Ekonomi
Cari Produk Rumah Tangga Berkualitas? Varacollections0908, Sosok di Balik Bisnis Serba Ada
Dari Gresik, lahir sosok perempuan tangguh bernama Vara — nama lengkap Adhiterry Artha Amalia Putri. Di usia 37 tahun, Vara membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan siapa saja, selama berani memulai dan konsisten melangkah.
Berbekal latar belakang S1 Akuntansi, Vara membangun bisnisnya dari nol hingga kini merambah ke berbagai lini usaha. Ia dikenal sebagai supplier pakaian wanita dan bayi, penggerak komunitas kesehatan Varash, serta pelaku usaha sprei, tas, daster, hingga perabotan rumah tangga. Tak berhenti di situ, Vara juga terlibat dalam bisnis toko perhiasan di Gresik. Menariknya, hampir seluruh produk yang ia gunakan sehari-hari adalah hasil dari bisnis yang ia bangun sendiri.
Namun, kesuksesan Vara bukan cerita instan. Sejak masa kuliah, ia sudah mulai berjualan online secara diam-diam. Rasa takut akan komentar negatif dan cibiran membuatnya belum berani tampil ke publik. Hingga suatu titik dalam hidupnya, kekecewaan karena dikhianati orang terdekat justru menjadi pemicu kebangkitan.
Sejak 2017, Vara menekuni dunia usaha dengan lebih serius. Lalu pada 2020, ia memberanikan diri untuk tampil, membangun brand secara terbuka, dan memanfaatkan media sosial sebagai etalase bisnisnya. Konsistensi dan kerja keras itu berbuah manis — Vara kini mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, bahkan memiliki mobil dan motor dari hasil jerih payah sendiri.
Melalui akun Instagram @varacollections0908, Vara tak hanya mempromosikan produknya, tetapi juga menyebarkan semangat dan inspirasi bagi banyak perempuan agar berani memulai usaha, percaya pada diri sendiri, dan tidak takut gagal.
✨ Vara adalah bukti nyata bahwa masa lalu, keterbatasan, dan rasa takut bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad, keberanian, dan konsistensi, setiap perempuan bisa menciptakan versi terbaik dari dirinya.
BAGI YANG INGIN ORDER KLIK LINK DIBAWAH INI
Ekonomi
GEPPMI Fasilitasi 800 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja di Hotel Bintang Lima Turki
JAKARTA – Gerakan Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia (GEPPMI) memfasilitasi rekrutmen 800 calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di delapan perusahaan pengelola hotel bintang lima di Turki.
Proses seleksi yang berlangsung di Jakarta, Minggu (1/11/2026), tersebut menghadirkan langsung perwakilan Human Resources Department (HRD) dari delapan perusahaan hotel di Turki. Melalui kegiatan ini, GEPPMI berupaya membuka akses kerja internasional sekaligus memastikan proses penempatan pekerja migran memperhatikan aspek perlindungan dan keselamatan.
Ketua GEPPMI, Dr. CZecky Alatas, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mempertemukan calon pekerja migran Indonesia dengan perusahaan pengguna tenaga kerja di luar negeri.
Menurut bang JEX, GEPPMI tidak hanya berperan memfasilitasi proses rekrutmen dan penempatan, tetapi juga menjadi wadah yang menaungi kepentingan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja (LPK), serta pekerja migran, baik yang masih berada di Indonesia maupun yang sudah bekerja di luar negeri.
“GEPPMI hadir untuk melindungi pengusaha sekaligus pekerja migran Indonesia. Jadi, bukan hanya membantu proses rekrutmen dan penempatan, tetapi juga memberikan pendampingan apabila terjadi permasalahan selama mereka bekerja di luar negeri,” kata bang JEX
Dia menjelaskan, proses rekrutmen tersebut tidak dilakukan secara instan. Sebelum wawancara dilaksanakan, GEPPMI bersama perusahaan dan tim terkait telah melakukan penjajakan ke sejumlah lembaga pelatihan kerja di berbagai daerah.
Langkah tersebut bertujuan memastikan calon pekerja memiliki kesiapan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan pengguna di negara tujuan.
Peserta seleksi terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur dan sekitarnya. Kehadiran langsung tim HRD dari delapan perusahaan hotel di Turki diharapkan membuat proses seleksi lebih terbuka karena calon pekerja dapat berinteraksi langsung dengan calon pemberi kerja.
GEPPMI Perkuat Perlindungan PMI di Luar Negeri
Selain membuka peluang kerja, GEPPMI menempatkan perlindungan pekerja migran sebagai salah satu prioritas organisasi.
Bang JEX mengatakan pihaknya berencana memperkuat jaringan perwakilan di luar negeri, terutama di Malaysia dan Turki. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan memudahkan pekerja migran memperoleh bantuan ketika menghadapi persoalan selama bekerja.
“Kalau terjadi masalah dengan majikan atau persoalan lainnya, kami akan membantu melalui konseling, pendampingan, dan advokasi. Harapannya, pekerja migran bisa bekerja dengan nyaman karena mengetahui ada pihak yang siap membantu ketika menghadapi masalah,” ujarnya.
Dia juga mengajak perusahaan dari berbagai sektor usaha, P3MI, LPK, serta calon pekerja migran untuk bergabung dengan GEPPMI.
Menurut bang JEX, perlindungan pekerja migran harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap perusahaan penempatan dan lembaga pelatihan yang menjadi bagian dari ekosistem penempatan tenaga kerja.
Dia menilai peluang bekerja di luar negeri juga dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mengurangi pengangguran di Indonesia.
Kausar N. Tanjung Ingatkan Keselamatan Kerja
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GEPPMI, Kausar N. Tanjung, menekankan pentingnya keselamatan dan perlindungan calon pekerja migran sebelum maupun setelah diberangkatkan ke negara tujuan.
Menurut Kausar, calon PMI harus mendapatkan informasi secara jelas mengenai ketentuan kerja, masa penempatan, perizinan, hingga kondisi di negara tujuan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rencana penempatan ke Turki adalah penjelasan mengenai izin dan durasi kerja. Kausar menyampaikan adanya informasi mengenai izin KBRI selama satu tahun, sedangkan masa kerja yang direncanakan sekitar sembilan bulan.
Adapun tiga bulan berikutnya berkaitan dengan musim dingin di Turki. Karena itu, informasi mengenai kondisi tersebut, termasuk fasilitas dan tempat tinggal selama periode tidak bekerja, perlu dijelaskan kepada calon pekerja sejak awal.
Kausar berharap seluruh peserta yang mengikuti seleksi dapat memahami ketentuan penempatan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman setelah tiba di negara tujuan.
Dia juga mengingatkan agar pekerja segera menghubungi agensi masing-masing apabila menghadapi persoalan atau kondisi di luar dugaan selama berada di luar negeri.
Fitriyah Husein Berharap PMI Bekerja dengan Aman
Direktur Utama PT Vita Melati Indonesia, Fitriyah Husein, turut menyampaikan harapannya terhadap calon pekerja migran yang mengikuti seleksi kerja ke Turki.
Dia mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para peserta untuk mengikuti wawancara langsung dengan perwakilan perusahaan hotel di negara tersebut.
Menurut Fitriyah, keberhasilan penempatan tidak hanya dilihat dari kemampuan pekerja memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari keselamatan dan perlindungan selama menjalankan tugas.
“Selain keberhasilan dan kesuksesan, keselamatan kerja juga kami pikirkan. Kami berharap anak-anak yang akan berangkat ke Turki dapat bekerja dengan baik, sukses, dan selalu diberikan keselamatan,” ungkap Fitriyah.
Dia juga berharap apabila terjadi persoalan selama pekerja berada di Turki, mereka dapat segera menginformasikannya kepada agensi masing-masing agar memperoleh penanganan dan pendampingan.
Persyaratan Calon Pekerja Migran
Bang JEX menjelaskan, calon pekerja yang ingin mengikuti program penempatan ke luar negeri harus memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku.
Di antaranya mendapatkan izin orang tua atau keluarga, memenuhi persyaratan usia, memiliki identitas kependudukan dan ijazah pendidikan, serta memenuhi persyaratan kesehatan.
Dia menegaskan, proses penempatan harus memperhatikan kepentingan kedua belah pihak, baik pekerja maupun perusahaan pemberi kerja.
Bang JEX juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia. Menurutnya, PMI memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui devisa yang dihasilkan selama bekerja di luar negeri.
Karena itu, keberhasilan penempatan tenaga kerja perlu diikuti dengan sistem perlindungan yang kuat, mulai dari proses perekrutan, pemberangkatan, hingga pekerja menyelesaikan masa kerjanya di negara tujuan.
Ekonomi
Menjawab Kelangkaan Ahli Data Center, Maxon Engineering Bangun Pusat Pelatihan Teknis Pertama di indonesia
PENULIS : KATASIBOY
CIKARANG — Pesatnya pertumbuhan industri pusat data (data center) di Indonesia rupanya belum diimbangi dengan pemerataan keterampilan tenaga teknik lokal. Menjawab tantangan tersebut, PT Maxon Prime Technology (Maxon Engineering) meresmikan DFMA Workshop sekaligus Quality Training Center di kawasan Cikarang, Jumat (16/10/2026).
Project Director Maxon Engineering, Tedi Hadisaputra, mengungkapkan bahwa sektor konstruksi data centerdi lokasi strategis seperti Cikarang, Karawang, hingga Batam terus melonjak. Namun, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman di bidang ini masih sangat terbatas.
“Banyak pekerja di industri ini, tetapi tidak semua memiliki pengalaman spesifik menangani data center,” ujar Tedi di sela-sela peresmian.
Hadirnya Quality Training Center ini dirancang khusus dengan simulasi sistem beroperasi (live system)—seperti fire protection, Building Management System (BMS), dan pump room. Selain untuk internal, Maxon juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan SMK untuk menyiapkan lulusan baru (fresh graduate) bidang teknik agar siap pakai di industri digital.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing insinyur lokal. “Kami berharap engineer Indonesia punya kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga ahli luar negeri, sekaligus memperluas lapangan kerja,” tambah Tedi.
Ekonomi
13 Tahun D’Elegance Clinic Tebet, Menjaga Kepercayaan di Tengah Tren Kecantikan
JAKARTA – Perawatan kecantikan kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari perawatan kulit hingga prosedur bedah plastik, berbagai pilihan tersedia untuk membantu seseorang merawat penampilan. Namun, di tengah tren tersebut, pemahaman mengenai keamanan dan risiko tindakan medis tetap menjadi hal yang tidak kalah penting.
Memasuki usia ke-13 tahun, D’Elegance Clinic Tebet kembali menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat sebelum memutuskan menjalani perawatan estetika. Klinik yang berlokasi di Jakarta Selatan ini menekankan bahwa kecantikan tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga proses perawatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi setiap individu.
Di bawah kepemimpinan Dr. Hendri Andreas, Sp.B.P.R.E., selaku Head Doctor sekaligus Owner D’Elegance Clinic, konsultasi dan edukasi pasien menjadi bagian dari pendekatan pelayanan klinik.
Dalam menjalankan pelayanannya, D’Elegance Clinic juga didukung oleh Dr. Adi Basuki, Sp.B.P.R.E., dan Dr. Noimaya, Sp.B.P.R.E., yang telah bergabung selama hampir dua tahun, serta Dr. Selvyana yang berfokus pada bidang kecantikan dan kulit.
Kehadiran tim medis tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan estetika yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan kompetensi masing-masing dokter.
Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Mengikuti Tren
Meningkatnya popularitas perawatan estetika membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk merawat penampilan. Meski demikian, keputusan menjalani prosedur kecantikan, terutama operasi plastik, sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren media sosial atau hasil yang terlihat pada orang lain.
Setiap orang memiliki kondisi kesehatan, kebutuhan, dan ekspektasi yang berbeda. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk memahami jenis perawatan yang sesuai, manfaat yang mungkin diperoleh, serta risiko yang perlu dipertimbangkan.
Pada prosedur operasi plastik, misalnya, risiko dapat berupa pembengkakan, memar, nyeri, bekas luka, infeksi, perdarahan, hingga komplikasi terkait anestesi atau tindakan bedah.
Sebelum menjalani prosedur, pasien perlu memperoleh penjelasan yang memadai mengenai tahapan tindakan, kemungkinan hasil, alternatif perawatan, serta proses pemulihan. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan.
Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Operasi Plastik
Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan prosedur bedah plastik, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.
1. Kenali kondisi kesehatan diri
Riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan kondisi fisik perlu disampaikan secara terbuka kepada dokter. Informasi tersebut membantu menentukan apakah prosedur yang direncanakan sesuai dengan kondisi pasien.
2. Pilih dokter dan fasilitas kesehatan yang tepat
Pastikan prosedur dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai serta di fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan keselamatan.
3. Pahami manfaat dan risikonya
Jangan ragu untuk bertanya mengenai kemungkinan hasil, efek samping, komplikasi, dan alternatif tindakan. Informasi yang jelas membantu pasien menetapkan ekspektasi yang realistis.
4. Ikuti arahan selama pemulihan
Perawatan setelah tindakan merupakan bagian penting dari keseluruhan prosedur. Penggunaan obat, perawatan luka, pembatasan aktivitas, dan jadwal kontrol perlu mengikuti petunjuk dokter.
5. Jangan abaikan tanda bahaya
Demam, nyeri yang semakin berat, kemerahan yang meluas, atau perdarahan berlebihan perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis. Sesak napas atau nyeri dada membutuhkan pertolongan medis darurat.
Memahami hal-hal tersebut dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih perawatan estetika. Sebab, hasil perawatan tidak hanya berkaitan dengan perubahan penampilan, tetapi juga dengan keselamatan selama prosedur dan pemulihan setelahnya.
D’Elegance Clinic Perkuat Pendekatan Personal
Memasuki tahun ke-13, D’Elegance Clinic Tebet terus berupaya mengembangkan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan setiap pasien. Komunikasi yang terbuka, konsultasi yang memadai, dan informasi yang mudah dipahami menjadi aspek penting dalam proses perawatan.
Pendekatan personal diperlukan karena kebutuhan setiap individu tidak selalu sama. Perawatan yang sesuai bagi seseorang belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi orang lain.
Karena itu, keputusan mengenai perawatan kulit maupun prosedur estetika sebaiknya dilakukan melalui konsultasi profesional. Pasien juga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai tujuan perawatan dan hasil yang realistis.
Melalui dukungan tim medisnya, D’Elegance Clinic menghadirkan layanan di bidang estetika, kecantikan dan kulit, serta bedah plastik sesuai kompetensi masing-masing dokter.
Bagi klinik tersebut, membangun kepercayaan pasien tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga dengan keterbukaan informasi dan perhatian terhadap keselamatan dalam setiap tahapan perawatan.
13 Tahun Perjalanan di Dunia Estetika
Perayaan ulang tahun ke-13 menjadi salah satu momen bagi D’Elegance Clinic Tebet untuk melanjutkan pengembangan layanan sekaligus memperkuat perhatian terhadap edukasi masyarakat.
Di tengah perkembangan industri kecantikan, pemahaman mengenai perawatan yang aman menjadi semakin relevan. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui pilihan perawatan yang tersedia, tetapi juga memahami manfaat, risiko, dan pertimbangan medis di baliknya.
Ke depan, D’Elegance Clinic berharap dapat terus mengembangkan pelayanan melalui penguatan tim medis, edukasi berkelanjutan, serta komunikasi yang transparan dengan pasien.
Pada akhirnya, merawat penampilan merupakan pilihan personal. Namun, setiap keputusan terkait prosedur medis perlu didasarkan pada informasi yang memadai, konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten, dan pertimbangan keselamatan.
Alamat: Royal Palace, Blok C6-7 No. B31, Jalan Prof. Dr. Soepomo No. 178A, RT 001/RW 015, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12870.
-
Infotainment4 weeks agoZecky Alatas Ungkap Dampak Akun Palsu, Nama Daus Mini Disebut Jadi Korban Pembunuhan Karakter
-
Entertainment3 weeks agoPerluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
-
News3 weeks agoKetua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan
-
Ekonomi1 day agoGEPPMI Fasilitasi 800 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja di Hotel Bintang Lima Turki
-
Infotainment3 weeks agoPT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
-
News4 weeks agoZecky Alatas Apresiasi Gebrakan Kapolri Suyudi Ario Seto, Dorong Polri Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Infotainment2 weeks ago8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional
-
News3 weeks agoBrigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri
