News
Mencari Penitipan Koper di Bali yang Murah? Seorang Traveler Menemukan Tempat Tak Terduga di Kuta
KUTA, Bali — Ada satu masalah kecil yang jarang muncul di foto liburan Bali.
Koper.
Masalahnya biasanya muncul di hari terakhir.
Check out hotel jam 12 siang.
Pesawat malam.
Atau mungkin sudah pindah villa, tetapi belum bisa check in.
Lalu muncul pertanyaan yang sama:
“Koper mau ditaruh di mana?”
Bagi banyak traveler, jawabannya biasanya tidak murah.
Beberapa tempat penitipan barang di Bali mematok harga mulai dari Rp 50 ribu per hari untuk satu koper. Di area wisata, harga seperti itu sudah dianggap normal.
Tetapi bagi seorang traveler asal Jakarta yang sedang menghabiskan beberapa hari di Bali, pencarian tempat penitipan koper murah justru berakhir di sebuah gang kecil dekat Bandara Ngurah Rai.
Dan hasilnya cukup mengejutkan.
Mencari Penitipan Barang di Bali Dekat Bandara
Lokasinya berada di Jalan Kubu Anyar, Kuta.
Tidak jauh dari bandara.
Tidak jauh dari hotel hotel wisata.
Dan cukup dekat untuk dijangkau sebelum atau sesudah penerbangan.
Traveler tersebut awalnya hanya mencari solusi sederhana:
tempat aman untuk menitipkan koper selama beberapa jam.
Yang ditemukan justru sesuatu yang sedikit berbeda.
Tempat itu bernama Hey Bali Luggage Storage.
Di sana, traveler disambut oleh staf bernama Kak Cha-Cha.
Prosesnya sederhana.
Tidak rumit.
Tidak banyak formulir.
Dan harga yang disebutkan membuatnya sempat bertanya ulang.
Rp 25 Ribu Per Koper Per Hari
Harga penitipan koper di tempat ini hanya Rp 25 ribu per koper per hari.
Ya.
Rp 25 ribu.
Ketika banyak layanan penitipan barang di Bali memasang harga sekitar Rp 50 ribu atau lebih, angka tersebut terasa hampir terlalu murah.
Tetapi ternyata ada hal lain yang membuat pengalaman ini terasa berbeda.
Pintu Rahasia dan Loker Pribadi
Setelah proses check in selesai, koper tidak sekadar ditaruh di sudut ruangan.
Traveler diarahkan menuju area penyimpanan.
Di balik sebuah pintu yang tidak terlalu mencolok.
Sedikit mengejutkan.
Sedikit lucu.
Dan cukup membuat penasaran.
Di dalamnya, koper dimasukkan ke dalam loker.
Loker kemudian dikunci.
Dan kuncinya dibawa sendiri oleh pelanggan.
Artinya:
bukan staf.
bukan tempat penyimpanan.
bukan orang lain.
Pemilik koper sendiri yang memegang akses.
Bagi traveler yang sering khawatir meninggalkan barang berharga saat transit, sistem seperti ini terasa jauh lebih nyaman.
Kenapa Penitipan Koper Jadi Semakin Penting di Bali?
Bali semakin dipenuhi traveler yang:
- pindah pindah villa
- mengambil penerbangan malam
- transit sebelum ke Nusa Penida
- bekerja sambil traveling
- datang lebih awal sebelum check in
Semua situasi itu biasanya menghasilkan satu masalah yang sama.
Koper.
Dan semakin lama, penitipan barang di Bali bukan lagi layanan tambahan.
Sudah menjadi kebutuhan.
Sebuah Tempat Kecil Dengan Ide Sederhana
Pada akhirnya, traveler tersebut mengambil kembali kopernya beberapa jam kemudian.
Tidak ada drama.
Tidak ada biaya tambahan mengejutkan.
Tidak ada cerita koper hilang.
Hanya ada satu reaksi sederhana:
“Serius ini cuma Rp 25 ribu?”
Di kota wisata yang semakin mahal, mungkin itu alasan mengapa tempat seperti Hey Bali Luggage Storage mulai ditemukan lebih banyak traveler.
Bukan karena besar.
Bukan karena mewah.
Tetapi karena kadang yang dicari traveler sebenarnya sederhana.
Tempat aman.
Lokasi strategis.
Dan harga yang masuk akal.
News
Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan
JAKARTA, (15/7) – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal perikanan di atas 30 GT – 200 GT sebesar Rp15.000 per liter untuk menjaga stabilitas produksi perikanan nasional, di tengah dinamika harga minyak dunia.
“Bagi kami di KKP, kebijakan harga ini merupakan langkah penting untuk membantu menekan biaya operasional usaha penangkapan ikan. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, nelayan dapat lebih produktif melaut, pasokan ikan bagi masyarakat dan industri dapat terjaga, serta daya saing perikanan Indonesia semakin kuat,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (15/7).
Penetapan harga BBM khusus nelayan lebih murah dari harga sebelumnya merupakan arahan langsung Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, kemarin. Sebelumnya harga BBM bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) mencapai Rp21.300 per liter.
BBM sendiri merupakan komponen biaya terbesar dalam operasi penangkapan ikan yang dapat mencapai lebih dari separuh total biaya operasional kapal. KKP optimis penurunan harga BBM ini mampu menekan biaya operasional usaha penangkapan ikan sekaligus menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor perikanan nasional.
“Selanjutnya kami akan membuat aturan, mekanisme dan tata kelola penyaluran BBM ini bersama kementerian dan lembaga terkait agar tepat sasaran dan menghindari potensi penyimpangan dan penyalah gunaan di lapangan,” tambah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif.
Sebagaimana diketahui, dukungan harga BBM Rp 15.000 per liter tidak menggunakan APBN, melainkan dibiayai melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tetap menjaga disiplin fiskal negara.
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI
News
Taspen Safety Day Perkuat Perlindungan ASN, TASPEN Tangerang Gandeng BKPSDM, Satlantas, Jasa Raharja, dan TASPEN Life
KOTA TANGERANG – PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Tangerang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyelenggaraan Taspen Safety Day. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 8 Juli 2026 di Kota Tangerang ini diikuti ratusan perwakilan ASN dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi vertikal di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.
Taspen Safety Day menjadi wadah edukasi yang mengintegrasikan pemahaman mengenai hak perlindungan finansial ASN dengan pentingnya budaya keselamatan kerja dan keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Tangerang bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota, PT Jasa Raharja, dan TASPEN Life.
Dalam sambutannya, para narasumber menegaskan bahwa ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik membutuhkan sistem perlindungan yang menyeluruh, mulai dari aspek kepegawaian, keselamatan saat bekerja, hingga jaminan kesejahteraan di masa pensiun.
Berbagai materi disampaikan secara komprehensif kepada peserta. Salah satunya mengenai pengusulan Surat Keputusan (SK) Tewas bagi ASN yang gugur dalam menjalankan tugas. Materi yang disampaikan Lia Rosalina selaku Direktur Status Pemberhentian ASN membahas prosedur, persyaratan administrasi, percepatan layanan, hingga mekanisme klaim bagi ahli waris serta integrasi data antara instansi pemerintah dan PT TASPEN agar proses pelayanan semakin cepat dan efisien.
PT TASPEN juga memberikan sosialisasi mengenai program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM), termasuk pemanfaatan layanan digital yang mempermudah peserta dalam mengakses informasi maupun mengajukan klaim secara transparan.
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) turut menjadi perhatian utama. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi risiko di lingkungan kerja agar produktivitas ASN tetap terjaga sekaligus mampu menekan angka kecelakaan kerja.
Sementara itu, BKPSDM Kota Tangerang memaparkan kebijakan terbaru terkait manajemen ASN yang menitikberatkan pada keseimbangan antara disiplin kerja dan pemenuhan hak kesejahteraan pegawai sebagai fondasi birokrasi yang profesional.
Mobilitas ASN yang tinggi juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Satlantas Polres Metro Tangerang Kota memberikan edukasi mengenai budaya safety riding dan pentingnya tertib berlalu lintas untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat berangkat maupun pulang bekerja. Materi tersebut diperkuat oleh PT Jasa Raharja yang menjelaskan mekanisme perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas serta koordinasi penanganan apabila kecelakaan tersebut berkaitan dengan aktivitas kerja.
Sebagai pelengkap perlindungan, TASPEN Life memperkenalkan berbagai program asuransi jiwa dan investasi yang dirancang khusus bagi ASN sebagai pilihan proteksi tambahan dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Direktur/Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada para aparatur sipil negara.
“Taspen Safety Day menjadi momentum penting bagi BKN untuk menegaskan bahwa negara hadir menjamin kenyamanan bekerja para abdi negara. Ketika ASN merasa aman, ruang inovasi dan dedikasi akan terbuka selebar-lebarnya,” tuturnya.
Branch Manager PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Tangerang, Apandi, mengatakan Taspen Safety Day tidak hanya berfokus pada layanan pensiun, tetapi juga membangun kesadaran perlindungan sejak ASN masih aktif bertugas.
“Taspen Safety Day bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin mengubah paradigma bahwa TASPEN hanya diurus saat pensiun. Melalui acara ini, kami hadir sejak ASN aktif bertugas untuk memastikan mereka terlindungi dari risiko kerja melalui program JKK dan JKM,” ujarnya.
Menjelang penutupan acara, Asisten Administrasi Umum Kota Tangerang, H. Deni Koswara, S.Sos., M.Si., turut mengapresiasi sinergi yang dibangun oleh seluruh pihak.
“Kami sangat mengapresiasi langkah TASPEN. ASN yang merasa aman secara fisik dan sejahtera secara finansial tentu akan memberikan pelayanan publik yang jauh lebih optimal bagi masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya.
Melalui Taspen Safety Day, seluruh pihak berharap ASN semakin memahami pentingnya perlindungan menyeluruh, mulai dari keselamatan kerja, keamanan saat berkendara, kepastian hak kepegawaian, hingga perencanaan kesejahteraan di masa purnabakti. Sinergi antara TASPEN, BKPSDM, Satlantas, Jasa Raharja, dan TASPEN Life diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang aman, sehat, produktif, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang.
News
Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol
Semarang, 10 Juli 2026 – Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita tidak hanya menandai lahirnya 282 calon perwira remaja Polri, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat, kerja keras, dan kesempatan yang setara.
Salah satu lulusan terbaik, Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil meraih predikat Ati Trengginas, penghargaan bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Upacara Penutupan Pendidikan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat (10/7).
Perjalanan Adnan menuju Akpol bermula dari proses seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat panitia daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga panitia pusat yang diselenggarakan SSDM Polri pada 2023. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan dukungan meski dalam keterbatasan ekonomi.
Sudaryo mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ungkap Sudaryo.
Adnan juga mengakui sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya. Namun, semangat dan motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi menjadi titik balik yang menguatkan kepercayaan dirinya.
Saat itu, Komjen Pol. Syahardiantono yang menjabat Kadiv Propam Polri dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang menjabat As SDM Kapolri memberikan pesan agar dirinya tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tua.
“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” ujar Adnan.
Menurut Adnan, dukungan tersebut menjadi penyemangat yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi perwira Polri.
Kisah Adnan menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa. Melalui sistem rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara berdasarkan kemampuan, integritas, serta prestasi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
-
Entertainment3 weeks agoCerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band
-
Infotainment3 weeks agoDaus Mini Geram Namanya Dicatut di TikTok, Pilih Tempuh Jalur Hukum Bersama Brigade 08
-
News3 weeks agoNama Bung Karno Tercoreng, Alumni UBK Desak Pecat Mahasiswa Terduga Terima Suap
-
News4 weeks agoTuris Asia Ramai Sewa Motor di Bali, Pelaku Usaha Ungkap Alasan yang Jarang Dibahas
-
Entertainment4 weeks agoHiranindya Heryunanisita Ichwan Harumkan Nama Banten Lewat Dua Gelar Bergengsi
-
News2 weeks agoHari Bhayangkara ke-80, LBH Brigade 08: Polri Harus Semakin Dipercaya dan Tegakkan Keadilan Tanpa Diskriminasi
-
Infotainment2 weeks agoReyharp dan Balawan Tampil di Asia Pacific Harmonica Festival 2026, Angkat Nama Indonesia di Panggung Harmonica Dunia
-
Olahraga2 weeks agoAhza Rayhan Chan Raih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra di International Ksatria Nusantara Series 2026
