Sosial
Kisah Yanti Affandi, Kreator Beauty dan Lifestyle yang Konsisten Berkarya Sambil Merawat Kucing Rescue
Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan industri digital, Yanti Affandi berhasil membangun identitas sebagai kreator konten yang konsisten menghadirkan ulasan seputar beauty, skincare, fashion, dan lifestyle. Melalui akun Instagram @igayuaryan, ia dikenal dengan gaya penyampaian yang hangat, personal, dan dekat dengan keseharian para pengikutnya.
Perempuan berdarah Jawa dan Sunda ini memulai perjalanan di dunia kreatif sejak 2018. Berawal dari kecintaannya pada dunia kecantikan dan fesyen, Yanti perlahan mengembangkan karier sebagai content creator yang aktif berkolaborasi dengan berbagai brand dan produk.
Bagi Yanti, membuat konten bukan sekadar mengikuti tren media sosial. Ia meyakini bahwa setiap karya harus memiliki nilai dan mampu memberikan manfaat bagi audiens.
“Aku percaya setiap konten yang dibuat harus memiliki cerita dan bisa memberikan manfaat. Karena itu aku selalu berusaha memberikan hasil terbaik dalam setiap pekerjaan,” ujar Yanti.
Yang membuat sosok Yanti semakin menarik adalah keseimbangan antara dunia kecantikan dan kepeduliannya terhadap hewan. Di balik berbagai konten skincare dan fashion yang dibagikannya, ia juga dikenal sebagai cat mom yang aktif merawat kucing-kucing rescue.
Menurut Yanti, merawat kucing mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran, perhatian terhadap detail, hingga kasih sayang. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses kreatif yang ia bawa ke dalam berbagai kampanye beauty dan lifestyle.
Tak sedikit pengikutnya yang menyukai pendekatan Yanti yang dinilai jujur dan autentik. Ia kerap membagikan pengalaman pribadi, review produk, hingga rutinitas sederhana yang membuat informasi mengenai perawatan kulit terasa lebih mudah dipahami.
Selain membangun personal branding, Yanti juga terus mengembangkan kemampuan di berbagai bidang kreatif. Ia aktif mempelajari eksplorasi fesyen, teknik tampil di depan kamera, hingga memahami perkembangan industri digital yang terus berubah.
Bagi Yanti, proses belajar merupakan bagian penting dari perjalanan seorang kreator.
Di balik aktivitasnya sebagai content creator, Yanti memiliki impian yang sangat personal, yaitu membangun shelter kucing pribadi untuk menampung dan merawat lebih banyak kucing terlantar.
“Impian terbesar saya bukan hanya terus berkembang sebagai content creator, tetapi juga bisa memiliki shelter pribadi untuk kucing-kucing rescue. Saya ingin mempersiapkan semuanya dengan baik, termasuk dari sisi finansial, agar bisa memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi mereka,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga ingin terus menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga. Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian profesional, tetapi juga dari kebahagiaan bersama suami dan anak tercinta.
Melalui konten-konten yang dibagikannya, Yanti Affandi ingin menghadirkan ruang yang membuat orang merasa lebih percaya diri, lebih peduli terhadap diri sendiri, dan tetap memiliki empati terhadap makhluk hidup di sekitarnya. Baginya, menjadi kreator digital bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi orang lain.
Sosial
Bareskrim Polri Salurkan Bantuan UMKM Pengayah Mart ke Pura Adhitya Jaya Rawamangun
JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri kembali menyalurkan bantuan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Reserse Merangkul. Kali ini, bantuan berupa satu gerai UMKM bertajuk Pengayah Mart diserahkan kepada Pura Adhitya Jaya di kawasan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Dit Tipidum Bareskrim Polri dalam mendukung program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Program ini sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi dan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan tokoh masyarakat serta pengurus rumah ibadah.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, melalui program Reserse Merangkul mendorong kehadiran Polri agar tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penyaluran Pengayah Mart di Pura Adhitya Jaya ini menjadi gerai ketiga yang telah direalisasikan melalui program tersebut. Sebelumnya, Dit Tipidum Bareskrim Polri telah menyalurkan dua gerai UMKM dengan nama Marbot Mart di wilayah Kabupaten Bogor.
Adapun dua lokasi penerima bantuan sebelumnya yakni Masjid Delima Al-Ikhlas di Kecamatan Cibungbulang dan Masjid Al-Qaromah di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Dengan hadirnya Pengayah Mart di Pura Adhitya Jaya, program Reserse Merangkul kini menjangkau tiga rumah ibadah dengan konsep pemberdayaan UMKM yang disesuaikan dengan lingkungan masyarakat setempat.
Melalui program ini, Dit Tipidum Bareskrim Polri berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan seluruh elemen masyarakat lintas agama.
Budaya
Hadiri Gala Premiere Film Mawang, Aldi Taher Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’ Jika Tembus 500 Ribu Penonton
PENULIS: KATASIBOY
JAKARTA — Penggemar sinema horor Tanah Air kembali disuguhkan tontonan berkelas yang mengangkat kearifan lokal. Kali ini, film berjudul “Mawang: Jangan Sebut Namanya” resmi menggelar pemutaran perdana (gala premiere) dengan menghadirkan atmosfer mencekam sekaligus penuh antusiasme dari para penikmat film.
Berbeda dari film horor kebanyakan, Mawang mengeksplorasi mitos serta cerita rakyat yang mengakar kuat di masyarakat Bangka Belitung. Cerita mistis tersebut dikemas secara apik melalui visual sinematik yang siap memacu adrenalin penonton di bioskop.
Malam peluncurannya pun berlangsung riuh. Sederet selebriti, tamu undangan VIP, hingga insan pers tampak memadati area karpet merah untuk menyaksikan aksi Aldi Taher dan jajaran pemeran lainnya.
Di sela-sela kemeriahan acara tersebut, Aldi Taher bahkan melontarkan nazar khasnya di hadapan publik. Ia berjanji bakal segera menggarap sekuel film legendarisnya, “Bisikan Jenazah 2”, jika film Mawang sukses menembus angka 500 ribu penonton di bioskop. (Minggu,25,10,2026).
Melihat tingginya respons, dukungan para tamu, serta sorotan publik sejak malam gala premiere, film Mawangdigadang-gadang bakal menjadi salah satu karya horor lokal yang paling menyedot perhatian penonton di bioskop bulan ini.
Hukum
Tertahan 2 Tahun, Ini Rincian 3 Laporan Polisi Terkait Kasus Anak OLH yang Diminta Dievaluasi Bareskrim dan Polda Metro
PENULIS: KATASIBOY
JAKARTA — Penanganan perkara hukum yang melibat anak di bawah umur berinisial G kembali menjadi sorotan publik. Tim kuasa hukum pelapor, OLH, membeberkan rincian tiga Laporan Polisi (LP) yang dinilai tertahan dan minim transparansi sejak 2024.
Lemens Kodongan, S.H., M.H., bersama tim hukum merinci tiga dokumen laporan yang diajukan ke Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara:
1. LP/B/568/IV/2024/SPKT/Polres Metro Jakut (23 April 2024): Pelaporan terhadap Danny S. Djayaprawira atas dugaan ancaman penambahan dosis obat terhadap anak apabila sang ibu mengajukan gugatan harta gono-gini.
2. STTLP/B/3084/VI/2024/Polda Metro Jaya (3 Juni 2024): Dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perampasan anak di bawah umur di Mal Kelapa Gading pada 2 Juli 2023, yang diduga melanggar Kesepakatan Notaris H. Teddy Anwar No. 37/2019. Laporan ini telah dilimpahkan ke Polres Jakarta Utara pada awal 2026.
3. STTLP/B/4272/VI/2025/SPKT/Polda Metro Jaya (23 Juni 2025): Pelaporan terkait dugaan pemberian obat-obatan kepada anak tanpa persetujuan dan keberadaan ibu kandung oleh oknum psikiater di RSCM. Tim hukum mencantumkan Pasal 76B, 76C, dan 76J UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Selain permasalahan laporan yang dinilai terbengkalai, tim hukum turut mempertanyakan prosedur pemanggilan ulang terhadap Ibu OLH pada 16 Oktober 2026 di RSCM pasca-konferensi pers, yang dinilai kurang relevan secara komunikasi penyidikan.
“Prinsip utama dalam penanganan kasus ini adalah perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak. Kepastian hukum sangat penting agar tidak ada pihak yang dirugikan tanpa dasar bukti yang sah,” ujar perwakilan kuasa hukum.
Seluruh klaim dalam ketiga laporan ini masih berada dalam ranah pemeriksaan aparat penegak hukum dan menjunjung tinggi asas presumption of innocence.
-
Ekonomi1 week agoGEPPMI Fasilitasi 800 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja di Hotel Bintang Lima Turki
-
Entertainment4 weeks agoPerluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
-
News4 weeks agoKetua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan
-
Infotainment4 weeks agoPT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
-
News4 weeks agoBrigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri
-
Ekonomi4 weeks ago
Kameel Guzellic lagi-lagi keluarkan varian baru. Kinnara-kinnari, Parfume mewah dibawah 200 Ribu
-
Infotainment3 weeks ago8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional
-
Ekonomi3 weeks agoMenjawab Kelangkaan Ahli Data Center, Maxon Engineering Bangun Pusat Pelatihan Teknis Pertama di indonesia
