Connect with us

Hukum

Tim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT

Published

on

Wartahot.news – Tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Brigade 08 mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk meminta perlindungan hukum bagi klien mereka yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kedatangan tim pengacara tersebut dipimpin oleh Letkol (Purn) Suharno, S.H., M.H. dan Eddy Irawan, S.H. Mereka menyampaikan laporan sekaligus permohonan perlindungan kepada pihak kepolisian atas kondisi klien yang saat ini disebut mengalami gangguan fisik maupun psikologis akibat dugaan KDRT tersebut.

Perwakilan tim pengacara LBH Brigade 08 menjelaskan bahwa selain melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri, pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Spanyol. Hal ini dilakukan karena kasus tersebut melibatkan hubungan antara dua warga negara dan juga menyangkut kepentingan seorang anak yang masih di bawah umur.

“Kami dari tim pengacara LBH Brigade 08 mendatangi Mabes Polri di Bareskrim untuk meminta perlindungan hukum atas dugaan KDRT yang dialami klien kami. Kami juga sudah menyampaikan surat kepada Kedutaan Besar Spanyol karena ini menyangkut hubungan dua warga negara dan ada anak yang masih di bawah umur,” ujar tim kuasa hukum.

Selain itu, pihak LBH Brigade 08 juga mengaku telah mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) agar kasus tersebut mendapatkan perhatian.

Tim kuasa hukum berharap langkah hukum yang mereka tempuh dapat membantu klien mereka mendapatkan perlindungan serta keadilan dari aparat penegak hukum.

“Kami berharap laporan yang kami sampaikan di Bareskrim Mabes Polri ini dapat memberikan perlindungan hukum dan keadilan bagi klien kami yang saat ini kondisi fisik dan psikologisnya terganggu,” tambahnya.

Saat ini, pihak LBH Brigade 08 menunggu tindak lanjut dari kepolisian terkait laporan dan permohonan perlindungan hukum yang telah diajukan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

Published

on

Lampung – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau illegal mining yang beroperasi di wilayah Kabupaten Way Kanan. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 24 orang, dengan 14 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H didampingi oleh Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si dan Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., M.H.I. dalam kegiatan press release di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2026).

Kapolda Lampung menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Lampung dalam menindak tegas praktik pertambangan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara dalam jumlah besar.

“Dalam operasi penindakan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Lampung pada Minggu (8/3), kami berhasil mengamankan 24 orang dari lokasi penambangan emas ilegal yang berada di lahan PTPN I Regional 7 di Kabupaten Way Kanan. Dari hasil pemeriksaan, 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 10 orang lainnya masih berstatus saksi dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar Kapolda.

Penertiban dilakukan di tujuh titik lokasi di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, yang masih berada di dalam area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PTPN VII, di antaranya di sekitar Jalan Lintas Sumatera Sungai Betih, Desa Lembasung, Jalan Lintas Martapura KM 6 dan KM 9 Blambangan Umpu, serta beberapa titik di sekitar aliran Sungai Betih.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah alat berat dan peralatan tambang yang digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:

41 unit ekskavator (7 unit telah diamankan di Polda Lampung, 2 unit dalam perjalanan, dan 32 unit masih berada di TKP)

24 unit mesin dompeng/alkon

47 jerigen berisi bahan bakar solar

17 unit kendaraan roda dua

1 unit kendaraan roda empat

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga telah berlangsung sekitar 1,5 tahun dengan luas lahan mencapai sekitar 200 hektare.

Kapolda Lampung mengungkapkan, jika dihitung dari potensi produksi emas, aktivitas ilegal tersebut menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

“Dengan asumsi satu mesin menghasilkan lima gram emas per hari dan jumlah mesin mencapai sekitar 315 unit, maka total produksi diperkirakan mencapai 1.575 gram emas per hari. Dengan harga emas sekitar Rp1,8 juta per gram, maka potensi pendapatan kotor dari aktivitas ilegal tersebut bisa mencapai sekitar Rp2,8 miliar per hari atau Rp73,7 miliar per bulan,” jelas Kapolda.

Secara keseluruhan, potensi kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,3 triliun.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 miliar.

Selain itu, Polda Lampung juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghitung lebih lanjut kerugian negara serta dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri atau sianida dalam proses pengolahan emas.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

“Polda Lampung berkomitmen menindak tegas segala bentuk pertambangan ilegal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan tanpa izin karena selain melanggar hukum juga merusak lingkungan,” tegas Kapolda.

Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya, sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di Provinsi Lampung.

Continue Reading

Hukum

POLDA METRO JAYA RINGKUS 7 (TUJUH) PEMUDA NEKAT PESTA NARKOTRIKA DI BULAN SUCI RAMADHAN

Published

on

Continue Reading

Hukum

OJK dan Bareskrim Polri Geledah PT MASI Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Insider Trading, Dua Tersangka Ditetapkan

Published

on

Jakarta Selatan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor sekuritas PT MASI yang berlokasi di Gedung Treasury Tower, Kawasan District 8, SCBD, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan manipulasi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) serta dugaan pelanggaran di bidang pasar modal.

Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan OJK bersama Bareskrim Polri untuk memperkuat alat bukti dalam perkara yang tengah ditangani.

“Kami dari OJK dan Bareskrim Polri melakukan kegiatan penyidikan yaitu penggeledahan. Penggeledahan di PT MA. Bareskrim mendampingi kami dalam proses tersebut,” ujar Daniel kepada awak media di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (4/3).

Ia menerangkan, perkara ini melibatkan ASS selaku beneficial owner PT BEBS dan MWK selaku mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta turut menyeret korporasi PT MASI. Berdasarkan hasil penyidikan, korporasi tersebut diduga masih terlibat dalam praktik yang melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Menurut Daniel, modus yang digunakan dalam perkara tersebut mencakup praktik insider trading, manipulasi IPO, serta transaksi semu (wash sale) yang terjadi dalam kurun waktu 2020 hingga 2022. Praktik tersebut dinilai melanggar prinsip keadilan (fairness) dalam transaksi pasar modal.

OJK telah menetapkan ASS dan MWK sebagai tersangka. Keduanya diduga melanggar Pasal 104 juncto Pasal 90 subsidair Pasal 107 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berkas perkara terhadap kedua tersangka telah diselesaikan dan dikirim ke kejaksaan, dan saat ini tinggal menunggu P-21.

“Dua orang tersangka sudah kami selesaikan berkasnya dan telah kami kirim ke kejaksaan. Saat ini tinggal menunggu P-21,” jelas Daniel.

Selain proses pidana terhadap para tersangka, OJK juga telah melakukan pembekuan (freeze) terhadap sekitar 2 miliar lembar saham dengan nilai sekitar Rp14,5 triliun. Nilai tersebut dihitung dari harga saham sekitar Rp7.000 per lembar dalam periode 2021 hingga 2023. Saham-saham tersebut untuk sementara tidak dapat diperdagangkan.

Terkait barang bukti, Daniel menyebutkan sebagian besar berupa dokumen dan perangkat penyimpanan data seperti USB. Seluruh barang bukti tersebut akan dilakukan pemilahan lebih lanjut di kantor penyidik.

“Nanti di kantor akan kami pilah-pilah. Yang tidak diperlukan akan kami kembalikan. Aset tidak ada, mayoritas berupa dokumen dan media penyimpanan data,” ujarnya.

OJK bersama Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna menjaga integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Continue Reading

TERKINI

Hukum4 hours ago

Tim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT

Wartahot.news – Tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Brigade 08 mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk meminta perlindungan hukum bagi...

Budaya4 hours ago

Didukung Pemkot Jakut, Najwa Muyas Sarah Siap Berlaga di Puteri Kebaya DKI Jakarta 2026

Wartahot.news – Remaja berbakat Najwa Muyas Sarah resmi mewakili Jakarta Utara dalam ajang Pemilihan Puteri Kebaya DKI Jakarta 2026. Dukungan...

Sosial17 hours ago

Shira Dominique Mulyono, Siswa Bina Bangsa School, Maknai Tema “Legacy of Star” di Perayaan 25 Tahun Sekolah

Wartahot.news — Perayaan 25 tahun Bina Bangsa School yang mengusung tema “Legacy of Star 2026” berlangsung meriah dan menjadi panggung...

Hukum17 hours ago

Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

Lampung – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau illegal...

Hukum17 hours ago

POLDA METRO JAYA RINGKUS 7 (TUJUH) PEMUDA NEKAT PESTA NARKOTRIKA DI BULAN SUCI RAMADHAN

Infotainment3 days ago

Keren! Ryans Rayel Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama 600 Anak Yatim

JAKARTA — Artis sekaligus penyanyi dangdut Ryans Rayel menggelar kegiatan sosial bertajuk Ramadan Penuh Cinta dengan memberikan santunan serta buka...

News4 days ago

Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Dikabarkan Meninggal Dunia

Jakarta – Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Penyanyi dan penulis lagu ternama, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada...

Budaya1 week ago

Winner Puteri Remaja Jakarta 2025, Nayyara Azarine Tampil Memukau di Fashion Show Perayaan Imlek 2026

Jakarta, 17 Februari 2026 – Ajang Talent Show dan Fashion Show Perayaan Imlek yang diselenggarakan oleh Padma Organizer berlangsung meriah...

News1 week ago

Irma Maryati Tunjuk LBH Brigade 08 Kawal Sengketa Hak Asuh Anak dengan Mantan Suami WN Spanyol

JAKARTA — Warga Negara Indonesia Irma Maryati resmi menunjuk tim kuasa hukum dari LBH Brigade 08 untuk mengawal persoalan hukum...

News1 week ago

Gagal Jambret Tas Lansia hingga Terjatuh, Pria di Jelambar Diringkus Polisi

Jakarta – Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan bergerak cepat meringkus seorang pria berinisial BAS (27) pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan...

Trending