News
Simak! Caribbe Coffee Joglo Siapkan Agenda Bulanan untuk Pecinta Kopi
JAKARTA — Caribbe Coffee Joglo menggelar Caribbe Coffee Fest pada 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari Takeover Bar, Latte Art Exhibition, hingga Special DJ Set.
Supervisor Caribbe Coffee Joglo, Raka Cannavaro, mengatakan kegiatan ini menjadi penyelenggaraan perdana Caribbe Coffee Fest dengan konsep yang memadukan kopi, seni, dan hiburan.
“Ini merupakan event pertama kami yang menghadirkan Takeover Bar dan DJ,” ujar Raka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri komunitas kopi Jakarta Barat, pegiat seni lokal, serta pelanggan setia Caribbe Coffee.
Menurut Raka, Caribbe Coffee Fest tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan hiburan. Acara ini juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi bagi komunitas dan pelanggan Caribbe Coffee.
“Tujuannya sebagai wadah silaturahmi, hiburan, dan apresiasi bagi komunitas serta pelanggan setia Caribbe, sekaligus pengenalan specialty coffee,” kata Raka.
Caribbe Coffee Fest selanjutnya akan menjadi bagian dari agenda bulanan Caribbe Coffee. Setiap kegiatan akan dikembangkan dengan berbagai konsep untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
Selain agenda bulanan, Caribbe Coffee juga menyiapkan sejumlah program baru. Salah satunya Rooftop Sunset Sessions yang direncanakan berlangsung setiap pekan dan akan menghadirkan guest star pada bulan-bulan tertentu.
Caribbe Coffee juga berencana menghadirkan Sharing Session yang ditujukan khusus bagi mahasiswa. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas ruang interaksi antara Caribbe Coffee dengan komunitas dan generasi muda.
“Ke depannya, kami akan rutin mengadakan Rooftop Sunset Sessions setiap seminggu sekali dengan guest star di bulan-bulan tertentu. Selain itu, kami juga berencana meluncurkan program Sharing Session khusus untuk mahasiswa, serta menghadirkan berbagai agenda menarik lainnya,” tutur Raka.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Caribbe Coffee Joglo berharap dapat menjadi ruang berkumpul bagi komunitas sekaligus memperkenalkan specialty coffee kepada masyarakat secara lebih luas.
News
Waduh! Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
JAKARTA — Artis Ruben Onsu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, penetapan status tersangka terhadap Ruben dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang digelar penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
“Beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara, yang dari gelar perkara, peserta gelar sepakat terhadap terlapor saudara RSO statusnya dialihkan sebagai tersangka. Kemudian dibuatkan surat penetapan sebagai tersangka,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Kasus tersebut bermula dari laporan polisi nomor LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan tertanggal 22 Agustus 2025. Laporan dibuat oleh seseorang berinisial P, dengan korban berinisial DM.
Joko menjelaskan, perkara ini bermula ketika Ruben diduga menawarkan kepada korban untuk melakukan investasi dengan iming-iming keuntungan.
Korban kemudian tertarik dan menyepakati kerja sama tersebut. Dalam kesepakatan itu, korban menyerahkan sejumlah modal kepada terlapor dengan perjanjian mendapatkan keuntungan.
Namun, hingga waktu yang telah disepakati, keuntungan yang dijanjikan disebut tidak diterima korban. Modal yang telah diserahkan juga belum dikembalikan.
“Tiba waktu kesepakatan, ternyata keuntungan belum didapatkan dan modal pun juga belum dikembalikan. Terkait itu, makanya si korban melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan,” ujar Joko.
Setelah menetapkan Ruben sebagai tersangka, penyidik berencana memanggilnya untuk menjalani pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka.
“Kemarin kan baru kita tetapkan sebagai tersangka, tentunya akan kita agendakan untuk kami panggil sebagai statusnya yaitu tersangka. Kemungkinan minggu depan kita agendakan pemeriksaan,” tutur Joko.
Sementara itu, belum ada keterangan langsung dari Ruben Onsu terkait penetapan dirinya sebagai tersangka.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, juga mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Saat dihubungi, Minola mengatakan dirinya sedang berada di Surabaya dan meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada Ruben.
Selama ini, Minola diketahui menjadi kuasa hukum Ruben dalam perkara yang berkaitan dengan mantan istrinya, Sarwendah. Belum diketahui apakah Minola juga akan mendampingi Ruben dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan tersebut.
News
Bedah Film “Jihad Selfie”, Densus 88 Perkuat Peran Sekolah dan Keluarga Cegah Radikalisme di Kalangan Pelajar
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta menggelar kegiatan Bedah Film “Jihad Selfie” dan diskusi interaktif yang diikuti 200 Ketua OSIS, guru, komite sekolah, serta wali murid SMA/MA negeri dan swasta se-Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sekolah dan keluarga sebagai lingkungan yang aman bagi anak, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, perundungan (bullying), propaganda di media sosial, paham radikal, dan Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakili Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Moh Dofir, menegaskan bahwa keluarga dan sekolah memiliki posisi penting dalam menjaga masa depan generasi muda.
“Keluarga dan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan rasa aman, perhatian, ruang dialog, serta lingkungan yang nyaman dan bebas dari bullying,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menekankan pentingnya membangun pemahaman keagamaan yang moderat dan selaras dengan prinsip kebangsaan.
“Di Kanwil Kementerian Agama tentu mendorong untuk terus terbangunnya pemahaman beragama yang moderat, pemahaman beragama yang sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan, pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang menjunjung tinggi keragaman, perbedaan dan menolak bentuk kekerasan apa pun.”
Dari unsur pendidikan, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ali Mukodas menyampaikan bahwa pencegahan terorisme harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.
“Pencegahan terorisme pada akhirnya bukan hanya tentang mencegah sebuah tindakan kekerasan, melainkan kita sedang membangun generasi yang tidak mudah dipecah oleh perbedaan dan tidak mudah dihasut oleh kebencian.”
Dalam sesi diskusi interaktif, Densus 88 AT Polri melalui Kompol Agus Isnaini menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam upaya pencegahan. Ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi ekstrem dengan menyasar kelompok remaja.
“Anak diperkenalkan pada konten atau figur bernuansa keluhan, ketidakadilan, atau kebencian—sering lewat game online, forum atau media sosial.”
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI, Ruspita Putri Utami, menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang inklusif sekaligus memperkuat kemampuan deteksi dini.
“Jangan lagi ada eksklusivisme di sekolah. Harus inklusif, benar-benar inklusif, dan yang cukup paling penting adalah kemampuan sekolah melakukan deteksi dini.”
Sementara itu, Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Ignatius Setiawan Cahyo Nugroho, menyoroti pentingnya pendekatan sistemik dalam perlindungan anak dan pencegahan eksploitasi.
“Kita sering memberikan jawaban tidak sistemik, sedangkan masalahnya sistemik. Agar kita bisa berpikir sistemik maka kita perlu berpikir secara komprehensif.”
Melalui pendekatan bedah film dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami bagaimana proses paparan ideologi kekerasan dapat terjadi serta pentingnya membangun komunikasi antara anak, orang tua, dan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kemampuan deteksi dini di lingkungan pendidikan, serta mendorong terciptanya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh ideologi ekstrem.
News
Hut 6 Tahun IKBK, Dari Rumah Besar Warga Kailolo hingga Kontribusi untuk Indonesia
JAKARTA — Enam tahun berdiri, Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) terus berupaya memperkuat persaudaraan masyarakat asal Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang berada di perantauan.
Momentum tersebut dirayakan melalui kegiatan silaturahmi dan senam sehat bersama di Gelanggang Remaja Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (16/8/2026). Perayaan HUT ke-6 IKBK ini sekaligus dirangkai dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengangkat tema “Semangat 81 Tahun Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Perkuat Komitmen Ormas Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) dalam Menjaga Persatuan Bangsa”, kegiatan menjadi ruang berkumpulnya warga Kailolo sekaligus para tokoh Maluku di Jabodetabek.
Ketua Umum IKBK Abdul Latip Marasabessy mengatakan, keberadaan IKBK sejak dideklarasikan pada 17 Agustus 2020 diarahkan untuk menjadi wadah bersama bagi warga Kailolo di perantauan.
“Tujuan lahirnya IKBK adalah kami bisa berbuat yang terbaik buat warga Kailolo di perantauan, termasuk di Jabodetabek. Kami ingin semua warga Kailolo yang ada di Jakarta bisa sejahtera, bahagia, dan memiliki rumah besar bernama Ikatan Keluarga Besar Kailolo,” kata Abdul Latip.
Menurut Abdul Latip, perjalanan enam tahun IKBK tidak selalu berjalan tanpa dinamika. Namun, perbedaan pendapat dalam organisasi dinilai sebagai bagian dari proses untuk semakin memperkuat persaudaraan.
Ia menyebut saat ini IKBK memiliki sekitar 300 anggota di Jakarta. Selain menjadi wadah silaturahmi, IKBK juga aktif menjalankan kegiatan sosial, mulai dari senam dan jalan santai hingga penggalangan bantuan bagi anggota atau keluarga yang mengalami sakit maupun musibah.
“Kami berharap IKBK semakin eksis dan terus melakukan hal-hal positif, termasuk berkolaborasi dengan Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
Sejarah Kailolo Jadi Pengingat
Ketua Dewan Pembina IKBK Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy mengatakan, tanggal berdirinya IKBK memiliki makna sejarah yang kuat bagi masyarakat Kailolo.
Menurut Suaidi, 17 Agustus 1950 menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Negeri Kailolo karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa pembumihangusan negeri itu dalam konflik RMS.
Karena itu, kata dia, peringatan HUT IKBK yang bertepatan dengan momentum kemerdekaan RI harus menjadi pengingat sejarah sekaligus energi untuk membangun masa depan.
“Kita bersyukur, negeri ini sampai hari ini masih tetap eksis,” ujar Suaidi.
Suaidi juga mengajak keluarga besar Kailolo untuk tidak melupakan sejarah dan terus mengambil peran dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ia menilai semangat membangun daerah harus berjalan bersamaan dengan upaya menjaga masyarakat dari berbagai ancaman sosial yang berkembang di era digital, termasuk judi online dan pinjaman online.
Selain itu, ia mendorong IKBK ikut berkontribusi dalam mendorong pembangunan Maluku sebagai daerah kepulauan agar mendapatkan perhatian dan kesempatan pembangunan yang lebih baik.
Pemerintah Maluku Dorong IKBK Berkolaborasi
Kepala Badan Penghubung Maluku Saiful Indra Patta mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi keberadaan IKBK yang dinilai telah memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Saiful menyebut kegiatan IKBK tidak hanya memberikan manfaat bagi warga Kailolo, tetapi juga telah menyentuh masyarakat Maluku secara lebih luas.
“Ini bentuk kolaborasi yang sudah ditunjukkan oleh IKBK bersama masyarakat dan tentu juga sangat membantu pemerintah daerah,” kata Saiful.
Ia mengatakan IKBK memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Saiful mendorong IKBK memperkuat tiga hal, yakni kolaborasi dengan pemerintah daerah, kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta memberikan kontribusi nyata bagi NKRI.
Dia juga mengingatkan warga Maluku di Jakarta agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing provokasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
“Jangan cepat terpengaruh dengan provokasi-provokasi yang sengaja membenturkan anak bangsa untuk memecah persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Tokoh Maluku Ingatkan Pentingnya Menjaga Kondusivitas
Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan IKBK. Ia berharap organisasi tersebut terus menjadi wadah persaudaraan dan tempat bersama untuk mencari solusi berbagai persoalan masyarakat.
Said juga mengajak keluarga besar IKBK berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Jangan terlalu cepat memberikan respons terhadap suatu persoalan yang belum tentu benar. Sumbernya harus jelas, isi beritanya juga harus jelas,” katanya.
Menurutnya, masyarakat perlu membangun budaya memeriksa informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memicu konflik.
Bangun Solidaritas Lewat Kegiatan Rutin
Wakil Ketua Umum IKBK Musa Marasabessy mengatakan perayaan HUT ke-6 merupakan puncak dari sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain senam bersama, IKBK juga menggelar kegiatan jalan santai, perlombaan, serta kegiatan sosial.
Musa menegaskan bahwa kegiatan rutin tersebut bukan semata-mata aktivitas organisasi, tetapi menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan warga Kailolo.
“Di mana berpijak, di situ langit dijunjung. Kami terus berkolaborasi dengan warga di sekitar tempat tinggal kami,” ujar Musa.
Ia berharap IKBK semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, baik warga Kailolo maupun lingkungan di mana para anggotanya berdomisili.
Sementara itu, Abdul Latip menyampaikan kepedulian IKBK terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah. Ia mengatakan organisasi tersebut berencana memberikan dukungan dan donasi sebagai bentuk solidaritas sesama masyarakat Indonesia.
Bagi IKBK, usia enam tahun bukan sekadar angka. Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan sebuah organisasi keluarga yang berupaya menjaga identitas dan persaudaraan masyarakat Kailolo di perantauan, sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi Maluku dan Indonesia.
-
News1 week agoDuta Elok Persada dan upaya membangun ekosistem bisnis di industri kecantikan dan kesehatan
-
Entertainment4 weeks agoAldo Sianturi Bahas Perubahan Ekosistem Musik, Algoritma, A&R, hingga Tantangan Musisi di Era Digital
-
Hukum4 weeks agoMachi Achmad Kecewa Tuntutan Jaksa dan Vonis 6 Bulan terhadap Terdakwa Kasus Penganiayaan Darwin-Angel
-
Hukum3 weeks agoSidang Tipikor: Sejumlah Kepala Dinas Mengaku Dimintai Uang untuk THR dan Ulang Tahun Bupati Pekalongan Nonaktif
-
Sosial2 weeks agoKisah Yanti Affandi, Kreator Beauty dan Lifestyle yang Konsisten Berkarya Sambil Merawat Kucing Rescue
-
Hukum2 weeks agoPedagang Taman Puring Dukung Program Pemprov DKI, Sekaligus Bantah Isu Menolak Dukungan Pemerintah
-
Entertainment3 weeks agoBatik Trusmi Bikin Kebaya Modern Makin Stylish di IFW, Sally Giovanny Ingin Gen Z Jatuh Cinta pada Batik
-
Infotainment3 weeks agoBritney Davanya Manese Bersinar di BTN Indonesia Fashion Week 2026, Siap Melangkah ke Panggung ASEAN
