Connect with us

Entertainment

Cerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band

Published

on

Penulis : Katasiboy

JAKARTA – Nama Aldi Taher kembali mencuri perhatian. Musisi sekaligus entertainer yang dikenal dengan gaya ceplas-ceplosnya itu baru saja merilis video klip single terbarunya bertajuk “Bodo Amat” melalui kanal YouTube Aldi Taher TV.

Sehari setelah proses syuting rampung, Aldi Taher bersama personel bandnya, yakni Mende (lead gitar), Phitoy (gitar), Ferry (drum), Ame (bass), dan Kim (keyboard), berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik video klip tersebut.

Band yang berdiri pada 2 April 2021 itu mengaku sengaja menghadirkan konsep yang sederhana dan apa adanya. Ketika ditanya mengenai konsep video klip, Aldi justru menjawab dengan gaya khasnya.

“Yang jadi sutradara teman sendiri, @katasiboy. Kalau konsepnya apa? Enggak tahu… bodo amat,” ucap Aldi sambil tertawa.

Meski terdengar santai, Aldi menjelaskan bahwa lagu dan video klip tersebut membawa pesan agar tidak mudah terpengaruh oleh komentar orang lain.

“Konsepnya kita enggak peduli perkataan manusia. Yang kita peduli adalah perkataan dari langit. Jadi bodo amat, selama tidak merugikan orang. Kalau merugikan orang, ya harus minta maaf,” katanya.

Proses pembuatan video klip pun berlangsung cukup singkat. Ame sempat melontarkan candaan bahwa syuting hanya memakan waktu tiga hingga empat menit sebelum akhirnya mengoreksi jawabannya.

“Empat puluh lima menit,” ujarnya disambut gelak tawa personel lainnya.

Di balik nuansa humor yang mendominasi, Aldi mengungkapkan ada satu adegan yang menurutnya memiliki makna penting, yakni adegan salat.

“Video klip ini mengingatkan bahwa sesibuk apa pun kegiatan kita, jangan lupa salat,” tutur Aldi.

Saat ditanya mengapa lagu “Bodo Amat” yang dipilih untuk dibuat video klip, Ame menjawab singkat bahwa keputusan itu muncul secara spontan.

“Random saja, tengah malam enggak ada kegiatan,” katanya.

Soal makna lagu, Aldi kembali menjawab dengan gaya yang sulit ditebak.

“Terserah kalian mau menceritakan tentang apa,” ujarnya.

Namun, ia mengakui inspirasi lagu tersebut berasal dari dirinya sendiri dan lebih menggambarkan sikap bertawakal dalam menjalani kehidupan.

“Tidak semua harus dipikirkan, kadang cukup dimaklumi. Jadi ini lebih ke tawakal,” jelasnya.

Dalam proses berkarya, Aldi mengatakan seluruh personel terlibat secara kolektif. Bahkan, ia menyelipkan candaan mengenai bentuk “patungan” di dalam band.

“Kim bayar listrik karena dia yang punya studio, Phitoy patungan bensin dari Tambun,” ucapnya sambil tertawa.

Ketika ditanya bagaimana mereka menyelesaikan perbedaan pendapat, Aldi kembali menjawab dengan gaya khasnya.

“Penyelesaian itu bukan di dunia tapi di akhirat. Jadi di dunia ini kita saling sayang,” katanya.

Menutup obrolan, Aldi berharap video klip “Bodo Amat” dapat diterima masyarakat. Namun seperti biasa, ia memberikan jawaban yang tak terduga.

“Harapan terbesarnya ya insyaallah masuk surga,” ucapnya.

Sementara itu, personel band Tika menyampaikan pesan sederhana bagi para pendengar agar tidak terlalu memikirkan komentar negatif di media sosial.

“Jadi diri sendiri, enggak usah baca komentar, matikan live comment,” ujarnya.

Aldi pun menutup dengan kalimat yang kembali mengundang senyum.

“Enggak usah dengerin lagu ini, salat, baca Al-Qur’an, berkah,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Hiranindya Heryunanisita Ichwan Harumkan Nama Banten Lewat Dua Gelar Bergengsi

Published

on

Wartahot.news – Kabar membanggakan datang dari Hiranindya Heryunanisita Ichwan atau yang akrab disapa Hira. Siswi SMP Syafana Islamic School yang baru berusia 13 tahun ini berhasil meraih dua gelar sekaligus dalam ajang Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 yang digelar pada 18–19 April 2026 di Hotel Fame Gading Serpong, Banten.

Dalam ajang tersebut, Hira sukses menyabet gelar Puteri Anak Indonesia Banten Budaya 2026 dan Puteri Anak Indonesia Banten Favorite 2026. Prestasi ini menjadi hasil dari kerja keras, semangat belajar, serta kecintaannya terhadap budaya Indonesia.

Sebelum meraih gelar tersebut, Hira juga telah menorehkan sejumlah prestasi lainnya. Ia pernah menjadi Finalis The Icon Cover Hunt 2026 serta menerima Pertamina Scholarship AYIMUN BSD 2026. Berbagai pengalaman itu turut membentuk kemampuan Hira dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Usai mengikuti ajang, Hira mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaiannya.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari Puteri Anak dan Remaja Banten. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk terus berkembang dan berani menunjukkan kemampuan terbaik saya,” ujar Hira.

Menurut Hira, ajang pemilihan puteri bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar banyak hal, meningkatkan rasa percaya diri, memperluas pertemanan, serta menginspirasi generasi muda lainnya.

Keberhasilannya di tingkat provinsi kini menjadi langkah awal menuju tantangan berikutnya. Hira saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Provinsi Banten dalam ajang Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Melalui kesempatan tersebut, ia berharap dapat membawa nama baik Banten sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Hira pun meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar dapat memberikan penampilan terbaiknya di tingkat nasional.

“Mohon dukungannya untuk Hira yang akan mewakili Banten pada pemilihan Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 di bulan Oktober nanti,” katanya.

Tak lupa, Hira juga membagikan pesan untuk teman-teman seusianya agar tetap semangat mengejar mimpi dan berani mencoba hal-hal baru.

“Mulailah dari langkah kecil, jangan mudah menyerah, dan selalu percaya bahwa kamu bisa meraih prestasi yang membanggakan,” pesannya.

Dengan semangat, kerja keras, dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia, Hira diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik daerah maupun bangsa.

Continue Reading

Entertainment

Mamang Osa Beberkan Rahasia Chemistry Pemain Dukun Magang: Day 1 Langsung Bonding

Published

on

Jakarta – Proses syuting film horor komedi Dukun Magang menyimpan banyak cerita menarik bagi para pemainnya. Salah satu yang paling berkesan datang dari Hana Saraswati yang mengungkap adegan sungai menjadi tantangan terberat selama produksi berlangsung.

Saat ditemui dalam sesi wawancara film Dukun Magang, Hana menceritakan adegan tersebut membutuhkan waktu pengambilan gambar yang sangat panjang dan penuh konsentrasi.

“Yang paling berat itu adegan sungai depan papan. Adegan sungai itu kita ambil dari jam satu siang sampai matahari terbenam. Karena memang panjang, banyak yang harus disampaikan, banyak informasinya,” ujar Hana Saraswati.

Menurutnya, adegan tersebut tidak hanya menuntut stamina para pemain, tetapi juga fokus tinggi agar pesan yang ingin disampaikan dalam cerita tetap tersampaikan dengan baik kepada penonton.

“Kalau kita nggak hati-hati di situ, hasilnya bisa berbeda. Jadi kita benar-benar berusaha maksimal,” lanjutnya.

Sementara itu, Mamang Osa mengungkapkan proses membangun chemistry antarpemain justru menjadi salah satu hal yang mempermudah jalannya syuting. Ia mengatakan seluruh pemain sudah menjalani workshop dan bonding sejak awal produksi.

“Day 1 kita sudah bonding, Day 2 kita workshop. Jadi semuanya sudah dekat dari awal,” kata Mamang Osa.

Kedekatan tersebut membuat para pemain lebih mudah mengeksplorasi karakter masing-masing di lokasi syuting. Bahkan, menurut mereka, suasana kekeluargaan sangat terasa selama proses produksi berlangsung.

“Kita benar-benar di-embrace. Semua jadi lebih nyaman untuk masuk ke karakter masing-masing,” tambahnya.

Tak hanya soal akting, momen kebersamaan di luar syuting juga menjadi kenangan tersendiri bagi para pemain. Hana bahkan sempat menanggapi candaan soal kebiasaan makan bersama selama berada di lokasi syuting.

“Itu kita makan pakai tangan, kami-kami semua,” ucap Hana sambil tertawa.

Melalui proses syuting yang penuh tantangan sekaligus keakraban tersebut, para pemain berharap Dukun Magang bisa menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dengan perpaduan horor dan komedi yang segar.

Film Dukun Magang sendiri siap menyuguhkan kisah penuh teror, misteri, sekaligus humor yang diharapkan mampu menghibur penonton saat tayang di bioskop.

Continue Reading

Entertainment

Stelly Currie dan Mak Vera Jajaki Kolaborasi Indonesia-Australia, Buka Peluang Talenta Muda Go Internasional

Published

on

Jakarta – Pertemuan antara artis senior Stelly Currie dan CEO MVBT Entertainment, Mak Vera, ternyata tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu setelah hampir satu dekade tak bertemu. Dari pertemuan hangat tersebut, keduanya justru membahas peluang kerja sama yang berpotensi membuka jalan bagi talenta muda Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Stelly Currie yang kini aktif mengelola SCK Artist Management di Australia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama MVBT Entertainment. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta berbakat yang layak mendapatkan kesempatan lebih luas untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia.

“Ini bukan bergabung, tetapi berkolaborasi. Saya punya SCK Artist Management di Australia dan Mak Vera punya MVBT Entertainment di Indonesia. Kami ingin menciptakan peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta muda yang memiliki potensi,” ujar Stelly.

Melihat Potensi Talenta Indonesia

Selama berkiprah di Australia, Stelly mengaku kerap mengikuti perkembangan industri hiburan Tanah Air melalui media sosial. Dari pengamatannya, banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kualitas dan karakter kuat yang dibutuhkan industri kreatif internasional.

Menurut Stelly, identitas dan karakter khas yang dimiliki talenta Indonesia justru menjadi nilai tambah di tengah persaingan industri hiburan global yang semakin beragam.

Renata Dvika Kusuma Curi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, salah satu talenta muda MVBT Entertainment, Renata Dvika Kusuma, turut hadir dan mendapat perhatian khusus dari Stelly.

Artis senior itu mengaku terkesan dengan karakter serta potensi yang dimiliki Renata. Ia menilai kecantikan khas Indonesia yang dimiliki Renata dapat menjadi daya tarik tersendiri jika suatu saat berkarier di tingkat internasional.

“Saya suka karakter wajah Indonesia yang autentik. Ada identitas yang kuat dan itu menjadi nilai lebih. Renata punya potensi yang sangat baik untuk berkembang,” kata Stelly.

Sementara itu, Renata mengaku antusias jika suatu saat mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karier di luar negeri.

“Tentu saja saya mau. Saya ingin melihat dunia di luar Indonesia, belajar hal-hal baru, dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Kalau ada kesempatan berkarier di Australia atau negara lain, saya pasti senang sekali,” tutur Renata.

Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Meski peluang internasional terbuka lebar, Stelly menegaskan bahwa pendidikan tetap harus menjadi perhatian utama, terutama bagi talenta muda yang masih duduk di bangku sekolah.

Hal serupa juga disampaikan Mak Vera. Menurutnya, pengembangan karier dan pendidikan harus berjalan beriringan agar para talenta memiliki bekal yang kuat untuk masa depan.

“Kesuksesan bukan hanya soal popularitas, tetapi juga pendidikan, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Itu yang selalu kami tanamkan kepada para talenta di MVBT Entertainment,” ujar Mak Vera.

Ia mengungkapkan, meski baru bergabung dengan manajemennya, Renata sudah mulai mendapatkan sejumlah peluang di industri hiburan, mulai dari podcast, proyek film pendek, hingga film layar lebar.

“Alhamdulillah, Renata sudah mendapatkan beberapa kesempatan yang baik. Saya melihat ini sebagai hasil dari bakat dan kerja kerasnya sendiri,” tambahnya.

Pertemuan Dua Generasi

Momen menarik lainnya terlihat saat Laura Currie, putri Stelly Currie yang kini menetap di Australia, berbincang hangat dengan Renata.

Laura yang berprofesi sebagai dosen di bidang kesehatan dan sains sekaligus aktif sebagai musisi rock tampak akrab berdiskusi dengan Renata menggunakan bahasa Inggris.

Bagi Stelly dan Mak Vera, momen tersebut menjadi gambaran bagaimana generasi muda dari dua negara dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan dalam dunia kreatif.

Buka Jalan ke Panggung Internasional

Melalui jaringan yang dimiliki SCK Artist Management, Stelly menyebut terdapat banyak peluang yang bisa diakses talenta Indonesia, mulai dari festival musik, pertunjukan budaya, pemotretan fashion, hingga berbagai program pengembangan talenta di Australia.

Tak hanya itu, peluang tampil dalam showcase internasional maupun kegiatan fashion week juga menjadi salah satu agenda yang sedang dipertimbangkan dalam rencana kolaborasi tersebut.

Meski masih berada pada tahap awal, Stelly Currie dan Mak Vera optimistis kerja sama ini dapat menjadi langkah positif untuk membantu talenta muda Indonesia mendapatkan pengalaman, jaringan profesional, dan kesempatan yang lebih luas di tingkat global.

Berawal dari pertemuan sederhana antara dua sahabat lama, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak pintu bagi generasi muda Indonesia untuk bersinar di panggung internasional.

Continue Reading

TERKINI

Entertainment19 hours ago

Cerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band

Penulis : Katasiboy JAKARTA – Nama Aldi Taher kembali mencuri perhatian. Musisi sekaligus entertainer yang dikenal dengan gaya ceplas-ceplosnya itu...

Hukum20 hours ago

Elang Tiga Hambalang Ikut Turun Tangan, Kasus Budiman Tiang Jadi Sorotan

Jakarta – Sengketa lahan yang melibatkan Budiman Tiang kembali menjadi sorotan. Lewat konferensi pers yang digelar di BOWL Coffee Connection,...

Infotainment2 days ago

Daus Mini Geram Namanya Dicatut di TikTok, Pilih Tempuh Jalur Hukum Bersama Brigade 08

JAKARTA – Media sosial kembali menjadi tantangan bagi figur publik. Kali ini, komedian Daus Mini mengaku harus menghadapi dugaan penyalahgunaan...

Infotainment2 days ago

Icha Yang Ungkap Kebahagiaan hingga Tekad Kembali Tampil di Panggung Internasional

Jember – Penyanyi muda Icha Yang akhirnya kembali ke kampung halamannya di Jember setelah sukses menorehkan prestasi hingga tampil di...

Ikatan Alumni UBK Ikatan Alumni UBK
News3 days ago

Nama Bung Karno Tercoreng, Alumni UBK Desak Pecat Mahasiswa Terduga Terima Suap

JAKARTA – Polemik dugaan penerimaan uang oleh oknum mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) tidak hanya memicu sorotan publik, tetapi juga...

Juara Umum Lomba Operet Paksi 2025 kategori SMA Juara Umum Lomba Operet Paksi 2025 kategori SMA
Infotainment4 days ago

PAKSI (Panggung Kreasi) 2026: Saat Ratusan Pelajar Bali Memilih Panggung Teater daripada Layar Ponsel

DENPASAR – Di saat media sosial menjadi “panggung” utama bagi sebagian besar generasi muda, ratusan pelajar di Bali justru memilih...

News5 days ago

Hindari Macet dan Antrean Saat ke PRJ 2026, Ini Tips yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat

Jakarta, 22 Juni 2026 – Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) kembali menjadi salah satu agenda yang paling...

News5 days ago

TASPEN Tangerang Serahkan Santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris ASN PPPK Damkar Tangsel

TANGERANG – PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Tangerang menyerahkan manfaat Program Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp30.034.500 kepada ahli waris almarhum...

News6 days ago

Resmi Dilantik, Saroha Manullang Nahkodai Imigrasi NTT

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi kembali melakukan rotasi pejabat di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelantikan...

News6 days ago

Ade Ratnasari Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Persoalan Keimigrasian ke KPK

Jakarta – Kuasa hukum Budiman Tiang, Ade Ratnasari, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/6/2026), untuk menyampaikan laporan yang...

Trending