News
Waduh! Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
JAKARTA — Artis Ruben Onsu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, penetapan status tersangka terhadap Ruben dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang digelar penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
“Beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara, yang dari gelar perkara, peserta gelar sepakat terhadap terlapor saudara RSO statusnya dialihkan sebagai tersangka. Kemudian dibuatkan surat penetapan sebagai tersangka,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Kasus tersebut bermula dari laporan polisi nomor LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan tertanggal 22 Agustus 2025. Laporan dibuat oleh seseorang berinisial P, dengan korban berinisial DM.
Joko menjelaskan, perkara ini bermula ketika Ruben diduga menawarkan kepada korban untuk melakukan investasi dengan iming-iming keuntungan.
Korban kemudian tertarik dan menyepakati kerja sama tersebut. Dalam kesepakatan itu, korban menyerahkan sejumlah modal kepada terlapor dengan perjanjian mendapatkan keuntungan.
Namun, hingga waktu yang telah disepakati, keuntungan yang dijanjikan disebut tidak diterima korban. Modal yang telah diserahkan juga belum dikembalikan.
“Tiba waktu kesepakatan, ternyata keuntungan belum didapatkan dan modal pun juga belum dikembalikan. Terkait itu, makanya si korban melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan,” ujar Joko.
Setelah menetapkan Ruben sebagai tersangka, penyidik berencana memanggilnya untuk menjalani pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka.
“Kemarin kan baru kita tetapkan sebagai tersangka, tentunya akan kita agendakan untuk kami panggil sebagai statusnya yaitu tersangka. Kemungkinan minggu depan kita agendakan pemeriksaan,” tutur Joko.
Sementara itu, belum ada keterangan langsung dari Ruben Onsu terkait penetapan dirinya sebagai tersangka.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, juga mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Saat dihubungi, Minola mengatakan dirinya sedang berada di Surabaya dan meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada Ruben.
Selama ini, Minola diketahui menjadi kuasa hukum Ruben dalam perkara yang berkaitan dengan mantan istrinya, Sarwendah. Belum diketahui apakah Minola juga akan mendampingi Ruben dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan tersebut.
News
Bedah Film “Jihad Selfie”, Densus 88 Perkuat Peran Sekolah dan Keluarga Cegah Radikalisme di Kalangan Pelajar
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta menggelar kegiatan Bedah Film “Jihad Selfie” dan diskusi interaktif yang diikuti 200 Ketua OSIS, guru, komite sekolah, serta wali murid SMA/MA negeri dan swasta se-Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sekolah dan keluarga sebagai lingkungan yang aman bagi anak, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, perundungan (bullying), propaganda di media sosial, paham radikal, dan Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakili Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Moh Dofir, menegaskan bahwa keluarga dan sekolah memiliki posisi penting dalam menjaga masa depan generasi muda.
“Keluarga dan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan rasa aman, perhatian, ruang dialog, serta lingkungan yang nyaman dan bebas dari bullying,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menekankan pentingnya membangun pemahaman keagamaan yang moderat dan selaras dengan prinsip kebangsaan.
“Di Kanwil Kementerian Agama tentu mendorong untuk terus terbangunnya pemahaman beragama yang moderat, pemahaman beragama yang sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan, pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang menjunjung tinggi keragaman, perbedaan dan menolak bentuk kekerasan apa pun.”
Dari unsur pendidikan, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ali Mukodas menyampaikan bahwa pencegahan terorisme harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.
“Pencegahan terorisme pada akhirnya bukan hanya tentang mencegah sebuah tindakan kekerasan, melainkan kita sedang membangun generasi yang tidak mudah dipecah oleh perbedaan dan tidak mudah dihasut oleh kebencian.”
Dalam sesi diskusi interaktif, Densus 88 AT Polri melalui Kompol Agus Isnaini menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam upaya pencegahan. Ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi ekstrem dengan menyasar kelompok remaja.
“Anak diperkenalkan pada konten atau figur bernuansa keluhan, ketidakadilan, atau kebencian—sering lewat game online, forum atau media sosial.”
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI, Ruspita Putri Utami, menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang inklusif sekaligus memperkuat kemampuan deteksi dini.
“Jangan lagi ada eksklusivisme di sekolah. Harus inklusif, benar-benar inklusif, dan yang cukup paling penting adalah kemampuan sekolah melakukan deteksi dini.”
Sementara itu, Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Ignatius Setiawan Cahyo Nugroho, menyoroti pentingnya pendekatan sistemik dalam perlindungan anak dan pencegahan eksploitasi.
“Kita sering memberikan jawaban tidak sistemik, sedangkan masalahnya sistemik. Agar kita bisa berpikir sistemik maka kita perlu berpikir secara komprehensif.”
Melalui pendekatan bedah film dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami bagaimana proses paparan ideologi kekerasan dapat terjadi serta pentingnya membangun komunikasi antara anak, orang tua, dan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kemampuan deteksi dini di lingkungan pendidikan, serta mendorong terciptanya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh ideologi ekstrem.
News
Hut 6 Tahun IKBK, Dari Rumah Besar Warga Kailolo hingga Kontribusi untuk Indonesia
JAKARTA — Enam tahun berdiri, Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) terus berupaya memperkuat persaudaraan masyarakat asal Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang berada di perantauan.
Momentum tersebut dirayakan melalui kegiatan silaturahmi dan senam sehat bersama di Gelanggang Remaja Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (16/8/2026). Perayaan HUT ke-6 IKBK ini sekaligus dirangkai dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengangkat tema “Semangat 81 Tahun Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Perkuat Komitmen Ormas Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) dalam Menjaga Persatuan Bangsa”, kegiatan menjadi ruang berkumpulnya warga Kailolo sekaligus para tokoh Maluku di Jabodetabek.
Ketua Umum IKBK Abdul Latip Marasabessy mengatakan, keberadaan IKBK sejak dideklarasikan pada 17 Agustus 2020 diarahkan untuk menjadi wadah bersama bagi warga Kailolo di perantauan.
“Tujuan lahirnya IKBK adalah kami bisa berbuat yang terbaik buat warga Kailolo di perantauan, termasuk di Jabodetabek. Kami ingin semua warga Kailolo yang ada di Jakarta bisa sejahtera, bahagia, dan memiliki rumah besar bernama Ikatan Keluarga Besar Kailolo,” kata Abdul Latip.
Menurut Abdul Latip, perjalanan enam tahun IKBK tidak selalu berjalan tanpa dinamika. Namun, perbedaan pendapat dalam organisasi dinilai sebagai bagian dari proses untuk semakin memperkuat persaudaraan.
Ia menyebut saat ini IKBK memiliki sekitar 300 anggota di Jakarta. Selain menjadi wadah silaturahmi, IKBK juga aktif menjalankan kegiatan sosial, mulai dari senam dan jalan santai hingga penggalangan bantuan bagi anggota atau keluarga yang mengalami sakit maupun musibah.
“Kami berharap IKBK semakin eksis dan terus melakukan hal-hal positif, termasuk berkolaborasi dengan Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
Sejarah Kailolo Jadi Pengingat
Ketua Dewan Pembina IKBK Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy mengatakan, tanggal berdirinya IKBK memiliki makna sejarah yang kuat bagi masyarakat Kailolo.
Menurut Suaidi, 17 Agustus 1950 menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Negeri Kailolo karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa pembumihangusan negeri itu dalam konflik RMS.
Karena itu, kata dia, peringatan HUT IKBK yang bertepatan dengan momentum kemerdekaan RI harus menjadi pengingat sejarah sekaligus energi untuk membangun masa depan.
“Kita bersyukur, negeri ini sampai hari ini masih tetap eksis,” ujar Suaidi.
Suaidi juga mengajak keluarga besar Kailolo untuk tidak melupakan sejarah dan terus mengambil peran dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ia menilai semangat membangun daerah harus berjalan bersamaan dengan upaya menjaga masyarakat dari berbagai ancaman sosial yang berkembang di era digital, termasuk judi online dan pinjaman online.
Selain itu, ia mendorong IKBK ikut berkontribusi dalam mendorong pembangunan Maluku sebagai daerah kepulauan agar mendapatkan perhatian dan kesempatan pembangunan yang lebih baik.
Pemerintah Maluku Dorong IKBK Berkolaborasi
Kepala Badan Penghubung Maluku Saiful Indra Patta mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi keberadaan IKBK yang dinilai telah memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Saiful menyebut kegiatan IKBK tidak hanya memberikan manfaat bagi warga Kailolo, tetapi juga telah menyentuh masyarakat Maluku secara lebih luas.
“Ini bentuk kolaborasi yang sudah ditunjukkan oleh IKBK bersama masyarakat dan tentu juga sangat membantu pemerintah daerah,” kata Saiful.
Ia mengatakan IKBK memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Saiful mendorong IKBK memperkuat tiga hal, yakni kolaborasi dengan pemerintah daerah, kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta memberikan kontribusi nyata bagi NKRI.
Dia juga mengingatkan warga Maluku di Jakarta agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing provokasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
“Jangan cepat terpengaruh dengan provokasi-provokasi yang sengaja membenturkan anak bangsa untuk memecah persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Tokoh Maluku Ingatkan Pentingnya Menjaga Kondusivitas
Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan IKBK. Ia berharap organisasi tersebut terus menjadi wadah persaudaraan dan tempat bersama untuk mencari solusi berbagai persoalan masyarakat.
Said juga mengajak keluarga besar IKBK berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Jangan terlalu cepat memberikan respons terhadap suatu persoalan yang belum tentu benar. Sumbernya harus jelas, isi beritanya juga harus jelas,” katanya.
Menurutnya, masyarakat perlu membangun budaya memeriksa informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memicu konflik.
Bangun Solidaritas Lewat Kegiatan Rutin
Wakil Ketua Umum IKBK Musa Marasabessy mengatakan perayaan HUT ke-6 merupakan puncak dari sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain senam bersama, IKBK juga menggelar kegiatan jalan santai, perlombaan, serta kegiatan sosial.
Musa menegaskan bahwa kegiatan rutin tersebut bukan semata-mata aktivitas organisasi, tetapi menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan warga Kailolo.
“Di mana berpijak, di situ langit dijunjung. Kami terus berkolaborasi dengan warga di sekitar tempat tinggal kami,” ujar Musa.
Ia berharap IKBK semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, baik warga Kailolo maupun lingkungan di mana para anggotanya berdomisili.
Sementara itu, Abdul Latip menyampaikan kepedulian IKBK terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah. Ia mengatakan organisasi tersebut berencana memberikan dukungan dan donasi sebagai bentuk solidaritas sesama masyarakat Indonesia.
Bagi IKBK, usia enam tahun bukan sekadar angka. Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan sebuah organisasi keluarga yang berupaya menjaga identitas dan persaudaraan masyarakat Kailolo di perantauan, sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi Maluku dan Indonesia.
News
FKG Corporation Hadir di Indo Waste & Recycling Expo 2026, Dorong Inovasi Material Ramah Lingkungan dari Jepang untuk Indonesia
Jakarta — FKG Corporation, perusahaan asal Kumamoto, Jepang, turut berpartisipasi dalam Indo Waste & Recycling Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Keikutsertaan FKG Corporation menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi dari Jepang di bidang lingkungan melalui pengolahan limbah kepada pasar Indonesia, khususnya dalam bidang material teknik sipil yang mendukung ekonomi sirkular, pengurangan emisi karbon, serta pembangunan berkelanjutan melalui.
Dalam pameran tersebut, FKG Corporation menempati Booth C3-20/C3-21 di Hall C3 bersama sejumlah perusahaan inovatif dari Jepang yang berasal dari Pulau Kyushu. Pameran ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemangku kepentingan, mitra teknologi, serta calon mitra bisnis untuk membuka peluang kerja sama di sektor lingkungan dan teknologi berkelanjutan.
Mengubah Limbah Menjadi Material Bernilai
Salah satu inovasi yang diperkenalkan FKG Corporation adalah material teknik sipil berkualitas tinggi yang diproduksi dengan memanfaatkan material hasil daur ulang, yakni limbah abu batu bara dan limbah abu pembakaran biomassa.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengoptimalkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan.
Teknologi FKG juga diarahkan untuk mendukung ketahanan terhadap bencana, pengurangan emisi CO₂, dan sirkulasi sumber daya. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan material hasil daur ulang tidak hanya menjadi solusi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.
Membuka Peluang Kolaborasi Jepang–Indonesia
Partisipasi FKG Corporation di Indo Waste & Recycling Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan produk dan teknologi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia. FKG sendiri telah bekerja sama dengan institusi riset di Indonesia yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB terkait uji coba pembuatan jalan di Kampus ITB Jatinangor menggunakan produk batuan kerikil yang dinamakan Okageishi dengan memanfaatkan bahan baku limbah abu batu bara.
Kerjasama antara FKG Corporation dan ITB ini difasilitasi oleh Indonesia Japan Business Network (IJBNet) di bawah koordinator Dr. Salim Mustofa, Sekjen IJBNet, yang juga merupakan peneliti senior di BRIN, dan merupakan salah satu dari beberapa kerjasama riset atau bisnis antara Indonesia dan Jepang yang didorong oleh IJBNet di Indonesia.
Indonesia memiliki kebutuhan yang besar terhadap pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Di sisi lain, Jepang memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan perusahaan maupun institusi di Indonesia.
Karena itu, kehadiran FKG Corporation di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang transfer teknologi, pengembangan bisnis, kerja sama investasi, serta kolaborasi di bidang material ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam Indo Waste & Recycling Expo 2026, FKG Corporation menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong terciptanya solusi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan limbah, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan mendukung pembangunan jangka panjang.
FKG Corporation — teknologi Jepang untuk solusi berkelanjutan, menuju ekonomi sirkular dan masa depan Indonesia yang lebih tangguh.
Rahmat Hidayat
( Jurnalis )
-
News1 week agoDuta Elok Persada dan upaya membangun ekosistem bisnis di industri kecantikan dan kesehatan
-
Entertainment4 weeks agoAldo Sianturi Bahas Perubahan Ekosistem Musik, Algoritma, A&R, hingga Tantangan Musisi di Era Digital
-
Hukum4 weeks agoMachi Achmad Kecewa Tuntutan Jaksa dan Vonis 6 Bulan terhadap Terdakwa Kasus Penganiayaan Darwin-Angel
-
Hukum3 weeks agoSidang Tipikor: Sejumlah Kepala Dinas Mengaku Dimintai Uang untuk THR dan Ulang Tahun Bupati Pekalongan Nonaktif
-
Sosial2 weeks agoKisah Yanti Affandi, Kreator Beauty dan Lifestyle yang Konsisten Berkarya Sambil Merawat Kucing Rescue
-
Hukum2 weeks agoPedagang Taman Puring Dukung Program Pemprov DKI, Sekaligus Bantah Isu Menolak Dukungan Pemerintah
-
News3 weeks agoKP2MI Perkuat Kepatuhan P3MI untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi
-
Entertainment3 weeks agoBatik Trusmi Bikin Kebaya Modern Makin Stylish di IFW, Sally Giovanny Ingin Gen Z Jatuh Cinta pada Batik
