinta dan keteguhan dalam menghadapi rintangan.
Di atas panggung, cerita ini dihadirkan melalui perpaduan adegan musikal, permainan cahaya, serta perubahan set yang membawa penonton berpindah dari suasana desa hingga ruang operasi yang menegangkan, serta visualisasi ruang batin yang menggambarkan konflik dan penyesalan karakter utama. Elemen-elemen ini dirangkai untuk membangun pengalaman yang tidak hanya dapat disaksikan, tetapi juga dirasakan secara emosional.
Salah satu pemeran utama, Gabriella Blessany, yang memerankan Annie, menyebut proses produksi ini sebagai pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap cerita yang dibawakan.
“Memerankan Annie membuat saya belajar melihat harapan dengan cara yang sederhana, tapi sangat kuat. Di tengah keterbatasannya, dia tetap memilih untuk percaya—dan itu yang paling membekas selama proses ini,” ujarnya.
Keterlibatan Yatti Surachman dalam proses latihan turut memberikan perspektif artistik yang memperkaya pertunjukan ini.
“Saya melihat kesungguhan yang luar biasa dari teman-teman generasi muda dalam proses ini. Mereka tidak hanya tampil, tapi benar-benar mengolah setiap adegan dengan rasa. Itu yang membuat pertunjukan ini terasa hidup dan sampai ke penonton,” ungkap Yatti Surachman.
Sementara itu, Pdt. Yoel M. Indrasmoro, Pendeta Gereja Kristen Jawa Jakarta, memandang pertunjukan ini sebagai ruang yang mempertemukan ekspresi, pertumbuhan, dan kolaborasi generasi muda dalam gereja.
“Keterlibatan generasi muda dalam karya seperti ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi ruang yang hidup untuk berekspresi dan bertumbuh. Melalui proses kolaborasi, mereka tidak hanya terlibat, tetapi juga mengambil peran dalam menciptakan karya yang bermakna bersama,” tuturnya.
Melibatkan puluhan pemuda sebagai aktor, pemusik, dan tim produksi, pertunjukan ini menjadi ruang kolaborasi lintas talenta dalam gereja untuk menghadirkan karya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, “Ketika Jangkrik Menangis” tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi yang mengajak penonton memahami makna harapan dan pengampunan.
Tentang Kompa Production:
Kompa Production merupakan inisiatif dari Komisi Pemuda Gereja Kristen Jawa Jakarta yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan di kalangan generasi muda. Melalui karya teater, musik, tari, dan seni visual, Kompa Production menghadirkan pertunjukan yang menyampaikan pesan spiritual serta nilai-nilai iman secara relevan bagi jemaat.
News
PT Taspen Tangerang Proaktif Serahkan Hak Ahli Waris Prof. Eddy Pratomo
Tangerang, 14 Mei 2026 – PT Taspen (Persero) Cabang Tangerang memberikan layanan proaktif kepada ahli waris Prof. Eddy Pratomo, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila sekaligus diplomat senior Indonesia, yang meninggal dunia pada Rabu (29/4/2026) di RS Mandaya.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum kepada bangsa dan negara. Tim PT Taspen menyerahkan hak-hak ketaspenan secara langsung kepada keluarga, memastikan urusan administrasi tidak menjadi beban di tengah masa duka.
“Kami ingin keluarga almarhum tidak terbebani urusan birokrasi. Inilah esensi layanan proaktif kami – negara hadir langsung untuk memberikan hak yang seharusnya diterima,” kata perwakilan PT Taspen Cabang Tangerang.
Jejak Pengabdian Prof. Eddy Pratomo
Prof. Eddy Pratomo dikenal sebagai diplomat dan akademisi yang memiliki peran besar dalam hukum internasional Indonesia. Sepanjang kariernya, beliau pernah:
- Menjabat Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional (2006-2009)
- Menjadi Duta Besar RI di London (2004-2006) dan Jerman hingga 2013
- Menjadi Utusan Khusus Presiden menangani delimitasi maritim Indonesia-Malaysia (2015-2018)
Pelayanan Cepat dan Berempati
PT Taspen menerapkan sistem percepatan layanan, termasuk Tunjangan Hari Tua (THT) dan uang duka, agar hak ahli waris dapat diselesaikan sesegera mungkin setelah berkas lengkap.
Pendekatan proaktif dan empati ini diharapkan menjadi standar baru pelayanan publik, menunjukkan bahwa urusan pensiun dan hak ahli waris kini bisa diurus modern, cepat, dan menghargai jasa para pahlawan birokrasi.
Prof. Eddy Pratomo juga meninggalkan warisan intelektual berupa karya tulis dan publikasi hukum internasional yang menjadi rujukan penting bagi diplomat muda dan praktisi hukum di Indonesia.
Selamat jalan Prof. Eddy Pratomo. Jasamu bagi kedaulatan hukum Indonesia akan selalu dikenang.
News
Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Merkuri di Tanjung Priok
Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan dugaan penyelundupan merkuri atau air raksa melalui peti kemas di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (13/5/2026). Dalam pengungkapan itu, polisi menyita 760 botol cairan berwarna perak berlabel Mercury Gold 1 Kilo.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengungkapan tersebut berkaitan dengan penegakan hukum, keselamatan masyarakat, serta perlindungan lingkungan hidup. Sebab, merkuri merupakan zat berbahaya yang peredarannya harus diawasi secara ketat.
“Pengungkapan ini penting disampaikan kepada masyarakat karena berkaitan dengan penegakan hukum, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr Vicktor D Mackbon menjelaskan, kasus ini terungkap pada Selasa (21/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok memeriksa peti kemas di pos pemeriksaan Bea Cukai KPU Tanjung Priok.
Peti kemas bernomor MRSU 7176261 tersebut berkapasitas 40 feet tipe FCL. Berdasarkan dokumen pengiriman, peti kemas itu rencananya dikirim ke luar negeri.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan botol merkuri yang disimpan dalam selongsong karton. Selain itu, botol-botol tersebut disisipkan di antara 145 gulungan karpet untuk menghindari pemeriksaan.
“Para pelaku menyimpan merkuri dalam selongsong karton, kemudian menyisipkannya pada gulungan karpet sebelum dikirim menggunakan peti kemas,” ujarnya.
Selanjutnya, polisi menetapkan dua orang tersangka berinisial MAL dan H. Tersangka MAL diduga berperan mencari dan mengirimkan merkuri sesuai pesanan seseorang yang berada di luar negeri. Sementara itu, tersangka H diduga berperan sebagai pemasok merkuri kepada MAL.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pengiriman merkuri tersebut diduga berlangsung sejak 2021. Merkuri itu dijual dengan harga sekitar Rp 2,7 juta per kilogram.
Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi mengatakan, pengungkapan ini merupakan bentuk sinergi antara Bea Cukai dan Polda Metro Jaya dalam pengawasan ekspor.
“Merkuri ini barang berbahaya. Pengangkutan maupun ekspornya harus memiliki izin yang sangat terbatas dari kementerian atau lembaga terkait,” katanya.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sembilan saksi dan satu ahli. Adapun para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Lebih lanjut, Kombes Budi menambahkan, penyidik masih mendalami jalur distribusi, dokumen pengiriman, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Karena itu, ia mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas ilegal terkait merkuri.
“Kami mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait perdagangan, pengangkutan, maupun penggunaan merkuri agar segera melapor melalui layanan kepolisian 110. Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, agar kehadiran Polri benar-benar membawa manfaat, keadilan, dan ketenangan bagi masyarakat,” pungkasnya.
-
News4 weeks agoWaduh! Suami Mantan Gadis Majalah Popular Diduga Tipu Ade Ratnasari hingga Ratusan Juta
-
Hukum4 weeks agoAkademisi Kritik IAW, Sebut Tuduhan ke NHM Tidak Berdasar
-
Infotainment4 weeks agoTampil Percaya Diri, Mikha Anwar Raih Mahkota Puteri Anak Indonesia Banten 2026
-
News2 weeks agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
News4 weeks agoDugaan Malpraktik di RSIA Bunda Suryatni, Orang Tua Pasien Protes
-
Infotainment4 weeks agoKeren! Ariana Tampil Memukau di Ajang Puteri Anak Remaja Indonesia Banten 2026
-
Ekonomi4 weeks agoNellava Bullion Tahan Harga di Tengah Tren Kenaikan Pasar
-
Infotainment3 weeks agoInspiratif! Aleeya, Model Cilik Indonesia Bersinar di Bangkok
