News
Babinsa Koramil 01/Jatinegara Bersama Tiga Pilar dan Warga Gelar Patroli Malam, Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif
Jakarta Timur – Babinsa Koramil 01/Jatinegara bersama unsur Tiga Pilar dan komponen masyarakat melaksanakan kegiatan patroli dan siskamling keliling dalam rangka menjaga keamanan serta menciptakan situasi wilayah Kecamatan Jatinegara tetap aman dan kondusif. Jumat (29/05/26).
Kegiatan yang dipusatkan di Pos Kamling RW 08, Jalan Swadaya Kelurahan Cipinang Besar Selatan Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur tersebut melibatkan Babinsa Koramil 01/Jatinegara, Bhabinkamtibmas Polsek Jatinegara, FKDM, Satpol PP, serta warga masyarakat setempat.
Patroli malam dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah titik rawan dan jalur strategis wilayah Jatinegara. Rute patroli dimulai dari Makoramil 01/Jatinegara menuju Jalan Raya Bekasi, Jalan Bypass D.I. Panjaitan, Jalan Basura, Jalan Kolong Kampung Melayu, Jalan Otista Raya, Jalan Matraman Raya dan kembali finis di Makoramil 01/Jatinegara.
Batuud Koramil 01/Jatinegara, Peltu Waridi mengatakan bahwa kegiatan patroli dan siskamling keliling ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah binaan.
“Melalui patroli bersama ini, kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman, sekaligus mempererat sinergitas antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dengan adanya patroli gabungan tersebut, diharapkan tercipta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta memperkuat kebersamaan antara aparat dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Kecamatan Jatinegara.
Sumber Pendim 0505/JT
News
Mencari Penitipan Koper di Bali yang Murah? Seorang Traveler Menemukan Tempat Tak Terduga di Kuta
KUTA, Bali — Ada satu masalah kecil yang jarang muncul di foto liburan Bali.
Koper.
Masalahnya biasanya muncul di hari terakhir.
Check out hotel jam 12 siang.
Pesawat malam.
Atau mungkin sudah pindah villa, tetapi belum bisa check in.
Lalu muncul pertanyaan yang sama:
“Koper mau ditaruh di mana?”
Bagi banyak traveler, jawabannya biasanya tidak murah.
Beberapa tempat penitipan barang di Bali mematok harga mulai dari Rp 50 ribu per hari untuk satu koper. Di area wisata, harga seperti itu sudah dianggap normal.
Tetapi bagi seorang traveler asal Jakarta yang sedang menghabiskan beberapa hari di Bali, pencarian tempat penitipan koper murah justru berakhir di sebuah gang kecil dekat Bandara Ngurah Rai.
Dan hasilnya cukup mengejutkan.
Mencari Penitipan Barang di Bali Dekat Bandara
Lokasinya berada di Jalan Kubu Anyar, Kuta.
Tidak jauh dari bandara.
Tidak jauh dari hotel hotel wisata.
Dan cukup dekat untuk dijangkau sebelum atau sesudah penerbangan.
Traveler tersebut awalnya hanya mencari solusi sederhana:
tempat aman untuk menitipkan koper selama beberapa jam.
Yang ditemukan justru sesuatu yang sedikit berbeda.
Tempat itu bernama Hey Bali Luggage Storage.
Di sana, traveler disambut oleh staf bernama Kak Cha-Cha.
Prosesnya sederhana.
Tidak rumit.
Tidak banyak formulir.
Dan harga yang disebutkan membuatnya sempat bertanya ulang.
Rp 25 Ribu Per Koper Per Hari
Harga penitipan koper di tempat ini hanya Rp 25 ribu per koper per hari.
Ya.
Rp 25 ribu.
Ketika banyak layanan penitipan barang di Bali memasang harga sekitar Rp 50 ribu atau lebih, angka tersebut terasa hampir terlalu murah.
Tetapi ternyata ada hal lain yang membuat pengalaman ini terasa berbeda.
Pintu Rahasia dan Loker Pribadi
Setelah proses check in selesai, koper tidak sekadar ditaruh di sudut ruangan.
Traveler diarahkan menuju area penyimpanan.
Di balik sebuah pintu yang tidak terlalu mencolok.
Sedikit mengejutkan.
Sedikit lucu.
Dan cukup membuat penasaran.
Di dalamnya, koper dimasukkan ke dalam loker.
Loker kemudian dikunci.
Dan kuncinya dibawa sendiri oleh pelanggan.
Artinya:
bukan staf.
bukan tempat penyimpanan.
bukan orang lain.
Pemilik koper sendiri yang memegang akses.
Bagi traveler yang sering khawatir meninggalkan barang berharga saat transit, sistem seperti ini terasa jauh lebih nyaman.
Kenapa Penitipan Koper Jadi Semakin Penting di Bali?
Bali semakin dipenuhi traveler yang:
- pindah pindah villa
- mengambil penerbangan malam
- transit sebelum ke Nusa Penida
- bekerja sambil traveling
- datang lebih awal sebelum check in
Semua situasi itu biasanya menghasilkan satu masalah yang sama.
Koper.
Dan semakin lama, penitipan barang di Bali bukan lagi layanan tambahan.
Sudah menjadi kebutuhan.
Sebuah Tempat Kecil Dengan Ide Sederhana
Pada akhirnya, traveler tersebut mengambil kembali kopernya beberapa jam kemudian.
Tidak ada drama.
Tidak ada biaya tambahan mengejutkan.
Tidak ada cerita koper hilang.
Hanya ada satu reaksi sederhana:
“Serius ini cuma Rp 25 ribu?”
Di kota wisata yang semakin mahal, mungkin itu alasan mengapa tempat seperti Hey Bali Luggage Storage mulai ditemukan lebih banyak traveler.
Bukan karena besar.
Bukan karena mewah.
Tetapi karena kadang yang dicari traveler sebenarnya sederhana.
Tempat aman.
Lokasi strategis.
Dan harga yang masuk akal.
News
Junkyard Collective Bali: Galeri Gratis di Ubud, Seni Keren dari Sampah Plastik!
Siapa bilang sampah plastik cuma bikin lingkungan kumuh? Di tangan delapan seniman Bali dan luar negeri, barang yang satu ini berubah jadi karya seni yang bikin kita mikir.
Mereka bergabung dalam Junkyard Collective Bali. Lokasinya di gang kecil Jalan Raya Sanggingan, Ubud. Yang bikin keren? Galeri ini gratis! Nggak ada tiket. Nggak ada harga. Nggak ada pretensi. Yang ada adalah plastik. Dan sebuah peringatan.
Di balik kolektif ini ada Dr. I Made Jodog, akademisi sekaligus seniman yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor ISI Bali. Tapi di ruang kecil di Ubud itu, ia hanya seorang seniman yang resah. Kegelisahannya dimulai sejak akhir tahun 1990-an, saat ia memimpin organisasi pemuda di desanya. Sungai di bawah rumahnya dipenuhi sampah. Ia bersihkan. Ia sadarkan warga. Tapi plastik nggak pernah benar-benar pergi.
“Kami tidak berpikir tentang uang,” kata Jodog. “Kami berpikir tentang kesadaran.”
Salah satu karya paling mencuri perhatian adalah ubur-ubur raksasa yang terbuat dari kantong plastik. Melayang-layang ditiup kipas. Cantik, tapi sekaligus bikin merinding. “Ketika ubur-ubur menyengat, Anda terbangun,” ujar Jodog. “Ubur-ubur ini dirancang untuk menyengat kesadaran Anda.”
Ada juga karya Arde, mantan mahasiswa Jodog yang sudah lama mengeksplorasi plastik sebagai medium lukis. Hasilnya? Lukisan yang keliatan kayak kanvas biasa, tapi ternyata dari plastik disetrika berlapis-lapis. Wayan Suja bikin patung perempuan yang melambangkan alam. Di bawah tubuhnya, sampah plastik udah mengakar kayak rumput. Di atas tubuhnya, ia menanam terong dan cabai sungguhan. Pesannya ngena banget: makanan kita tumbuh di dalam sampah yang kita buang.
Prangawardana bikin lelakut, si penjaga sawah versi Bali, tapi dari plastik. Tujuannya? Mau menumbuhkan rasa takut. Bukan takut hantu, tapi takut buang sampah sembarangan.
Jodog juga punya harapan untuk pemerintah Bali yang masih berjibaku dengan masalah sampah. “Kami berharap pemerintah melihat bahwa seni bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan kesadaran publik,” ujarnya. “Kami tidak protes dengan cara yang keras. Kami mengungkapkan kegelisahan melalui karya. Tapi kami berharap ada perhatian, ada fasilitasi, dan ada dukungan untuk gerakan-gerakan seperti ini.”
Junkyard Collective Bali terbuka untuk siapa saja. Turis, ekspat, anak sekolah, tetangga, siapapun. Nggak ada target komersial. Murni idealisme. Jodog berharap gerakan ini tumbuh. Ia sangat terbuka untuk seniman dari negara lain yang ingin bergabung. “Kami harapkan suatu saat akan menjadi besar, bahkan bisa mendunia,” ujarnya.
Buat kalian yang lagi liburan ke Ubud atau nyari tempat hits yang beda dari biasanya, Junkyard Collective Bali wajib masuk daftar. Lokasinya di Jl. Raya Sanggingan Gang Bintang, Ubud. Masuk gratis. Datang. Lihat. Bertanya. Dan pulang dengan kesadaran baru tentang sampah plastik. Karena pada akhirnya, seni nggak cuma buat dipandang. Tapi juga buat direnungkan. (Latto)
News
Hadir Melindungi, Melayani Sepenuh Hati: Komitmen Nyata PT TASPEN untuk Kenyamanan Masa Purna Bakti
Bagi sebagian orang, pelayanan mungkin hanya dimaknai sebagai proses penyelesaian administrasi. Namun bagi PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Tangerang, pelayanan memiliki makna yang jauh lebih dalam, yakni menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian tulus bagi para pensiunan yang telah berjasa bagi negeri.
Setiap langkah para pensiunan yang hadir ke kantor TASPEN selalu menjadi prioritas utama. Mulai dari pintu gerbang, para petugas keamanan dengan sigap dan ramah siap membantu serta mendampingi para peserta, khususnya lansia, agar setiap proses dapat dijalani dengan nyaman dan tanpa hambatan.
Transformasi pelayanan publik di era modern kini tidak lagi sekadar berfokus pada penyelesaian administrasi di balik meja. PT TASPEN (Persero) menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dengan menjadikan empati dan kepedulian sebagai fondasi utama pelayanan kepada para purnabakti Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memasuki masa purna tugas merupakan fase penting dalam kehidupan setiap ASN. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada negara, para pensiunan berhak memperoleh perlindungan, kepastian, dan pelayanan terbaik untuk menikmati masa tua dengan tenang dan bermartabat.
Melalui semangat “Hadir Melindungi, Melayani Sepenuh Hati”, TASPEN terus mendefinisikan ulang standar pelayanan publik di Indonesia. Pendekatan pelayanan yang hangat dipadukan dengan transformasi digital yang adaptif berhasil menciptakan pengalaman layanan yang nyaman, inklusif, dan ramah lansia.
Tiga Pilar Keunggulan Layanan TASPEN
Dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi para peserta, TASPEN secara konsisten menerapkan tiga pilar utama pelayanan:
1. Hadir Melindungi
TASPEN memberikan perlindungan menyeluruh melalui Program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), hingga Jaminan Kematian (JKM). Seluruh program tersebut dirancang untuk memberikan ketenangan dan kepastian finansial bagi para ASN memasuki masa pensiun.
2. Melayani Sepenuh Hati
Pelayanan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga penuh kepedulian. Keramahan petugas, kesigapan tim keamanan, serta pendampingan langsung kepada peserta lansia menjadi wujud nyata budaya pelayanan yang humanis dan kekeluargaan.
3. Sat-Set dan Bebas Biaya
Melalui penerapan sistem digital terintegrasi, proses administrasi dapat dilakukan secara lebih cepat, mudah, transparan, dan dipastikan 100 persen gratis tanpa pungutan biaya apa pun.
Manifestasi Nyata Ketulusan di Lapangan
Komitmen pelayanan sepenuh hati tidak hanya tertuang dalam slogan, tetapi tercermin nyata dalam aktivitas pelayanan sehari-hari di kantor cabang. Petugas keamanan dengan penuh hormat membantu para pensiunan yang membutuhkan pendampingan fisik, sementara petugas layanan pelanggan dengan sabar memberikan informasi dan solusi terbaik atas setiap kebutuhan peserta.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti layanan autentikasi juga terus dikembangkan untuk memudahkan peserta, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas, agar tetap dapat mengakses layanan tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
“Pelayanan kami tidak berhenti pada proses administrasi semata. Kebahagiaan dan rasa aman para pensiunan saat meninggalkan kantor menjadi keberhasilan terbesar bagi seluruh insan TASPEN,” ujar Manajemen PT TASPEN (Persero) KC Tangerang.
Pada akhirnya, komitmen untuk melayani sepenuh hati merupakan bentuk penghormatan TASPEN kepada para pahlawan bangsa yang telah mengabdikan hidupnya demi kemajuan Indonesia. Menjaga kenyamanan dan senyum para pensiunan adalah bagian dari upaya menghadirkan masa purna bakti yang lebih sejahtera dan bermartabat.
-
News2 weeks agoBrigade 08 Minta Lingkaran Dekat Prabowo Sampaikan Kondisi Rakyat yang Sebenarnya
-
News4 weeks agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
Hukum4 weeks agoMaradona Marinir “Mas Don” Influencer Menipu Korban Modus jual HP
-
Infotainment4 weeks agoKota Tua Tetap Menjadi Sumber Penghidupan bagi Warga Lokal
-
Ekonomi3 weeks agoOverstock Beras di Gudang BULOG Cimahi, DPR RI Sarankan Penataan dan Redistribusi
-
Olahraga4 weeks agoBNN Gelar Padel Tournament Piala Bersinar 2026 sebagai Bagian dari Kampanye Anti-Narkotika
-
Ekonomi4 weeks agoNellava Bullion Luncurkan “Live Price”, Pantau Harga Emas Internasional Real-Time
-
Entertainment4 weeks agoRiska Harisma, Kreator Musik yang Menggetarkan GenZ
