Connect with us

News

1.700 Personel Amankan FIFA Series di GBK, Lalin Disiapkan Situasional

Published

on

Jakarta – Polda Metro Jaya mengerahkan 1.700 personel gabungan untuk mengamankan gelaran FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Pengamanan dilakukan pada dua laga internasional, yakni Solomon vs Saint Kitts & Nevis pukul 15.30 WIB dan Timnas Indonesia vs Bulgaria pukul 20.00 WIB. Kekuatan personel terdiri dari 1.500 Polri (1.355 Polda Metro Jaya dan 145 Polres), 70 TNI, serta 130 personel Pemda, dan didukung 703 steward di dalam stadion.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pengamanan difokuskan secara menyeluruh, tidak hanya di dalam stadion, tetapi juga di area sekitar GBK hingga jalur kedatangan dan kepulangan penonton. Aparat juga disiagakan di lokasi penginapan pemain dan official guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari kepadatan penonton, penggunaan tiket tidak sah, hingga potensi gangguan oleh oknum supporter. “Kami mengimbau kepada masyarakat dan supporter untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Terkait lalu lintas, Polda Metro Jaya akan menerapkan rekayasa secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya saat arus kedatangan dan kepulangan penonton. Masyarakat yang tidak berkepentingan juga diimbau menghindari kawasan GBK guna mengurangi kepadatan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Pemuda GKJ Jakarta Garap Adaptasi Musikal “Ketika Jangkrik Menangis” Secara Mandiri, Angkat Pesan Harapan dan Pengampunan

Published

on

Jakarta, 2 Mei 2026 – Kompa Production sukses mementaskan drama musikal “Ketika Jangkrik Menangis” pada Sabtu (2/5) di Jakarta. Pertunjukan ini merupakan adaptasi yang diolah secara mandiri oleh generasi muda gereja melalui pengembangan naskah, musik, dan koreografi, sekaligus menjadi wujud ekspresi yang mengangkat tema penyesalan, pengampunan, dan harapan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 penonton yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta jemaat dari berbagai gereja di Jakarta dan sekitarnya. Antusiasme penonton terlihat dari respons emosional yang terbangun sepanjang pertunjukan, terutama pada adegan-adegan yang menampilkan konflik batin para tokohnya.

Yang membedakan pertunjukan ini, seluruh elemen artistik—mulai dari lirik dan musik, koreografi, hingga penggarapan adegan—merupakan karya orisinal yang dikembangkan secara mandiri oleh para pemuda yang terlibat. Bagi sebagian besar tim, produksi ini juga menjadi pengalaman pertama dalam menggarap drama musikal berskala penuh.

Sebuah Kisah Harapan Dalam Keheningan

“Ketika Jangkrik Menangis” mengisahkan perjalanan emosional dua karakter utama, Annie dan Reese, yang saling terhubung dalam perjuangan menghadapi tantangan kehidupannya masing-masing. Annie, gadis kecil yang berjuang dengan penyakit jantung, dan Reese, dokter yang berusaha bangkit dari penyesalan masa lalunya, mereka saling menemukan harapan dalam kegelapan.

Kisah ini menggambarkan proses kebangkitan dan pengampunan, mengajak penonton untuk menyadari bahwa di balik setiap kesedihan, selalu ada harapan baru. Dengan alunan musik yang menyentuh, pertunjukan ini menekankan kekuatan cinta dan keteguhan dalam menghadapi rintangan.

Di atas panggung, cerita ini dihadirkan melalui perpaduan adegan musikal, permainan cahaya, serta perubahan set yang membawa penonton berpindah dari suasana desa hingga ruang operasi yang menegangkan, serta visualisasi ruang batin yang menggambarkan konflik dan penyesalan karakter utama. Elemen-elemen ini dirangkai untuk membangun pengalaman yang tidak hanya dapat disaksikan, tetapi juga dirasakan secara emosional.

Salah satu pemeran utama, Gabriella Blessany, yang memerankan Annie, menyebut proses produksi ini sebagai pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap cerita yang dibawakan.

“Memerankan Annie membuat saya belajar melihat harapan dengan cara yang sederhana, tapi sangat kuat. Di tengah keterbatasannya, dia tetap memilih untuk percaya—dan itu yang paling membekas selama proses ini,” ujarnya.

Keterlibatan Yatti Surachman dalam proses latihan turut memberikan perspektif artistik yang memperkaya pertunjukan ini.

“Saya melihat kesungguhan yang luar biasa dari teman-teman generasi muda dalam proses ini. Mereka tidak hanya tampil, tapi benar-benar mengolah setiap adegan dengan rasa. Itu yang membuat pertunjukan ini terasa hidup dan sampai ke penonton,” ungkap Yatti Surachman.

Sementara itu, Pdt. Yoel M. Indrasmoro, Pendeta Gereja Kristen Jawa Jakarta, memandang pertunjukan ini sebagai ruang yang mempertemukan ekspresi, pertumbuhan, dan kolaborasi generasi muda dalam gereja.

“Keterlibatan generasi muda dalam karya seperti ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi ruang yang hidup untuk berekspresi dan bertumbuh. Melalui proses kolaborasi, mereka tidak hanya terlibat, tetapi juga mengambil peran dalam menciptakan karya yang bermakna bersama,” tuturnya.

Melibatkan puluhan pemuda sebagai aktor, pemusik, dan tim produksi, pertunjukan ini menjadi ruang kolaborasi lintas talenta dalam gereja untuk menghadirkan karya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, “Ketika Jangkrik Menangis” tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi yang mengajak penonton memahami makna harapan dan pengampunan.

Tentang Kompa Production:

Kompa Production merupakan inisiatif dari Komisi Pemuda Gereja Kristen Jawa Jakarta yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan di kalangan generasi muda. Melalui karya teater, musik, tari, dan seni visual, Kompa Production menghadirkan pertunjukan yang menyampaikan pesan spiritual serta nilai-nilai iman secara relevan bagi jemaat.

Continue Reading

News

PT Taspen Tangerang Proaktif Serahkan Hak Ahli Waris Prof. Eddy Pratomo

Published

on

Tangerang, 14 Mei 2026 – PT Taspen (Persero) Cabang Tangerang memberikan layanan proaktif kepada ahli waris Prof. Eddy Pratomo, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila sekaligus diplomat senior Indonesia, yang meninggal dunia pada Rabu (29/4/2026) di RS Mandaya.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum kepada bangsa dan negara. Tim PT Taspen menyerahkan hak-hak ketaspenan secara langsung kepada keluarga, memastikan urusan administrasi tidak menjadi beban di tengah masa duka.

“Kami ingin keluarga almarhum tidak terbebani urusan birokrasi. Inilah esensi layanan proaktif kami – negara hadir langsung untuk memberikan hak yang seharusnya diterima,” kata perwakilan PT Taspen Cabang Tangerang.

Jejak Pengabdian Prof. Eddy Pratomo
Prof. Eddy Pratomo dikenal sebagai diplomat dan akademisi yang memiliki peran besar dalam hukum internasional Indonesia. Sepanjang kariernya, beliau pernah:

  • Menjabat Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional (2006-2009)
  • Menjadi Duta Besar RI di London (2004-2006) dan Jerman hingga 2013
  • Menjadi Utusan Khusus Presiden menangani delimitasi maritim Indonesia-Malaysia (2015-2018)

Pelayanan Cepat dan Berempati
PT Taspen menerapkan sistem percepatan layanan, termasuk Tunjangan Hari Tua (THT) dan uang duka, agar hak ahli waris dapat diselesaikan sesegera mungkin setelah berkas lengkap.

Pendekatan proaktif dan empati ini diharapkan menjadi standar baru pelayanan publik, menunjukkan bahwa urusan pensiun dan hak ahli waris kini bisa diurus modern, cepat, dan menghargai jasa para pahlawan birokrasi.

Prof. Eddy Pratomo juga meninggalkan warisan intelektual berupa karya tulis dan publikasi hukum internasional yang menjadi rujukan penting bagi diplomat muda dan praktisi hukum di Indonesia.

Selamat jalan Prof. Eddy Pratomo. Jasamu bagi kedaulatan hukum Indonesia akan selalu dikenang.

Continue Reading

News

Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Merkuri di Tanjung Priok

Published

on

Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan dugaan penyelundupan merkuri atau air raksa melalui peti kemas di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (13/5/2026). Dalam pengungkapan itu, polisi menyita 760 botol cairan berwarna perak berlabel Mercury Gold 1 Kilo.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengungkapan tersebut berkaitan dengan penegakan hukum, keselamatan masyarakat, serta perlindungan lingkungan hidup. Sebab, merkuri merupakan zat berbahaya yang peredarannya harus diawasi secara ketat.

“Pengungkapan ini penting disampaikan kepada masyarakat karena berkaitan dengan penegakan hukum, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr Vicktor D Mackbon menjelaskan, kasus ini terungkap pada Selasa (21/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok memeriksa peti kemas di pos pemeriksaan Bea Cukai KPU Tanjung Priok.

Peti kemas bernomor MRSU 7176261 tersebut berkapasitas 40 feet tipe FCL. Berdasarkan dokumen pengiriman, peti kemas itu rencananya dikirim ke luar negeri.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan botol merkuri yang disimpan dalam selongsong karton. Selain itu, botol-botol tersebut disisipkan di antara 145 gulungan karpet untuk menghindari pemeriksaan.

“Para pelaku menyimpan merkuri dalam selongsong karton, kemudian menyisipkannya pada gulungan karpet sebelum dikirim menggunakan peti kemas,” ujarnya.

Selanjutnya, polisi menetapkan dua orang tersangka berinisial MAL dan H. Tersangka MAL diduga berperan mencari dan mengirimkan merkuri sesuai pesanan seseorang yang berada di luar negeri. Sementara itu, tersangka H diduga berperan sebagai pemasok merkuri kepada MAL.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pengiriman merkuri tersebut diduga berlangsung sejak 2021. Merkuri itu dijual dengan harga sekitar Rp 2,7 juta per kilogram.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi mengatakan, pengungkapan ini merupakan bentuk sinergi antara Bea Cukai dan Polda Metro Jaya dalam pengawasan ekspor.

“Merkuri ini barang berbahaya. Pengangkutan maupun ekspornya harus memiliki izin yang sangat terbatas dari kementerian atau lembaga terkait,” katanya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sembilan saksi dan satu ahli. Adapun para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Lebih lanjut, Kombes Budi menambahkan, penyidik masih mendalami jalur distribusi, dokumen pengiriman, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Karena itu, ia mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas ilegal terkait merkuri.

“Kami mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait perdagangan, pengangkutan, maupun penggunaan merkuri agar segera melapor melalui layanan kepolisian 110. Polri hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, agar kehadiran Polri benar-benar membawa manfaat, keadilan, dan ketenangan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

TERKINI

Entertainment46 minutes ago

Temu kangen Anak Tongkrongan Era Tahun 90 an Hingga Terbentuk Grup GEROT FALS

Jakarta-Pertemuan temu kangen angkatan 90 dari grup GEROT FALS akhirnya terlaksana juga dengan penuh kehangatan dan kerinduan. Dalam pertemuan sore...

News1 day ago

Pemuda GKJ Jakarta Garap Adaptasi Musikal “Ketika Jangkrik Menangis” Secara Mandiri, Angkat Pesan Harapan dan Pengampunan

Jakarta, 2 Mei 2026 – Kompa Production sukses mementaskan drama musikal “Ketika Jangkrik Menangis” pada Sabtu (2/5) di Jakarta. Pertunjukan...

News1 day ago

PT Taspen Tangerang Proaktif Serahkan Hak Ahli Waris Prof. Eddy Pratomo

Tangerang, 14 Mei 2026 – PT Taspen (Persero) Cabang Tangerang memberikan layanan proaktif kepada ahli waris Prof. Eddy Pratomo, Dekan...

Sosial1 day ago

Kepedulian Nyata untuk Pasien Cuci Darah, Yayasan Jaga Ginjal Indonesia dan Yayasan Berbagi Cahaya Imlek Bagikan Telur Rebus di RSPAD

Jakarta, 13 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh kepedulian terasa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto,...

News2 days ago

Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Merkuri di Tanjung Priok

Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan dugaan penyelundupan merkuri atau air raksa melalui peti kemas...

News2 days ago

Hilirisasi Riset, Kementerian Hukum Bentuk 1.266 Sentra KI di Kampus

Bandung – Kementerian Hukum memperkuat ekosistem pelindungan dan hilirisasi kekayaan intelektual melalui pembentukan 1.266 Sentra Kekayaan Intelektual (KI) di perguruan...

Infotainment2 days ago

Renata Dvika tampil pada event Illuma Trunkshow 2026 , dengan sentuhan busana sportware memenuhi gaya Hidup Urban dan Tren.

​Gelaran Illuma Trunkshow 2026 yang berlangsung di PIK Avenue, Jakarta Utara, pada Minggu, 10 Mei 2026, sukses menarik perhatian pengunjung...

News3 days ago

Dr Wenny Tan Beberkan Risiko Facelift Ilegal usai Kasus JRF Jadi Sorotan

Kasus dugaan malapraktik yang menyeret Jeni Rahmadial Fitri alias JRF masih menjadi sorotan publik. Mantan finalis Puteri Indonesia Riau 2024...

News3 days ago

Dr Wenny Tan Soroti Tren Rhinoplasty usai Wajah Ria Ricis Alami Perubahan Mirip Artis Lain

Perubahan penampilan Ria Ricis setelah menjalani prosedur rhinoplasty menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen menilai...

News3 days ago

RAKERNIS PUSJARAH POLRI : PERKUAT IMPLEMENTASI TRIBRATA DAN CATUR PRASETYA

Jakarta — Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Oakwood Taman Mini Indonesia...

Trending