Infotainment
Mengenal Rickyrazs, Bapak Bapak Hobi Touring Rela Keluar Budget Besar Untuk Motor Aerox
Jakarta – Bagi Ricky A Pratama, touring bukan sekadar menempuh ribuan kilometer. Perjalanan dari Bali menuju Jakarta menjadi cara pria yang akrab disapa Rickyrazs itu menantang dirinya sendiri sekaligus membuktikan bahwa perjalanan jauh tak selalu membutuhkan motor touring maupun rombongan.
Pria berusia 37 tahun yang telah enam tahun menetap di Bali ini memilih menunggangi Yamaha Aerox Turbo untuk menaklukkan rute Denpasar-Jakarta seorang diri. Selama lima hari, ia melintasi berbagai daerah mulai dari Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Bromo, Blitar, Tulungagung, Wonosari, Yogyakarta, Jalur Daendels, Purwokerto, Banjar, Tasikmalaya, Bandung hingga akhirnya tiba di Jakarta.
Bagi ayah lima anak tersebut, perjalanan ini merupakan pencapaian yang memiliki makna tersendiri. Selama ini ia selalu menganggap touring jarak jauh identik dengan perjalanan bersama komunitas dan menggunakan motor yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan touring.
“Saya ingin membuktikan kalau saya bisa riding sendiri sampai Jakarta. Motor yang dipakai juga bukan motor touring, melainkan Aerox Turbo yang DNA-nya lebih ke arah sport,” ujar Ricky.
Bukan kali pertama Ricky melakukan perjalanan lintas pulau. Saat masih muda, ia pernah touring Jakarta-Bali menggunakan Ninja 250 bersama rombongan. Namun kali ini tantangannya terasa berbeda karena dilakukan di tengah kesibukannya sebagai kepala keluarga.
“Kalau dulu masih muda dan ramai-ramai. Sekarang usia sudah bertambah, sudah punya keluarga dan lima anak, jadi touring seperti ini justru menjadi tantangan baru buat saya,” katanya.
Di balik hobinya menjelajah, Ricky juga dikenal gemar memodifikasi motor. Baginya, dunia otomotif sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Tak heran jika Aerox Turbo miliknya langsung mendapat sentuhan modifikasi sejak pertama kali keluar dari dealer. Ia bahkan mengaku nilai modifikasi motornya kini sudah melampaui harga unit baru.
“Soal budget sebenarnya tidak ada patokan. Saya modifikasi sesuai keinginan saja. Kalau dihitung-hitung, biaya modifikasinya sudah lebih dari harga motornya sendiri, sekitar Rp50 juta sampai Rp60 juta,” ungkapnya.
Menariknya, perjalanan ribuan kilometer itu bukan akhir dari cerita. Aerox Turbo yang baru saja dipakai touring justru tampil impresif saat mengikuti ajang We Are Aerox Society. Ricky berhasil membawa pulang gelar Juara 1 Badass Dyno Test, kompetisi yang menguji performa mesin motor melalui dyno test.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa motor yang telah dipakai menjelajah lintas pulau tetap mampu mempertahankan performa terbaiknya di arena kompetisi.
Meski telah menuntaskan touring Bali-Jakarta, semangat Ricky untuk menjelajahi Indonesia belum berhenti. Sumba dan Sumatera menjadi dua destinasi yang sudah masuk dalam daftar perjalanan impiannya. Bagi Ricky, setiap perjalanan selalu menghadirkan cerita baru, pengalaman baru, sekaligus pembuktian bahwa keberanian untuk memulai sering kali menjadi langkah pertama menuju petualangan yang tak terlupakan.
Infotainment
Reyharp dan Balawan Tampil di Asia Pacific Harmonica Festival 2026, Angkat Nama Indonesia di Panggung Harmonica Dunia
PENULIS : KATASIBOY
Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia musik Indonesia. Musisi harmonika Muhammad Reyhan Naufal atau yang lebih dikenal sebagai Reyharp dipastikan tampil di Asia Pacific Harmonica Festival (APHF) 2026 yang akan berlangsung pada 24–27 Juli 2026 di Jiangyin, Tiongkok. Tak hanya didapuk sebagai salah satu penampil utama, Reyharp juga dipercaya menjadi anggota dewan juri dalam ajang harmonika paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik tersebut.
Asia Pacific Harmonica Festival merupakan festival harmonika internasional yang digelar setiap dua tahun sekali dan telah menjadi salah satu agenda paling prestisius bagi komunitas harmonika dunia sejak pertama kali diselenggarakan pada 1996. Ribuan pemain harmonika, komposer, pendidik musik, juri internasional, hingga pecinta musik dari puluhan negara berkumpul dalam satu panggung melalui kompetisi, konser, workshop, masterclass, hingga berbagai forum edukasi musik.
Pada edisi tahun ini, Indonesia akan tampil dengan formasi spesial yang mempertemukan dua musisi lintas generasi, yakni Reyharp dan gitaris virtuoso Balawan. Penampilan mereka akan diperkuat oleh dua nama besar di dunia jazz Indonesia, Indro Hardjodikoro pada bass dan Dhariann Emilio Yanuanto di posisi drum. Kolaborasi tersebut diyakini akan menghadirkan eksplorasi musikal yang memadukan harmonika diatonik, gitar modern, improvisasi jazz, fusion, hingga sentuhan warna musik Nusantara.
Sebelum keberangkatannya ke Tiongkok, tim Katasiboy berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Reyharp di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam perbincangan tersebut, ia mengaku bersyukur dapat kembali dipercaya tampil di panggung internasional yang selama ini menjadi impian banyak pemain harmonika dunia.
“APHF adalah salah satu panggung harmonika paling bergengsi di dunia. Bisa kembali tampil di sana merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia. Tahun ini terasa lebih istimewa karena kami hadir dengan format band yang menurut saya mampu menunjukkan bahwa harmonika diatonik dapat berdialog secara setara dengan instrumen-instrumen jazz lainnya,” ujar Reyharp.
Tak hanya tampil sebagai performer, Reyharp juga mendapat amanah sebagai anggota dewan juri yang akan menilai penampilan para peserta dari berbagai negara. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap perkembangan musisi Indonesia di mata komunitas harmonika internasional.
“Saya merasa sangat bersyukur. Menjadi juri berarti mendapatkan kepercayaan dari komunitas harmonika internasional untuk menilai musisi-musisi terbaik dari berbagai negara. Bagi saya, ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa musisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan harmonika dunia. Saya berharap dapat menjalankan tugas tersebut secara profesional dan objektif,” tuturnya.
Selama lebih dari satu dekade, Reyharp dikenal sebagai salah satu pemain harmonika diatonik terbaik asal Indonesia yang aktif tampil di berbagai festival internasional. Ia membangun reputasinya melalui eksplorasi harmonika diatonik dalam musik jazz kontemporer, sebuah pendekatan yang masih tergolong langka di tingkat dunia.
Selain aktif sebagai performer, Reyharp juga dikenal sebagai pengajar, klinisi, serta juri dalam berbagai kompetisi harmonika internasional. Ia pernah meraih gelar juara Asia Pacific Harmonica Festival dan tampil di berbagai festival musik di Asia, Eropa, hingga Australia.
Dalam penampilannya di APHF 2026, Reyharp memilih menggandeng Balawan. Menurutnya, gitaris asal Bali tersebut memiliki karakter musikal yang sangat kuat dan mampu menghadirkan dialog improvisasi yang alami di atas panggung.
“Balawan adalah salah satu gitaris terbaik yang dimiliki Indonesia. Saya selalu mengagumi keberaniannya mengeksplorasi musik tanpa kehilangan identitasnya. Saya merasa karakter permainan gitar beliau sangat cocok dipadukan dengan pendekatan improvisasi harmonika yang saya kembangkan selama ini. Kami sama-sama menyukai ruang improvisasi sehingga setiap pertunjukan selalu menghadirkan kejutan musikal,” katanya.
Balawan pun menyambut kolaborasi tersebut dengan penuh antusias. Musisi yang dikenal luas berkat teknik permainan gitar two-hand tapping itu menilai Reyharp memiliki karakter musikal yang berbeda dari kebanyakan pemain harmonika.
“Saya melihat Reyharp sebagai musisi yang memiliki suara musikal yang unik. Harmonikanya tidak hanya menjadi instrumen pelengkap, tetapi benar-benar menjadi suara utama yang mampu membawa melodi maupun improvisasi dengan sangat matang. Itu membuat saya tertarik untuk membangun percakapan musikal bersamanya di atas panggung,” ujar Balawan.
Keduanya sepakat menghadirkan konsep pertunjukan yang merepresentasikan identitas Indonesia tanpa meninggalkan bahasa musik universal.
“Kami ingin menampilkan musik yang merepresentasikan perjalanan kami sebagai musisi Indonesia sekaligus terbuka terhadap bahasa musik dunia. Penonton akan mendengar perpaduan jazz modern, fusion, improvisasi, groove, dan beberapa sentuhan warna musik Nusantara yang muncul secara alami dalam permainan kami,” jelas Reyharp.
Kekuatan penampilan Indonesia juga didukung oleh bassist senior Indro Hardjodikoro dan drummer Dhariann Emilio Yanuanto. Menurut Balawan, kehadiran kedua musisi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ruang improvisasi yang bebas namun tetap terarah.
“Sangat menyenangkan. Indro memiliki pengalaman luar biasa dan selalu mampu menciptakan fondasi musikal yang kuat. Sementara Dhariann membawa energi baru yang sangat dinamis. Dengan formasi ini kami memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi musik secara spontan tanpa kehilangan arah,” ungkap Balawan.
Senada dengan itu, Reyharp menilai chemistry yang terbangun di dalam band menjadi salah satu kekuatan utama menjelang penampilan mereka di Jiangyin.
“Dalam jazz, komunikasi adalah segalanya. Saya merasa chemistry kami berkembang sangat baik karena masing-masing saling mendengarkan. Improvisasi yang muncul bukan sekadar menunjukkan kemampuan individu, tetapi membangun sebuah cerita bersama,” katanya.
Bagi Reyharp, tampil di festival internasional bukan tentang membuktikan siapa yang terbaik, melainkan memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang.
“Saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu kepada siapa pun. Yang ingin saya lakukan adalah terus memperlihatkan bahwa harmonika diatonik memiliki kemungkinan musikal yang sangat luas. Instrumen ini mampu berbicara dalam bahasa jazz, fusion, maupun musik kontemporer jika dieksplorasi secara serius. Saya berharap semakin banyak musisi muda yang melihat harmonika sebagai instrumen dengan potensi artistik yang besar,” ucapnya.
Balawan menambahkan bahwa tantangan terbesar tampil di panggung internasional justru datang dari ekspektasi penonton yang berasal dari berbagai negara.
“Penontonnya datang dari berbagai negara dan memiliki latar belakang musik yang berbeda. Mereka bukan hanya ingin mendengar permainan yang baik, tetapi juga mencari identitas dari setiap penampil. Karena itu kami berusaha menghadirkan sesuatu yang benar-benar merepresentasikan siapa kami sebagai musisi Indonesia,” katanya.
Usai APHF 2026, Reyharp berharap kolaborasi tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak kesempatan bagi musisi Indonesia untuk tampil di panggung dunia.
“Kami berharap penampilan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi internasional. Yang paling penting, semoga semakin banyak musisi Indonesia yang mendapat ruang untuk tampil di panggung-panggung dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Balawan meyakini musik akan selalu menjadi bahasa yang mampu menyatukan berbagai bangsa.
“Musik selalu menjadi bahasa universal. Jika melalui penampilan ini kami bisa memperkenalkan kualitas musisi Indonesia kepada dunia, itu sudah menjadi pencapaian yang sangat berarti.”
Menutup perbincangan, Reyharp menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas harmonika internasional yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan kariernya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selalu diberikan. Kami akan memberikan penampilan terbaik kami di APHF 2026 dan berharap dapat bertemu dengan para pecinta musik dari seluruh dunia di Jiangyin.”
Balawan pun menambahkan pesan singkat, “Sampai bertemu di panggung. Mari kita rayakan musik bersama.”
Partisipasi Reyharp sebagai performer sekaligus anggota dewan juri, ditambah kolaborasi bersama Balawan, Indro Hardjodikoro, dan Dhariann Emilio Yanuanto, menjadi bukti bahwa kualitas musisi Indonesia semakin mendapat tempat di panggung musik internasional. Penampilan mereka di Asia Pacific Harmonica Festival 2026 diharapkan bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam komunitas harmonika dan jazz dunia.
Infotainment
Gandeng Pemilik Warjon, Aldi Taher Luncurkan ‘Ayam Goreng Basah Senopati’.
PENULIS : KATASIBOY
JAKARTA — Artis, penyanyi, sekaligus figur publik multitalenta, Aldi Taher, kembali menggebrak industri kuliner tanah air. Kali ini, Aldi resmi meluncurkan usaha kuliner terbarunya bernama Ayam Goreng Basah Senopati yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan.
Menariknya, bisnis kuliner unik ini tercipta berkat kolaborasi tidak sengaja antara Aldi Taher dengan sahabatnya, Bang Rehan, yang merupakan pemilik tempat nongkrong terkenal Warjon di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam konferensi persnya, Aldi menceritakan awal mula tercetusnya ide menu unik tersebut.
“Aku awalnya ngobrol sm bang Rehan, aku nyanyi Oasis di cafénya, di warungnya dia di jagakarsa. Terus kita ngobrol-ngobrol, akhirnya main ke rumah sama istrinya. Di sana cerita kalau ibunya pernah bilang, ‘Nak, ayam goreng yang digoreng itu basah, Ibu doyan banget.’ Masya Allah, dari obrolan itu kita terciptalah Ayam Goreng Basah Aldi Taher Senopati ini,” ungkap Aldi Taher menceritakan asal-usul resepnya
Sebagai seorang penyintas kanker (cancer survivor), Aldi mengaku bahwa keputusannya untuk terus bergerak aktif membuka berbagai lini bisnis UMKM didasari oleh keinginan kuat agar dirinya bisa terus memberikan manfaat nyata bagi orang banyak, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan. “Cikal bakalnya itu, doa Ibu. Perjuangan tim yang solid selama tiga bulan ini juga didorong oleh doa Ibu,” ungkap Aldi Taher dengan penuh rasa syukur.
Menu Rumahan yang Siap Tembus Pasar Minimarket Nasional
Sesuai namanya, menu andalan yang ditawarkan adalah ayam goreng dengan tekstur basah yang gurih. Namun tidak hanya itu, gerai ini juga menyediakan pilihan jukut goreng, cimpung, nasi uduk, hingga nasi jeruk. Tidak main-main, Aldi bahkan membocorkan rencana besar bahwa menu nasi jeruk favorit anak-anaknya ini akan segera didistribusikan secara luas melalui jaringan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret. Meskipun baru dibuka, antusiasme masyarakat untuk bergabung dengan tim kuliner Aldi terbilang sangat tinggi, di mana puluhan pelamar kerja sudah mendaftarkan diri. Bersama tim yang solid, Aldi Taher dan Bang Rehan sudah membidik target ekspansi yang masif. Setelah Senopati, mereka bersiap membuka cabang kedua di Cempaka Putih, disusul kota Palembang, Bali, hingga memiliki impian besar untuk membuka cabang di Madinah.
Filosofi Bisnis ala Aldi Taher: “Nyaman Itu di Surga”
Saat awak media menanyakan tantangan dalam mengelola bisnis F&B yang dinamis, Aldi memberikan jawaban filosofis sekaligus religius yang menjadi ciri khasnya.
“Nyaman itu di surga, Bang. Jadi kalau di dunia kita syukuri saja. Yang namanya usaha naik-turun itu wajar. Tapi Bismillah, dengan kita baca Qur’an, sholat tahajud, doa ibu, dan doa semuanya, Insya Allah Allah lancarkan,” tutur Aldi.
Bagi pelantun lagu-lagu viral ini, modal utama dalam berbisnis bukanlah sekadar uang, melainkan keberkahan yang diawali dengan kalimat Bismillah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga, terutama doa dari sang istri dan istri para tim manajemen yang ia sebut sebagai “ibu negara” penentu keberkahan usaha.
Bagi Anda yang penasaran mencicipi sensasi ayam goreng basah yang sedang hangat diperbincangkan ini, Ayam Goreng Basah Aldi Taher Senopati kini sudah resmi beroperasi di Jakarta Selatan dengan fasilitas area parkir yang luas serta mushala yang nyaman.
Infotainment
Daus Mini Geram Namanya Dicatut di TikTok, Pilih Tempuh Jalur Hukum Bersama Brigade 08
JAKARTA – Media sosial kembali menjadi tantangan bagi figur publik. Kali ini, komedian Daus Mini mengaku harus menghadapi dugaan penyalahgunaan identitas di TikTok yang dinilainya telah merugikan nama baik hingga berdampak pada pekerjaan.
Didampingi kuasa hukum dari LBH Brigade 08 yang dipimpin Zecky Alatas, Daus secara resmi melayangkan somasi terbuka kepada pihak yang diduga menggunakan foto, nama, dan identitasnya tanpa izin untuk menyebarkan narasi yang dianggap menyesatkan.
Dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026), Daus mengaku cukup terpukul dengan kemunculan akun tersebut. Menurutnya, banyak orang yang salah paham karena mengira unggahan dari akun itu benar-benar berasal darinya.
“Akibat akun palsu ini sangat berdampak besar terhadap saya. Saya tidak seperti yang dia ucapkan. Saya cinta terhadap ulama dan umara serta yang lainnya. Hal ini juga berdampak besar terhadap pertemanan dan pekerjaan saya,” ungkap Daus.
Bagi Daus, menjaga kepercayaan publik merupakan hal yang sangat penting sebagai seorang publik figur. Karena itu, ia memilih mengambil langkah hukum agar persoalan ini tidak semakin meluas dan tidak kembali terjadi.
Di sisi lain, Zecky Alatas menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan kepada pemilik akun untuk menghentikan tindakannya. Bahkan, menurutnya, Daus beberapa kali mencoba meminta agar konten tersebut dihapus melalui kolom komentar siaran langsung TikTok, namun tidak mendapat respons.
Melalui somasi bernomor 118/LBH.BG.08/SMST/VI-2026, LBH Brigade 08 memberikan waktu selama 3 x 24 jam kepada pihak yang diduga mengelola akun tersebut untuk menghapus seluruh konten yang menggunakan identitas Daus Mini, sekaligus menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.
Apabila somasi itu tidak diindahkan, Zecky memastikan pihaknya siap membawa kasus tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya kepada kepolisian.
Kasus yang dialami Daus Mini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan identitas di media sosial bukan hanya berdampak pada citra seseorang, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi hukum. Di era digital, penggunaan identitas orang lain tanpa izin dapat merugikan banyak pihak dan berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
-
Entertainment7 days agoCerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band
-
Infotainment1 week agoDaus Mini Geram Namanya Dicatut di TikTok, Pilih Tempuh Jalur Hukum Bersama Brigade 08
-
News1 week agoNama Bung Karno Tercoreng, Alumni UBK Desak Pecat Mahasiswa Terduga Terima Suap
-
Infotainment4 weeks agoNajwa Muyas Sarah Dapat Dukungan Penuh Dekranasda Jakarta Utara Menuju Puteri Kebaya Indonesia 2026
-
Infotainment4 weeks agoMomen Pernikahan Machi Achmad dan Ersa Berlangsung Hangat, Sony Harsono Beri Pesan Menyentuh
-
Entertainment3 weeks agoStelly Currie dan Mak Vera Jajaki Kolaborasi Indonesia-Australia, Buka Peluang Talenta Muda Go Internasional
-
Infotainment3 weeks agoBocah 7 Tahun Asal Indonesia Taklukkan Panggung Dunia, Ariana Ivy Borong Dua Penghargaan di Festival Bakat Internasional Asia Pasifik 2026
-
Entertainment2 weeks agoHiranindya Heryunanisita Ichwan Harumkan Nama Banten Lewat Dua Gelar Bergengsi
