Connect with us

News

Gatot Nurmantyo Soroti Keterlibatan TNI dalam Program Sipil, Ingatkan Pentingnya Profesionalisme Militer

Published

on

JAKARTA — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menyampaikan pandangan kritis mengenai semakin luasnya keterlibatan prajurit TNI dalam sejumlah program pemerintah yang berada di ranah sipil.

Pandangan tersebut disampaikan Gatot dalam webinar bertajuk “Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab”, Rabu (19/8/2026). Ia secara khusus menyoroti keterlibatan TNI dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Gatot, keterlibatan prajurit dalam program tersebut bukan karena keinginan institusi TNI, melainkan karena menjalankan perintah.

Gatot menilai persoalannya bukan terletak pada kemampuan TNI untuk membantu pekerjaan sipil. Menurutnya, TNI memiliki organisasi, disiplin, personel, serta kemampuan logistik yang sangat besar sehingga secara kapasitas mampu menjalankan berbagai tugas.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kemampuan tersebut semestinya digunakan secara rutin untuk mengerjakan berbagai program yang sebenarnya dapat ditangani oleh institusi sipil.

Pandangan tersebut berkaitan erat dengan prinsip civilian control dalam negara demokrasi. Kendali sipil terhadap militer tidak berarti militer harus menjadi pelaksana berbagai program pemerintahan sipil.

Sebaliknya, profesionalisme militer justru membutuhkan batas yang jelas antara fungsi pertahanan dan fungsi pemerintahan sipil.

Pemikiran Samuel Huntington mengenai military professionalism juga relevan dalam melihat persoalan tersebut. Militer memiliki keahlian khusus, mulai dari pertahanan negara, strategi, operasi militer, intelijen, kesiapan tempur hingga menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan.

Karena itu, profesionalisme TNI akan semakin kuat apabila institusi tersebut memiliki fokus yang jelas terhadap kompetensi utamanya.

Dalam kondisi damai, prajurit juga membutuhkan waktu untuk menjalani latihan, meningkatkan kemampuan, mempelajari perkembangan teknologi pertahanan, memperkuat kesiapan operasi, serta mempersiapkan diri menghadapi ancaman baru.

Terlebih, karakter perang modern terus berkembang. Ancaman terhadap negara kini tidak hanya datang melalui kekuatan konvensional, tetapi juga dapat berbentuk serangan siber, penggunaan drone, perang elektronik, operasi informasi, tekanan ekonomi hingga operasi psikologis.

Karena itu, waktu dan energi prajurit merupakan sumber daya strategis yang perlu digunakan secara terukur.

Meski demikian, keterlibatan TNI dalam urusan sipil tetap dapat dibenarkan dalam kondisi tertentu. Bencana alam, keadaan darurat, distribusi bantuan, evakuasi, maupun kondisi ketika kapasitas sipil tidak mencukupi merupakan situasi yang dapat membutuhkan kemampuan militer.

Namun, menurut pandangan tersebut, harus terdapat batas yang jelas mengenai kapan bantuan diperlukan, mengapa TNI harus dilibatkan, berapa lama keterlibatan berlangsung, serta siapa yang mengambil alih tanggung jawab setelah keadaan kembali normal.

Persoalan kemudian muncul ketika keterlibatan yang awalnya bersifat khusus berubah menjadi pola permanen.

Jika berbagai program pemerintah semakin sering membutuhkan personel militer dalam pelaksanaannya, maka muncul pertanyaan mengenai kapasitas institusi sipil dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan.

Program MBG merupakan program sosial berskala besar. Begitu pula pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang berkaitan dengan agenda ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Keduanya merupakan program penting. Namun, pentingnya sebuah program tidak otomatis menjadikan TNI sebagai pelaksana utamanya.

Indonesia memiliki kementerian, pemerintah daerah, tenaga profesional, badan usaha, koperasi serta berbagai perangkat sipil yang memang dibentuk untuk mengelola pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, konsep division of labor menjadi penting. Negara membutuhkan pembagian kerja antarlembaga yang jelas. Militer berfokus pada pertahanan, sementara pemerintah sipil menjalankan administrasi dan pembangunan.

Kerja sama antarlembaga tetap diperlukan, tetapi kerja sama tersebut tidak harus menghilangkan batas fungsi masing-masing institusi.

Soroti Meritokrasi di Tubuh TNI

Selain keterlibatan TNI dalam program sipil, Gatot juga menyinggung pentingnya meritokrasi dalam sistem karier dan penempatan jabatan di tubuh TNI.

Promosi dan penempatan jabatan, menurut pandangan tersebut, semestinya didasarkan pada prestasi, kemampuan, moral, pendidikan, pengalaman, serta kualitas profesional seorang prajurit.

Meritokrasi dinilai penting untuk menciptakan sistem organisasi yang sehat. Prajurit yang bekerja keras dan meningkatkan kemampuan harus memiliki keyakinan bahwa prestasi akan dihargai.

Sebaliknya, apabila faktor kedekatan lebih menentukan dibandingkan kompetensi, organisasi berisiko menghadapi persoalan moral hazard karena individu dapat lebih terdorong mencari patron dibandingkan meningkatkan kemampuan profesional.

Kritik Gatot karena itu tidak semestinya langsung dipandang sebagai serangan terhadap pemerintah ataupun institusi TNI.

Sebagai mantan Panglima TNI, pandangannya mengenai profesionalisme militer dapat ditempatkan sebagai bagian dari diskursus publik mengenai bagaimana menjaga agar institusi pertahanan tetap profesional dan menjalankan fungsi utamanya.

Indonesia sendiri telah melalui proses reformasi yang membawa perubahan besar terhadap relasi antara militer dan pemerintahan sipil. Prinsip supremasi sipil menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi pascareformasi.

Karena itu, menjaga batas antara fungsi militer dan urusan sipil bukan berarti bersikap anti-TNI. Sebaliknya, hal tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga agar TNI tetap profesional dan tidak kehilangan fokus terhadap tugas pertahanan negara.

Indonesia membutuhkan TNI yang kuat, profesional, memiliki sumber daya manusia berkualitas, didukung alutsista modern, menguasai teknologi pertahanan serta memiliki sistem karier yang berbasis meritokrasi.

Inti kritik Gatot pada akhirnya bukan mengenai apakah TNI boleh membantu masyarakat. TNI tentu dapat membantu ketika negara membutuhkan.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana memastikan bantuan tersebut tidak berubah menjadi ketergantungan pemerintah terhadap institusi militer dalam menjalankan pekerjaan sipil.

TNI harus kuat dalam pertahanan, sementara pemerintahan sipil harus kuat dalam pembangunan. Keduanya dapat bekerja sama, tetapi batas fungsi masing-masing tetap perlu dijaga.

Sebab, profesionalisme militer bukan berarti TNI harus hadir di semua bidang. Profesionalisme justru berarti mampu memahami tugas utamanya, menguasainya dengan sebaik-baiknya, serta menjaga fokus pada tanggung jawab pertahanan negara.

(Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Perluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN

Published

on

JAKARTA – Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Brawijaya Mataram Nusantara, Rd Sandy M.I. Tumiwa, S.H., resmi menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rabu (14/10/2026). Keanggotaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring usaha, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Bergabungnya Sandy Tumiwa dengan KADIN diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi dan kerja sama antara perusahaan yang dipimpinnya dengan para pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan di berbagai bidang. Langkah ini juga membuka peluang pengembangan bisnis yang berorientasi pada produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Sandy menilai, kolaborasi antarpelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan peluang ekonomi baru. Menurutnya, sinergi yang dibangun melalui jejaring dunia usaha dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus manfaat bagi masyarakat.

“Menjadi bagian dari KADIN merupakan kesempatan untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, dan berkontribusi bagi perkembangan dunia usaha. Saya berharap sinergi ini dapat melahirkan peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Sandy Tumiwa dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Sebagai pimpinan PT Brawijaya Mataram Nusantara, Sandy diharapkan dapat memanfaatkan jaringan KADIN untuk menjajaki potensi kemitraan baru, memperkuat konektivitas perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendorong pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Menurut arah pengembangan tersebut, hubungan antara dunia usaha dan sektor kreatif menjadi salah satu ruang kolaborasi yang berpotensi dikembangkan. Industri kreatif, termasuk perfilman, dinilai memiliki peluang untuk memberikan kontribusi tidak hanya melalui karya dan inovasi, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Di luar aktivitasnya di dunia usaha, Sandy Tumiwa juga terlibat dalam pengembangan industri perfilman melalui proyek film layar lebar berjudul Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu, yang mengusung kampanye Stop Bullying atau penghentian perundungan.

Dalam proyek tersebut, Sandy menjalankan peran sebagai Executive Producer. Keterlibatannya mencerminkan upaya memanfaatkan industri perfilman sebagai medium penyampaian pesan sosial, khususnya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya membangun lingkungan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari perundungan.

Film dengan pesan sosial tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya empati, persahabatan, serta kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang sama, pengembangan proyek perfilman juga memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai profesi dan pelaku industri kreatif.

Persinggungan antara dunia usaha dan perfilman membuka peluang bagi pengembangan model kolaborasi yang menggabungkan aspek komersial dengan nilai sosial. Dukungan kemitraan, investasi, serta jejaring profesional dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Keanggotaan Sandy Tumiwa di KADIN diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi dunia usaha dengan peluang pengembangan industri kreatif dan ekonomi daerah.

Dengan terbukanya ruang komunikasi bersama para pelaku usaha, peluang kolaborasi dapat dijajaki melalui berbagai inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar, kapasitas perusahaan, dan potensi sektor yang dikembangkan.

Sandy berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada perluasan jaringan bisnis semata, tetapi juga dapat diarahkan pada kerja sama konkret yang menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial. Keterlibatan dunia usaha, menurutnya, perlu didukung semangat kolaborasi agar peluang yang tersedia dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Melalui keanggotaan KADIN dan keterlibatannya dalam industri kreatif, Sandy Tumiwa berharap dapat mengambil bagian dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha Indonesia. Penguatan kemitraan, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan potensi ekonomi kreatif menjadi sejumlah bidang yang dapat dijajaki untuk memperluas kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan nasional.

Dengan demikian, langkah Sandy bergabung dengan KADIN diharapkan dapat menjadi pintu bagi terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas antara perusahaan, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, produktivitas, dan keberlanjutan usaha.

Continue Reading

News

Brigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri

Published

on

JAKARTA – Brigjen Pol Dr. Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si. resmi menjabat Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri mulai 10 Oktober 2026. Ia menggantikan Brigjen Pol Wira Satya Triputra yang mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang STIK Lemdiklat Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Susatyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan operasional kepolisian. Sebelum menduduki jabatan barunya, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, serta Kapolresta Bogor Kota.

Namanya juga dikenal melalui sejumlah penugasan penting. Saat menjabat Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, Susatyo terlibat langsung dalam penanganan aksi teror di kawasan Thamrin dan Sarinah, Jakarta.

Dalam perjalanan kariernya di bidang pemberantasan narkotika, ia juga pernah memimpin operasi yang mengungkap peredaran narkoba, termasuk penyitaan 12 kilogram sabu dan pembongkaran industri rumahan narkotika saat bertugas di Polda Banten.

Selain itu, Susatyo pernah menangani kasus pembunuhan yang menjadi perhatian publik di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Saat memimpin Polresta Bogor Kota, ia turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menata ulang ruang kerja di lingkungan Polresta untuk memperluas ruang pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih nyaman.

Upaya peningkatan pelayanan tersebut mengantarkan Polresta Bogor Kota meraih penghargaan kategori Pelayanan Prima.

Rekam Jejak Pendidikan dan Karier

Susatyo menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian dan melanjutkan pendidikan pengembangan kepolisian melalui Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim). Ia juga memiliki gelar doktor dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI).

Sepanjang kariernya, Susatyo pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolsek Kartasura, Kapolres Madiun Kota, Kapolres Sukabumi Kota, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Penyidik Tindak Pidana Bareskrim Polri.

Pada akhir Desember 2025, Susatyo memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu.

Penunjukannya sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri menambah pengalaman kepemimpinannya di bidang penegakan hukum. Dalam jabatan tersebut, ia akan mengemban tanggung jawab dalam lingkup penanganan tindak pidana umum di Bareskrim Polri.

Continue Reading

News

Kapolri Suyudi Ario Seto Bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Published

on

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. bersilaturahmi dengan ulama Habib Umar bin Hafidz di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ulama dan Polri, sekaligus memperkuat nilai keimanan, persatuan, serta upaya menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Suyudi menyampaikan bahwa tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat memiliki tantangan yang kompleks. Karena itu, ia menilai nasihat serta doa dari para ulama menjadi hal penting dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

“Sebagai pengayom masyarakat, tugas kepolisian tentu sangat berat dan kompleks. Oleh karena itu, kami membutuhkan nasihat dan doa dari para ulama, khususnya Habib Umar bin Hafidz,” ujar Suyudi.

Sementara itu, Habib Umar bin Hafidz menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Kapolri senantiasa berlandaskan nilai-nilai keimanan. Menurutnya, keteladanan seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh positif bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Apabila pemimpin kepolisian dengan keimanan yang semacam ini, maka harapan kami besar. Ini pun juga akan menular kepada seluruh anggota kepolisian,” ungkap Habib Umar bin Hafidz.

Silaturahmi tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, umaro atau pemimpin pemerintahan, serta masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Nasihat para ulama diharapkan dapat menjadi penguat moral bagi personel Polri agar senantiasa menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa.

Melalui sinergi dengan ulama dan masyarakat, Polri diharapkan terus meningkatkan pelayanan yang humanis serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan harmonis.

Continue Reading

TERKINI

Entertainment2 days ago

Perluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN

JAKARTA – Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Brawijaya Mataram Nusantara, Rd Sandy M.I. Tumiwa, S.H., resmi menjadi...

News2 days ago

Brigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri

JAKARTA – Brigjen Pol Dr. Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si. resmi menjabat Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri...

News2 days ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Bersilaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. bersilaturahmi dengan ulama Habib Umar bin Hafidz...

News2 days ago

Martha Tilaar Berpulang, Tubagus Bahrudin Kenang Dedikasi Sang Pelopor Kecantikan Indonesia

JAKARTA – Presiden Komisaris PT Perkasa Siliwangi Indonesia, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas...

News4 days ago

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan

JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menerima audiensi perwakilan pedagang Pasar Taman Puring yang tergabung dalam Koperasi Konsumen...

Hukum4 days ago

Respons Cepat Polisi, Kasus Penemuan Bayi di Palmerah Berhasil Diungkap

Wartahot – Berawal dari suara tangisan bayi yang terdengar di sekitar kawasan permukiman, warga Palmerah, Jakarta Barat, dikejutkan dengan penemuan...

Hukum4 days ago

Polsek Tambora Tangkap Pelaku Pencurian, iPhone 13 Dijual Rp500 Ribu untuk Judi Online

JAKARTA BARAT – Tim Tiger Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, berhasil menangkap seorang pria berinisial...

Infotainment4 days ago

PT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun

JAKARTA – Komisaris Utama PT Palma Global Indonesia, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan keterangan resmi terkait kerja...

Ekonomi5 days ago

13 Tahun D’Elegance Clinic Tebet, Menjaga Kepercayaan di Tengah Tren Kecantikan

JAKARTA – Perawatan kecantikan kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari perawatan kulit hingga prosedur bedah plastik,...

News7 days ago

SKIA E&C Soroti Pentingnya Fire Blanket untuk Mitigasi Kebakaran Kendaraan Listrik

JAKARTA – Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik mendorong pentingnya kesiapan sistem keselamatan dalam menghadapi risiko kebakaran. Salah satu peralatan yang dapat...

Trending