Sosial
RW 07 Jatinegara Kaum Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan
Jakarta, 14 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut bulan suci , RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa serta buka puasa bersama pada Sabtu (14/3). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus RW, (LMK), tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Ketua RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum, Syariah Hidayat , dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Marhaban Ya Ramadhan adalah ungkapan kebahagiaan kita menyambut bulan penuh berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan tali silaturahmi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam kemajuan lingkungan kita,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim dan keluarga dhuafa menerima santunan berupa paket sembako serta bantuan uang tunai. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah relasi RW dan para donatur yang peduli terhadap warga di lingkungan RW 07.
Para penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada mereka, terutama di momen bulan Ramadhan.
Acara juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama, di antaranya pemimpin tahlil H Romli , pembacaan doa oleh Ustad Syahruli , serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustad H Muryanto. Hadir pula tokoh masyarakat Hasannudin serta Ketua LMK Jatinegara Kaum Khairul Bahri.
Selain santunan, kegiatan juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang diikuti lebih dari 50 peserta. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, para peserta menikmati hidangan berbuka puasa sambil mempererat silaturahmi.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan lingkungan serta keberkahan bagi seluruh warga dan umat Muslim.
Melalui kegiatan ini, warga berharap santunan dan buka puasa bersama dapat menjadi tradisi tahunan yang terus memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong di lingkungan RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum.
Sosial
Shira Dominique Mulyono, Siswa Bina Bangsa School, Maknai Tema “Legacy of Star” di Perayaan 25 Tahun Sekolah
Wartahot.news — Perayaan 25 tahun Bina Bangsa School yang mengusung tema “Legacy of Star 2026” berlangsung meriah dan menjadi panggung bagi para 450 siswa wakil dari Bina Bangsa School di 5 kota, jakarta (pantai indah kapuk, kebon jeruk), Bandung. Balik papan, Semarang dan malang untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka.
Concert Music ini perpaduan alat musik Barat dan Cina. Musik Western dg alat musik: violin, viola, cello, terompet, fluid.
Musik Chinese:
Yang cin, Guzheng, Erhu, Gitar Cina.
Salah satu siswa yang menjadi solois mewakili BBS PIK Jakarta dan juga turut ambil bagian dalam acara tersebut adalah Shira Dominique Mulyono. Ia mengaku sangat bangga dan bahagia bisa terlibat dalam pertunjukan di momen spesial perjalanan Bina Bangsa School.
“Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bisa menjadi bagian dari pertunjukan yang luar biasa ini, dan saya berharap bisa kembali menjadi bagian darinya tahun depan,” ujar Shira.
Shira juga menilai Bina Bangsa School memberikan banyak kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan dan acara yang mendukung impian mereka.
“Bina Bangsa School sangat senang memberikan para siswa berbagai kegiatan, acara, dan kesempatan bagi siswa dengan beragam impian yang ingin mereka kejar. Hal ini membuat setiap siswa memiliki cara untuk menunjukkan bakat mereka secara maksimal sekaligus mendapatkan pengalaman untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Ia menambahkan, suasana kebersamaan di sekolah membuat dirinya jarang merasa sendiri karena selalu ada teman-teman yang mendukung.
“Di Bina Bangsa School, saya hampir tidak pernah merasa sendirian karena teman-teman saya selalu ada untuk saya. Saya juga sangat suka bersosialisasi dengan orang lain, terutama dengan siswa dari kampus BBS yang berbeda,” ujarnya.
Dalam persiapan pertunjukan, para siswa juga menjalani latihan intensif melalui kegiatan music camp dan concert week yang berlangsung hampir sepanjang hari.
“Memang sangat melelahkan, tetapi saya sangat menyukainya karena biasanya di saat itulah saya bisa mendapatkan lebih banyak teman dan mempererat hubungan dengan banyak orang,” katanya.
Selain mengembangkan bakat, Shira menyebut Bina Bangsa School juga menanamkan nilai-nilai penting seperti sikap saling menghargai dan menolak perundungan.
“Kami diajarkan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kami ingin diperlakukan. Artinya bersikap baik satu sama lain dan tidak ada perundungan. Kami diajarkan untuk menjadi orang yang berani membela dan membantu, bukan hanya menjadi penonton,” jelasnya.
Ia pun berharap Bina Bangsa School dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di masa depan.
“Saya berharap Bina Bangsa School dapat terus berkembang menjadi sekolah yang melahirkan para pemimpin serta memiliki siswa-siswa yang bersinar seperti bintang,” pungkasnya.
Sementara itu, Founder sekaligus Presiden Direktur Bina Bangsa School, Surya Putra Subandi, menjelaskan bahwa ide mendirikan sekolah ini berawal dari peristiwa kerusuhan tahun 1998. Saat itu banyak keluarga Indonesia yang kembali dari luar negeri dan kesulitan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka di Indonesia.
Karena itu, ia berinisiatif menghadirkan sistem pendidikan internasional di Indonesia dengan membuka sekolah menggunakan kurikulum Singapura.
“Waktu itu muridnya hanya 27 orang dalam satu kelas. Tapi kami konsisten bahwa meskipun murid sedikit, gurunya tetap dari Singapura,” ujarnya.
Surya menegaskan bahwa tujuan mendirikan sekolah bukan semata-mata untuk bisnis, melainkan untuk masa depan generasi bangsa.
“Membuka sekolah bukan soal dagang. Kita membuka sekolah demi masa depan bangsa kita. Negara maju bukan dibangkitkan oleh uang, tetapi oleh pendidikan,” katanya.
Kini, Bina Bangsa School telah berkembang pesat dengan ribuan siswa dan kampus yang tersebar di tujuh kota di Indonesia.
Sementara itu, Director of Academic Bina Bangsa School, Yuliana, mengatakan pihaknya memiliki visi membina setiap murid agar menjadi pemimpin di masa depan.
“Kami melihat potensi setiap anak sejak dini, membangun empati serta menumbuhkan keinginan untuk berkontribusi bagi negara. Itulah yang kami tanamkan kepada para siswa,” ujarnya.
Perayaan Legacy of Star 2026 menjadi simbol perjalanan panjang Bina Bangsa School selama 25 tahun dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap bersinar di masa depan.
Sosial
Nayyara Azarine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025, Ajak Lebih Peduli Dukungan Psikososial Anak
Jakarta – Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025, Nayyara Azarine yang akrab disapa Arin, menunjukkan komitmennya dalam mendorong pentingnya dukungan psikososial anak sebagai bagian dari proses pemulihan anak yang menghadapi tantangan kesehatan serius.
Di usia 18 tahun, Arin memanfaatkan platformnya bukan hanya sebagai simbol representasi generasi muda, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan dampak sosial yang nyata. Ia percaya, pemulihan anak tidak cukup hanya lewat intervensi medis, tetapi juga membutuhkan kehadiran emosional yang konsisten, lingkungan yang suportif, dan pengalaman positif yang menumbuhkan harapan.
Lewat berbagai kegiatan kebersamaan, Arin memperlihatkan bahwa perhatian sederhana seperti menemani anak bermain, berbincang hangat bersama keluarga, hingga memberi ruang untuk berekspresi secara kreatif, bisa membantu memperkuat kondisi psikologis anak selama masa pemulihan.
“Anak-anak yang sedang berjuang tetap berhak merasakan masa kecil yang utuh. Dukungan emosional bukan pelengkap, tetapi bagian dari proses pemulihan itu sendiri,” ujar Arin.
Perjalanan Arin hingga meraih gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025 juga melalui proses pembentukan karakter yang panjang. Ia mengaku pernah menjadi pribadi yang pendiam dan cenderung introvert. Namun, empati yang ia miliki justru tumbuh menjadi kekuatan yang mendorongnya aktif di kegiatan sosial dan advokasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah dan melanjutkan studi di Fakultas Hukum , Arin berharap advokasi dukungan psikososial anak semakin dikenal sebagai isu penting yang perlu perhatian lintas sektor, mulai dari keluarga, komunitas, hingga para pembuat kebijakan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil peran dalam isu sosial, meski dimulai dari langkah kecil. Menurutnya, perubahan besar sering lahir dari kehadiran yang tulus dan konsisten.
Melalui advokasi berbasis empati ini, Arin menegaskan bahwa kebahagiaan anak bukan hal sekunder. Kebahagiaan adalah fondasi yang membantu mereka tetap memiliki semangat, rasa percaya diri, dan harapan untuk masa depan.
Sosial
Keren! Nayyara Azarine Farrashila Ramaikan Sunday Art & Culture Fest 2025
Wartahot.news — Sosok muda inspiratif Nayyara Azarine Farrashila atau yang akrab disapa Arin, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan budaya. Runner Up V Puteri Remaja Indonesia 2025 ini turut hadir dalam Sunday Art & Culture Fest: Celebrate Disability International Day with Puteri Anak Indonesia Jakarta 2024, yang digelar pada 14 Desember 2025 di Apartemen Mahata Serpong, Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan.
Acara ini berlangsung hangat dan penuh warna, menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan penyandang disabilitas. Kehadiran Ibu Wali Kota Tangerang Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan inklusivitas dan kesetaraan di tengah masyarakat.
Di usia 18 tahun, Arin dikenal aktif sebagai narasumber di berbagai talkshow yang membahas kepemudaan dan budaya. Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, kehadirannya bukan sekadar seremonial. Arin terlibat langsung dalam beragam aktivitas bersama teman-teman penyandang disabilitas.
Mulai dari membuat shibori di atas kaos, Arin menikmati proses berkarya yang menekankan kebersamaan dan kreativitas tanpa sekat. Ia juga tampil dalam fashion show inklusif, berjalan berdampingan dengan para penyandang disabilitas sebagai simbol persatuan, keberagaman, dan saling menghargai.
Melalui partisipasinya, Arin berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar sebagai ruang ekspresi seni dan budaya, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inklusi sosial.
Sebagai Runner Up V Puteri Remaja Indonesia 2025, Nayyara Azarine Farrashila berkomitmen untuk terus menjadi suara positif bagi generasi muda, dengan mengedepankan nilai budaya, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
-
Hukum3 days agoTim Pengacara LBH Brigade 08 Datangi Bareskrim Mabes Polri, Minta Perlindungan Hukum atas Dugaan KDRT
-
News1 week agoIrma Maryati Tunjuk LBH Brigade 08 Kawal Sengketa Hak Asuh Anak dengan Mantan Suami WN Spanyol
-
Sosial4 weeks agoNayyara Azarine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025, Ajak Lebih Peduli Dukungan Psikososial Anak
-
Infotainment4 weeks ago
Berkenalan dengan Renata Dvika Kusumah model muda berbakat
-
Entertainment4 weeks agoKeren! Penyanyi Mandarin Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
-
Entertainment2 weeks agoBritney Davanya Cerita Ambisi Jadi Model Dunia
-
News4 weeks agoPresiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada Penggerak Program MBG dan SPPG Polri
-
Hukum3 weeks agoFredy Limantra Beberkan Kronologi Penusukan Advokat Bastian oleh Debt Collector
