Infotainment
Etenia Croft Rayakan Nominasi AMI Awards 2026 Lewat Sahabat Terbaik Dance Competition
JAKARTA — Penyanyi muda Etenia Croft merayakan pencapaiannya di industri musik melalui gelaran Sahabat Terbaik Dance Competition 2026. Kompetisi tari ini menjadi ajang bagi anak-anak dan masyarakat umum untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan lagu Sahabat Terbaik kepada khalayak yang lebih luas.
Babak final kompetisi tersebut berlangsung di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk perayaan atas nominasi Etenia dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026.
Etenia mengungkapkan, ide kompetisi ini muncul dari dirinya bersama sang ibu dan tim. Mereka ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mendekatkan Etenia dengan para pendukungnya, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan menari.
Melalui lagu Sahabat Terbaik, Etenia ingin menyampaikan pesan tentang arti persahabatan, termasuk pentingnya saling mendukung dalam berbagai situasi.
10 Grup Ramaikan Babak Final
Kompetisi ini terbagi dalam dua kategori, yakni Kids dan Umum. Proses seleksi dilakukan secara digital pada 5–18 Oktober 2026, hingga terpilih 10 grup finalis yang terdiri atas lima grup dari masing-masing kategori.
Para finalis berkompetisi untuk memperebutkan trofi dan hadiah uang tunai dengan total nilai Rp26 juta.
Suasana acara semakin meriah dengan penampilan Sandrina Mazaya, freestyle battle dance, serta aksi DJ Darryl Hilbram. Etenia juga tampil membawakan lagu Jangan Menyerah dan Sahabat Terbaik di hadapan para pengunjung.
Siapkan Single Baru
Di luar kegiatan tersebut, Etenia mengaku masih berfokus mengembangkan kariernya di bidang musik, public speaking, dan tari. Meski terbuka terhadap peluang menjajal dunia akting, ia belum menjadikannya sebagai prioritas saat ini.
Etenia juga memberikan sinyal akan merilis single terbaru dan membuka peluang berkolaborasi dengan musisi lain. Namun, ia belum mengungkapkan detail proyek tersebut.
Lagu Sahabat Terbaik masuk nominasi AMI Awards 2026 dalam kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik. Etenia pun menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman, pendengar, produser, dan penulis lagu yang terus mendukung perjalanan bermusiknya.
Budaya
Hadiri Gala Premiere Film Mawang, Aldi Taher Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’ Jika Tembus 500 Ribu Penonton
PENULIS: KATA SI BOY
JAKARTA — Penggemar sinema horor Tanah Air kembali disuguhkan tontonan berkelas yang mengangkat kearifan lokal. Kali ini, film berjudul “Mawang: Jangan Sebut Namanya” resmi menggelar pemutaran perdana (gala premiere) dengan menghadirkan atmosfer mencekam sekaligus penuh antusiasme dari para penikmat film.
Berbeda dari film horor kebanyakan, Mawang mengeksplorasi mitos serta cerita rakyat yang mengakar kuat di masyarakat Bangka Belitung. Cerita mistis tersebut dikemas secara apik melalui visual sinematik yang siap memacu adrenalin penonton di bioskop.
Malam peluncurannya pun berlangsung riuh. Sederet selebriti, tamu undangan VIP, hingga insan pers tampak memadati area karpet merah untuk menyaksikan aksi Aldi Taher dan jajaran pemeran lainnya.
Di sela-sela kemeriahan acara tersebut, Aldi Taher bahkan melontarkan nazar khasnya di hadapan publik. Ia berjanji bakal segera menggarap sekuel film legendarisnya, “Bisikan Jenazah 2”, jika film Mawang sukses menembus angka 500 ribu penonton di bioskop. (Minggu,25,10,2026).
Melihat tingginya respons, dukungan para tamu, serta sorotan publik sejak malam gala premiere, film Mawangdigadang-gadang bakal menjadi salah satu karya horor lokal yang paling menyedot perhatian penonton di bioskop bulan ini.
Infotainment
Produser Diana Limbong Angkat Kisah Remaja Lewat Film “Yang Disebut Nakal”
JAKARTA – DLK Pictures dan Inhype Pictures tengah mempersiapkan film drama komedi berjudul Yang Disebut Nakal yang mengangkat kehidupan remaja serta hubungan antara anak dan orang tua.
Film yang diproduseri Diana Limbong ini ingin menghadirkan sudut pandang berbeda mengenai label “nakal” yang kerap diberikan kepada anak-anak dan remaja. Ceritanya berangkat dari keresahan terhadap kebiasaan orang tua menilai perilaku anak tanpa terlebih dahulu memahami alasan dan perasaan mereka.
Diana mengatakan, gagasan film tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kehidupan remaja masa kini. Menurutnya, anak-anak tidak selalu bermaksud melakukan hal yang dianggap buruk, tetapi terkadang hanya membutuhkan kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan.
“Sebetulnya anak-anak remaja zaman sekarang ingin mengatakan bahwa mereka bukan nakal, tetapi meminta kesempatan untuk didengar oleh orang tua,” ujar Diana.
Ia mencontohkan, kebiasaan bermain gadget atau pulang malam kerap membuat remaja mendapat cap nakal. Padahal, menurut Diana, orang tua perlu memahami alasan di balik tindakan anak sebelum memberikan penilaian.
Melalui film ini, Diana berharap para orang tua dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Ia ingin pesan tentang pentingnya mendengarkan dan memahami sudut pandang remaja dapat tersampaikan tanpa menghilangkan unsur hiburan.
“Kadang-kadang kita sebagai orang tua memiliki ego yang tinggi karena merasa sebagai orang tua, sehingga tidak mau mendengarkan anak. Padahal, anak juga perlu diberi kesempatan untuk mengungkapkan alasan mereka,” tuturnya.
Diana menjelaskan, cerita Yang Disebut Nakal terinspirasi dari kehidupan remaja sehari-hari. Proses pengembangan cerita dilakukan bersama Deni melalui riset terhadap anak-anak muda yang merasa tidak nyaman dengan label nakal yang diberikan kepada mereka.
Dibintangi Sejumlah Aktor
Untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penonton yang lebih luas, Diana memilih mengemas Yang Disebut Nakal sebagai film drama komedi dengan jajaran pemain dari berbagai generasi.
Sejumlah nama yang terlibat di antaranya Boris Bokir, Donny Damara, Aming, El Putra, Julio, Fatih Unru, Sita Nursanti, serta Yuka Marqita. Pemilihan pemain dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian karakter mereka dengan tokoh dalam cerita.
Film ini direncanakan menjalani proses syuting secara penuh di Purwakarta, Jawa Barat.
Diana menyebut film tersebut ingin menghadirkan warna berbeda di tengah beragam genre perfilman. Ia berharap kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari tersebut dapat menarik minat penonton sekaligus meninggalkan pesan yang relevan bagi keluarga.
Debut Film Putri Diana Limbong
Film Yang Disebut Nakal juga menjadi pengalaman pertama bagi putri Diana Limbong di dunia perfilman.
Sang putri mengaku sebelumnya tidak memiliki keinginan untuk terjun ke industri hiburan. Namun, ia akhirnya tertarik mencoba pengalaman baru melalui film yang diproduseri ibunya tersebut.
Ia menegaskan keputusannya untuk terlibat bukan karena paksaan dari sang ibu, melainkan keinginan pribadi untuk membuka babak baru dalam kehidupannya.
Dalam film ini, ia memerankan karakter Erna, kakak sepupu Asep yang digambarkan vokal, realistis, dan tegas. Meski terlihat galak, karakter Erna memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya.
Untuk mempersiapkan perannya, ia mengaku telah mengikuti coaching akting. Meski belum pernah mengikuti casting film maupun teater sebelumnya, ia merasa terbantu oleh dukungan para pemain yang telah lebih dahulu berpengalaman di dunia akting.
Ia juga menyebut Dian Sastrowardoyo sebagai sosok yang dikaguminya, baik karena penampilan maupun kemampuan aktingnya.
Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas
Meski mulai menjajal dunia perfilman, putri Diana menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap dapat membagi waktu antara kegiatan syuting dan perkuliahan.
Diana mendukung langkah putrinya untuk mencoba pengalaman baru, selama tetap mampu menjaga diri dan menjalankan tanggung jawab pendidikannya.
Menurut Diana, keterlibatan sang putri dalam film ini juga menjadi kesempatan untuk membangun pemahaman antara ibu dan anak. Ia berharap pengalaman tersebut dapat membantu putrinya mengenal dunia hiburan secara lebih dekat sekaligus belajar menghadapi tantangan di dalamnya.
Sementara itu, terkait anggapan bahwa dirinya mendapat kesempatan berkarier karena bantuan sang ibu, putri Diana mengaku memahami bahwa tidak semua orang akan menyukainya. Namun, ia berharap dapat membuktikan kemampuannya melalui usaha dan proses yang dijalani.
Melalui Yang Disebut Nakal, Diana Limbong ingin mengajak penonton melihat kehidupan remaja dari sudut pandang yang lebih luas. Baginya, memahami anak tidak cukup hanya dengan memberikan penilaian, tetapi juga dengan menyediakan ruang dialog agar orang tua dan anak dapat saling mendengarkan.
Infotainment
Lion Varend Rilis Single “Mulai Ingin Memilih”, Ceritakan Perjalanan Anak Menuju Kedewasaan
Wartahot, Jakarta – Penyanyi Lion Varend merilis single terbaru berjudul “Mulai Ingin Memilih”. Lagu ini mengangkat kisah tentang anak yang mulai beranjak remaja, belajar menentukan pilihan hidup, dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri tanpa kehilangan kedekatan dengan orang tua.
Lewat lagu tersebut, Lion menggambarkan fase ketika seorang anak mulai memiliki keinginan dan pandangan sendiri. Pada tahap ini, perbedaan pendapat dengan orang tua bisa saja terjadi. Namun, hal itu bukan berarti rasa sayang dan kebutuhan akan dukungan keluarga ikut berkurang.
Lion mengaku, tema yang diangkat dalam lagu “Mulai Ingin Memilih” cukup dekat dengan pengalaman pribadinya saat ini. Seiring bertambahnya usia, ia mulai memahami keinginannya sendiri, sekaligus menyadari pentingnya arahan dari orang tua.
“Buat aku, lagu ini cukup relate sama apa yang aku rasain sekarang. Karena makin besar, aku mulai punya keinginan dan pilihan sendiri. Tapi aku juga sadar kalau aku masih butuh arahan dan dukungan orang tua,” ujar Lion Varend.
Salah satu bagian lirik yang menjadi inti cerita lagu ini berbunyi, “Kini tanganku mulai ingin memilih, mana yang kugenggam, mana kulepas sendiri.”
Penggalan tersebut menggambarkan keinginan seorang anak untuk mulai mengambil keputusan sendiri. Namun, proses menuju kedewasaan bukan berarti harus berjalan tanpa bimbingan. Ada nilai-nilai dan pengalaman dari orang tua yang tetap menjadi bekal dalam menentukan langkah.
Pesan itu semakin terasa melalui bagian outro lagu yang berbunyi, “Walau nanti kupilih arahku sendiri, tangan kalian tetap kugenggam di hati.”
Melalui lirik tersebut, Lion ingin menyampaikan bahwa kemandirian dan kasih sayang kepada orang tua dapat berjalan beriringan. Seorang anak bisa memiliki pilihan sendiri tanpa harus melupakan peran keluarga dalam perjalanan hidupnya.
“Aku pengen menyampaikan kalau semakin dewasa, kita pasti mulai punya pilihan sendiri. Tapi bukan berarti harus menjauh dari orang tua. Kita tetap bisa belajar mandiri sambil menghargai dan menyayangi mereka,” tuturnya.
Lion Varend Terlibat dalam Proses Kreatif Lagu
Tak hanya menjadi penyanyi, Lion Varend juga terlibat dalam berbagai tahapan produksi “Mulai Ingin Memilih”. Ia ikut menulis lirik, menggarap produksi musik, menyusun aransemen, hingga memainkan gitar.
Dalam penggarapan lagu ini, Lion bekerja sama dengan Olivia Illona dan Zack The Jackman. Proses kreatif mereka diisi dengan diskusi serta eksplorasi sejumlah bagian musik untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
“Prosesnya seru banget karena aku juga ikut terlibat dalam penulisan lagu, produksi musik, aransemen, dan mengisi gitar. Aku dibantu Kak Olive dan Kak Zack selama prosesnya. Banyak diskusi dan mencoba beberapa bagian sampai akhirnya jadi lagu yang sekarang,” ungkap Lion.
Secara kredit, lagu ini dibawakan oleh Lion Varend, dengan penulisan lagu oleh Lion Varend dan Olivia Illona. Produksi musik dan aransemen dikerjakan Lion Varend bersama Zack The Jackman. Sementara itu, Olivia Illona turut mengisi vokal latar dan Lion memainkan gitar.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Lion dalam mengembangkan kemampuannya di dunia musik, tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai musisi yang ikut membentuk karakter karyanya.
Mengajak Anak dan Orang Tua Saling Memahami
Lewat “Mulai Ingin Memilih”, Lion berharap lagunya dapat mewakili perasaan anak-anak yang sedang belajar memahami diri sendiri dan mulai menentukan arah hidupnya.
Lagu ini juga membawa pesan bagi orang tua bahwa memberikan ruang kepada anak untuk memilih merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Di sisi lain, anak tetap perlu belajar bertanggung jawab atas keputusannya serta menghargai pengalaman dan nasihat orang tua.
Pada akhirnya, setiap anak akan memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Pilihan yang diambil mungkin tidak selalu sama dengan harapan orang tua, tetapi perbedaan tersebut tidak harus menghilangkan ikatan kasih sayang di antara mereka.
Melalui single ini, Lion Varend mengingatkan bahwa bertambah dewasa bukan berarti melupakan orang-orang yang selama ini memberikan bimbingan. Sebab, meski kelak seorang anak melangkah dengan pilihannya sendiri, kasih sayang, doa, dan nilai-nilai dari orang tua akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.
-
Sosial4 weeks agoNofel Saleh Hilabi Dorong Solusi Taman Puring, Kadin Siap Jembatani Pedagang dengan Pemprov DKI
-
Infotainment3 weeks agoZecky Alatas Ungkap Dampak Akun Palsu, Nama Daus Mini Disebut Jadi Korban Pembunuhan Karakter
-
News2 weeks agoKetua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan
-
Entertainment2 weeks agoPerluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
-
Infotainment2 weeks agoPT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
-
Olahraga4 weeks agoPunya Mimpi Jadi Petinju? Eastside Boxing Camp Bisa Jadi Tempat Mengasah Bakat
-
News4 weeks agoMayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin, Meniti Pengabdian dari Kopassus hingga Misi Kemanusiaan
-
News3 weeks agoZecky Alatas Apresiasi Gebrakan Kapolri Suyudi Ario Seto, Dorong Polri Lebih Dekat dengan Masyarakat
