Infotainment
Yogi Tama Siap Kembali Berakting, Bawa Karakter Berbeda di Series Terbaru
Jakarta – Aktor Yogi Tama bersiap kembali menghiasi layar kaca setelah menyelesaikan syuting sinetron Terikat Janji. Sempat vakum dari kegiatan syuting, Yogi kini mulai mempersiapkan proyek akting terbarunya.
Dalam waktu dekat, Yogi dijadwalkan mengikuti reading untuk sebuah series baru yang akan tayang di platform Stro. Namun, ia masih merahasiakan judul dan genre series tersebut.
“Rabu ini gue sudah reading, bakal jalan series. Judulnya belum bisa gue kasih tahu, tapi yang pasti bakal tayang di platform Stro,” ujar Yogi.
Meski masih merahasiakan detail produksinya, Yogi mengungkap karakter yang akan dimainkannya. Ia dipercaya memerankan sosok Richard, seorang produser yang nantinya terlibat dalam konflik dengan karakter perempuan yang berprofesi sebagai talent.
“Karakter gue namanya Richard, produser. Nanti dia bakal bermain dengan seorang wanita, karakternya dia talent dan gue sebagai produsernya. Nah, di situlah mungkin ada sedikit konflik,” ungkapnya.
Yogi berharap proyek tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi karakter baru. Pasalnya, selama ini ia cukup dikenal lewat peran antagonis.
Karakter Julian di Terikat Janji
Sebelum mempersiapkan series terbaru, Yogi baru saja menyelesaikan perannya dalam sinetron Terikat Janji. Ia memerankan karakter bernama Julian dalam enam episode.
Meski hanya tampil dalam enam episode, Yogi menyebut karakter tersebut cukup membekas bagi penonton. Bahkan, respons penonton terhadap karakter Julian membuatnya mengalami pengalaman unik di kehidupan sehari-hari.
“Di Terikat Janji gue dapat enam episode. Ceritanya viral banget. Nama karakter gue Julian. Cuma enam episode, bulan lalu baru kelar syutingnya, tapi itu sangat melekat banget ke penonton,” kata Yogi.
Ia kemudian menceritakan pengalaman ketika sedang berada di sebuah swalayan. Seorang ibu yang mengenalinya dari sinetron tersebut menghampiri dan menunjukkan rasa kesalnya terhadap karakter Julian.
“Yang paling epic, pada saat itu gue lagi di swalayan, dicolek sama ibu-ibu, terus disiram pakai air karena dia sangat benci sama karakter gue di TV,” tutur Yogi.
Menurut Yogi, reaksi tersebut justru menjadi pengalaman menarik sebagai seorang aktor. Baginya, respons penonton menunjukkan karakter yang dimainkan berhasil membuat mereka terbawa suasana cerita.
Ingin Coba Peran Protagonis
Selama berkarier di dunia akting, Yogi cukup sering mendapatkan karakter antagonis. Ia pun berharap suatu saat bisa mendapatkan kesempatan untuk memainkan karakter protagonis.
“Selama ini antagonis, tapi ingin coba protagonis. Belum dapat nih karena memang sudah melekat jadi antagonis. Mungkin para produser bisa kali ya dicoba jadi protagonis,” ujarnya.
Selain proyek sinetron dan series, Yogi juga membuka peluang untuk bermain dalam film bertema olahraga. Ia mengaku sangat tertarik jika mendapat kesempatan membintangi film yang mengangkat dunia sepak bola.
“Kalau ada tawaran film tentang olahraga, apalagi bola, gue sangat tertarik. Itu yang gue tunggu-tunggu. Tapi belum rezeki. Semoga secepatnya ada genre olahraga dan gue bisa main,” katanya.
Sempat Ikut Turnamen PStore Cup
Di tengah kesibukannya sebagai aktor, Yogi juga sempat mengikuti turnamen PStore Cup. Ia mengaku mempersiapkan kondisi fisik sebelum turun dalam kompetisi tersebut.
Namun, langkah timnya harus terhenti di babak delapan besar.
“Karena ada turnamen, jadi gue mempersiapkan diri. Turnamen PStore Siregar, tapi alhasil gue kalah delapan besar,” ucapnya.
Menutup perbincangan, Yogi menyampaikan apresiasinya kepada PStore dan Putra Siregar.
“PStore selalu merakyat dan sukses terus buat Putra Siregar,” pungkas Yogi.
Infotainment
Simak! 5 Aktivitas yang Lebih Nyaman Dilakukan di Layar Besar Galaxy Z Fold8
Jakarta – Smartphone telah berkembang menjadi perangkat utama yang mendukung hampir seluruh aktivitas harian, mulai dari bekerja, mencari informasi, menikmati hiburan, hingga membuat konten. Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, layar yang lebih luas menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang produktivitas dan kenyamanan penggunaan.
Samsung menjawab kebutuhan itu melalui Galaxy Z Fold8 yang mengusung kombinasi Cover Screen 5,5 inci berasio 10:16 dan Main Screen 7,6 inci berasio 4:3. Saat perangkat tertutup, Cover Screen tetap nyaman digunakan dengan satu tangan untuk aktivitas sehari-hari. Ketika dibuka, Main Screen menghadirkan ruang kerja dan hiburan yang lebih lega, sehingga pengalaman multitasking maupun konsumsi konten terasa lebih natural dibanding smartphone konvensional.
“Galaxy Z Fold8 dirancang untuk menghadirkan fleksibilitas yang mengikuti cara pengguna beraktivitas setiap hari. Melalui kombinasi Cover Screen dan Main Screen yang saling melengkapi, pengguna dapat bekerja, menikmati hiburan, membaca, hingga membuat konten dengan lebih nyaman dalam satu perangkat yang tetap praktis dibawa ke mana saja,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia.
Multitasking lebih efisien untuk bekerja
Layar utama 7,6 inci memberikan ruang yang lebih luas untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus. Pengguna dapat mengikuti video meeting, membuka dokumen referensi, dan membalas email dalam satu tampilan tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Rasio 4:3 juga memberikan area kerja yang lebih optimal, sehingga alur pekerjaan terasa lebih efisien dan nyaman.
Menonton film dan serial lebih imersif
Galaxy Z Fold8 dapat dengan mudah beralih dari perangkat kerja menjadi perangkat hiburan. Main Screen 7,6 inci menghadirkan area tampilan yang luas untuk menikmati film, serial, maupun video favorit dengan pengalaman yang lebih imersif.
Layar yang lebih lega membuat detail visual terlihat lebih nyaman dibanding smartphone berlayar konvensional.
Merencanakan perjalanan lebih praktis
Layar besar juga memudahkan pengguna saat merencanakan perjalanan. Dalam satu layar, pengguna dapat membuka aplikasi peta, melihat itinerary, sekaligus mengecek aplikasi transportasi atau pemesanan hotel.
Dengan ruang tampilan yang lebih luas, lebih banyak informasi dapat diakses secara bersamaan tanpa perlu sering berganti aplikasi.
Membaca e-book dan artikel lebih nyaman
Bagi pengguna yang gemar membaca, rasio layar 4:3 memberikan pengalaman yang lebih menyerupai halaman buku. Lebih banyak teks dapat ditampilkan dalam satu halaman, sehingga perpindahan halaman menjadi lebih minim.
Baik saat membaca e-book di perjalanan maupun menikmati artikel saat waktu luang, pengalaman membaca terasa lebih nyaman dan fokus.
Membuat konten dengan preview lebih luas
Galaxy Z Fold8 juga mendukung aktivitas kreatif sehari-hari. Setelah mengambil foto atau video, Main Screen dapat dimanfaatkan sebagai area preview yang lebih luas untuk mengecek komposisi, detail, maupun pencahayaan sebelum konten dibagikan.
Sementara itu, Cover Screen tetap nyaman digunakan untuk membalas komentar, mengunggah konten ke media sosial, atau melakukan penyesuaian cepat ketika perangkat masih tertutup.
Dengan kombinasi Cover Screen 5,5 inci dan Main Screen 7,6 inci, Galaxy Z Fold8 menghadirkan pengalaman yang lebih natural untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, menikmati hiburan, merencanakan perjalanan, membaca, hingga membuat konten. Desain foldable yang tetap ringkas dan mudah dibawa menjadikan perangkat ini dirancang untuk mendukung gaya hidup dinamis dengan keseimbangan antara produktivitas, kreativitas, dan mobilitas dalam satu smartphone.
Infotainment
Keren! Mende Rilis Single Perdana “Kamu Tunggu Aku”, Angkat Kisah Hubungan Jarak Jauh
JAKARTA — Musisi Mende mencoba langkah baru dalam perjalanan kariernya di industri musik dengan merilis single perdana berjudul “Kamu Tunggu Aku” pada Sabtu (8/8/2026). Lagu tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Mende selama ini dikenal sebagai gitaris Naga dan juga pernah menjadi gitaris Aldi Taher. Melalui karya terbarunya, ia untuk pertama kalinya tampil sebagai penyanyi sekaligus pembawa lagu ciptaannya sendiri.
“Lagu Kamu Tunggu Aku rilis hari Sabtu (8/8/2026) di semua platform digital kesayangan Anda, @mendeseven. Tentang LDR, pesan jarak jauh nggak jadi masalah,” ujar Mende saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu.
Lagu “Kamu Tunggu Aku” mengangkat tema Long Distance Relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh. Menurut Mende, lagu tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa jarak bukan penghalang dalam sebuah hubungan selama komunikasi dan kepercayaan tetap terjaga.
Dari sisi musikalitas, lagu ini dikemas dengan nuansa easy listening yang ditujukan untuk menjangkau pendengar muda, khususnya generasi Z. Mende mengungkapkan bahwa proses produksi lagu tersebut dilakukan secara mandiri dari rumah dan tidak melalui studio musik besar.
Selain dikenal sebagai gitaris, Mende juga memiliki pengalaman sebagai produser musik. Ia mengaku telah terlibat dalam proses penerbitan dan produksi karya untuk sekitar sepuluh artis.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika memutuskan untuk menggarap dan membawakan lagunya sendiri. Dalam proyek “Kamu Tunggu Aku”, Mende mengambil peran yang lebih luas, mulai dari proses kreatif hingga produksi.
Nama Aldi Taher turut menjadi bagian dari perjalanan karier Mende di industri hiburan. Keduanya dikenal aktif berkarya dan mengeksplorasi berbagai proyek musik.
Melalui single perdananya, Mende berharap “Kamu Tunggu Aku” dapat diterima oleh para pendengar, terutama generasi Z dan mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh.
Perilisan lagu ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Mende, dari seorang gitaris dan produser musik menjadi penyanyi dengan karya yang merepresentasikan pengalaman emosional banyak anak muda.
Infotainment
Britney Davanya Manese Bersinar di BTN Indonesia Fashion Week 2026, Siap Melangkah ke Panggung ASEAN
Jakarta — Dunia fashion kembali menjadi panggung bagi talenta muda Indonesia. Model muda Britney Davanya Manese sukses mencuri perhatian saat tampil di ajang BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Bagi Britney, keikutsertaannya di IFW 2026 bukan sekadar tampil di atas runway, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kreativitas industri mode Indonesia. Ini merupakan kali keduanya ia ambil bagian dalam rangkaian penyelenggaraan IFW 2026, sebuah pengalaman yang semakin mengukuhkan langkahnya di dunia modeling.
Dalam peragaan tersebut, Britney membawakan koleksi rancangan desainer Louie bertema “The Pixie Tales”. Koleksi ini menghadirkan sentuhan fantasi yang dipadukan dengan siluet modern, menciptakan tampilan yang magis sekaligus elegan di atas runway.
Atmosfer pertunjukan yang megah di JCC Plenary Hall menjadi momen yang tak terlupakan bagi Britney. Ia mengaku sangat antusias bisa bertemu dan berbagi panggung dengan para model berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Semua model dari seluruh Indonesia sangat excited bisa hadir dan tampil di show yang berlangsung di JCC Plenary Hall. Senang sekali bisa menjadi bagian dari event sebesar ini dan bertemu banyak talenta hebat,” ujar Britney.
BTN Indonesia Fashion Week 2026 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Bank Tabungan Negara (BTN), Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, para desainer, pelaku usaha, hingga para perajin. Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan industri fashion nasional sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Tak berhenti di IFW 2026, Britney telah menyiapkan langkah berikutnya. Model muda ini dijadwalkan akan mengikuti ASEAN Fashion Festival, sebuah panggung regional yang akan mempertemukannya dengan talenta-talenta fashion dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Perjalanan Britney Davanya Manese menjadi bukti bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian mengambil setiap kesempatan mampu membuka jalan menuju panggung yang lebih luas. Dari runway Jakarta, kini langkahnya siap menuju panggung ASEAN.
-
News7 days agoDuta Elok Persada dan upaya membangun ekosistem bisnis di industri kecantikan dan kesehatan
-
News4 weeks agoIwakum Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
-
Entertainment4 weeks agoAldo Sianturi Bahas Perubahan Ekosistem Musik, Algoritma, A&R, hingga Tantangan Musisi di Era Digital
-
Hukum4 weeks agoMachi Achmad Kecewa Tuntutan Jaksa dan Vonis 6 Bulan terhadap Terdakwa Kasus Penganiayaan Darwin-Angel
-
Olahraga4 weeks agoNobar Piala Dunia di Gedung KNPI Jadi Momentum PPI Pererat Silaturahmi Pemuda
-
Hukum2 weeks agoSidang Tipikor: Sejumlah Kepala Dinas Mengaku Dimintai Uang untuk THR dan Ulang Tahun Bupati Pekalongan Nonaktif
-
News3 weeks agoKP2MI Perkuat Kepatuhan P3MI untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi
-
News1 week agoHak Jawab AS: Bantah “Oknum Pajak” dan Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Beberkan Persiapan Nikah, Tes DNA hingga Laporan Dugaan Pemerasan
